• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

moment dan inspirasi

Passion Talk : Natali Ardianto, CTO Tiket.com

21.18
Sekitar sebulan lalu, 9 September 2016, saya dan tim mewawancara seorang CTO muda yang meraih penghargaan sebagai The Most Intelligent CIO pada iCIO awards 2015.
Sosoknya penuh semangat dan bersahabat. Ia adalah Natali Ardianto, CTO dan founder Tiket.com. Sebuah situs one stop travel & entertainment di Indonesia.

Natali yang merupakan Alumni UI-Fasilkom, berbagi tentang pengalaman dan tantangan dalam membangun start-up serta membesarkan sebuah perusahaan. Yang menarik, Natali tidak membatasi diri hanya berbagi tentang kisahnya di dunia entrepreneurship.  Tapi juga membagi insight tentang mindset, human development dan understanding personality types dari perspektif psikologi.

Diskusi hari itu seperti kuliah yang menyenangkan di kelas :). Natali tidak ragu membagi ilmu dan pengalamannya. Dari caranya bertutur dan bercerita, nampak bahwa Natali menyenangi apa yang dikerjakannya, passionate person. 


Wawancara kami untuk produksi video tentang sosok Natali sebagai alumni UI-Fasilkom yang inspiratif, berlangsung sekitar 1 jam. Dan dua jam berikutnya, diskusi santai yang menginspirasi - yang sayangnya tidak terekam dalam materi video tsb :).
Di waktu mendatang, teman-teman bisa melihat video liputan tentang Natali sebagai entrepreneur dan CTO tiket.com. Kami akan share videonya di blog maupun social media. Jadi pantau terus ya blog ini :)


Di artikel ini, saya akan berbagi tentang diskusi menarik yang saya sebutkan tadi (yang tidak terekam/ tersaji di video :). Messages nya cukup melekat, itu salah satu alasan saya bersemangat untuk membagikannya. 

====
Stress-Management

Siapa yang tak pernah mengalami stress dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari?! Tentu kita semua pernah, dengan kondisi dan cara menyikapi yang mungkin berbeda. 
Seberapa besar rasa stress itu bisa mempengaruhi dirimu, lingkungan dan produktivitas kamu? 

Bahasan tentang ini, tentu bukan sesuatu yang baru. Tapi kita diingatkan kembali dan di refresh kembali melalui pengalaman seseorang dan perbincangan yang positif. 

Ketika masalah datang, kita merasa stressfull. Apakah karena solusi yang tak terpecahkan, kondisi yang tak sesuai dengan ekspektasi kita, rekan kerja dan atasan yang tak sevisi dan banyak lagi. Satu hal, MINDSET. 
Mungkin kita tak bisa mengubah lingkungan dan orang lain, tapi kita bisa mengubah mindset kita. Cara kita memandang/ memikirkan dan memahami sesuatu, tentu mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Meminimalkan dan me-manage stress, dengan mengubah mindset. 

Natali berbagi : "Kalau orang matanya hijau lihat uang datang, saya hijau bila masalah datang". That's why, I'm happy. Karena hidup ini kita akan terus ketemu masalah dan harus makin terlatih menyikapinya. Misalnya bila atasan tegur saya 'kenapa begini, kenapa begitu'? Lalu saya merespon dengan happy. Teman saya akan bertanya : Natali, koq kamu happy happy aj sich ditegur begitu. 
Natali meresponnya : 'Bila saya dapat memecahkan masalah yang dibahas atasan saya itu, atau at least membuat kondisi yang masalah menjadi ke arah yang lebih baik......saya happy karena bagi saya  berarti VALUE saya semakin naik dan baik, bagi sekeliling saya. 

Value yang dimaksud tersebut bukan valuasi (angka), tapi nilai manfaat dan kebermanfaatannya. Baginya, jangan mau jadi average people yang melakukan hal standar seperti pada umumnya. Jadilah di atas average people, yang punya manfaat dan menjadi 'terang' untuk orang lain. 

Mengingat diskusi dengan Natali Ardianto tsb, saya sempat terpikir : kalau di lingkungan kerja pemerintahan mungkin agak sulit mengubah mindset seperti itu karena sistem seringkali tak mendukung untuk hal tsb.  Tapi kemudian saya ponder (renungkan) kembali :  It starts with ourself! Dimanapun, kita bisa mencoba untuk mengubah mindset yang lebih baik dalam memandang dan memahami sesuatu. Bersyukur bila lingkungan kita juga dapat berubah ke arah yang lebih baik.




