• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

bountiful eyes

Singing at a Gala Dinner : International Conference PRAGMA & ICACSIS 2015

02.47
Jumat, 11 Oktober 2015, saya menyanyi di Gala Dinner International Conference ‘Pragma & ICACSIS’ 2015. Bertempat di Annex Building.  

Gala dinner ini dihadiri oleh para researcher dan professor dari dalam maupun luar negeri. Usai menjalani rangkaian Conference Pragma & ICACSIS selama beberapa hari, mereka dijamu dalam suasana Gala Dinner yang apik dan akrab.

Saya membawakan beberapa lagu, salah satunya : “I’m Gonna love you, like I’m gonna lose you” (Meghan Trainor). Saya menyukai lagu ini karena liriknya yang indah dan dalam. Hal yang menarik ketika saya membawakan lagu ini, saya melihat  seorang audience yg begitu fokus menyaksikan kami sejak lagu pertama…kemudian meneteskan air matanya saat lagu "I'm Gonna love you, like i'm gonna lose you" ini dibawakan. 

Sejujurnya saya sendiri pun ingin meneteskan air mata setiap kali membawakan dan memaknai lagu itu. Melihat dari parasnya, salah satu audience yg meneteskan air mata tsb, sepertinya berasal dari Phillipina. Melalui ekspresinya, kami dapat melihat bahwa ia meng-apresiasi setiap persembahan lagu yang kami bawakan. Sebagaimana audience lainnya yang dari raut wajah mereka, terlihat begitu menatap lekat..menyimak lagu…dan menikmati setiap alunan.

==

Salah satu kebahagiaan seorang penyanyi adalah ketika melihat ekspresi dan respon audiences/ listeners nya tersenyum bahagia dan dapat merasakan lagu yang kita bawakan.  Ini adalah salah satu hal berharga dalam setiap kesempatan tampil di atas panggung. Dan lebih indahnya ketika orang yang mendengarkan alunan lagu kita  juga dapat memaknai dan merasakan setiap lirik dari lagu yang kita senandungkan.



Seorang professor dari Australia menghampiri saya usai menyanyi dan mengatakan “terimakasih Penny, kamu menyanyi seperti bercerita..saya tersentuh untuk setiap kata-katanya dan senang sekali’. Puji Tuhan saya pun bersyukur ketika lagu-lagu yang kita bawakan bisa sampai di hati pendengar.


Begitupula Prof. Peter Arzberger (University of Chicago), Ketua Umum dari konferensi internasional Pragma, yang menunjukkan apresiasinya pada kami. Ia memberikan kenang-kenangan berupa t-shirt Pragma pada saya dan mas Yugo Isal. Saya pun tidak lupa memberikan kenang-kenangan juga padanya berupa CD album sy “Bountiful Eyes”.



Satu minggu setelah Gala Dinner berlangsung, mr. Peter mengirimkan email terimakasihnya..betapa ia menikmati lagu-lagu dalam CD ‘Bountiful Eyes’ dan beliau mengajukan agar foto-foto penampilan menyanyi kami di Gala Dinner dapat dipergunakan oleh Pragma Committee untuk ditampilkan pada materi buku promosi event mereka di 2016. Trimakasih Prof. Peter untuk apresiasinya.

Berikut cuplikan dari salah satu halaman pada magazine dan buku promosi event PRAGMA International Workshops :




Saya juga bertemu dengan seorang professor yang begitu ramah dan humble, Prof. Jose Fortez. Ia menyampaikan “thank you for the songs, beautiful voice”. Thank you Prof. jose.
Mendengarkan berbagai kesan mereka tentang penampilan di Gala Dinner saat itu, saya berkata dalam hati ‘Trimakasih Tuhan. It’s only by Your grace”.

(*) Segala yang kita miliki, talenta yang kita punya saat ini dan seterusnya, segalanya karunia Tuhan. Semoga Tuhan mengizinkan saya untuk terus berkarya di musik, menggunakan talenta ini seturut rancanganNya dan semoga setiap nyanyian yg Tuhan izinkan saya senandungkan..kiranya menjadi berkat untuk mereka yang mendengarkan :)

(*) Pesan saya kepada teman-teman yang punya passion di musik dan menyanyi : 
Bernyanyilah! Bawa pesan yg indah melalui setiap nyanyian! 
Let your personality shine through the beauty of singing!



international conference

Autumn in Seoul (2)

23.26
Jalan menuju Sungkyunkwan Univ.
Masih catatan perjalanan di Seoul :). Di hari ke-2 dan 3, conference day berlangsung. Hari pertama conference dibuka pukul 12.00 siang, dan pagi hari saya masih punya cukup waktu untuk kembali membaca dan menyiapkan materi yang akan saya presentasikan di sore harinya.

