• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

independent musician

Menantikan..karya #VenitaMusic

03.43
Rasanya 'deg-degan' saat karya musik dan lagu yang selama 1 1/2 tahun terakhir dikerjakan, akhirnya nyaris..hampir..selesai diproduksi. 

Saya merasakan setiap proses dalam pengerjaan karya musik ini sebagai anugerah.
Dalam proses-nya, tidak semua berjalan mulus. Tapi hati ini bersyukur karena banyak lesson learned  dan pembelajaran yang saya tuai dalam memproduksi karya musik, dan kehadiran teman-teman bahkan orang-orang yang mendukung karya ini adalah miracle yang patut saya syukuri. 

Bagi saya mimpi mewujudkan karya musik dan lagu ini adalah kerinduan...kerinduan untuk membagikannya kepada banyak orang.  

Semoga lagu-lagu yang penuh kerinduan untuk dibagikan ini....nantinya boleh sampai di telinga dan hati kamu  :)

i'm longing to brings sweet pop into your ears and love into your heart

bountiful eyes

Di balik jendela "Bountiful Eyes"

01.42
Saat menulis ini, saya duduk mendengarkan aransemen baru untuk #BountifulEyes sambil meneguk secangkir teh dan menikmati setiap alunan melodi lagu ini. Saya duduk tepat di sisi balik jendela sehingga dapat menatap jelas pemandangan indah ke arah luar. 

Musik yang mengalun lembut pada lagu ini, membuat saya lagi (lagi) merinding, terbawa dalam setiap untaian lirik dan cerita yang tersirat pada #Bountiful Eyes. Saya teringat dan membayangkan saat lagu ini saya tulis setahun lalu. Betapa bersyukurnya hati ini saat lagu yang melodi dan liriknya saya bayangkan, rasakan dan tuangkan dalam pilihan kata dan nada....kini telah menjadi satu kesatuan dalam sebuah lagu yang tercipta.

Satu kata : keindahan! Seperti pemandangan di balik sisi jendela yang 'menemani' saya kala menikmati lagu ini...ya...pemandangan yang indah mesti tak semua tampak terlihat jelas. 

Lagu "Bountiful Eyes' berkisah tentang harapan. Saya menuliskannya saat perasaan berada dalam 'awan mendung', namun saya penuh keyakinan dan harapan bahwa 'awan mendung' itu akan berganti menjadi 'warna-warni pelangi'. Lagu yang universal ini mewakili rasa yang tentu kita pernah kecap : pahit-manis, naik-turun..namun kita akan selalu bersyukur karena keindahan selalu menghiasi dan hidup kita ada untuk menjadi berkat dan keindahan tuk sekeliling kita. 

Seperti memandang di balik jendela dari sisi lain, melihatnya dalam terawang "bountiful eyes"..mata yang berlimpah...yang penuh harapan dan believe. Di saat itu hati kecil kita bersuara dan berbicara dalam diri "seeing through bountiful eyes....coz we are meant to live a blessed life".

Semoga lagu ini dapat saya bagikan ke banyak orang...untuk berbagi rasa, harapan dan keindahan :)

#BountifulEyes
moment dan inspirasi

Don`t Stop, Keep Believing

02.33
Hampir  dua tahun belakangan, saya mempelajari music marketing dan mempersiapkan salah satu project musik. Prosesnya tidak selalu mulus dan mudah. Merancang business plan-nya cukup mengasyikkan, meski saya tau implementasinya tentulah sangat menantang dan perlu kerja keras.
Tapi mimpi dan harapan mewujudkannya begitu besar, sehingga saya belum berhenti mengerjakannya. 