====
Problem Solving

Sejak kecil Natali sudah begitu menyukai hal yang berhubungan dengan matematika, komputer dan teknologi. Passion nya di bidang teknologi sudah terpupuk dari kecil. Dari bangku SMA hingga kuliah, ia sering mengikuti project untuk membuat suatu aplikasi/ sistem yang berhubungan dengan teknologi komputer dan internet. Kemampuan itu semakin terasah ketika ia mendalaminya di perguruan tinggi. Di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), ia mengembangkan skills-nya tak hanya dalam mata kuliah di kelas tapi juga dalam project yang dikembangkannya dan organisasi dimana ia terlibat. 

Ia mengakui bahwa kemampuannya dalam komunikasi masih agak kurang saat di bangku kuliah. Tapi ia tak berhenti melatih dirinya untuk menguasai komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Ia senang mempelajari personality profile dan behavior seseorang, seperti halnya DISC Profile (Dominance - Influence - Steadiness - Conscientiousness). 

Sumber foto : linkedin Natali Ardianto
Salah satu nilai yang ia petik dalam studi computer science nya di UI, dan kemudian ia implementasikan dalam pekerjaan : Problem Solving. Tugas dan project yang ia kerjakan selalu berhubungan dengan problem solving. Ia dituntut mampu menjadi problem solver dalam membuat dan membangun suatu sistem. Seperti dibagikannya, problem solving ini tentu tak hanya saya temui dalam tugas dan kerja saya. Tapi setiap hari, dari hal kecil sampai besar yang dihadapi, apakah urusan rumah tangga-sekolah anak-pilihan untuk ini dan itu....Natali mengungkapkan ia masih terus belajar dan melatih diri menjadi problem solver yang cermat dan baik. 

Ia menambahkan 'Jangan berhenti belajar. Mungkin saat ini kita melihat masalah demi masalah. Tapi sebenarnya kita juga sedang belajar menyikapi masalah demi masalah tsb. Belajar problem solving dari pengalaman diri dan orang sekitar. Sehingga kita 
makin kuat dalam langkah ke depannya, tentunya dengan 
mindset yang semakin baik. 

==== 

Nature & Nurture

Dua komponen ini punya pengaruh penting dalam hidup manusia, khususnya human development. Nature secara sederhana dapat diartikan warisan genetik, sesuatu yang diwarisi dari orangtua kita. Nurture berkaitan dengan environmental factors, seperti physical environments dan social environments. 

Perilaku kita hampir banyak dipengaruhi oleh nurture. Peran nurture seperti lingkungan keluarga, teman, media, hingga konteks yang lebih besar seperti sekolah, pekerjaan ... cukup besar perannya dalam human development. Dan ini dipelihara atau dikembangkan dengan kapasitas kita untuk belajar serta mempelajari hal baru. 

Natali memperhatikan dua hal ini sebagai hal yang penting dalam ia mengembangkan tim di pekerjaannya. Hal-hal sederhana yang kita amati dari tim dan rekan kerja kita sehari-hari, tentu dipengaruhi dari pemahaman akan nature dan nurture ini. 

The talents have been given by nature but they can only be developed into skills through the hard work of nurture.


Semoga sharing yang saya dapatkan dari perbincangan bersama Natali Ardianto ini juga bisa menginspirasi teman-teman :). 


*) Tulisan ini saya include di kategori atau label Passion Talk! pada blog ini :).  Moment diskusi dan perbincangan tentang Passion, yang saya namakan Passion Talk. 



Artikel terkait lainnya :
Passion Talk Episode 1
Passion Talk Episode 2
Menghadapi Rasa Bosan dan Letih dalam Pekerjaan
Unleash the Potential of Millennial Generation
Dinamika Kerja, Keep Going!
creative work

#PassionTalk Episode 2

01.53
Passion Talk kembali diadakan, 28 Mei 2015. Di episode 2 ini, kami masih menghadirkan Facilitator dari alumni Universitas Indonesia. Mereka adalah Riomanadona (fotografer dan musisi) dan Mariana (Social media specialist). Keduanya memiliki passion yang menarik untuk kami bahas dan bagikan.  Apalagi profesi sehari-hari mereka sejalan dengan passion yang dimiliki. 



#MusicNPhotography

Riomanadona atau yang biasa disapa Rio, berbagi tentang passion nya di bidang musik dan fotografi. Baginya, passion adalah sesuatu yang datangnya dari hati...membuat tersenyum, baik diri kita sendiri maupun orang lain yang menikmati karya kita. "Do what you love, and Love what you do" adalah moto yang terus dipegangnya. Menurut rio, menjalani passion....berarti kita juga mencintai apa yang kita kerjakan dan rela berkorban untuk itu. 