Pagi saat sarapan di MacD yang letaknya tidak jauh dari GoldenPond (tempat kami menginap), tetiba saya bertemu dengan 2 orang Indonesia yang sepertinya baru saja tiba di Seoul karena mereka masing-masing membawa kopernya. Saya pun menyapa mereka dan ternyata mereka juga akan menghadiri International Conference yang sama, mereka adalah Ibu Lily Sudhartio dan Prof. Anton.

Foto bersama Ibu Lily Sudhartio, prof. Anton, Ibu Sari Wahyuni


Senang sekali bisa bertemu bu lily dan prof. Anton yang ramah dan easy going, kami kemudian berjalan kaki bersama menuju venue conference di Sungkyunkwan University. 
venue ICBMR conference

Add caption


Lokasi Sungkyunkwan Univ. sebenarnya tidak terlampau jauh dari GoldenPond, jadi saya bisa berjalan kaki dan menikmati udara pagi Seoul. Area kampus Sungkyunkwan Univ. cukup menyenangkan, rapi bersih dan mirip dengan kampus UI dimana kita perlu berjalan beberapa kilometer untuk mencapai fakultas atau building yang dituju. Tapi berjalan kaki disini tidak terasa melelahkan karena sepanjang mata memandang hehe pepohonan warna-warni dan daun-daun berguguran menemani langkah saya. Di dalam kampus, masih ada bangunan kuno khas Korea yang dipertahankan diantara bangunan modern lainnya. Venue conference kami bertempat di 500th Building, dan presentasi saya di International Conference ICBMR 2013 berjalan lancar. Sedikit sharing tentang presentation time saya di ICBMR ada disini.

Sore menjelang malam, setelah conference day 1 selesai, saya langsung buru-buru kembali menuju hotel dan bersiap-siap untuk keliling Seoul lagi. Tujuan jalan-jalan selanjutnya yaitu Gwangjang Market, di malam hari tempat ini penuh dengan jajanan makanan khas Korea. Kami mencoba tteokbokki dan beberapa jajanan lainnya disini. Dengan subway, kami lanjut ke Myeongdong (Shopping area). Nah..ini salah satu surga belanja di Korea, tempat yang perlu dikunjungi. 




Samsung D'Light

Samsung D'light



Hari ke-3, conference day 2 berlangsung dari pagi dan siangnya seluruh peserta conference mengikuti tour setengah hari yang disediakan panitia. Rute tour nya yaitu : Samsung D'Light,  NH  - National Agricultural Cooperative Federation, Gangnam area dan ditutup dengan menyaksikan Nanta Show di Myeongdong Nanta Theater.

NH

Gangnam



















Yang satu ini, Nanta Show atau biasa disebut Cookin' Nanta tidak boleh dilewatkan hehe sangat entertaining dan berkesan. Performance Nanta Show ini dikemas dalam durasi 1 jam dengan penampilan yang impassioned dari 5 actor Korea yang memerankan Cookin' Nanta ini. Memadukan kemampuan memasak, dance, percussion (music) dan body language. Jadi ke-5 actor ini hanya berkomunikasi dengan bahasa tubuh (body language) sehingga semua penonton dari berbagai latar belakang bahasa dan budaya bisa memahami jalan ceritanya. Musik yang up-beat membangkitkan semangat, ditambah lagi permainan perkusi oleh actor dengan menggunakan perkakas dapur sebagai alat musik. Ini dia lagi-lagi IDE yang remarkable tapi juga tetap menonjolkan khas budaya Korea yang senang memasak, detail, bergerak cepat dan membangkitkan semangat :)


Cookin' Nanta Stage


Nanta Theatre

Hari berikutnya selama trip di Korea, kami mengunjungi beberapa tempat yang tidak kalah menarik yaitu Insadong, Gyeongbokgung Palace, dan Namdaemun Market.
international conference

Autumn in Seoul

23.03
Puji Tuhan...awal November 2013, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti International Conference di Seoul dan mempresentasikan paper penelitian tentang 'Entertainment Marketing' di Sungkyunkwan university. Saya berangkat ke Seoul bersama Mama dan sekaligus ingin menikmati indahnya Korea di saat musim gugur (autumn).