Gagal menjadi sebuah motivasi yang memecut saya untuk tidak berhenti dulu. saya memulai dengan apa yang saya miliki dulu, mencoba secara realistis melihat assets yang dimiliki untuk mulai mengembangkannya. Assets disini bukan selalu pada bentuk modal (financial), tapi juga assets seperti resources, kompetensi, networking dan infrastruktur yang dapat mendukung project ini berjalan. 

satu tahap berjalan di awal project ini pada awal Januari 2013, dan hasilnya belum sesuai dengan gambaran yang saya bayangkan. Tahap ini : gagal. Lalu membuat saya berfikir ulang, dan memperjelas kembali konsep yang akan dikembangkan. Dalam proses itu, saya bertemu dan berbincang-bincang dengan beberapa teman.Tidak jarang, muncul penyempurnaan ide dan gagasan sederhana dari teman-teman. Dukungan mereka untuk salah satu project impian saya ini, membuat saya semakin yakin dan keep going. 

Tahap kedua, saya lebih perlahan dan tidak terburu-buru dan mencoba melihat kesempatan dengan lebih `peka`. Puji Tuhan, saya bertemu dengan seorang Arranger yang kompeten dan professional untuk bekerjasama mewujudkan project musik ini. Prosesnya mengalir, dan sambil berjalan saya tetap menulis lagu, menyanyi dan melakukan riset untuk project ini. 

Tahap ketiga, saya mencoba berdiskusi dengan salah seorang pemilik label music dan menyampaikan contoh karya saya. Di tahap ini saya belum berhasil karena saya tau label cenderung lebih melihat `profit` diibandingkan orisinalitas karya. Namun, saya dapat satu pelajaran dari diskusi tsb, yang membuat saya memantapkan langkah untuk mengerjakan project musik ini secara independent. 

Pertimbangan terbesar dari musisi independent tentulah budget (modal) untuk mewujudkan karya.  Tak ingin khawatir dengan faktor itu, saya tetap mengerjakan karya musik ini sambil memikirkan untuk mencoba solusi kreatif lainnya seperti crowdfunding, ataupun mencari sponsor. bila itu belum berhasil, saya bersiap-siap untuk investasi sebagian tabungan untuk project ini. Mungkin kedengarannya take a risk sekali, tapi saya sadar kita melakukan atau tidak melakukan sesuatu pun tentu ada resikonya. 

sekarang, saat saya menuliskan ini, saya sedang duduk sambil mendengarkan lagu `Time after time`. saya duduk disini karena janji meeting dengan calon sponsor terpaksa batal (cancel). sedikit agak kecewa, tapi hati saya mengatakan jangan berhenti dulu untuk proses mewujudkan project ini. Mungkin `time after time` saya ragu apakah mungkin mewujudkannya, tapi `time after time` saya merasa passion dan mimpi ini terus menyala untuk diwujudkan. May God bless me and this dream.

Tiba-tiba saya teringat, seorang guru english saya mengatakan `Penny, kamu passionate sekali, saya bisa melihat itu bahkan ketika kamu bercerita tentang musik dan mimpimu, kamu seperti berbinar-binar dan penuh keyakinan`.Dan ya dia benar, saya belum mau berhenti dulu untuk mewujudkannya. Pepatah mengatakan `banyak jalan ke Roma`? ya, saya yakin untuk sesuatu yang diniatkan dengan baik dan dijalani dengan sungguh, akan menemukan jalannya. Mungkin tidak seperti rancangan waktu (timeline) yang saya rencanakan, tapi sesuai rancangan dan waktu Tuhan.

Don`t stop, keep believing!
15052014

moment dan inspirasi

Hand and Heart

05.54
Ketika kaki sudah tidak tahan berdiri, Berlututlah
Ketika tangan sudah tidak tahan menggapai, Lipatlah.
Ketika kepala sudah tidak tahan ditegakkan, Menunduklah.
HAND

Ketika pikiran bekerja terlampau keras, Beristirahatlah.
Ketika mulut tak mampu mengeluarkan kata-katanya, Berdoalah dalam hati.
Ketika hati menyimpan semua kata dan cerita, Bersyukur dan Tersenyumlah.
HEART

#og/ph
books review

#ReviewBuku : `The 20 Things You Must Know About Music Online`

22.43

Buku ini menggali tentang new music strategies untuk membantu small-medium music business dan para independent artis dalam menggunakan online teknologi.

