• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

ayah

Pejuang Terbaik Kami

01.00
Selasa malam, 17 Februari 2015, saya mendengarkan kabar yang seketika membuat wajah saya dibanjiri air mata dan membawa ingatan saya pada almarhum Papa. Kami mendengar kabar bahwa om Andreas Tjan Liang Han telah meninggal dunia. Beliau adalah teman Papa saat berobat di Penang (KL) beberapa bulan lalu. 

Berawal dari perjalanan kami membawa papa berobat ke Penang (KL) dan bertemu dengan salah satu dokter ahli cancer, dr. Nelly Chah Lai Chin. Di awal perjalanan kami disana, rasa gelisah dan tak pasti, kami rasakan. Hanya doa pada Tuhan dan support dari keluarga & teman yang bisa menyemangati rasa deg-degan yang tak henti kami rasakan. 

Pertama, awal tujuan kami untuk second opinion yakni meng-konfirmasi hasil diagnosa papa di Indonesia. Dalam hati saya berharap, hasil diagnosa di Indonesia bahwa papa stadium 4 adalah keliru. Kedua, ini kali pertama kami pergi ke luar negeri dengan tujuan khusus untuk berobat. Dan di perjalanan awal, kami belum kenal siapa-siapa yang punya pengalaman sakit serupa seperti papa dan yang kami harap juga sedang ada disana. 
Memang sebelum berangkat, kami sudah mendapatkan rekomendasi dari saudara tentang dokter terbaik yang akan kami temui. Kami juga sudah mendapatkan informasi dari saudara yang almarhum suaminya pernah mengalami hal yang kurang lebih sama dengan almarhum papa. Kami sekeluarga pun berdiskusi dan menetapkan tekad kami untuk membawa papa menjalani pengobatan terbaik. 

Sesampainya disana, kira-kira di awal pertemuan kami dengan dr. Nelly Chah Lai Chin, saya/papa/mama bertemu dengan seorang ayah dan putrinya yang juga sedang duduk di kursi tunggu pasien. Kami sama-sama menunggu giliran bertemu dr. Nelly. Kami pun saling berkenalan. Ayahnya bernama om Aan (Andreas) dan putrinya bernama Tasya. Pribadi yang ramah dan menyenangkan. 
Karena senangnya bisa bertemu dengan sesama pasien Indonesia, papa dan mama langsung ngobrol akrab dengan om Aan. Saya berbincang dengan Tasya. 

Setelah masing-masing kami konsultasi dengan dr. nelly, papa dan om melanjutkan pembicaraan mereka begitu akrab. Kami anak-anaknya merasa senang karena papa dan om bisa saling bercerita dan berbagi pengalaman mereka masing-masing. Kebetulan om Aan juga mengalami sakit yang hampir sama dengan papa, keduanya menghadapi stadium 4 pada saluran pernafasan mereka. Rasa bahagia bisa bertemu saudara yang senasib disana, makin menyemangati saya dan mama terutama papa. Sosok om Aan menjadi penyemangat  papa bahwa ia bisa sembuh. Mengigat om Aan telah lebih dahulu berobat ke Penang dan kondisinya saat itu kian membaik. 

Sepanjang waktu kami (papa/mama/saya) di Penang, kami tak hentinya berdoa..ber-saat teduh..dan berbincang-bincang tentang keluarga/saudara bahkan keajaiban kecil yang seringkali kami temukan selama di Penang. Salah satu keajaiban itu adalah bisa bertemu om Aan dan keluarganya. Mereka berbagi pengalaman, informasi dan semangat kepada kami. Keajaiban karena Tuhan tau betul apa yang kami butuhkan. Di saat perasaan campur aduk dalam menantikan hasil pemeriksaan disana, kami seperti rumput layu yang seketika mendapatkan air dan sinar matahari, membuat kami kembali bangkit saat bertemu sesama pasien yang sedang berjuang menghadapi sakit yang sama (om Aan dan keluarganya). 

