Dalam kesempatan bernyanyi pada Orasi Ilmiah, Dies Natalis 9
tahun Vokasi UI berkarya, saya
melantunkan persembahan lagu bersama Aditya Sidhi (gitaris dan penulis
lagu pada grup music Senar Senja). Kami membawakan lagu “What A Wonderful
World” dan “You Make My World So Colourful”. Lagu ini menjadi sajian penutup
dalam rangkaian event Dies Natalis tersebut.
![]() |
gitar : Aditya Sidhi (Senar Senja), piano : Ridho (vokasiUI)
|
Lagu “What a Wonderful World” (Louis Armstrong) merupakan lagu yang sederhana tapi sarat makna. Lagu ini bercerita bagaimana kita bersyukur dan menikmati anugerah Tuhan melalui apa
yang kita lihat, sentuh dan rasakan setiap hari. Bagaimana langit biru di pagi
hari dan temaram di malam hari, pohon yang hijau rimbun dan bunga-bunga yang
merekah, senyuman di wajah orang-orang di sekeliling kita menjadi sesuatu yang
bukan sekedar hal biasa tapi hal yang patut kita syukuri dan kagumi sebagai karya Tuhan.
this song is about consciously noticing the goodness in the world and appreciating it ~
Lagu "You Make My World So Colourful", menurut saya lagu yang indah....mengekspresikan kelembutan dan rasa syukur. Tentu orang terkasih di sekeliling kita menjadi bagian yang melengkapi warna-warni dan naik turun hari -hari kita.
ini video cuplikannya, mhn dimaklumi untuk output sound system yang kurang optimal :)
Enjoy it!
credit video : mr. Rahmat Rawyani
Hi teman, rasanya sudah lama saya tidak menulis di blog tercinta ini :) Saya selalu rindu menulis, tapi beberapa bulan ini saya (dengan senang hati) disibukkan oleh kegiatan bimbingan atau mentoring. Diantaranya membimbing sejumlah mahasiswa untuk Tugas Karya Akhir-nya, dan membimbing kelompok mahasiswa untuk Kegiatan Kewirausahaan.
Saya senang membaca artikel tentang mentorships, buku-buku tentang digital marketing, marketing communication, entrepreneurship, technopreneurship. Dan terbuka dengan buku-buku ber-genre lainnya :) . Yang menarik dengan pengalaman mentorship adalah bukan buku-buku dan teori-teori itu, tapi memahami karakter-karakter yang berbeda...yang punya latar belakang berbeda....interest dan passion yang berbeda...pandangan yang berbeda.
Namun tetap arahnya satu, bagaimana mentor membantu mentee dalam meraih potensinya, untuk mencapai goals dengan cara yang baik dan benar....mengarahkan mereka agar menggunakan ilmu nya untuk bermanfaat sebaik-baiknya, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga bagi orang lain. Kedengarannya mungkin klise. Tapi tidak! Tidak klise! Seorang mentor harus memperhatikan dan mengapresiasi proses menuju goals itu.
Proses-lah yang menjadi momentum bagi mentee (anak bimbingan) untuk bertumbuh, beradaptasi, memahami dirinya - mentor - dan orang lain, menemukan dan membangun sesuatu dari sekumpulan ide yang bercabang menjadi fokus dan terarah, dari titik-titik (dot..dot) yang kemudian mampu ia hubungkan untuk mencapai hasil ---> connecting the dot.
Saya melihat ada 2 (dua) kompetensi penting bagi mentor yakni emphatizing dan active listening. Rasa empathy dan komunikasi yang baik...menjadi begitu penting untuk kunci membangun kerjasama antara mentor dan mentee. Dan yang tidak kalah penting, juga cukup esensial adalah active listening. Tidak sedikit mentor yang membuat kekeliruan karena sekedar "hearing" dan tidak "listening". Hearing barulah tahap awal untuk listening. Dalam listening, kita melakukan interpretasi dari apa yang didengarkan dan mendapatkan pengertian.....melakukan evaluasi dari informasi yang didapatkan, lalu menentukan bagaimana akan menggunakan informasi itu sebaik mungkin.
Seorang mentor dapat men-transfer energinya, rasa percaya dirinya, membagikan pengalaman dan networks serta menjadi sounding board bagi mentee. Dan mentee juga mengasah kepekaan mentor untuk terus belajar.
Dalam perjalananmu, pasti kamu pernah menjadi mentee dan memiliki mentor yang membantu kamu menemukan potensi dalam diri...yang menginspirasi dan memberikan bekal tambahan yang baik dalam perjalananmu. Saya bersyukur memiliki sejumlah mentor dalam perjalanan saya. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menuliskan tentang my good mentor disini.