Kita selalu mendengar bahwa music business has changed. Ini tidak sepenuhnya benar, pada faktanya adalah it`s changing ~ ini dua hal yang berbeda. Menghadapi perubahan tsb adalah salah satu tantangan terbesar bagi independent music business. Cara terbaik adalah dengan betul-betul memahami apa yang terjadi dan mempelajari perubahan yang muncul di sekeliling kita, sehingga kita dapat beradaptasi dan meresponnya dengan tepat.

Andrew Dubber, penulis buku ini, membagikan beberapa langkah dan catatan penting untuk dapat mengimplementasikan new music strategies. Tak perlu memaksakan diri menjadi computer-whiz, yang penting kita pahami basic principles-nya dan belajar melakukannya step by step.

Untuk membaca selengkapnya, kamu bisa download e-book nya yang tersedia di : http://newmusicstrategies.com/wp-content/uploads/2008/06/nms.pdf

Beberapa list dan point penting yang coba saya rangkum :

# Don`t Believe The HYPE
Hype adalah upaya mempromosikan atau mempubliikasikan (produk atau ide) secara intensif dan berlebihan. Don`t believe the hype! What sells a band/ singer is a Great Story! (Genuinely Great), Bila kita ingin membuat kemajuan dalam music business di suatu hari nanti, kita tidak bisa mengandalkan kisah sukses yang spektakuler dari Myspace (misalnya) dan kita juga tidak bisa terus khawatir atau takut dengan `lost sales` dari produk kita karena banyaknya free download saat ini.
Lebih baik kita melihat teknologi terkini sebagai tools untuk membantu kita beradaptasi dengan perubahan pada music industri. Dan tetap, jangan percaya Hype! Genuine Story jauh lebih baik dan long-lasting.

# Hear/Like/Buy
Musik adalah sesuatu yang unik ketika masuk ke dalam konsumsi media. Seperti buku dan film, umumnya konsumen akan membeli buku atau tiket nonton baru mengkonsumsinya. Meski sebenarnya konsumen belum tau betul apakah buku dan film itu menarik baginya. Tapi musik, bila dilihat dari music buying experience, sangat berbeda --> Cara paling tepat untuk mempromosikan musik adalah untuk membiarkan orang mendengarkannya lebih dulu. Bahkan kalau perlu berulang kali mendengarkannya. Setelah itu, bila kita sebagai musisi/ produsen cukup beruntung, barulah orang-orang yang mendengarkan musik tsb ingin tau lebih dekat, mencintai musik/ karya kita dan sooner or later mereka akan memiliki dan membeli karya musik atau album tsb.

Dua hal penting dalam music marketing yaitu bahwa music adalah tentang Familiarity dan Uniqueness.

Konsumsi musik, tidak hanya berkaitan dengan buying atau listening, Tetapi juga collecting, organising, dan making sense of the music in relation to a personal canon. So, let people hear your music repeatedly, grow to love your music, and make ur music become their collection.

# Opinion Leaders Rule

Promosi terbaik untuk karya musik kita adalah melalui trusted recommendation. Bayangkan juga metode yang dilakukan Amazon.com dengan model `people who bought this also bought that`.

# Customise
Kita tidak bisa mengikuti formula yang sama dengan musisi lainnya. Diferensiasikan dirimu dengan cara yang positive. Misalnya website seorang musisi >> tujuan website adalah untuk merefleksikan diri dan cara bagaimana kita ingin mengkomunikasikan karya tsb. Dan ini pasti berbeda untuk setiap orang, `think carefully`. itu sebabnya harus ada pembeda, tak bisa berjalan dengan formula yang sama.

# The Long Tail
Apa itu `The Long Tail`? ada 3 prinsip long tail :
- semakin banyak item/ product yang kamu sediakan, semakin orang-orang akan meng-eksplore `the non-hits`. (mereka akan bosan mencari yang hits dan mulai mencari yang non-hits misalnya karya-karya musisi independen yang unik & kreatif).
- semakin banyak item/ produk yang kamu sediakan, semakin banyak orang akan mengkonsumsi beragam atau berbagai jenis produk.
- semakin kita membuat suatu produk mudah untuk dicari dan didapatkan, semakin besar benefit yang akan didapatkan pada bisnis tsb.

