• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

cinta

2015! Impian, Harapan dan Cinta

21.11
Belum terlambat ya kalau saya mau ber-resolusi di tahun ini? hehe. Sudah 2 (dua) bulan lebih sepertinya saya tidak menulis di blog. Bukan karena tidak rindu menulis, tapi karena sedang menata hati dan pandangan ke depan :).

Tahun 2014 adalah tahun yang berat bagi saya dan keluarga, khususnya saat kami mengetahui Papa sakit kritis di bulan Oktober 2014 dan beliau meninggal dunia di November 2014. Beliau adalah sosok yang selalu kami banggakan dan sangat kami cintai.

Di tahun yang baru, 2015, saya menaruh Impian, Harapan dan Cinta (Dreams, Hope and Love) sebagai misi di tahun ini. Ya, tetap bermimpi dan mewujudkan impian. Tetap ber-pengharapan. Dan mengisi waktu juga hari-hari saya dengan cinta pada orang-orang di sekeliling saya.

Impian (dreams)
Saya bermimpi karya mini album "Bountiful Eyes" yang Puji Tuhan telah terwujud di penghujung tahun lalu, bisa semakin dinikmati dan didengarkan oleh banyak orang. Saya rindu karya sederhana yakni lagu-lagu ciptaan pada Debut 1st mini album saya ini bisa meng-inspirasi para pendengar.

Saya bermimpi beberapa Project ke depan (yang berhubungan dengan mini album "Bountiful Eyes") kiranya bisa terlaksana. Seperti diantaranya :
* Pembuatan Video (teaser, v. lyrics, clip dan v.cover) untuk saya bisa membagikan karya lagu ini ke semakin banyak orang.
* Digital version melalui Itunes, Bandcamp.com dll smoga dapat terwujud. Sejak akhir tahun 2014, physical CD sudah di-produksi dan saya bertahap melakukan penjualan secara direct marketing ke teman-teman dan saudara. Berharap digital version bisa di-rilis
* Mini Launch untuk mini album "Bountiful Eyes" (sampai saat ini, saya belum mendapat sponsor venue untuk penyelenggaraan mini launch).
* Promo single #GoMakeItHappen ke radio-radio (minimal radio kampus dan radio streaming)
* Gigs untuk promosi Mini Album
* Menulis buku



Harapan (hope)

Dianugerahkan kesehatan, kekuatan bagi Mama, Kakak, Abang-abang dan keponakan-keponakan kecilku. Agar dapat menjalani hari dengan semangat, penuh pengharapan dan kasih.

Saya pun berharap bisa semakin disiplin dan bijaksana dalam me-manage waktu, tenaga, keuangan, pekerjaan dll. Lebih mengalir dan bisa menikmati moment.
Saya ingin mewujudkan beberapa hal yang almarhum Papa saya sering ingatkan : stretching di pagi hari (olahraga), latihan vocal (vocalizing), rutin berenang lagi, harus lebih confidence.

Saya akan mengingatkan diri agar di tahun ini, saya lebih memperhatikan Pola Makan (memilih  makanan yang sehat) dan ber-olahraga secara rutin. I hope..bisa melakukannya dengan lebih disiplin.


Cinta (love)
Tahun ini semoga menjadi tahun penuh cinta. Saya ingin terus belajar untuk memberi dan  berbagi kepada orang-orang di sekeliling saya. Memberikan telinga saya untuk mendengarkan orang lain, mengucapkan perkataan yang positif dan menyemangati, juga melakukan hal-hal yang bisa membantu orang lain (walaupun itu hal kecil yang sederhana).

Saya merindukan Tuhan mengaruniakan Teman Hidup bagi saya :) Seperti lagunya Tulus hehe.."Jadi teman hidupku, Berdua kita hadapi dunia".

Ya...saya boleh saja bermimpi, berharap. Tapi yang terpenting perkenanan Tuhan. Rencana-Nya pasti lebih indah dari rencana saya. Semoga impian, harapan dan cinta di 2015 ini boleh terwujud seturut kehendakNya.