Beberapa kali kami bertemu dengan om Aan dan keluarga, saat saya dan mama menemani papa berobat disana. Suatu pagi, saya jalan kaki dari apartement menuju supermarket untuk membeli telur. Karena kandungan protein yang tinggi, putih telur sangat disarankan untuk pasien kemoterapi. Di dalam hati saya berbicara dan berdoa, seandainya saya bisa ketemu om Aan, dan tasya...saya ingin menanyakan beberapa hal tentang proses pengobatan yang kurang lebih sama akan dijalani papa. Puji Tuhan permohonan hati saya saat jalan kaki pagi itu terkabul. Tiba-tiba saya bertemu lagi dengan om Aan di lobby hospital saat beliau sedang membaca papan informasi di rumah sakit. 

Saya seketika semangat kembali dan bertanya sesuatu ke om Aan. Lalu dia me-refer saya ke yakobus (anak tertuanya), yang saat itu saya baru kenal dan langsung menanyakan beberapa hal untuk mendapatkan informasi. Selain saya, papa dan mama juga sering sekali mengingat om Aan dan keluarganya setelah pertemuan singkat kami waktu itu. Apabila ada hal yang kurang kami mengerti, pasti papa akan menyuruh saya untuk "tanya tasya Pen....tanya yakobus...gimana waktu om Aan". Saya menjawab "Iya pa", dan beberapa kali saya sms atau whatsapp mereka. Ada moment dimana saya ingin bertanya banyak hal tapi saya tunda karena takut mengganggu keluarga om Aan yang tentu juga sedang berjuang merawat papa nya yang sakit. 

Hingga suatu hari, papa saya lebih dulu dipanggil oleh Tuhan. Tepat satu bulan dari kami menginjakkan kaki di Penang, 11 Oktober. Papa pergi di tanggal 11 November. Suatu kepergian yang begitu mengejutkan bagi kami karena saat itu kami masih punya pengharapan bahwa papa akan sembuh dan kondisinya kian membaik. Selama pengobatannya, tidak pernah kami lihat dia mengeluhkan sakit. Bahkan perjalanan kami di Penang seperti rekreasi dimana kami masih bisa pergi keliling makan bersama dan wisata ke beberapa tempat. Kondisi papa juga terlihat baik. Hingga suatu malam, nafasnya sesak luar biasa dan panas demamnya tinggi sekali. Saya dan mama membawanya ke ICU, waktu rasanya berjalan begitu cepat, hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya. 

Di tanggal 19 Februari 2015, saat om Aan disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, tempat yang sama dimana papa disemayamkan. Disitulah keluarga om Aan dan kami (saya, mama, abang) kembali bertemu dan saling berbincang-bincang. Banyak kenangan selama pertemuan singkat kami beberapa bulan di Penang. Namun kenangan itu tidak terlupakan, karena kami percaya Tuhan mempertemukan kami untuk saling menguatkan satu sama lain. Dari perbincangan ketika melayat ke rumah duka itulah kami juga mengetahui bahwa om Aan juga ter-semangati dengan kehadiran papa saat bertemu di Penang. Tapi kemudian ia drop sesaat setelah mendengar papa pergi lebih dulu. 

Yang kami syukuri adalah keajaiban Tuhan atas kami. Mungkin kelihatannya itu keajaiban kecil (small miracles), tapi kami merasakan pertemuan keluarga kami sungguh bermakna. Meski kami akhirnya kehilangan papa - papa yang kami sayangi dan sangat banggakan, tapi kami bersyukur karena kami melihat bahwa papa - papa kami adalah pejuang kanker yang hebat. Mereka telah berjuang sampai garis akhir.

Kisah kami berbeda, keluarga om Aan sempat merawat beberapa bulan sejak mereka tau ayahanda mereka di-vonis cancer. Keluarga kami hanya menjalani 1 (satu) bulan merawat papa sejak kami tau bahwa ia di-diagnosa positif cancer. Tapi kami tetap bersyukur karena Tuhan punya rancangan terbaik untuk setiap kami. 