Fakta penting tentang prinsip `The Long Tail` ini yaitu :
SUM Total dari economic value `Tail` (sesuatu yg non-hits) saat ini jauh semakin besar daripada SUM Total dari economic value `Head` (sesuatu yang hits).

# Web 2.0, Connect, Fewer Clicks, Accessibility

Web bukanlah brosur! tapi tempat dimana orang-orang bisa `gather and connect` dengan musisi/ artist dan sesama fans.
Bayangkan toko musik misalnya juga adalah cafe yang berfungsi sebagai centre of community (bersosialisasi, diskusi tentang musik, membeli produk musik dan mendengarkan musik)

Having a web is not a promotional strategy. If u`re going to have a website, u need to have a promotional strategy.
Promotional strategy harus dapat meng-generate traffic dan repeat business.

People connect with a story! The most important thing is to have a Story to Tell.


A single zip file is Better than 13 individual MP3. Fewer clicks!

Website harus mudah diakses (accessable).

# Cross-Promote, Distributed Indentity
Temukan bagaimana caranya agar online stuff dan offline stuff dapat terhubung (genuinely intersect). Semua yang dilakukan oleh music business dan musician (online dan offline) harus link-back ke Website.

Distribusikan identitas, strateginya melalui : email signature, blog comments, forum activity, social networking dan multiple sites.

# SEO, RSS Feed, Permission & Personalitation

SEO (Search Engine Optimation) sangat penting. Beberapa tips yaitu meta tags, header tags, link text, site map, content (keywords), updating content dan stick with your domain name.

RSS (Really simple syndication) dapat membantu untuk generate traffic, menemukan new audience, memposisikan web kita sebagai opinion leader dan membuat lebih attraktif. Beberapa rekomendasi untuk RSS : googlereader, del.icio.us, sage.

Permission & personalisation juga penting diperhatikan! Informasi yang kita kirimkan pada audience harus relevan, useful dan welcome. Lebih dari itu, personalise your content ; tidak hanya memikirkan tentang info yang akan disebarkan atau dibagikan pada audience tetapi juga pikirkan apa yang kira-kira sesuai dan ingin diketahui oleh audience tsb.
Dan yang terpenting, keep it simple! Don`t be long-winded! Umumnya orang-orang cenderung hanya scanning info yang kita kirimkan.

#Professionalism, Frequency is everything, Make it Viral
Website adalah tempat dimana kamu dapat me-manage perception dan memberikan impression. Myspace is NOT your web! and your Web is NOT a brochure!

Frekuensi yangrutin dan disiplin dalam mengelola konten web PENTING! Gunakan Content Management System (CMS), pre-plan things to talk about.

Make it Viral! Ini berarti menggunakan effective marketing : having a good story (video, audio atau text) ; USP (unique selling proposition) ; temukan strategi untuk membuat orang lain RETELL your story and RE-RETELL it!

#Forget product - sell relationship

Dalam music business and marketing, viral marketing tak akan efektif tanpa hubungan baik dengan audience. Tetap lakukan live performance, print publishing, broadcast dan synchronisation. Produk tak selalu segalanya, tuangkan perhatian juga pada hubungan dengan audience.

Last but not least : Conversation, Connectivity, Relationship.
buku

Cuplikan Buku `Whatever You Think, Think The Opposite`

01.28
Buku ini bercerita tentang keyakinan diri untuk bertindak dan manfaat dari keputusan yang keliru.
Paul Arden (author) memaparkannya dengan cara yang unik dari sudut pandang yang berbeda dari yang umumnya terpikirkan.

Berikut beberapa insight yang saya rangkum dalam cuplikan `Whatever You Think, Think The Opposite` :

#Berani untuk Mencoba Cara yang Tidak Biasa
- Atlet lompat tinggi dalam Olimpiade Meksiko, Dick Fosbury, melakukan cara yang tidak biasa. Umumnya atlet akan meloncati palang rintangan dengan menyejajarkan badan dengan palang, atau biasa disebut Western Roll. Tetapi atlet ini malah sebaliknya, ia melompat tapi tak menghadapkan badannya ke palang, justru membalikkan badan dan membelakangi palang.