Dear Lord, thank you for everything. May Your favor be abundantly upon us this year.



ayah

Tempat Perteduhan

23.33
'Tempat Perteduhan' adalah arti dari sebuah nama yang kami kagumi : Parlinggoman.
Seorang ayah/suami/sahabat/opung/tulang/bapatua/amangboru/bapauda ... yang terbuka dan menyambut setiap orang dengan hangatnya.
Setelah kepergiannya, semakin saya sadari bahwa perjalanan hidupnya sedikit banyak merefleksikan arti dari nama indah yang dimilikinya.

Setiap kali kami anak-anaknya pulang sekolah/ pulang kuliah/ pulang kantor, ia akan menanti kami di meja makan. Ia tak pernah mengabaikan pertanyaan sederhana yang penuh perhatian seperti bagaimana keseharian kami di kantor, bagaimana kabar teman-teman kantor yang masing-masing sering kami ceritakan.
Ia mendengarkan dengan seksama dan menasehati kami dengan bijaksana.
Kisah yang kami ceritakan padanya tentang keseharian dan pencapaian kami di luar rumah, seolah bagai embun sejuk yang membangkitkan semangatnya

Dialah orang yang menginspirasi dan memberikan dorongan tak henti-hentinya. Itu yang selalu ku rasakan. Aku dan kakak-kakakku terus terpacu untuk mengukir prestasi dan berkarya karena ia selalu memotivasi dan meyakinkan kami bahwa 'kami pasti bisa'
Dia mengajarkan ku untuk melawan ketakutanku, ia ingin kami anak-anaknya menjadi pribadi yang pemberani dan berhati lembut.
Dia tak pernah lelah memberikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.

Tuhan berkatilah 'tempat perteduhan' kami, Parlinggoman Hutabarat. Kini ia telah tinggal dalam damai di pangkuanMu. Berikanlah kasih yang terindah baginya agar ia tinggal teduh di tempat terindah, di rumah Bapa di sorga.




moment dan inspirasi

RIP Dad

23.05
Tepat hari ini satu bulan sejak kepergian papa (11 November 2014).

Seorang yang kami kasihi dan banggakan.
Teman berbagi cerita, dan mimpi.

Seorang pendengar yang baik dan berhati lembut.
Teman berdiskusi tentang banyak kisah.

Sosok ayah yang begitu memperhatikan kami.
Mendampingi di kala sakit, menyemangati di kala bimbang
Mewarnai saat suka, Dirindukan banyak kerabat dan keluarga

Terimakasih atas semua yang kau berikan Papa
Kasih sayang, ketulusan dan pengertian
Terimakasih untuk semua waktu, perhatian, kebaikan
Yang kau tunjukkan dalam setiap langkah hidupmu

Inilah yang membentuk kami anak-anakmu
Didikan dan ajaran Tuhan yang kau bagikan pada kami
Ketulusan dan kesederhanaan dalam lakumu
Kerinduanmu untuk selalu mendengarkan orang lain dengan lembut
Ketekunanmu dalam setiap apa yang kau kerjakan

Terimakasih Tuhan atas karunia terindah
Yang kau berikan bagi ku, kakak-kakak dan ibuku
Seorang ayah yang kami banggakan dan yang begitu menginspirasi
Meski ia tak lagi bersama kami disini, Kenangan indah akan nya tetap tinggal
Untuk kami teladani kebaikan yang ditaburnya..
Hingga nanti kami dapat bercerita pada anak cucu
Betapa ia sungguh kami banggakan, betapa ia sungguh menginspirasi
Di sepanjang perjalanan hidup ini


moment dan inspirasi

Back to Blogging.....Hello Again

21.06
'm Back! :) 
Sudah lama rasanya tidak menulis dan berbagi di blog ini. Hampir 3 - 4 bulan ini saya tidak berkunjung ke blog dan melanjutkan kesukaan saya menulis. 

How are you friends? Banyak cerita di beberapa bulan terakhir ini yang belum saya tuliskan dan bagikan. Masih berupa puzzle-puzzle yang saya amati dan jalani. Sekarang, saya siap untuk kembali berbagi cerita dan perjalanan saya. 