Kenapa musik? dan kenapa foto? Pertanyaan sederhana, namun sungguh bermakna. Musik adalah sesuatu yang sudah cukup lama digelutinya. Ia menekuni ini karena baginya musik merupakan salah satu yang membangun mood dalam hari-harinya. Begitupula foto....merekam sejuta moment yang suatu hari dapat dikenang dan dibanggakannya. 

"Ketika orang melihat sebuah karya dokumentasi, ia akan kagum dan tersenyum. Mungkin bukan sekarang,  tapi gakpapa kalau bukan sekarang...tunggu 10 tahun lagi atau bahkan 20 tahun lagi...orang itu akan berdecak kagum melihat karya foto yang kita dokumentasikan. Mungkin sekarang gak kagum, tapi tunggu puluhan tahun lagi...." ujar Rio. 

Karena foto merekam dan menyingkap moment yang priceless...berharga. 'Setiap yang terekam, tak pernah mati' ~ the upstairs.
 Ada indera yang selalu kita latih. Telinga yang terlatih untuk mendengar musik yang bagus dan berkualitas. Mata yang terlatih untuk melihat sudut-sudut yang unik dari sebuah objek.

Rio juga berbagi tentang 'Maintain your Passion'! Bila tidak di-maintain, kita akan mudah cepat puas, karya begitu-begitu saja dan tidak berkembang. Jangan pernah berhenti belajar. Tak harus di ruang kelas, tapi juga belajar dari orang-orang di sekeliling kita dan dari senior di bidang yang kita tekuni. 

Lalu bagaimana dengan kritikan yang selalu datang?  "Menerima kritikan terkadang rasanya seperti orang digampar..dihajar. Namun siap lah selalu menerima kritikan. Terima dengan senyuman dan lapang dada. Bila menjalani passion tanpa ada yang meng-kritik, perjalanan kita akan terasa membosankan dan kurang tantangan. Dalam setiap apa yang kamu lakuin, put some souls" papar Rio.  Ketika kita memberikan 'nyawa' pada setiap apa yang kita kerjakan, akan ada stopping power dari karya itu...yang membuat orang lain akan berkata 'ya..ini karya yang luar biasa' atau bergumam 'wow'.  

"Kalau bosan, pasti itu BUKAN passion! Itu hanya hobbi yang numpang lewat" 
-Riomanadona

Slide presentasi #MusicNPhotography

#SocialMedia

Sessi berikutnya dalam #PassionTalk Episode 2 menghadirkan Mariana Sumanti. Ia bekerja sebagai Social Media Specialist di institusi pendidikan. Mengawali sharing nya, ia mengungkapkan bahwa Passion juga bisa berasal dari 'Bukan Minat'. Seperti yang dialaminya : Di awal-awal pekerjaan mengurus social media, aktivitas yang ia rasakan hanya seperti rutinitas yang menjemukan, dimulai dari 8 to 5 dan menjalankannya tanpa energi.

Dari apa yang dijalaninya, perlahan ia semakin tertarik...ketika mulai mempelajari seluk-beluk SocialMedia, dan bertemu dengan orang-orang baru lewat pekerjaannya. Semakin lama, apa yang digelutinya sehari-hari....membuatnya jatuh cinta dan membangkitkan energi positif untuk kian memahami digital marketing. Ini pun menjadi passion yang konsisten dikerjakannya saat ini. 

Mariana terlibat penuh dalam creating content, engagement dan monitoring dari aktivitas SocialMedia. Menurutnya, interaksi di social media tidak semudah hanya posting-posting tetapi juga bagaimana kita mengenali perilaku dari pembaca/ follower, melakukan analisis yang komprehensif, menyajikan data yang menarik dan informatif, membangun engagement dengan target audience, dan yang paling penting membangun trust juga menjaga kredibilitas dari institusi yang diwakilinya lewat social media. 

Bagi Mariana, pembahasan tentang social media...terkadang cenderung pada aplikasinya. Padahal ada satu hal penting yang tak bisa dilupakan, yaitu human behinds the technology. Orang-orang yang bekerja di belakang layar social media ini, dituntut punya kualifikasi dan pengalaman tertentu seperti :
  •  Addict berkomunikasi : Pekerjaan sebagai social media specialist harus available pada hari libur, that's why harus dinikmati dan Do with Love. Tantangan lainnya adalah harus sabar dan siap menerima kritik karena di social media...kritik dan komentar pedas bisa datang kapanpun.
  • Kuat dalam melakukan riset : mengindentifikasi threat, memiliki kemampuan analisis dan membuat report (daily/ weekly/ monthly)
  • Kreatif. Memiliki kemampuan mengembangkan konten dan mau terus belajar strategi dalam marketing. 