Dan kami percaya, Tuhan mempertemukan kami untuk saling menguatkan. 


Trimakasih Tuhan untuk pertemuan kecil kami di beberapa bulan lalu, yang memberikan semangat untuk jiwa yang rapuh. Dan bahkan hingga sekarang kami masih dapat saling berbagi kasih di dalam Tuhan. Berkati kami ya Bapa, keluarga yang Tuhan berkati ini, agar kami dapat menjalani hari-hari ke depan dalam pengharapan akan Tuhan. Agar kami diberikan kekuatan dan keteguhan iman. 

There's so much to be THANKFUL for. Selamat jalan om Aan, pejuang cancer yang kami kagumi. Selamat berbahagia di Rumah Bapa di Surga bersama Papa Parlinggoman. Kami percaya kalian telah mendapatkan tempat terbaik di Surga karena Tuhan begitu menyayangi kalian. 






cinta

2015! Impian, Harapan dan Cinta

21.11
Belum terlambat ya kalau saya mau ber-resolusi di tahun ini? hehe. Sudah 2 (dua) bulan lebih sepertinya saya tidak menulis di blog. Bukan karena tidak rindu menulis, tapi karena sedang menata hati dan pandangan ke depan :).

Tahun 2014 adalah tahun yang berat bagi saya dan keluarga, khususnya saat kami mengetahui Papa sakit kritis di bulan Oktober 2014 dan beliau meninggal dunia di November 2014. Beliau adalah sosok yang selalu kami banggakan dan sangat kami cintai.

Di tahun yang baru, 2015, saya menaruh Impian, Harapan dan Cinta (Dreams, Hope and Love) sebagai misi di tahun ini. Ya, tetap bermimpi dan mewujudkan impian. Tetap ber-pengharapan. Dan mengisi waktu juga hari-hari saya dengan cinta pada orang-orang di sekeliling saya.

Impian (dreams)
Saya bermimpi karya mini album "Bountiful Eyes" yang Puji Tuhan telah terwujud di penghujung tahun lalu, bisa semakin dinikmati dan didengarkan oleh banyak orang. Saya rindu karya sederhana yakni lagu-lagu ciptaan pada Debut 1st mini album saya ini bisa meng-inspirasi para pendengar.

Saya bermimpi beberapa Project ke depan (yang berhubungan dengan mini album "Bountiful Eyes") kiranya bisa terlaksana. Seperti diantaranya :
* Pembuatan Video (teaser, v. lyrics, clip dan v.cover) untuk saya bisa membagikan karya lagu ini ke semakin banyak orang.
* Digital version melalui Itunes, Bandcamp.com dll smoga dapat terwujud. Sejak akhir tahun 2014, physical CD sudah di-produksi dan saya bertahap melakukan penjualan secara direct marketing ke teman-teman dan saudara. Berharap digital version bisa di-rilis
* Mini Launch untuk mini album "Bountiful Eyes" (sampai saat ini, saya belum mendapat sponsor venue untuk penyelenggaraan mini launch).
* Promo single #GoMakeItHappen ke radio-radio (minimal radio kampus dan radio streaming)
* Gigs untuk promosi Mini Album
* Menulis buku



Harapan (hope)

Dianugerahkan kesehatan, kekuatan bagi Mama, Kakak, Abang-abang dan keponakan-keponakan kecilku. Agar dapat menjalani hari dengan semangat, penuh pengharapan dan kasih.

Saya pun berharap bisa semakin disiplin dan bijaksana dalam me-manage waktu, tenaga, keuangan, pekerjaan dll. Lebih mengalir dan bisa menikmati moment.
Saya ingin mewujudkan beberapa hal yang almarhum Papa saya sering ingatkan : stretching di pagi hari (olahraga), latihan vocal (vocalizing), rutin berenang lagi, harus lebih confidence.

Saya akan mengingatkan diri agar di tahun ini, saya lebih memperhatikan Pola Makan (memilih  makanan yang sehat) dan ber-olahraga secara rutin. I hope..bisa melakukannya dengan lebih disiplin.