Perjalanan kami dari Jakarta menuju Seoul sekitar 7 jam. Sesampainya di Incheon International Airport, kami bertemu dengan kawan baru : Pammy, Tita Dan Tizi. Kebetulan mereka bertiga juga akan menghadiri conference yang sama yaitu ICBMR di Sungkyunkwan university. Pammy sudah pernah mengunjungi Seoul setahun sebelumnya, jadi tentulah Pammy sudah cukup familiar dengan tempat-tempat wisata dan transportasi di Seoul. Bersyukur sekali bisa bertemu Pammy, Tita dan tizi karena perjalanan kami meng-eksplore Seoul jadi makin seru dan lengkap :).


Tiba di Incheon pkl 09.00 pagi waktu Seoul, kami langsung menuju Seoul dengan airport bus. Sekitar 1 jam kami pun tiba di Seoul dan ternyata Golden Pond (hotel tempat kami menginap) letaknya tidak jauh dari halte bus tempat kami turun. Cuaca sudah cukup dingin sekitar 14derajat. Tiba di Golden pond kami meletakkan koper dan langsung jalan mencari makin siang di area Daehangno. Area ini tidak Jauh dari Golden Pond, merupakan salah satu pusat keramaian dengan banyak restaurant dan toko-toko kosmetik juga pakaian. Lokasi tempat kami menginap di Golden Pond memang cukup strategis karena letaknya juga di area dekat kampus Sungkyunkwan Univ. yang tidak pernah sepi hingga malam.

Wow..setelah makan siang di restoran Korea, kami langsung menuju N Seoul Tower! Yup, ini salah satu tempat favorite wisata di Korea. Tempatnya seperti di atas bukit, pengunjung bisa memilih jalan kaki dari jalan masuk utama N Seoul Tower atau menggunakan shuttle bus. Yang paling menggugah setiap mata memandang adalah pohon-pohon yang berwarna-warni di musim gugur (autumn) ini. Mulai dari warna kuning, coklat, orange bahkan merah. Ternyata benar kata orang kalau moment paling pas untuk berkunjung ke Korea adalah saat musim gugur (autumn), warna-warni pepohonan benar-benar menghujani indahnya Korea :) hehe..

Di N Seoul Tower, Ada beberapa spot wisata menarik yaitu Gembok Cinta (Love Padlock),Teddy Bear museum dan Tower yang tinggi menjulang.
Ini dia Gembok Cinta (Love Padlock) di Korea :


Gembok Cinta






























Di Teddy Bear Museum, kita diperlihatkan sejarah Korea dengan cara yang unik yaitu dengan patung dan boneka Teddy Bear yang dapat bergerak dan masing-masing memperlihatkan area-area utama di Korea dengan berbagai keunggulannya. Misalnya boneka Teddy bear yang menggambarkan Namdaemun Market sebagai tempat perbelanjaan yang bernuansa traditional atau Gangnam dengan ilustrasi Teddy Bear berpakaian eksklusif dengan nuansa perkantoran dan business district.













Setelah Teddy Bear museum, kami naik ke puncak N Seoul Tower dimana pemandangan Kota Seoul terlihat dari sini bahkan warna-warni pepohonan juga terlihat Indah seperti lukisan. Satu hal menarik ketika kami menaiki lift untuk menuju puncak Seoul Tower, di bagian atas lift nya ada semacam video 3D dengan lighting dan musik seperti suasana di bioskop. Bahkan di salah satu lantai, pengunjung ditawari foto oleh petugas disana dengan background foto yang mereka sediakan. Kita difoto gratis, tapi sesampainya di puncak tower ternyata photo digital kita sudah jadi dan siap cetak. Pengunjung tinggal  memutuskan membeli atau tidak. Lalu ada satu bangku yang unik di dekat Gembok Cinta (Love Padlock), bangku ini bentuknya seperti patah ke dalam, tapi menarik karena ketika kita berfoto disini bentuk bangku bisa membentuk simbol cinta :). Hehee...orang Korea memang tidak pernah kehabisan IDE ya..


