Dan suatu hari, ketika kamu dipercaya untuk menjadi mentor, gunakan kesempatan itu sebaik yang kamu bisa. Never stop learning! Saat menjadi mentor, sesungguhnya kita juga menjadi murid yang terus belajar dan berusaha memahami.
If You Never Stop Learning, You Can Never Stop Earning
(Bila kamu terus mau belajar, kamu juga akan terus produktif)
Sering kita tak mengerti, ketika masalah dan pergumulan terjadi. Kadang kita merasa perih, sedih, hancur. Di lain waktu, kita belajar untuk bangkit, kuat dan terus bergerak maju.
Hanya Tuhan yang mengenal setiap hati kita..ya kedalaman dan kesungguhan hati kita, Hanya Tuhan yang Maha tahu.
Kadang kita bertanya, mengapa Tuhan mengizinkan suatu masalah dan pergumulan terjadi. Di satu sisi kita merasa sudah melakukan yang baik. Tapi masalah tetap datang menghampiri.
Dan kita perlu bertanya dalam diri, apakah kita hanya mau menerima hal yang baik tapi tidak mau menerima hal yang buruk. Apakah kita mau menerima yang bagus tapi tidak mau menerima yang pahit. Hati kita terus diuji dan diasah, menyikapi yang baik dan buruk.
Berdiri tegak, bersyukur dan tersenyum di kala senang, tentu hal yang selalu bisa dan biasa kita lakukan. Namun berdiri tegak, bersyukur dan tetap tersenyum ketika masalah dan pergumulan sedang menghampiri bahkan masih mencekat di tenggorokan karena menahan perih, tentu bukan hal yang mudah kita lakukan.
Melalui masa itu, hati kita diuji. Melalui masa itu, hati kita belajar memahami. Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam perjalanan hidup kita, karena Ia sedang mempersiapkan kita tuk yg terbaik. Percayalah.
Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam langkah hidup kita, untuk kita mulai belajar berserah, melihat kemuliaanNya dalam pengalaman yang kita jalani , merasakan kasihNya dan pemeliharaanNya di setiap waktu.
Percayalah.
Walau mungkin proses yang kita jalani terasa berat, membuat kita berkali-kali patah harapan. Jangan..jangan menyerah.
Menerima, menjalani dan mensyukuri.
Tangan Tuhan sedang bekerja, mempersiapkan kita tuk yang Terbaik. Percayalah.
Mungkin saat ini kita tak melihatnya, karena masa depan hanya Tuhan yang Maha Tahu. Tapi lihatlah dengan iman percaya kita saat ini, bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera.
Jagalah hati kita untuk senantiasa terarah padaNya, tak jemu-jemu berharap padaNya.
Jagalah hati kita, karena dari sana terpancar kehidupan...yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan.
Percayalah. Tuhan sedang mempersiapkan yang Terbaik untuk kita, seturut kehendakNya.
Hanya Tuhan yang mengenal setiap hati kita..ya kedalaman dan kesungguhan hati kita, Hanya Tuhan yang Maha tahu.
Kadang kita bertanya, mengapa Tuhan mengizinkan suatu masalah dan pergumulan terjadi. Di satu sisi kita merasa sudah melakukan yang baik. Tapi masalah tetap datang menghampiri.
Dan kita perlu bertanya dalam diri, apakah kita hanya mau menerima hal yang baik tapi tidak mau menerima hal yang buruk. Apakah kita mau menerima yang bagus tapi tidak mau menerima yang pahit. Hati kita terus diuji dan diasah, menyikapi yang baik dan buruk.
Berdiri tegak, bersyukur dan tersenyum di kala senang, tentu hal yang selalu bisa dan biasa kita lakukan. Namun berdiri tegak, bersyukur dan tetap tersenyum ketika masalah dan pergumulan sedang menghampiri bahkan masih mencekat di tenggorokan karena menahan perih, tentu bukan hal yang mudah kita lakukan.
Melalui masa itu, hati kita diuji. Melalui masa itu, hati kita belajar memahami. Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam perjalanan hidup kita, karena Ia sedang mempersiapkan kita tuk yg terbaik. Percayalah.
Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam langkah hidup kita, untuk kita mulai belajar berserah, melihat kemuliaanNya dalam pengalaman yang kita jalani , merasakan kasihNya dan pemeliharaanNya di setiap waktu.
Percayalah.
Walau mungkin proses yang kita jalani terasa berat, membuat kita berkali-kali patah harapan. Jangan..jangan menyerah.
Menerima, menjalani dan mensyukuri.
Tangan Tuhan sedang bekerja, mempersiapkan kita tuk yang Terbaik. Percayalah.