Cinta (love)
Tahun ini semoga menjadi tahun penuh cinta. Saya ingin terus belajar untuk memberi dan  berbagi kepada orang-orang di sekeliling saya. Memberikan telinga saya untuk mendengarkan orang lain, mengucapkan perkataan yang positif dan menyemangati, juga melakukan hal-hal yang bisa membantu orang lain (walaupun itu hal kecil yang sederhana).

Saya merindukan Tuhan mengaruniakan Teman Hidup bagi saya :) Seperti lagunya Tulus hehe.."Jadi teman hidupku, Berdua kita hadapi dunia".

Ya...saya boleh saja bermimpi, berharap. Tapi yang terpenting perkenanan Tuhan. Rencana-Nya pasti lebih indah dari rencana saya. Semoga impian, harapan dan cinta di 2015 ini boleh terwujud seturut kehendakNya.

Dear Lord, thank you for everything. May Your favor be abundantly upon us this year.



ayah

Tempat Perteduhan

23.33
'Tempat Perteduhan' adalah arti dari sebuah nama yang kami kagumi : Parlinggoman.
Seorang ayah/suami/sahabat/opung/tulang/bapatua/amangboru/bapauda ... yang terbuka dan menyambut setiap orang dengan hangatnya.
Setelah kepergiannya, semakin saya sadari bahwa perjalanan hidupnya sedikit banyak merefleksikan arti dari nama indah yang dimilikinya.

Setiap kali kami anak-anaknya pulang sekolah/ pulang kuliah/ pulang kantor, ia akan menanti kami di meja makan. Ia tak pernah mengabaikan pertanyaan sederhana yang penuh perhatian seperti bagaimana keseharian kami di kantor, bagaimana kabar teman-teman kantor yang masing-masing sering kami ceritakan.
Ia mendengarkan dengan seksama dan menasehati kami dengan bijaksana.
Kisah yang kami ceritakan padanya tentang keseharian dan pencapaian kami di luar rumah, seolah bagai embun sejuk yang membangkitkan semangatnya

Dialah orang yang menginspirasi dan memberikan dorongan tak henti-hentinya. Itu yang selalu ku rasakan. Aku dan kakak-kakakku terus terpacu untuk mengukir prestasi dan berkarya karena ia selalu memotivasi dan meyakinkan kami bahwa 'kami pasti bisa'
Dia mengajarkan ku untuk melawan ketakutanku, ia ingin kami anak-anaknya menjadi pribadi yang pemberani dan berhati lembut.
Dia tak pernah lelah memberikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.

Tuhan berkatilah 'tempat perteduhan' kami, Parlinggoman Hutabarat. Kini ia telah tinggal dalam damai di pangkuanMu. Berikanlah kasih yang terindah baginya agar ia tinggal teduh di tempat terindah, di rumah Bapa di sorga.




moment dan inspirasi

RIP Dad

23.05
Tepat hari ini satu bulan sejak kepergian papa (11 November 2014).

Seorang yang kami kasihi dan banggakan.
Teman berbagi cerita, dan mimpi.

Seorang pendengar yang baik dan berhati lembut.
Teman berdiskusi tentang banyak kisah.

Sosok ayah yang begitu memperhatikan kami.
Mendampingi di kala sakit, menyemangati di kala bimbang
Mewarnai saat suka, Dirindukan banyak kerabat dan keluarga

Terimakasih atas semua yang kau berikan Papa
Kasih sayang, ketulusan dan pengertian
Terimakasih untuk semua waktu, perhatian, kebaikan
Yang kau tunjukkan dalam setiap langkah hidupmu

Inilah yang membentuk kami anak-anakmu
Didikan dan ajaran Tuhan yang kau bagikan pada kami
Ketulusan dan kesederhanaan dalam lakumu
Kerinduanmu untuk selalu mendengarkan orang lain dengan lembut
Ketekunanmu dalam setiap apa yang kau kerjakan