Usai di N Seoul Tower, kami menuju ke Cheonggyecheon Stream yaitu sungai yang terletak di tengah kota Seoul dan dibuat menjadi tempat wisata yang menarik. Saat kami ke stream ini, kebetulan sekali bertepatan dengan berlangsungnya event "Seoul Lantern Festival 2013".  Berbagai ornamen khas Korea dipajang di atas sungai ini, dengan balutan lantern  yang menyala-menyala. Jadilah malam itu tumplek-plek keramaian masyarakat Korea dan wisatawan yang berfoto dan menikmati suasana Lantern Festival :).

















Ada satu pengalaman yang menarik ketika di Cheonggyecheon Stream :) Salah satu teman saya tidak sengaja meninggalkan tas bawaannya dan ia baru tersadar ketika kami sudah berjalan cukup jauh di area ini. And guess what? :) tas bawaannya tidak hilang lho, padahal itu isinya souvenir dan dompet. Saya jadi teringat, seorang teman pernah bilang "Di korea...kalau ada barang bawaan tertinggal, atau kita letakkan barang sembarangan, bisa dipastikan barang itu tidak akan hilang dan gak akan dicuri maling". Hehe terbukti benar, pelajaran berharga bahwa orang-orang Korea menghargai milik orang lain dan bahkan hal-hal kecil, dan mereka juga memiliki
sikap moral yang baik..itu dibuktikan sehari-hari.
Great!
Seandainya nich..andai di Indonesia seperti itu, pastilah kita gak perlu khawatir dengan maling dan barang bawaan. Di Indonesia mungkin banyak orang pandai memperkatakan hal yang berbau moral ya hehe tapi sering lupa melakukan dan implementasi sehari-hari.










Satu hal baik dari attitude orang Korea terbukti lagi lho....yaitu waktu saya bertiga bersama teman dan mama memutuskan untuk pulang lebih duluan dari Cheonggyecheon Stream ke hotel. Cuaca makin dingin dan gerimis, lumayan menggigil :). Akhirnya pilihan transportasi yang paling pas bila kondisi begini adalah taksi. Dan kami bertiga belum paham arah dari stream ke hotel, jadi saya menemui seorang polisi yang bertugas di jalan dan menanyakan arah padanya untuk kemudian mengambil taksi. Info penting yang perlu teman-teman ketahui nich kalau liburan ke Korea : taxi driver di Korea hampir sebagian besar tidak bisa berbahasa English, mereka pun hanya membaca tulisan Hangul (korea). Sejak di Jakarta, saya sudah siapkan alamat hotel yang versi hangul (tulisan korea), tapi ketika jalan-jalan hari pertama tulisan itu tertinggal di koper dan tidak saya bawa hihi. So...polisi yang saya temui ini salah satu jawaban untuk membantu memandu kami hehe. Saya hanya mengharapkan polisi ini menunjukkan arah agar kami tidak mengambil taxi di arah yang keliru, ehh..rupanya polisi korea baikk bangett..dia malah mengantar kami menyeberang dan memilihkan taksi untuk kami lalu menjelaskan tujuan kami ke supir taxi itu. Helpful bukan..?! Tidak heran bila Korea jadi salah satu pilihan wisata yang tepat oleh banyak orang karena negaranya memang tertib, teratur, orang-orang helpful dan sistemnya memudahkan terutama transportasinya.



business and management

The 8th ICBMR (1) Preparation Time

18.35

ICBMR (International Conference on Business & Management Research) diselenggarakan untuk yang ke-8 kalinya di Seoul, South Korea. Konferensi Internasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi UI dan Sungkyunkwan University, Seoul. Berbagai makalah ilmiah di bidang ekonomi (financial, marketing, strategic, business) dipresentasikan dalam kesempatan ini. Makalah penelitian saya yang membahas mengenai Art Sponsorship dan Entertainment Marketing berhasil lolos dalam tahap review oleh ICBMR’s committee. Dan waktunya untuk di presentasikan pada audience yang berasal dari berbagai universitas di Asia dalam conference ICBMR yang ke-8 ini. 

 Flash back mengenai persiapan makalah (paper) untuk The 8th ICBMR 2013 :  

* Paper yang saya submit dan ajukan ke International Conference ini adalah penelitian thesis saya pada tahun 2012 di Magister Science Management. Di tahun 2012, saat saya presentasi dalam Sidang Thesis sebagai syarat kelulusan program Master, saya ingat sekali saat itu Dr. Adi Zakaria Afiff menyampaikan agar penelitian saya jangan berhenti sampai disitu. Ia meng-encourage saya untuk mencoba ikut dan mendaftarkan makalah (paper) penelitian saya ke ICBMR Conference dan kemudian diharapkan tulisan saya dapat di publikasi di salah satu Jurnal internasional. Itu adalah pertama kali saya mengenal event dan nama ICBMR (International Conference on Business & Management Research).