Untuk teman-teman yang sudah sering berkunjung ke blog ini tentu tau bahwa yang saya bagikan di site ini adalah tentang kisah sehari-hari, kehidupan, my passion, inspirasi dan pengalaman yang saya jalani. Meski tak semua cerita ter-rangkai di blog ini, tapi saya ingin hal-hal berharga yang saya jalani dalam hidup ini dapat saya bagikan ke kamu pembaca blog ini. Why?
because 'Everything in this life will be more beautiful, if we SHARE it'
art work

Using Small Steps to Accomplish Your Dream Project

02.24

Meraih cita-cita dan impian tak harus terburu-buru layaknya mengejar waktu. Mewujudkan project impian, kamu tak perlu bertarung dengan waktu, tapi bersahabatlah dengan waktu dan lakukan langkah kecil yang mampu kamu jajaki satu demi satu.

Mengapa? Saat ini kita hidup dan tinggal di tengah gaya hidup yang cenderung instan, ingin cepat dan mengumbar beragam cara untuk mencapai sesuatu. Tapi teknologi ada untuk membantu dan memudahkan aktivitas kita, bukan untuk menguasai sebagian besar waktu kita. Memang dengan kehadiran teknologi sesuatu dapat lebih cepat untuk diproses, dibagikan dan disebarkan. Tetapi seringkali kita dibanjiri oleh berbagai informasi, pilihan dan bahkan keinginan sehingga kita melakukan langkah-langkah yang massiv, tidak terarah pada apa yang ingin kita capai. 


Seringkali kita membenarkan dan meyakini mitos yang mengatakan bahwa: ukuran dari langkah yang kita ambil menentukan ukuran kesuksesan yang kita capai, hingga cenderung merasa bahwa hasil yang besar dapat diraih dengan langkah yang besar dan cara yang besar. Kenyataannya tidak selalu seperti itu. 

Pernah mendengar filosofi Tao Te Cing yang menyebutkan :
“ The journey of a thousand miles begins with a single step”. Ya..a single step.  


Kita perlu membiasakan diri bahwa langkah kecil atau small steps yang dilakukan dan dilatih dengan disiplin setiap hari, akan membawa kita lebih baik untuk sampai di tujuan yang akan kita capai. Dalam langkah kecil yang tak terburu-buru, kita dapat merasakan setiap moment sebagai fase pembelajaran dan melihat moment sederhana sebagai sesuatu yang mampu menginspirasi diri kita.


===

Dalam bulan –bulan pertama pada proses pembuatan Debut EP (Mini Album),  saya sempat merancang ­ timeline yang ketat. Menjabarkan beragam hal yang perlu saya kerjakan,lalu men-set waktu penyelesaian. Timeline yang saya buat cukup dekat dan sekarang saya bisa mengatakan bahwa rencana  saat itu cukup terburu-buru bila diimplementasikan. 

Mulailah saya mengerjakan prosesnya, dan saya menemukan bahwa langkah besar tak selalu membawa pada hasil besar. Tapi ketika saya membuat langkah-langkah kecil yang berkala, justru saya bisa merasakan manfaatnya.


Ketika pertama kali saya merancang project mini album, lalu menentukan tim dengan siapa saya akan berkolaborasi,  dan berapa lama waktu yang akan ditempuh untuk pengerjaannya.....saya mencoba membuat langkah besar saat itu dengan optimis dapat mengerjakannya dalam 3 bulan. Namun itu tidaklah berjalan dengan mulus.


Saya memperbaiki pola pengerjaan project impian saya dengan melakukan small steps. Selama beberapa bulan dan di setiap hari saya menyisihkan 1 – 2 jam membaca buku-buku tentang project music independent,  music marketing, dan buku-buku tentang entrepreneurship. Lalu dari buku yang saya baca, saya mendapatkan insight yang sangat membantu dalam mengerjakan proses pembuatan mini album. Saya juga mendapatkan inspirasi untuk kemudian saya tuangkan dalam rancangan project yang saya kerjakan. 


Selain itu, saya mengevaluasi kembali rancangan awal yang saya buat, dan mengeliminir hal-hal yang tidak efektif untuk dilakukan. Dengan cara tersebut, saya bisa lebih fokus pada langkah-langkah kecil yang mampu saya realisasikan. Saya bertanya pada diri saya secara intens, apa tujuan mewujudkan project ini. Dan ini membantu mengingatkan saya dengan apa yang harus menjadi prioritas untuk dilakukan. 

