• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

impian

A Spine-Tingling Conversation :Kalau bukan sekarang, kapan lagi!

02.19
Siang ini saya dikunjungi oleh seorang teman, sekaligus saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan di suasana setelah lebaran. Kami juga ngobrol tentang aktivitas masing-masing. 
Kami selalu antusias berdiskusi apalagi bila itu berhubungan dengan musik. Teman saya ini salah satu yang sering memancing ide-ide brillian muncul dari percakapan kami :). Iya cukup mengenal saya, terutama dalam pekerjaan, studi dan perjalanan bermusik saya. 

Ada satu hal yang begitu "menyengat" saya dari diskusi kami ini..a spine-tingling conversation ..yaitu saat teman saya ini mengatakan : "Kamu udah punya semuanya (red : resources untuk berkembang di dunia musik). Dan kalau bukan sekarang, ya kapan lagi. Yang penting cuma kamu jangan takut salah, mungkin di karya pertama (red : awal) ada yang kurang, itu biasa..tetap kerjakan aj..nanti di karya berikutnya (kedua, ketiga, keempat, kelima) pasti jauh lebih baik". 

Kata-katanya dalam  perbincangan ini, sejenak 'menyengat' dan memotivasi saya. Selain karena dia sosok yang jarang memberikan pujian yang personal dan tipe orang yang sedikit berbicara banyak bertindak :), saya tau dia mengatakannya dengan objektif dan serius. Keragu-raguan yang kadang muncul di benak saya tentang passion project  yang saya kerjakan, seolah makin terkikis setelah mendengar perkataan teman saya itu. Saya lebih yakin untuk mengerjakannya. 

Apakah gagal atau berhasil itu bukan tujuan saya. Tapi berbagi dan belajar dari prosesnya, itu hadiah berharga untuk saya. 


Dear God, may You bless my passion and dreams. I don't do my work and passion for fame, recognition, accolades or notoriety. I do it because i cannot not sing and write. I want to use my talent for Your glory.

art work

Steps to Working on Your Dream Project (2)

21.19
#Dengarkan kritik, namun jangan berhenti berusaha
Kritik ada yang membangun, namun ada juga yang dapat mematahkan semangat kita dalam menjalani project. Jangan biarkan kritikan mematahkan semangatmu bila kamu sudah yakin dan commit memulai dan mengerjakan prosesnya. 

Kritikan yang baik dan membangun..kita buat itu sebagai pemacu untuk melakukan project dengan lebih baik. Terkadang kritik tak semuanya buruk, saya pernah mendapatkan kritik dari seorang pengelola label music namun itu justru membuka cara berpikir saya. Seorang pengelola independent label pernah mengatakan “mengerjakan album karya musik, tidak usah buru-buru. Yang penting kualitasnya dan concern kita untuk memberikan yang terbaik buat orang yang mendengarkan musiknya”. 

Dan itu menjadi salah satu input yang baik dalam proses persiapan project saya, awalnya saya merancang untuk dikerjakan dalam periode 6 bulan. Namun setelah mempertimbangkan berbagai hal dengan realistis, dan mendapat masukan yang bermanfaat....saya menjalani project musik ini dengan lebih mengalir, tetap mengagendakan waktu tapi tidak terburu-buru, dan hasilnya saya merasa lebih optimal karena saya dan orang-orang yang terlibat dalam pengerjaan project ini sangat concern dengan kualitas musik dan lagu yang kami hadirkan. 

Dan salah satu harapan saya dan teman-teman yang mempersiapkan mini album ini adalah agar para pendengar dapat secara positif merasakan dan memiliki lagu ini. Hal itu hanya akan dapat tercapai bila kami mengerjakannya dengan sungguh dan concern terhadap kualitas dari karya yang kami sajikan ini.