Kemudian pembimbing saya yang sangat luar biasa  :)  Gita Gayatri, PhD mendorong  saya untuk mengikuti saran Pak Adi tsb agar makalah penelitian ini dapat dipublikasikan ke dalam jurnal dan sebelumnya dipresentasikan lebih dulu pada international conference. Tahun 2012, saya dan bu Gita berencana untuk turut serta dalam ICBMR yang diselenggarakan di Vietnam. Namun tahun lalu niat kami untuk men-submit paper harus tertunda karena kondisi saya yang sedang sakit di saat itu.   

* Di April 2013, suddenly saya menerima message dari Bu Gita yang menanyakan apakah saya masih berminat dan tertarik untuk mendaftarkan makalah saya ke ICBMR yang akan diselenggarakan November 2013 di Seoul Korea. Dan saya mulai mempertimbangkannya saat itu, terutama masalah biaya untuk perjalanan mengikuti conference ini. Tapi dalam hati kecil, saya yakin ‘dimana ada niat, disana ada jalan’ :).

Lalu saya dan bu Gita mulai berkolaborasi mempersiapkan penelitian thesis tersebut untuk disajikan dalam bahasa inggris dengan format jurnal yang layak publikasi. Makalah penelitian tsb bukan lagi paper saya, tetapi paper kami berdua yakni saya dan Gita Gayatri, Ph.D. Saya cukup salut, di tengah kesibukannya, Bu Gita yang saat ini mengajar di University of Malaya masih menyediakan waktunya untuk mengoreksi dan mereview paper yang kami ajukan ke ICBMR.

*Tadda, good news! Di Juni 2013, kami menerima kabar dari ICBMR committee bahwa paper kami lolos dan diterima di International Conference on Business & management Research (ICBMR) dan untuk selanjutnya kami dapat melakukan oral presentation di Seoul. Tentunya senang mendengar kabarnya, tapi di satu sisi agak khawatir dan ragu karena biaya untuk perjalanan menuju ke tempat conference tentulah harus dipersiapkan dengan matang. Kebetulan di awal Juli 2013, saya bersama rombongan melakukan Misi Budaya ke Hungaria sehingga progress untuk saya mengajukan dana hibah (grant) untuk bantuan conference luar negeri sempat tertunda saat itu. 

Sekembalinya dari Hungaria, saya segera mempersiapkan berkas dan surat-surat untuk pengajuan grant bantuan conference luar negeri. Dan ternyata sulit nya minta ampun hehe...tak hanya urusan birokrasinya tetapi juga banyaknya syarat ini itu yang membuat saya sempat mengurungkan niat untuk presentasi di conference ini. Bahkan salah satu surat pengajuan saya ke kantor saat itu sempat ditolak karena alasan bla bla bla :).
Tapi tidak berhenti sampai disitu, rupanya penolakan itu malah mendorong saya untuk berusaha mengurus surat pengajuan grant saya dengan alternatif lainnya. Saya bertemu dan berdiskusi dengan beberapa rekan juga kerabat untuk meminta masukan dan rekomendasi mengenai bantuan grant tsb. Akhirnya 3 minggu sebelum tanggal keberangkatan ke Seoul, seluruh berkas-berkas grant yang saya ajukan telah di terima oleh Direktorat Riset di UI.  And my heartfelt thanks kepada Prof. Bambang Wibawarta, Dr. Lily Tjahyandari (FIB UI) yang men-support keikutsertaan saya di ICBMR conference ini.
Dan juga my gratitude kepada Dr. Arie Soesilo yang juga men-support keikutsertaan saya untuk presentasi di conference ICBMR dengan bantuan dari Direktorat Alumni.

Lesson learned : To be rejected is not a failure and should not be treated so. This is not to say you should give up trying to achieve your goals but in fact you should continue to try with the new understanding that you now have from the lesson learnt.  