Alhasil dia meraih rekor dunia dan melompat jauh lebih tinggi daripada siapapun sebelumnya dengan berpikir secara berlawanan dari orang-orang lain. Metode lompatan itu kemudian masih dipakai oleh banyak atlet sampai sekarang dan dikenal dengan Fosbury Flop.

# Berani Mengambil Keputusan (meski kadang Keliru)
- Tentu ada hal-hal yang akan kita sesali karena telah mengambil keputusan yang salah. Tapi salah bila kita terus mengambil keputusan yang aman dan masuk akal.
Yang menjadi persoalan dengan keputusan yang masuk akal adalah semua orang juga berpikiran sama.

# Ide Buruk yang Terwujud Masih Lebih Baik daripada Ide Bagus tetapi Tidak Dijalankan
- Ide merupakan masalah selera. Yang dianggap sebagai ide yang bagus bagi sejumlah orang dapat merupakan ide buruk atau membosankan bagi orang lain.
Ide yang bagus adalah solusi cerdik terhadap masalah. Namun jika sebuah ide tidak diambil dan digunakan sebagai solusi terhadap suatu masalah, ide tsb tidak ada harganya.

Ide itu menjadi non-ide bila hanya tersimpan di laci dan tak ada gunanya. Yang lebih parah daripada tidak berguna, ide tsb menjadi pemborosan ruang.
Jadi ide harus dapat diterapkan sebelum diakui sebagai ide yang bagus.

# Kerjakan, kemudian Perbaiki sambil Jalan
- Banyak orang yang menghabiskan banyak waktu mencoba untuk menyempurnakan sesuatu sebelum mereka benar-benar melakukannya.
Instead of waiting for perfection, run with what you`ve got, and fix it as you go.
moment dan inspirasi

Apresiasi `Tuk Bangun Masa Depan yang Lebih Baik

04.12
Apresiasi apakah semahal itu di negeri ini? Kita lebih sering mendengar berita yang menyeramkan bahkan cenderung negatif di masyarakat. Ya, memang ada berita baik dan positif. Namun intensitas berita yang cenderung negatif dan berita yang tidak membangun, lebih sering kita temui dan dengarkan.

Padahal banyak cerita inspiratif yang dapat digali. Berita positif yang menyegarkan tulang-tulang dan memacu semangat seolah tersembunyi di balik layar.
Dapat kita hitung misalnya program TV yang menyajikan berita baik yang menginspirasi seperti Kick Andy, Mata Najwa, Program Desy Anwar di Metro TV.

Lagi-lagi memang berita yang lebih `menjual` yang didahulukan seperti halnya program TV YKS, Fesbukers. `Menjual` disini karena dianggap program tsb mampu meraih rating karena menyenangkan dan entertaining banyak kalangan terutama kalangan menengah ke bawah.
Tapi (lagi-lagi) program TV seperti itu tak punya motivasi mendidik bila dihadirkan tanpa konsep yang jelas, menunjukkan unsur bullying dan kekerasan, unsur lawakan yang menghina dan menyudutkan orang.

Lebih dari 200 juta penduduk Indonesia yang menyaksikan TV setiap hari, apakah tayangan seperti itu yang terus-menerus akan dicekoki. Mirisnya bila stasiun TV yang masih menjadi media utama ini malah merusak generasinya sendiri karena alasan profit dan komersialisasi.
Sedihnya bila anak-anak negeri mengkonsumsi dengan rutin tayangan yang tak mendidik dan menganggap beberapa hal yang negatif yang dihadirkan pada tayangan itu sebagai hal yang lumrah. Jangan sampai anak-anak negeri ini jadi apatis.

Belum berimbang rasanya berita positif yang menggelorakan jiwa, yang menggetarkan semangat pabila dibandingkan berita negatif yang meremukkan tulang dan mendemotivasi jiwa-jiwa.

Jangan sampai 5, 10, 20 tahun ke depan..kita masih seperti ini. Anak-anak negeri perlu arahan, rel, panduan yang membawa mereka maju meraih impian-impian.