Terimakasih Tuhan atas karunia terindah
Yang kau berikan bagi ku, kakak-kakak dan ibuku
Seorang ayah yang kami banggakan dan yang begitu menginspirasi
Meski ia tak lagi bersama kami disini, Kenangan indah akan nya tetap tinggal
Untuk kami teladani kebaikan yang ditaburnya..
Hingga nanti kami dapat bercerita pada anak cucu
Betapa ia sungguh kami banggakan, betapa ia sungguh menginspirasi
Di sepanjang perjalanan hidup ini


moment dan inspirasi

Back to Blogging.....Hello Again

21.06
'm Back! :) 
Sudah lama rasanya tidak menulis dan berbagi di blog ini. Hampir 3 - 4 bulan ini saya tidak berkunjung ke blog dan melanjutkan kesukaan saya menulis. 

How are you friends? Banyak cerita di beberapa bulan terakhir ini yang belum saya tuliskan dan bagikan. Masih berupa puzzle-puzzle yang saya amati dan jalani. Sekarang, saya siap untuk kembali berbagi cerita dan perjalanan saya. 

Untuk teman-teman yang sudah sering berkunjung ke blog ini tentu tau bahwa yang saya bagikan di site ini adalah tentang kisah sehari-hari, kehidupan, my passion, inspirasi dan pengalaman yang saya jalani. Meski tak semua cerita ter-rangkai di blog ini, tapi saya ingin hal-hal berharga yang saya jalani dalam hidup ini dapat saya bagikan ke kamu pembaca blog ini. Why?
because 'Everything in this life will be more beautiful, if we SHARE it'
art work

Using Small Steps to Accomplish Your Dream Project

02.24

Meraih cita-cita dan impian tak harus terburu-buru layaknya mengejar waktu. Mewujudkan project impian, kamu tak perlu bertarung dengan waktu, tapi bersahabatlah dengan waktu dan lakukan langkah kecil yang mampu kamu jajaki satu demi satu.

Mengapa? Saat ini kita hidup dan tinggal di tengah gaya hidup yang cenderung instan, ingin cepat dan mengumbar beragam cara untuk mencapai sesuatu. Tapi teknologi ada untuk membantu dan memudahkan aktivitas kita, bukan untuk menguasai sebagian besar waktu kita. Memang dengan kehadiran teknologi sesuatu dapat lebih cepat untuk diproses, dibagikan dan disebarkan. Tetapi seringkali kita dibanjiri oleh berbagai informasi, pilihan dan bahkan keinginan sehingga kita melakukan langkah-langkah yang massiv, tidak terarah pada apa yang ingin kita capai. 


Seringkali kita membenarkan dan meyakini mitos yang mengatakan bahwa: ukuran dari langkah yang kita ambil menentukan ukuran kesuksesan yang kita capai, hingga cenderung merasa bahwa hasil yang besar dapat diraih dengan langkah yang besar dan cara yang besar. Kenyataannya tidak selalu seperti itu. 

Pernah mendengar filosofi Tao Te Cing yang menyebutkan :
“ The journey of a thousand miles begins with a single step”. Ya..a single step.  


Kita perlu membiasakan diri bahwa langkah kecil atau small steps yang dilakukan dan dilatih dengan disiplin setiap hari, akan membawa kita lebih baik untuk sampai di tujuan yang akan kita capai. Dalam langkah kecil yang tak terburu-buru, kita dapat merasakan setiap moment sebagai fase pembelajaran dan melihat moment sederhana sebagai sesuatu yang mampu menginspirasi diri kita.


===

Dalam bulan –bulan pertama pada proses pembuatan Debut EP (Mini Album),  saya sempat merancang ­ timeline yang ketat. Menjabarkan beragam hal yang perlu saya kerjakan,lalu men-set waktu penyelesaian. Timeline yang saya buat cukup dekat dan sekarang saya bisa mengatakan bahwa rencana  saat itu cukup terburu-buru bila diimplementasikan. 