Sejak itu, saya pun melakukan langkah-langkah kecil yang lebih berdampak. Saya menyisihkan waktu setiap hari untuk melatih lagu-lagu ciptaan saya dan menulis lagu-lagu baru dengan lebih fokus, santai dan mengalir. Saya berdiskusi dengan teman yang memiliki pengalaman dalam pembuatan album secara independent label dan melakukan riset pasar. 

Langkah-langkah kecil yang bertahap ini dapat saya lakukan dengan lebih baik,  setelah saya memilih untuk tidak mengerjakan berbagai list rencana yang saya susun. Tapi justru fokus pada satu sampai dua langkah kecil dalam beberapa waktu namun hasilnya sangat berpengaruh untuk berjalannya project tsb.    
moment dan inspirasi

Secangkir cokelat hangat

04.40
Saya bertemu seorang sahabat yang 7 tahun terakhir ini kami hampir belum pernah bersua lagi.Dia bertugas di daerah dan saya di jakarta. Hampir jarang berkomunikasi, hanya sesekali lewat bbm atau facebook. Hingga hari ini bertemu dan kami berbincang-bincang tentang banyak hal : pekerjaan, teman, keluarga, jodoh dan mimpi.

Bersama secangkir coklat panas, kami berbincang-bincang dan berbagi cerita. Tujuh tahun ternyata waktu yang tak terasa lama ya, sepertinya baru beberapa tahun kemarin kami kuliah bareng dan lulus dari almamater yang sama. Tapi tujuh tahun juga adalah waktu yang cukup menempa saya dan dia menjadi pribadi yang semakin bertumbuh dan berkarakter. Ini terasa saat kami ngobrol tentang banyak hal dan saya bersyukur selain ia terlihat semakin mature, teman saya ini juga tetap punya nilai-nilai positif yang ia bagikan lewat obrolan, sebagaimana dulu saat di masa kuliah.

Tentang pekerjaan, ia bercerita tantangan yang sedang dihadapinya saat ini. Pressure yang cukup tinggi dari atasannya. Teman saya ini adalah outstanding person, di usia muda dia dipercaya memimpin tim yang berhubungan dengan sektor bisnis di dunia perbankan. Ia telah melalui tantangan pekerjaan dimana ia bekerjasama dengan beberapa atasan yang berbeda selama 7 tahun terakhir dan bahkan ia bertanggungjawab atas beberapa daerah di indonesia untuk bidang kerja yang ia jalani. Tapi hari ini, saya lihat dibalik cerianya ia juga sedang resah dengan pekerjaannya. Ia mengalami satu titik jenuh yang setelah 7 tahun membuat dia kemudian ter'bangun' untuk menemukan passion nya. Ia jenuh dengan sistem kerja yang menuntut dia menghabiskan begitu banyak waktu di kantor setiap hari, atasan yang dirasakan tak mampu memberi 'role model' dan 'semangat kerja' yang baik untuk lingkungannya, dan satu hal yaitu kemacetan di jalan yang membuat dia tiba di rumah hingga larut malam.

Ia kemudian menanyakan bagaimana kehidupan saya? Tanpa sadar, cerita awal yg saya bagikan ke dia adalah tentang dream project yang sedang saya kerjakan. Dan bagaimana sedikit banyak dream project itu juga terhubung dengan pekerjaan dan pengalaman kerja saya di waktu lalu. Ia berpendapat bahwa ia menginginkan seperti yang saya ceritakan yaitu living the dream and mengerjakan sesuatu yang sesuai passion. Saya yakin dia bisa dan mampu melakukannya, tinggal ' mau atau tidak'. Saya juga sampaikan ke dia bahwa dream project yang saya kerjakan belum selesai, masih proses. Tapi ia juga menyakinkan saya bahwa tidak perlu terburu-buru, jalani prosesnya.