Mungkin saat ini kita tak melihatnya, karena masa depan hanya Tuhan yang Maha Tahu. Tapi lihatlah dengan iman percaya kita saat ini, bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera.
Jagalah hati kita untuk senantiasa terarah padaNya, tak jemu-jemu berharap padaNya.
Jagalah hati kita, karena dari sana terpancar kehidupan...yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan.
Percayalah. Tuhan sedang mempersiapkan yang Terbaik untuk kita, seturut kehendakNya.
Tempat ini sederhana tapi berwarna, bila ditelusuri juga penuh makna
Berisi rekam perjalanan, dari seorang yang punya impian luar biasa
Ia menuliskan impiannya di dinding dan lantai sederhana. Membagikannya kepada orang lain.
And living his dreams.
Museum Kata Andrea Hirata -- inspiring people through words --
Bila travelling ke suatu kota atau negara, salah satu tempat terbaik untuk kamu kunjungi adalah museum. Histori yg berhubungan dengan suatu kota dan tempat, budaya, dan cara tokoh masyarakatnya memandang sesuatu....hampir mungkin dapat kita amati dan temukan dari museum.
September 2016 lalu, saya berkesempatan ke Belitung untuk Raker (rapat kerja). Kami menyempatkan berkunjung ke Museum Kata Andrea Hirata. Impresi pertama melihat museum ini adalah begitu berwarna, seperti warna-warni pelangi, bangunannya sederhana seakan menyatu dengan kampung di Kecamatan Gantong itu. Lokasinya tak jauh dari kampung Ahok, yang juga menjadi salah satu pilihan wisata di Belitung.
Lalu saya dan beberapa teman memilih untuk menelusuri museum ini. Kami membayar masing-masing Rp 50,000, - untuk tiket masuk ke museum. Dan dengan tiket itu, masing-masing pengunjung juga mendapatkan 2 (dua) gift buku serial dari Laskar Pelangi.
Masuk ke dalam Museum Kata, suasananya seperti masuk ke dalam rumah. Pengunjung merasa hangat, dekat....disambut dengan sederet kata-kata penuh inspirasi yang digantungkan di dinding maupun dituliskan di lantai. Rumah yang dijadikan Museum ini, penuh cerita tentang impian dan harapan..yang diterjemahkan begitu indah oleh Andrea Hirata.
Mulai dari ruang pertama di Museum, menyusuri ke ruang-ruang berikutnya....terpampang tulisan dan kata-kata dari tokoh besar dunia yang menginpirasi kehidupan Andrea Hirata. Lalu kata-kata yang dituliskan sendiri oleh Andrea Hirata. Begitupula kisahnya tentang Laskar Pelangi, gambar-gambar dari pemeran Laskar Pelangi, hingga prestasi internasional yang diraih Andrea Hirata sebagai penulis buku Laskar Pelangi (buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa untuk negara-negara di dunia).
Memperhatikan cerita dan kisah yang dibagikan Andrea Hirata, kita dapat melihat bahwa karya-karya nya berawal dari impian dan keyakinannya. Seorang anak dari keluarga sederhana, yang tinggal di perkampungan di Pulau Belitung, yang dengan tekad dan keyakinan dapat mewujudkan mimpinya untuk sekolah tinggi dan menjadi 'seseorang' yang kini menginspirasi banyak orang lewat tulisan dan karya-karyanya. Andrea Hirata, salah satu anak Belitung, juga anak Bangsa, yang membanggakan di dunia sastra internasional.
Mari melihat beberapa sudut yang berwarna-warni pelangi di Museum Andrea Hirata :
| Karya Buku Laskar Pelangi dalam berbagai bahasa terjemahan. International Editions. |
| Ruang keluarga di belakang Museum Andrea Hirata. Berisi histori tentang suasana masa kecil Andrea Hirata |
| Quotes |
| Partitur dan lirik lagu 'Negeri Laskar Pelangi' |
| Map Museum Andrea Hirata |
| international recognition of Andrea Hirata's "The Rainbow Troops" [Buku Laskar Pelangi] |
Jadi, bila liburan nanti kamu berencana travelling ke Belitung, jangan lupa masukkan tempat menarik ini dalam list perjalananmu. Selamat berkunjung ke Museum Andrea Hirata.
Buka mata, buka hati, buka telinga dan temukan inspirasi dari tempat ini :).
Hari ini, 30 November, saya mendapatkan reminder dari Facebook Memories :) yang membuat saya ingin menulis tentang sekilas perjalanan BIPOP (Bintang Pop) UI. Kebetulan, 26 November kemarin, baru terselenggara Grand Final BIPOP th. 2016. Festival menyanyi ini telah melahirkan cukup banyak talenta-talenta seni yang hingga kini masih terus menekuni passion nya.