Mulailah saya mengerjakan prosesnya, dan saya menemukan bahwa langkah besar tak selalu membawa pada hasil besar. Tapi ketika saya membuat langkah-langkah kecil yang berkala, justru saya bisa merasakan manfaatnya.


Ketika pertama kali saya merancang project mini album, lalu menentukan tim dengan siapa saya akan berkolaborasi,  dan berapa lama waktu yang akan ditempuh untuk pengerjaannya.....saya mencoba membuat langkah besar saat itu dengan optimis dapat mengerjakannya dalam 3 bulan. Namun itu tidaklah berjalan dengan mulus.


Saya memperbaiki pola pengerjaan project impian saya dengan melakukan small steps. Selama beberapa bulan dan di setiap hari saya menyisihkan 1 – 2 jam membaca buku-buku tentang project music independent,  music marketing, dan buku-buku tentang entrepreneurship. Lalu dari buku yang saya baca, saya mendapatkan insight yang sangat membantu dalam mengerjakan proses pembuatan mini album. Saya juga mendapatkan inspirasi untuk kemudian saya tuangkan dalam rancangan project yang saya kerjakan. 


Selain itu, saya mengevaluasi kembali rancangan awal yang saya buat, dan mengeliminir hal-hal yang tidak efektif untuk dilakukan. Dengan cara tersebut, saya bisa lebih fokus pada langkah-langkah kecil yang mampu saya realisasikan. Saya bertanya pada diri saya secara intens, apa tujuan mewujudkan project ini. Dan ini membantu mengingatkan saya dengan apa yang harus menjadi prioritas untuk dilakukan. 

Sejak itu, saya pun melakukan langkah-langkah kecil yang lebih berdampak. Saya menyisihkan waktu setiap hari untuk melatih lagu-lagu ciptaan saya dan menulis lagu-lagu baru dengan lebih fokus, santai dan mengalir. Saya berdiskusi dengan teman yang memiliki pengalaman dalam pembuatan album secara independent label dan melakukan riset pasar. 

Langkah-langkah kecil yang bertahap ini dapat saya lakukan dengan lebih baik,  setelah saya memilih untuk tidak mengerjakan berbagai list rencana yang saya susun. Tapi justru fokus pada satu sampai dua langkah kecil dalam beberapa waktu namun hasilnya sangat berpengaruh untuk berjalannya project tsb.    
moment dan inspirasi

Secangkir cokelat hangat

04.40
Saya bertemu seorang sahabat yang 7 tahun terakhir ini kami hampir belum pernah bersua lagi.Dia bertugas di daerah dan saya di jakarta. Hampir jarang berkomunikasi, hanya sesekali lewat bbm atau facebook. Hingga hari ini bertemu dan kami berbincang-bincang tentang banyak hal : pekerjaan, teman, keluarga, jodoh dan mimpi.

Bersama secangkir coklat panas, kami berbincang-bincang dan berbagi cerita. Tujuh tahun ternyata waktu yang tak terasa lama ya, sepertinya baru beberapa tahun kemarin kami kuliah bareng dan lulus dari almamater yang sama. Tapi tujuh tahun juga adalah waktu yang cukup menempa saya dan dia menjadi pribadi yang semakin bertumbuh dan berkarakter. Ini terasa saat kami ngobrol tentang banyak hal dan saya bersyukur selain ia terlihat semakin mature, teman saya ini juga tetap punya nilai-nilai positif yang ia bagikan lewat obrolan, sebagaimana dulu saat di masa kuliah.