# Jangan Malu untuk Meminta Bantuan
Taukah bahwa orang-orang di sekeliling kita : rekan kerja, saudara, kerabat, kolega, teman-teman...mereka bersedia membantu kita lho. Namun kita sebagai pelaksana project sebaiknya tidak berekspektasi terlampau tinggi karena nantinya bisa kecewa. Yang penting, kita tak malu untuk meminta bantuan karena mereka sesungguhnya siap untuk memberikan ide, pendapat, dan bahkan bantuan pada kita. 

Yang seringkali terjadi adalah kita ragu, takut atau sungkan untuk meminta bantuan. Jangan mengandalkan diri kita sendiri, kita harus berkolaborasi dengan orang lain..membuka kesempatan untuk mereka juga dapat berkarya dan berkreasi. Itu lebih menyenangkan bukan? :)

Beberapa persiapan dalam project mini album saya, misalnya,  seperti pembuatan website, design cover CD...dibantu oleh teman-teman yang dengan senang membantu saya. Saya sangat appreciate sekali dan rasanya tidak sabar untuk mencantumkan nama-nama mereka pada credit title yakni orang-orang berjasa yang mendukung project impian ini. 

Yukk..ajak temanmu untuk kolaborasi. Ini juga berarti Berbagi Kesempatan dengan mereka untuk ikut berkarya!

Related post : 
*Steps to working on your dream project (1)
*Start working on Your Dream Project 
art work

Steps to Working on Your Dream Project (1)

21.04
# Jangan tunggu sampai sempurna, lakukan mulai sekarang!
Pernah mendengar kalimat Zig Ziglar berikut ini : “You don’t have to be great to START, but you have to START to be great”! Ya..kendala yang seringkali kita hadapi dalam mengerjakan sesuatu adalah memulainya (Start). Apalagi bila kita tipe yang menunggu sampai sesuatu disusun dengan sempurna, lalu baru dikerjakan. Hasil yang terjadi, bisa jadi pekerjaan itu tak kunjung dimulai dalam bentuk  tindakan nyata atau tak kunjung terwujud. 

Saya mencoba menerapkan prinsip ‘StartNow’  ini dalam proses pengerjaan project musik (mini album). Saya tidak ingin berkutat lama pada bagan-bagan dan tabel perencanaan yang saya susun dan tuangkan dalam Project Planning . Saya merasa harus do action selangkah-demi selangkah. Yang penting blue print awal untuk arah dan guidance bagi kita mengerjakannya sudah ada, misalnya seperti big why, tujuan (goals), harapan yang ingin dicapai, value yang dapat dibagikan dan bermanfaat bagi orang lain, orang-orang yang akan terlibat dalam project ini dst. 

Sambil berjalan, (pada prosesnya), kita akan menemukan dan mengembangkan hal-hal penting lainnya untuk mengoptimalkan bahan dasar yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Misalnya strategi pemasaran dan ide kreatif  yang hendak kita terapkan pada suatu project....sambil berjalan kita akan menemukan dan dapat menyatukannya ke dalam rencana awal project. 

Tak kalah penting adalah sikap “Jangan Menunda-nunda”. Lakukan atau cicil kerjakan setiap hari dengan tekun. Apakah itu menyisihkan waktu 15 menit, 20 menit atau mungkin 1 jam per hari untuk progress berkala dari tahapan-tahapan yang kita kerjakan. Ketika kita bisa dan mampu mengerjakannya tapi menunda beberapa minggu, bulan dan bahkan tahun......bisa jadi kita tak akan mengerjakannya sama sekali. Jadi, Do.It. Now!

# One Step at a Time
Jangan paksakan diri kita untuk melakukan sekaligus berbagai hal dalam project tsb. Tentukan mana yang menjadi prioritas dari daftar (list) rencana tindakan, perhatikan mana yang high-impact untuk didahulukan pengerjaannya, tanyakan pada dirimu apa point awal yang perlu dilakukan untuk bisa move forward dengan project ini, dan perhatikan pula mana dari daftar tsb yang bisa kamu cicil kerjakan satu demi satu secara rutin.