Ia menyampaikan ide yang ia temukan satu hari sebelum pertemuan kami, yaitu dia menghadiri seminar yang bertema Crowdfunding. Lalu dia tergerak untuk mengerjakan sesuatu yaitu membuat produk kemasan bercita rasa indonesia yang bisa dia ekspor ke luar negeri. Ia sudah memiliki network di luar negeri dan akses untuk memasarkannya, tinggal menggali resources untuk mengembangkan produknya. Ia ragu apakah itu ide bagus untuk ia kerjakan. Saya mengatakan pada dia bahwa sebelum ide itu diwujudkan, tidak ada istilah ide yang bagus...tak seorang pun yang akan tau itu bagus atau tidak tanpa mewujdukannya.
Ia meminta masukan dan pendapat saya tentang langkah-langkah apa yang perlu ia mulai untuk bisa mengerjakan ide itu. Saya berdoa dan berharap semoga mimpinya itu menjadi kenyataan. Saya tau passion nya dari sejak kuliah adalah berdagang atau wirausaha. Dan mungkin..ya 'mungkin' dia perlu kembali ke passion yang sebenarnya ia kenali dalam dirinya dan pernah ia jalani di waktu sebelumnya.

Bicara mimpi (dream) dan passion menyenangkan tapi juga tak mudah untuk dikerjakan. Jalani saja. Paling tidak kita tidak akan menyesal suatu hari nanti karena belum pernah menjalankan apa yang kita yakini sebagai passion kita. Saya tidak mengatakan pada teman saya bahwa dia sebaiknya mengejar passion nya dan meninggalkan pekerjaannya, Tidak sama sekali! Bila passion bisa dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan sehari-hari di kantor, why not? Tapi bila waktu pekerjaan di kantor memang betul-betul menyita banyak waktu sehingga sulit untuk membaginya dengan passion kita, tentu pilihan kembali ke diri kita sendiri.

Coklat hangat kayu manis yang menemani perbincangan kami hampir ludes, tapi obrolan kami masih mengalir dan seolah banyak cerita selama 7 tahun yang ingn kami bagikan. Ia juga bercerita tentang keluarga dan pasangan hidupnya. Saya turut senang mendengar cerita bahagianya. Dan yang cukup membuat saya tak berkedip beberapa saat adalah ketika dia seolah menasehati saya `jodoh itu pasti ada dan disediakan Tuhan, tapi yang kita belum tau kan waktunya ya. Gak harus dipaksakan sekarang atau 2 tahun lagi kok, kalau gak cocok buat apa...kan dia jadi teman hidup sepanjang umur. Kalau usia 40 misalnya baru menikah, why not..kalau memang kita baru bertemu yang cocok untuk jadi teman hidup di usia itu. Dulu gw gak pernah tanya atau khawatir jodoh gw, tapi tetap bawa dalam doa setiap hari. Nyatanya, dengan cara yang gak gw duga..Tuhan pertemukan gw dengan pasangan hidup gw sekarang. Jalani saja apa yang bisa kita kerjakan dan berdoa.Kalau sekarang elo dikasih kesempatan untuk mewujudkan impian lo, jalani saja. Kesempatan seperti ini gak akan datang 2 kali kan`.

Pembicaraan mulai makin serius ya hehe. Lalu dia mengulang kalimat saya di awal yang mengatakan `ternyata lambat gak selamanya buruk, kadang mengerjakan sesuatu dengan lambat kita ketemu sesuatu yang gak kita temuin ketika terburu-buru dan tergesa-gesa`. Ia merasa bahwa kalimat itu mengena dengan dirinya dan betapa ia juga tersadar, seperti yang gw rasakan beberapa tahun terakhir, bahwa terburu-buru seringkali tidak membawa kita kemana-mana. Ketika kita tenang, dan pada moment atau proses tertentu kita bergerak lambat...seringkali kita menemukan jawaban sederhana dari pertanyaan kita. Manusia seringkali membuat sedikit hal dan banyak hal kian rumit. Padahal mungkin apa yang dicarinya ada berjalan tak jauh di dekatnya atau hanya tinggal beberapa jejak. Tapi karena ke-aku-an dan keinginan untuk serba cepat, kita berputar putar dan membuat sesuatu makin rumit. Tuhan bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Jalani saja, syukuri selalu dan seperti secangkir cokelat hangat di genggaman tangan ini...biarlah kehadiran kita membawa kehangatan yang manis dan baik untuk orang-orang di sekeliling kita.
impian

Mimpi jadi Penulis (?)