Tentang pekerjaan, ia bercerita tantangan yang sedang dihadapinya saat ini. Pressure yang cukup tinggi dari atasannya. Teman saya ini adalah outstanding person, di usia muda dia dipercaya memimpin tim yang berhubungan dengan sektor bisnis di dunia perbankan. Ia telah melalui tantangan pekerjaan dimana ia bekerjasama dengan beberapa atasan yang berbeda selama 7 tahun terakhir dan bahkan ia bertanggungjawab atas beberapa daerah di indonesia untuk bidang kerja yang ia jalani. Tapi hari ini, saya lihat dibalik cerianya ia juga sedang resah dengan pekerjaannya. Ia mengalami satu titik jenuh yang setelah 7 tahun membuat dia kemudian ter'bangun' untuk menemukan passion nya. Ia jenuh dengan sistem kerja yang menuntut dia menghabiskan begitu banyak waktu di kantor setiap hari, atasan yang dirasakan tak mampu memberi 'role model' dan 'semangat kerja' yang baik untuk lingkungannya, dan satu hal yaitu kemacetan di jalan yang membuat dia tiba di rumah hingga larut malam.

Ia kemudian menanyakan bagaimana kehidupan saya? Tanpa sadar, cerita awal yg saya bagikan ke dia adalah tentang dream project yang sedang saya kerjakan. Dan bagaimana sedikit banyak dream project itu juga terhubung dengan pekerjaan dan pengalaman kerja saya di waktu lalu. Ia berpendapat bahwa ia menginginkan seperti yang saya ceritakan yaitu living the dream and mengerjakan sesuatu yang sesuai passion. Saya yakin dia bisa dan mampu melakukannya, tinggal ' mau atau tidak'. Saya juga sampaikan ke dia bahwa dream project yang saya kerjakan belum selesai, masih proses. Tapi ia juga menyakinkan saya bahwa tidak perlu terburu-buru, jalani prosesnya.

Ia menyampaikan ide yang ia temukan satu hari sebelum pertemuan kami, yaitu dia menghadiri seminar yang bertema Crowdfunding. Lalu dia tergerak untuk mengerjakan sesuatu yaitu membuat produk kemasan bercita rasa indonesia yang bisa dia ekspor ke luar negeri. Ia sudah memiliki network di luar negeri dan akses untuk memasarkannya, tinggal menggali resources untuk mengembangkan produknya. Ia ragu apakah itu ide bagus untuk ia kerjakan. Saya mengatakan pada dia bahwa sebelum ide itu diwujudkan, tidak ada istilah ide yang bagus...tak seorang pun yang akan tau itu bagus atau tidak tanpa mewujdukannya.
Ia meminta masukan dan pendapat saya tentang langkah-langkah apa yang perlu ia mulai untuk bisa mengerjakan ide itu. Saya berdoa dan berharap semoga mimpinya itu menjadi kenyataan. Saya tau passion nya dari sejak kuliah adalah berdagang atau wirausaha. Dan mungkin..ya 'mungkin' dia perlu kembali ke passion yang sebenarnya ia kenali dalam dirinya dan pernah ia jalani di waktu sebelumnya.

Bicara mimpi (dream) dan passion menyenangkan tapi juga tak mudah untuk dikerjakan. Jalani saja. Paling tidak kita tidak akan menyesal suatu hari nanti karena belum pernah menjalankan apa yang kita yakini sebagai passion kita. Saya tidak mengatakan pada teman saya bahwa dia sebaiknya mengejar passion nya dan meninggalkan pekerjaannya, Tidak sama sekali! Bila passion bisa dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan sehari-hari di kantor, why not? Tapi bila waktu pekerjaan di kantor memang betul-betul menyita banyak waktu sehingga sulit untuk membaginya dengan passion kita, tentu pilihan kembali ke diri kita sendiri.

Coklat hangat kayu manis yang menemani perbincangan kami hampir ludes, tapi obrolan kami masih mengalir dan seolah banyak cerita selama 7 tahun yang ingn kami bagikan. Ia juga bercerita tentang keluarga dan pasangan hidupnya. Saya turut senang mendengar cerita bahagianya. Dan yang cukup membuat saya tak berkedip beberapa saat adalah ketika dia seolah menasehati saya `jodoh itu pasti ada dan disediakan Tuhan, tapi yang kita belum tau kan waktunya ya. Gak harus dipaksakan sekarang atau 2 tahun lagi kok, kalau gak cocok buat apa...kan dia jadi teman hidup sepanjang umur. Kalau usia 40 misalnya baru menikah, why not..kalau memang kita baru bertemu yang cocok untuk jadi teman hidup di usia itu. Dulu gw gak pernah tanya atau khawatir jodoh gw, tapi tetap bawa dalam doa setiap hari. Nyatanya, dengan cara yang gak gw duga..Tuhan pertemukan gw dengan pasangan hidup gw sekarang. Jalani saja apa yang bisa kita kerjakan dan berdoa.Kalau sekarang elo dikasih kesempatan untuk mewujudkan impian lo, jalani saja. Kesempatan seperti ini gak akan datang 2 kali kan`.