Mari kembali ke lingkungan terdekat dan lingkungan terkecil kita. Karna tak mungkin harapan itu dapat diraih tanpa memulainya dari upaya kecil yang konsisten dan menjadi kebiasaan baik. Misalnya, di dunia kerja, kita bisa memulai untuk membangun pribadi-pribadi yang menghargai dan mengapresiasi satu sama lain. Termasuk menghargai hasil kerja teman dan rekan sejawat, bawahan dll. Ubah mind set dan cara pandang. Kita ada untuk melayani bukan dilayani. Jadi sudah pasti kita harus lebih menghargai orang lain dan karya-karyanya. Sebenarnya sederhana, tapi sering (sungguh sering) kita lupa. Misalnya mengucapkan terimakasih, menghargai pencapaian bawahan dan rekan kerja. Memperhatikan dan peduli pada orang-orang di sekeliling kita misalnya dengan tulus berterimakasih pada janitor/office boy yang setiap hari membersihkan ruangan dan membuat kita merasa nyaman karna hasil kerja keras mereka juga.

Apresiasi bagi karyawan, tim kerja sangatlah penting. Meski mereka terlihat diam, bukan berarti tak bekerja. Seperti angsa, terlihat tenang di permukaan, namun sebenarnya kakinya sedang berupaya keras mendayuh agar dirinya terus maju.

Pada saatnya, apresiasi yang baik yang kita mulai dengan konsisten dalam lingkungan kecil akan menularkan kebaikan untuk lingkungan yang lebih besar. Mari Apresiasi orang lain, apresiasi hasil kerja dan karyanya. Beritakan kabar baik, kisah prestasi dan cerita inspiratif, segala yang positif yang mampu meretaskan jiwa-jiwa penyemangat. Bangsa kita sungguh haus dengan motivasi penyemangat jiwa yang kelak memberi perubahan ke arah yang lebih baik dan yang dapat kita banggakan bersama.
berbagi buku

Lik'ku Project

02.11
Di akhir minggu lalu, tepatnya 15 Maret 2014, muncul ide dalam pikiran untuk membuat project Menulis Cuplikan Buku. Project ini saya namakan Lik'ku.Singkatan dari 'Cuplikan Buku'. 

 Berangkat dari kesukaan menulis dan membaca buku, saya ingin berbagi dengan teman-teman. Awalnya, yang terlintas di pikiran adalah 'Berbagi Bacaan Inspiratif', yaitu koleksi buku saya (tidak banyak sich :)) ingin saya pinjamkan pada teman-teman khususnya di lingkungan terdekat seperti di kampus/ kantor. 
Inspirasi bisa datang dari mana saja kan : percakapan, gambar/ foto, tulisan dan buku bacaan. Beberapa buku dari koleksi saya, mendorong munculnya ide dan inspirasi. Saya ingin sekali berbagi dengan teman-teman, apabila mungkin buku-buku tersebut juga dapat menginspirasi tapi yang lebih penting dapat menambah wawasan dan open our mind. 

Jadi, Project Lik'ku ini sejalan dengan program "Bacaan Buku Inspiratif" yang baru saya mulai. Untuk "Bacaan Buku Inspiratif", langkah berbagi yang ingin saya lakukan adalah meminjamkan koleksi buku-buku inspiratif ke teman-teman dan mengajak mereka untuk juga ikut berbagi koleksi bacaan inspiratif nya. So...join and share!
Untuk Lik'ku, cakupannya saat ini adalah khusus pada penyajian cuplikan buku. Jadi dari buku-buku yang saya baca, saya akan membuat seperti summary dari apa yang saya baca, lalu insight yang saya peroleh dari buku itu dan berbagi dengan teman-teman untuk menambah cakrawala pengetahuan kita bersama. Cuplikan buku pertama yang sajikan yaitu Fokus (A Simplicity Manifesto).
Teman-teman yang tertarik untuk ikut membuat cuplikan buku dan hobby menulis, juga bisa join and share!

Let's start and make it happen! 

*Everything in this life will be more beautiful, if we SHARE it!
Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top