Social media specialist is not a job, but it's a life :)
-Mariana


Slide presentasi #SocialMedia




Harapan kami ke depan, akan semakin banyak teman-teman yang rindu untuk berbagi pengalaman dan passion nya. Dengan misi untuk membangun semangat-semangat positif generasi muda untuk berkarya. Yukk...kita terus berbagi dan tetap berkarya!

Salam #PassionTalk :)  
Kamu bisa follow update dari #PassionTalk di Twitter : @PassionTalk_ID

creative work

#PassionTalk Episode 1

02.14


Berawal dari bincang-bincang dengan seorang teman, Derry Novadatu,  di kantin kampus pada Maret 2015 lalu. Kami diskusi tentang hal yang kami sukai yaitu yang berhubungan dengan Passion. Perbincangan tentang Passion memang selalu menarik dan seolah tak ada habisnya ya :). Kami pun kemudian terbersit ide untuk create suatu program yang berbentuk mini seminar series. Lahirlah ide sederhana untuk menyelenggarakan program ini yang kami namakan #PassionTalk. 

Tujuan diadakannya #PassionTalk adalah untuk berbagi tentang pengalaman, dan pembelajaran yang didapatkan dari aktivitas yang berhubungan dengan passion. Program ini menjadi wadah untuk talk, sharing dan learning tentang pekerjaan/ akvitas yang melibatkan passion. Misi kami dengan #PassionTalk adalah membangun semangat positif untuk mengerjakan dan mewujudkan karya yang berhubungan dengan passion yang dimiliki. 

Kamis, 30 April 2015, kami pun memulai Episode Pertama #PassionTalk. Terimakasih pada Cafe Korea Perpus UI yang telah mendukung kami dengan menyediakan tempat untuk mini seminar series ini dapat berlangsung. Fasilitator di Episode Pertama  adalah kawan saya, Adi Nugraha dan saya sendiri, Penny . Host kami, Derry Novadatu, membuka sessi seminar dan memperkenalkan edisi perdana #PassionTalk pada teman-teman. Di luar ekspektasi kami, jumlah audience yang hadir di mini seminar perdana ini sekitar 15 – 20 orang. Mereka  cukup antusias terlibat dalam sharing session #PassionTalk ini. 

Terimakasih pada teman-teman yang sudah hadir di #PassionTalk episode 1

#TravelNBLog

Fasilitator pertama, Adi Nugraha berbagi tentang topik #TravelNBlog. Sesuai passion nya, Adi memiliki kecintaan jalan-jalan (travelling) dan menuliskan kisah perjalanannya lewat blog. Ia telah memulai passion nya ini sejak 5 tahun lalu dan hingga saat ini aktif terlibat dalam komunitas blogger, mendapatkan undangan dari beberapa pemerintah daerah untuk kunjungan dan mengenal suatu wilayah di Indonesia dengan lebih dekat. 

Adi yang membawakan presentasi dengan renyah dan penuh humor, mengundang senyum dan tawa teman-teman yang hadir. Ada dua messages yang saya ingat betul dari sharing Adi tentang Blog :

  • “Perjalanan adalah sebuah tanda koma”. Setuju, perjalanan belum berakhir, banyak hal yang perlu kita semua jelajahi, kenali  dan syukuri.
  • Mengapa kita perlu menuliskan perjalanan kita? Seorang teman berkisah bahwa ia menuliskan perjalanannya di blog agar juga bisa menjadi catatan/ dokumentasi personal nya bagi keluarga, kerabat dan teman-teman. Selain tentunya sebagai passion nya dalam menulis. Mengapa? Saat tumbuh besar, seorang kawan tersebut tak sempat mengenal perjalanan ayahnya karena perjalanan itu tak pernah dituliskan. Tapi ia ingin, suatu hari kelak menjadi ayah, anaknya bisa membaca perjalanan ayahnya lewat catatan-catatan tersebut.
Mendengar sharing tersebut, saya melihat teman-teman yang hadir mengangguk dan    tersenyum. Lalu Adi mengajak teman-teman, “Jadi mulai besok, tuliskan perjalananmu ya”.
Selengkapnya tentang sharing dari Adi, dapat kamu simak di sini.