Pembicaraan mulai makin serius ya hehe. Lalu dia mengulang kalimat saya di awal yang mengatakan `ternyata lambat gak selamanya buruk, kadang mengerjakan sesuatu dengan lambat kita ketemu sesuatu yang gak kita temuin ketika terburu-buru dan tergesa-gesa`. Ia merasa bahwa kalimat itu mengena dengan dirinya dan betapa ia juga tersadar, seperti yang gw rasakan beberapa tahun terakhir, bahwa terburu-buru seringkali tidak membawa kita kemana-mana. Ketika kita tenang, dan pada moment atau proses tertentu kita bergerak lambat...seringkali kita menemukan jawaban sederhana dari pertanyaan kita. Manusia seringkali membuat sedikit hal dan banyak hal kian rumit. Padahal mungkin apa yang dicarinya ada berjalan tak jauh di dekatnya atau hanya tinggal beberapa jejak. Tapi karena ke-aku-an dan keinginan untuk serba cepat, kita berputar putar dan membuat sesuatu makin rumit. Tuhan bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Jalani saja, syukuri selalu dan seperti secangkir cokelat hangat di genggaman tangan ini...biarlah kehadiran kita membawa kehangatan yang manis dan baik untuk orang-orang di sekeliling kita.
impian

Mimpi jadi Penulis (?)

02.35
Pernah kamu bangun di pagi hari dan tetiba ada suatu keinginan banget saat terbangun? Kali ini agak mengejutkan untuk saya pribadi ;) karena dua hari lalu saya terbangun dan langsung merasa kok pengen banget jadi penulis dan membuat buku. Hehe ini beneran...tidak dilebih-lebihkan, sampai-sampai seharian itu saya beberapa kali kepikiran saya akan menulis tentang apa ya dan membayangkan bentuk buku yang akan saya buat :-0

Saya memang senang menulis, apakah menulis di blog, menulis untuk project yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun menulis lagu. Tapi moment pagi itu beda, terbangun kok ya dengan perasaan pengen banget menjadi penulis (tepok jidat). 

Tapi ketika flashback, baru saya semakin sadar dan ingat bahwa dari kecil dulu saya memang seringkali menulis. Ketika SD, saya biasa menulis cerita pendek tentang persahabatan lewat ilustrasi atau parabel binatang. Lalu ketika saya mendengar pidato seseorang, misalnya, saya menuliskan di notes kecil saya hal-hal menarik yang saya dapatkan dan menginspirasi. Saya juga sering iseng membuat puisi sederhana, belum bisa puisi ala-ala pujangga :) hanya bahasa puisi sederhana saja. 

Lalu di masa sekolah, kuliah...keterampilan menulis saya terasah. Tugas-tugas menuntut saya harus banyak menulis dan terampil menulis. Di dunia kerja pun seperti itu, pekerjaan saya sebagai Humas (Public Relations) dituntut untuk mampu menulis. Sepertinya memang ketrampilan menulis ini cukup melekat dalam keseharian saya. Menulis di blog adalah salah satu yang saya sukai, walaupun tidak semua tulisan saya publish di blog ini. 

Sekarang saya duduk sambil menulis ini dan berkata dalam diri "saya harus bersyukur punya mimpi jadi penulis...ya penulis yang tidak berhenti bermimpi! 



Keep writing..keep writing..because you love writing"

Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top