-  * Perjuangan belum berhenti hehee. Sementara proses pengajuan bantuan (grant) saya lakukan, saya dan bu gita berkomunikasi secara intens by email untuk menyiapkan paper kami, mengoreksi setiap detailnya, me-revisi beberapa point, dan menyiapkan slide PPT untuk presentasi kami di ICBMR. Satu hal yang tidak terlupa adalah dalam persiapan conference ini, hehe saya sampai rutin berlatih presentasi di 2 minggu sebelum jadwal keberangkatan. Dan latihan presentasi itu tak hanya saya sendiri, tapi saya membuat simulasi bersama teman jadi seolah saya sedang mempresentasikannya langsung dalam conference tsb J. Untuk persiapan yang satu ini, saya harus terima kasih untuk my best friend Erni Adelina yang siap membantu dengan senang hati.
Urusan perjalanan juga tidak ketinggalan harus disiapkan satu demi satu : baik visa, tiket, mencari informasi untuk rekomendasi hotel, reservasi, perlengkapan untuk cuaca dingin selama di Seoul dan bermacam printilan penting lainnya yang perlu disiapkan segera J.

Finally, paper + slide presentasi beres di satu hari sebelum jadwal keberangkatan ke Seoul. Dan berbagai urusan lainnya, Puji Tuhan berjalan lancar. So, waktunya saya berangkat bersama ibu di 5 November untuk perjalanan kami ke Seoul, Korea. Tak hanya Conference tentunya, tapi kami juga berusaha menggunakan moment ini untuk menikmati dan meng-eksplore Korea. 
business and management

The 8th ICBMR (2) Presentation Time

18.27


Yiayy!! I feel excited and little bit nervous. Ini adalah pengalaman pertama saya presentasi di International Conference untuk mempresentasikan hasil riset/ makalah penelitian. Saya bersyukur dengan kesempatan ini karena mendorong saya untuk belajar banyak hal. 
Setelah preparation time beberapa bulan, akhirnya 7 November 2013 Penny Hutabarat, MSM dan Gita Gayatri, PhD mempresentasikan riset nya di The 8th ICBMR (International Conference on Business & Management Research) 2013 di Seoul, 
tepatnya di Sungkyunkwan University.

Jadwal presentasi saya & mrs. Gita berlangsung di pukul 15.00 waktu Seoul. Mulai pukul 12.00 saya sudah tiba di Hall tempat berlangsungnya conference ICBMR untuk lunch bersama para peserta conference dan mengikuti Plennary Speech oleh beberapa Keynote Speakers dari pukul 13.00 – 14.30. Hampir 1 tahun setelah sidang thesis saya tidak bertemu bu Gita dan kami hanya berkomunikasi dan berkolaborasi untuk paper ini melalui email. Hal pertama setibanya di venue conference, saya langsung mencari beliau dan senangnya bisa bertemu untuk kami presentasi bersama di hari itu. Saat bertemu kami masih membahas materi paper yang akan dipresentasikan hehe maklum sepertinya kami berdua sama-sama orang yang detail dan perfeksionis hihi.

Tibalah waktu presentasi. Dan yaa..saya deg-deg an, sampai sempat terlintas “wah..rasanya mending gw disuruh nyanyi dech, daripada presentasi riset/ penelitian deg-degan nya lebih luar biasa”:). Saya berdoa dalam hati dan oke saya siap presentasi dengan tenang dan fokus.
Part awal dari paper kami dipresentasikan oleh saya, lalu part berikutnya dipresentasikan oleh mrs. Gita. Usai presentasi, beberapa pertanyaan dari audience berhasil kami jawab bersama dan presentasi berjalan dengan sangat lancar.

Lesson learned : Terkadang atau mungkin seringkali..kita meragukan kemampuan dan talenta diri. Padahal Tuhan telah memberikan talenta dan memperlengkapi kita untuk mampu mengerjakan tugas-tugas kita. So...di setiap kesempatan, jangan ragu dan takut selama kita sudah mempersiapkan apa yang menjadi bagian kita dan berupaya yang terbaik. There are saying “God will answer our prayers..If we do our part!”.

Setelah presentasi selesai, saya mengobrol santai dengan bu gita dan saya ingat kira-kira dia mengatakan ke saya “janji saya sudah tercapai ya mba, tahun 2012 lalu kan rencana kita tertunda. Dan sekarang sudah terwujud!”.
I’m so grateful, atas kesempatan yang Tuhan anugerahkan dan juga pembimbing serta partner yang smart, sabar &baik hati seperti mrs. Gita :). Mission Accomplished!



Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top