02.35
Pernah kamu bangun di pagi hari dan tetiba ada suatu keinginan banget saat terbangun? Kali ini agak mengejutkan untuk saya pribadi ;) karena dua hari lalu saya terbangun dan langsung merasa kok pengen banget jadi penulis dan membuat buku. Hehe ini beneran...tidak dilebih-lebihkan, sampai-sampai seharian itu saya beberapa kali kepikiran saya akan menulis tentang apa ya dan membayangkan bentuk buku yang akan saya buat :-0

Saya memang senang menulis, apakah menulis di blog, menulis untuk project yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun menulis lagu. Tapi moment pagi itu beda, terbangun kok ya dengan perasaan pengen banget menjadi penulis (tepok jidat). 

Tapi ketika flashback, baru saya semakin sadar dan ingat bahwa dari kecil dulu saya memang seringkali menulis. Ketika SD, saya biasa menulis cerita pendek tentang persahabatan lewat ilustrasi atau parabel binatang. Lalu ketika saya mendengar pidato seseorang, misalnya, saya menuliskan di notes kecil saya hal-hal menarik yang saya dapatkan dan menginspirasi. Saya juga sering iseng membuat puisi sederhana, belum bisa puisi ala-ala pujangga :) hanya bahasa puisi sederhana saja. 

Lalu di masa sekolah, kuliah...keterampilan menulis saya terasah. Tugas-tugas menuntut saya harus banyak menulis dan terampil menulis. Di dunia kerja pun seperti itu, pekerjaan saya sebagai Humas (Public Relations) dituntut untuk mampu menulis. Sepertinya memang ketrampilan menulis ini cukup melekat dalam keseharian saya. Menulis di blog adalah salah satu yang saya sukai, walaupun tidak semua tulisan saya publish di blog ini. 

Sekarang saya duduk sambil menulis ini dan berkata dalam diri "saya harus bersyukur punya mimpi jadi penulis...ya penulis yang tidak berhenti bermimpi! 



Keep writing..keep writing..because you love writing"

impian

A Spine-Tingling Conversation :Kalau bukan sekarang, kapan lagi!

02.19
Siang ini saya dikunjungi oleh seorang teman, sekaligus saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan di suasana setelah lebaran. Kami juga ngobrol tentang aktivitas masing-masing. 
Kami selalu antusias berdiskusi apalagi bila itu berhubungan dengan musik. Teman saya ini salah satu yang sering memancing ide-ide brillian muncul dari percakapan kami :). Iya cukup mengenal saya, terutama dalam pekerjaan, studi dan perjalanan bermusik saya. 

Ada satu hal yang begitu "menyengat" saya dari diskusi kami ini..a spine-tingling conversation ..yaitu saat teman saya ini mengatakan : "Kamu udah punya semuanya (red : resources untuk berkembang di dunia musik). Dan kalau bukan sekarang, ya kapan lagi. Yang penting cuma kamu jangan takut salah, mungkin di karya pertama (red : awal) ada yang kurang, itu biasa..tetap kerjakan aj..nanti di karya berikutnya (kedua, ketiga, keempat, kelima) pasti jauh lebih baik". 

Kata-katanya dalam  perbincangan ini, sejenak 'menyengat' dan memotivasi saya. Selain karena dia sosok yang jarang memberikan pujian yang personal dan tipe orang yang sedikit berbicara banyak bertindak :), saya tau dia mengatakannya dengan objektif dan serius. Keragu-raguan yang kadang muncul di benak saya tentang passion project  yang saya kerjakan, seolah makin terkikis setelah mendengar perkataan teman saya itu. Saya lebih yakin untuk mengerjakannya. 

Apakah gagal atau berhasil itu bukan tujuan saya. Tapi berbagi dan belajar dari prosesnya, itu hadiah berharga untuk saya. 


Dear God, may You bless my passion and dreams. I don't do my work and passion for fame, recognition, accolades or notoriety. I do it because i cannot not sing and write. I want to use my talent for Your glory.

Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top