"Sebuah pekerjaan dan karya akan sangat baik hasilnya apabila dikerjakan oleh seseorang yang memiliki passion dalam bidang itu". 
-Adi Ndut

#MusicNWriting


Selanjutnya Host, Derry Novadatu, memberikan kesempatan  untuk saya berbagi sebagai fasilitator kedua. Topik yang saya bagikan, saya beri judul “#StartNow #MakeItHappen”. Sharing ini salah satunya juga berbagi tentang Passion Project yang saya kerjakan 2 tahun terakhir, yang berhubungan dengan #MusicNWriting. Selain itu, saya juga berbagi kepada teman-teman mengapa kita perlu 'Memulai' dan 'Mewujudkan' passion serta impian kita. Dan apa yang dapat kita kembangkan dan bagikan pada orang lain sebagai kontribusi dari passion kita tersebut. Hehee..mungkin karena ini materinya dari saya, jadi teman-teman lebih enak membacanya langsung di link berikut ya.



"Whatever your dream is, Make it Happen"
-Penny Hutabarat





Q&A

Usai sessi sharing, ternyata cukup banyak pertanyaan yang terlontar dari teman-teman. Pertanyaan seputar passion yang begitu penuh semangat...berhasil membuat kami para fasilitator juga antusias sekaligus kesulitan menjawab beberapa pertanyaan hehehe. 

Saya coba bagikan dalam tulisan ini, 2 (dua) dari sekian pertanyaan hebat dari teman-teman yang hadir:
  1. Bagaimana menemukan passion itu sendiri? 
  2. Seorang audience menanyakan : saya punya ide untuk membuat project yang berhubungan dengan passion saya, tapi dalam prosesnya saya melihat bahwa sudah ada orang yang membuat itu lalu saya putus asa. Bagaimana bila ide kita dicuri orang?
Hehee..pertanyaannya menarik ya. Sebenarnya masih ada pertanyaan menarik dan seru lainnya, tapi akan kami bagikan nanti dalam tayangan video yang akan digarap oleh Derry Novadatu. 

Ok, menemukan passion bagaimanakah?  Adi dan saya mengutarakan bahwa passion dapat berawal dari hobi, sesuatu kegiatan yang kita sukai. Passion bisa lahir dari kombinasi skill yang kita miliki, hobi dan kecintaan kita akan suatu aktivitas. Kamu bisa lihat juga pada slide 5 di link ini dan slide 3 pada link ini.

Passion bukan sesuatu yang sesekali dilakukan. Tetapi sesuatu yang secara konsisten dikerjakan. Passion juga bisa berarti hobi yang ditindaklanjuti atau yang membawa pada productive results. Tak hanya dari diri sendiri, passion seseorang dapat dikenali dari teman-teman dan orang di sekitar kita. Tanyakan pada teman-temanmu, apa yang menurut mereka potensi terbaik dari diri kamu yang pernah kamu lakukan. Itu dapat menjadi salah satu indikasi bahwa kamu punya potensi dan skill di bidang tersebut. 

Bagaimana bila ide kita dicuri orang? Kembali ke tujuan kamu mewujudkan passion project mu. Jika tujuannya untuk berbagi, kamu tak perlu khawatir bila ide tersebut sudah ada sebelumnya atau diduplikasi orang. Jika kita terus berfokus pada mencari ide karena ide kita sebelumnya dicuri orang, kita tidak pernah sampai kemanapun...hanya menghabiskan waktu membangun ide dan bukan mewujudkannya.
Lalu saya menambahkan ada suatu buku yang pernah saya baca (kalau tidak salah buku Seth Godin), bahwa biarkan ide kita dicuri karena itu berarti kita berhasil menginspirasi orang lain sehingga orang tersebut merasa ide kita cukup luar biasa menarik untuk diambilnya. 

Bila kita memiliki ide yang sama, kita dapat mengemas dengan cara yang berbeda atau memasarkan dan mendistribusikan  dengan cara yang berbeda. Karena pada dasarnya tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini. Kita berbagi dan saling belajar dari apa yang telah ada sebelumnya. 

Ini adalah sepenggal sharing kami dalam Episode Pertama #PassionTalk. Selengkapnya teman-teman dapat menyaksikannya di video #PassionTalk yang akan di publish beberapa waktu ke depan. Slide presentasi kami dapat dilihat pada slideshare berikut : 
http://bit.ly/1InsQB0  #TravelNBlog
http://bit.ly/1FTdu6M  #StartNow #MakeItHappen (Passion Project) 

Harapan kami ke depan, akan semakin banyak teman-teman yang rindu untuk berbagi pengalaman dan passion nya. Dengan misi untuk membangun semangat-semangat positif generasi muda untuk berkarya. Yukk...kita terus berbagi dan tetap berkarya!

Salam #PassionTalk :)  

Kamu bisa follow update dari #PassionTalk di Twitter @PassionTalk_ID
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top