Rencana waktu (Timeline) menjadi alarm untuk kita.  Namun di satu sisi, kita juga tetap perlu fleksibel dengan rencana waktu (timeline) tsb agar tidak stress atau exhausted .  Walau tak semua harus strict sesuai dengan timeline yang kita rancang, tapi paling tidak  timeline yang realistis memudahkan kita untuk punya gambaran jangka pendek ataupun jangka panjang pada project. Kuncinya, have fun dan nikmati proses dalam kamu berkarya!

A step at a time is how you’ll make tremendous progress!   


(LANJUTAN) :
* Steps to Working on Your Dream Project (2) 

impian

Start Working on Your Dream Project

20.59
Tentu kita punya project impian kan? Apakah itu yang berhubungan dengan hobbi, passion atau yang didorong dari keinginan untuk berbagi dan membantu orang lain. Project impian bisa jadi kenyataan bila kita mau memulai dan berusaha fokus untuk mewujudkannya. Setuju? :)


Terkadang mengucapkannya tidaklah sulit, tapi menuliskan..merancang dan mengerjakannya dalam tindakan..itu yang sulit dan menjadi tantangan. 

Senjata ampuh untuk memulainya dalam tindakan adalah semangat, antusiasme, passion dan tentu keyakinan untuk mengerjakannya.  


===

Akhirnya pada akhir 2012 lalu, saya memulai project impian yang sebenarnya sudah saya cita-citakan dari beberapa tahun sebelumnya. Saat itu, di akhir tahun 2012, rasanya adalah waktu yang pas untuk saya mulai (serius) merancang dan mempersiapkan tahap awal untuk project impian saya. Selain saat itu saya telah menyelesaikan studi, semangat saya pun sedang menyala-nyala karena saya sedang hobi-hobinya membaca buku tentang music business, music marketing, sebagaimana thesis saya saat lulus kala itu.. yang berhubungan erat dengan topik music management.


Di awal...START merancang project, ada 2 – 3 list project musik yang saya tuliskan dan visualisasikan. Namun setelah memikirkannya kembali, ada baiknya saya mulai dengan 1 (satu) dari list project musik tsb dan mengoptimalkannya. Apakah itu ? Ya, saya punya kerinduan untuk berbagi karya lagu ciptaan saya pada banyak orang melalui mini album/ EP (extended player). 


Setelah memantapkan diri untuk START dan fokus pada project mini album tsb, saya mulai mengumpulkan dan menggarap kembali lagu-lagu ciptaan saya sambil menyusun rancangan project yang akan dikerjakan. Action pertama, saya  menghubungi teman band saya dulu, Freddy Jhonny, yang juga masih meniti passion nya dalam bermusik hingga saat ini. Kami diskusi dan mulai mengambil gitar dan piano untuk menggarap kumpulan lagu-lagu  ciptaan. Dalam proses mempersiapkan lagu, saya tetap berkomunikasi dan berdiskusi dengan teman-teman, keluarga maupun saudara untuk mendapatkan masukan dan gagasan.  Tak hanya teman-teman di bidang musik, tapi juga teman-teman pendengar/ pecinta musik yang seringkali juga punya gagasan luar biasa untuk musisi independent seperti saya ini :).


Dan satu hal yang tak kalah bermanfaat saat kita mengerjakan project adalah tetap menggali informasi dan jangan berhenti belajar. Saya membaca beberapa buku yang memberikan insight berharga, yang tentu juga bisa kamu baca (apakah project impian itu berhubungan dengan musik atau tidak, kamu bisa membaca beberapa daftar buku yang saya baca ini, recommended :) ... seperti :

        Purple Cow (author : Seth Godin)
       Six-Figure Musician (author : David Hooper)
       New Music Strategies (author : Andrew Dubber)
       $ 100 StartUp (author : Chris Guillebeau)
       Sometimes You Win, Sometimes You Lose Learn  (author : John Maxwell)


 Nah, setelah menentukan dream project (project impian) yang kamu commit akan kerjakan, lalu diskusi, brainstorming, mencari ide dan gagasan sambil tetap mengerjakan karya dalam project tsb, apa yang harus dilakukan berikutnya? Saya ingin berbagi dengan kamu mengenai langkah (steps) untuk working on your dream project disini

independent musician

Menantikan..karya #VenitaMusic

03.43
Rasanya 'deg-degan' saat karya musik dan lagu yang selama 1 1/2 tahun terakhir dikerjakan, akhirnya nyaris..hampir..selesai diproduksi. 

