Don't Hide Behind Technology

00.46

Apakah kamu pernah dengar ada saying atau pepatah yang mengatakan "Don't hide Behind Technology"?. Ternyata saying ini ada benarnya juga :). Baru saja di siang ini saya "menemui" seseorang yang bersembunyi di balik perangkat teknologi yang dimilikinya. Jadi ceritanya, divisi kami menerima masukan atau lebih tepatnya kritikan melalui email dari rekan satu kantor yang mengkritik mengenai suatu kontent yang ditayangkan di web kantor.

Yang menarik adalah seperti ini : rekan sekantor tersebut mengirimkan email kritikannya dengan nada agak pedas ke divisi kami, lalu men-Cc kan ke atasan langsung dan atasan saya yang lainnya. Namun isi kritikannya seolah dia baru berbicara atau berdiskusi langsung face to face dengan divisi kami dan kemudian menyampaikan ke atasan dengan bahasa yang kurang meng-enakkan. Padahal yang bersangkutan tersebut tidak pernah berkomunikasi secara langsung kepada kami. Mengapa? Karena ia memanfaatkan dengan amat maksimal fungsi sebuah email.

Yang lebih menarik lagi : rekan sekantor yang memang dikenal hobby meng-kritik di tempat kami itu, jarak ruangannya tidak jauh dari ruangan divisi kami. Jadi sebetulnya dia hanya perlu membuka pintu ruangannya, lalu melangkah sekitar 5-6 langkah kaki untuk bisa menemui kami langsung dan menyampaikan kritikannya. Tapi ternyata dia lagi lagi selalu memilih email sebagai alat komunikasinya yang maksimal. Bahkan memilih email sebagai media penyalur kritikannya.

Yang saya garis bawahi disini adalah orang cenderung "bersembunyi di balik perangkat teknologinya". Bahkan mungkin banyak orang yang lupa betapa pentingnya komunikasi interpersonal, dan face-to-face dengan lawan bicara kita. Untuk case tertentu, tentu saja teknologi seperti email sangat membantu. Kita dapat mengirim dan menerima info dari rekan atau klien yang jaraknya jauh dari kita hanya dengan mengirim pesan melalui mail. Atau bila ada slogan "yang jauh jadi terasa dekat" ..itu tepat sekali. Tetapi bila slogan ini berubah menjadi "yang dekat jadi terasa jauh"..waaahh...itu berarti ada sesuatu yang salah. 

100% we can say....rekan sekantor kami itu tidak salah, karena banyak orang yang juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi dan terbiasa memilih berkomunikasi lewat ranah maya dibanding face-to-face. Lalu apa yang salah? Yang salah adalah budaya "Hide Behind Technology".

Bukan hanya rekan sekantor yang hobby meng-kritik itu yang bersembunyi di balik perangkat teknologi, tapi hampir sekian juta orang di dunia juga pasti melakukan hal itu. Tidak bisa dipungkiri, mungkin saya juga pernah menjadi bagian dari sekian juta orang itu.  Tapi kalau teknologi sampai "menguasai" waktu dan keseharian kita itu yang tentu berbahaya dan tidak baik.

Please Don't hide behind technology!! Why ?
1. Menurut opini saya,  "Dikuasai" oleh teknologi adalah kebodohan. Kita harus "menguasai" perangkat yang namanya teknologi itu dan bukan teknologi "menguasai" kita. Mengapa? karena pada zaman ini, hampir setiap hari bahkan setiap jam, menit dan detik, orang-orang di dunia menghabiskan waktu bersama perangkat teknologi dan gadget-gadget nya. Lalu browsing, membuka email, membuka Facebook, twitter hingga kadang lupa dengan hal lain yang lebih penting. Apa yang terjadi? orang-orang menjadi tergantung
atau addicted  dengan teknologi dan perangkat gadget-nya. Mereka tak dapat menguasai diri dari terpaan teknologi. 

2. Ketergantungan yang berlebihan pada teknologi membuat sebagian orang menjadi ANSOS (Anti-Sosial). Misalnya : seorang anak remaja dengan perangkat gadget yang dimiliki-nya. Ia lebih tune-in dengan "kegiatan mendengar musik lewat Ipod-nya" atau "menulis comment di facebook teman-temannya" selama berjam-jam, dibandingkan dengan kegiatan bersosialisasi bersama teman atau bermain dan berdiskusi dengan teman-temannya. Semakin jauh dari hubungan sosial, karena memanfaatkan perangkat teknologi secara berlebihan.

3. Perangkat teknologi ADA untuk memudahkan pekerjaan kita, bukan untuk menyembunyikan eksistensi kita dari dunia yang sesungguhnya.
Sebagai bukti konkret: akhir-akhir ini, kita mendengar berita-berita di TV mengenai penipuan yang terjadi pada beberapa anak remaja di Indonesia. Mereka dijanjikan hal-hal yang menyenangkan atau menarik hati  melalui ranah maya (social media yang begitu digandrungi remaja saat ini) oleh orang tak dikenal yang ternyata menipu/ merugikan remaja yang bersangkutan.
Hal ini terjadi, salah satunya karena masih banyak orang terutama di Indonesia yang mungkin lupa atau tidak menyadari bahwa teknologi tersebut tersedia untuk memudahkan kita. Dan memudahkan dalam essensi yang sebenarnya adalah membantu atau meringankan beban/ tenaga/ waktu. Tapi ironisnya, sebagian salah kaprah dan menggunakan teknologi untuk 'memudahkan" dalam arti yang salah yaitu mudah memperdaya atau menipu orang lain. Seperti kenyataan yang terjadi dengan berita anak remaja tersebut, yang ditipu dan dirugikan oleh orang tak dikenal.

4. Teknologi bukan segalanya. Everyone who hide behind technology will be the first man stress..because they can not live without technology.  
Suatu hari bila listrik mati atau jaringan internet tiba-tiba terhenti sekian lama di kantor atau di rumah Anda...bersiaplah...:).

So...Let us be WISE to take advantage of technological devices that surround us. Be the first ruler of the technological devices you have, Not the reverse. Thus, you don't need to depend excessively and no need to hide behind it!




By : Penny Hutabarat_250210

You Might Also Like

0 komentar