Saya merasakan setiap proses dalam pengerjaan karya musik ini sebagai anugerah.
Dalam proses-nya, tidak semua berjalan mulus. Tapi hati ini bersyukur karena banyak lesson learned  dan pembelajaran yang saya tuai dalam memproduksi karya musik, dan kehadiran teman-teman bahkan orang-orang yang mendukung karya ini adalah miracle yang patut saya syukuri. 

Bagi saya mimpi mewujudkan karya musik dan lagu ini adalah kerinduan...kerinduan untuk membagikannya kepada banyak orang.  

Semoga lagu-lagu yang penuh kerinduan untuk dibagikan ini....nantinya boleh sampai di telinga dan hati kamu  :)

i'm longing to brings sweet pop into your ears and love into your heart

bountiful eyes

Di balik jendela "Bountiful Eyes"

01.42
Saat menulis ini, saya duduk mendengarkan aransemen baru untuk #BountifulEyes sambil meneguk secangkir teh dan menikmati setiap alunan melodi lagu ini. Saya duduk tepat di sisi balik jendela sehingga dapat menatap jelas pemandangan indah ke arah luar. 

Musik yang mengalun lembut pada lagu ini, membuat saya lagi (lagi) merinding, terbawa dalam setiap untaian lirik dan cerita yang tersirat pada #Bountiful Eyes. Saya teringat dan membayangkan saat lagu ini saya tulis setahun lalu. Betapa bersyukurnya hati ini saat lagu yang melodi dan liriknya saya bayangkan, rasakan dan tuangkan dalam pilihan kata dan nada....kini telah menjadi satu kesatuan dalam sebuah lagu yang tercipta.

Satu kata : keindahan! Seperti pemandangan di balik sisi jendela yang 'menemani' saya kala menikmati lagu ini...ya...pemandangan yang indah mesti tak semua tampak terlihat jelas. 

Lagu "Bountiful Eyes' berkisah tentang harapan. Saya menuliskannya saat perasaan berada dalam 'awan mendung', namun saya penuh keyakinan dan harapan bahwa 'awan mendung' itu akan berganti menjadi 'warna-warni pelangi'. Lagu yang universal ini mewakili rasa yang tentu kita pernah kecap : pahit-manis, naik-turun..namun kita akan selalu bersyukur karena keindahan selalu menghiasi dan hidup kita ada untuk menjadi berkat dan keindahan tuk sekeliling kita. 

Seperti memandang di balik jendela dari sisi lain, melihatnya dalam terawang "bountiful eyes"..mata yang berlimpah...yang penuh harapan dan believe. Di saat itu hati kecil kita bersuara dan berbicara dalam diri "seeing through bountiful eyes....coz we are meant to live a blessed life".

Semoga lagu ini dapat saya bagikan ke banyak orang...untuk berbagi rasa, harapan dan keindahan :)

#BountifulEyes
moment dan inspirasi

Don`t Stop, Keep Believing

02.33
Hampir  dua tahun belakangan, saya mempelajari music marketing dan mempersiapkan salah satu project musik. Prosesnya tidak selalu mulus dan mudah. Merancang business plan-nya cukup mengasyikkan, meski saya tau implementasinya tentulah sangat menantang dan perlu kerja keras.
Tapi mimpi dan harapan mewujudkannya begitu besar, sehingga saya belum berhenti mengerjakannya. 

Gagal menjadi sebuah motivasi yang memecut saya untuk tidak berhenti dulu. saya memulai dengan apa yang saya miliki dulu, mencoba secara realistis melihat assets yang dimiliki untuk mulai mengembangkannya. Assets disini bukan selalu pada bentuk modal (financial), tapi juga assets seperti resources, kompetensi, networking dan infrastruktur yang dapat mendukung project ini berjalan. 

satu tahap berjalan di awal project ini pada awal Januari 2013, dan hasilnya belum sesuai dengan gambaran yang saya bayangkan. Tahap ini : gagal. Lalu membuat saya berfikir ulang, dan memperjelas kembali konsep yang akan dikembangkan. Dalam proses itu, saya bertemu dan berbincang-bincang dengan beberapa teman.Tidak jarang, muncul penyempurnaan ide dan gagasan sederhana dari teman-teman. Dukungan mereka untuk salah satu project impian saya ini, membuat saya semakin yakin dan keep going. 

Tahap kedua, saya lebih perlahan dan tidak terburu-buru dan mencoba melihat kesempatan dengan lebih `peka`. Puji Tuhan, saya bertemu dengan seorang Arranger yang kompeten dan professional untuk bekerjasama mewujudkan project musik ini. Prosesnya mengalir, dan sambil berjalan saya tetap menulis lagu, menyanyi dan melakukan riset untuk project ini. 

Tahap ketiga, saya mencoba berdiskusi dengan salah seorang pemilik label music dan menyampaikan contoh karya saya. Di tahap ini saya belum berhasil karena saya tau label cenderung lebih melihat `profit` diibandingkan orisinalitas karya. Namun, saya dapat satu pelajaran dari diskusi tsb, yang membuat saya memantapkan langkah untuk mengerjakan project musik ini secara independent. 

Pertimbangan terbesar dari musisi independent tentulah budget (modal) untuk mewujudkan karya.  Tak ingin khawatir dengan faktor itu, saya tetap mengerjakan karya musik ini sambil memikirkan untuk mencoba solusi kreatif lainnya seperti crowdfunding, ataupun mencari sponsor. bila itu belum berhasil, saya bersiap-siap untuk investasi sebagian tabungan untuk project ini. Mungkin kedengarannya take a risk sekali, tapi saya sadar kita melakukan atau tidak melakukan sesuatu pun tentu ada resikonya. 

sekarang, saat saya menuliskan ini, saya sedang duduk sambil mendengarkan lagu `Time after time`. saya duduk disini karena janji meeting dengan calon sponsor terpaksa batal (cancel). sedikit agak kecewa, tapi hati saya mengatakan jangan berhenti dulu untuk proses mewujudkan project ini. Mungkin `time after time` saya ragu apakah mungkin mewujudkannya, tapi `time after time` saya merasa passion dan mimpi ini terus menyala untuk diwujudkan. May God bless me and this dream.

Tiba-tiba saya teringat, seorang guru english saya mengatakan `Penny, kamu passionate sekali, saya bisa melihat itu bahkan ketika kamu bercerita tentang musik dan mimpimu, kamu seperti berbinar-binar dan penuh keyakinan`.Dan ya dia benar, saya belum mau berhenti dulu untuk mewujudkannya. Pepatah mengatakan `banyak jalan ke Roma`? ya, saya yakin untuk sesuatu yang diniatkan dengan baik dan dijalani dengan sungguh, akan menemukan jalannya. Mungkin tidak seperti rancangan waktu (timeline) yang saya rencanakan, tapi sesuai rancangan dan waktu Tuhan.

Don`t stop, keep believing!
15052014

moment dan inspirasi

Hand and Heart

05.54
Ketika kaki sudah tidak tahan berdiri, Berlututlah
Ketika tangan sudah tidak tahan menggapai, Lipatlah.
Ketika kepala sudah tidak tahan ditegakkan, Menunduklah.
HAND

Ketika pikiran bekerja terlampau keras, Beristirahatlah.
Ketika mulut tak mampu mengeluarkan kata-katanya, Berdoalah dalam hati.
Ketika hati menyimpan semua kata dan cerita, Bersyukur dan Tersenyumlah.
HEART

#og/ph
Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top