![]() |
| Beberapa collage foto BIPOP tahun ke tahun :) |
Sekilas Perjalanan BIPOP UI
Tahun 2005, Bintang Pop atau yang dikenal dengan BIPOP, pertama kali diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. Ini adalah ajang kompetisi menyanyi mahasiswa di UI. Di tahun pertama berdirinya BIPOP, saya terlibat bersama Founder Drs. A.G.Sudibyo, M.Si dan The Professor Band dalam membangun BIPOP ini.
Prof. Sarlito Wirawan (alm) adalah salah satu penggerak BIPOP di awal berdirinya tahun 2005. Saya ingat sekali, di masa-masa saya mahasiswa saat itu, terlibat aktif dalam pengembangan BIPOP bersama rekan-rekan saya lainnya : Kahar, Ronny Pasaribu, Fransisca Kappuw dll. Ajang ini menjadi suatu wadah untuk 'menemukan' talenta-talenta menyanyi terbaik dari mahasiswa UI. Sejak sekitar tahun 2007/ 2008, BIPOP telah menjadi program rutin tahunan di bawah Direktorat Kemahasiswaan UI.
Keikutsertaan saya dalam pendirian BIPOP tahun 2005 lalu, berawal dari aktivitas saya menjadi Solois UI sejak tahun 2002. Saya terlibat dalam beragam event UI untuk menyanyi. Di tahun 2003, saya dan Pak Dibyo mendirikan kembali Paduan Suara FISIP UI, yang beberapa tahun sebelumnya sudah vakum. Disana kami 'menemukan' banyak talenta, tak hanya di bidang tarik suara tapi juga musik. Kemudian project selanjutnya setelah itu adalah BIPOP UI di tahun 2005.
Sejumlah mentor telah turut terlibat dalam perjalanan BIPOP, baik sebagai juri - pembimbing - pemusik : A.G.Sudibyo, Prof. Sarlito (alm), Prof. Paulus Wirutomo, Hari Wisnu Yuniarta, Yugo Isal, Bowie Djati, Marusya Nainggolan, James F Sundah, Bonar Sihombing, Tarida Hutauruk, Penny Hutabarat, Bornok Hutauruk, Bonita, Mia Ismi Halida, Ronald Wilson dan beberapa rekan lainnya.
==
Saat ini, tahun 2016, adalah tahun ke-11 berdirinya BIPOP dan merupakan ajang yang ke-10. Beberapa tahun terakhir, para juara BIPOP juga dipersiapkan untuk berkompetisi di PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah) dan PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa TIngkat Nasional). Selain itu, ada sessi dimana para finalis BIPOP akan dibina oleh tim UI untuk dibentuk menjadi Vocal Group UI, yang kemudian berkompetisi di ajang nasional dan internasional.
Beberapa tahun berturut-turut, Vocal Group UI telah meraih prestasi sebagai Juara Pertama di Tingkat Nasional. Apresiasi saya untuk tim yang membantu Pak Dibyo dalam pembinaan Vocal Group UI : Ronald Wilson, Mia Ismi Halida, Ismunandar Ananda, A Dhany Nugraha.
Vocal Group UI ini terdiri dari para finalis BIPOP yang disaring dan dilatih bersama untuk dipersiapkan menuju kesempatan-kesempatan selanjutnya.
Keluarga BIPOP kini semakin banyak dan bertambah. Saya, Pak Dibyo dan rekan-rekan yang melihat perjalanan BIPOP selama 11 tahun ini merasa bersyukur dan bangga. Alumni-alumni BIPOP UI, kini telah menoreh sejumlah prestasi dan karir yang baik. Puji syukur kepada Tuhan, atas kesempatan untuk menjadi bagian dari berdirinya BIPOP ....menjadi bagian dari perjalanan dan proses 'menemukan' talenta-talenta di BIPOP, dan melihat mereka bertumbuh juga berkembang dalam talenta dan passion nya di bidang seni.
Harapan saya yang terbaik untuk semua teman-teman BIPOP UI.
Terus bernyanyi, terus berkarya dan tetap rendah hati!
Let your heart sing!
![]() |
| BIPOP 2016 (Juri : A.G.Sudibyo, Penny Hutabarat, Mia Ismi Halida. Direktur Kemahasiswaan : Arman Nefi. Pemenang dan Finalis BIPOP 2016) |
*Selamat untuk Pemenang BIPOP 2016. Dan Semangat untuk Finalis BIPOP 2016 yang belum berhasil tahun ini. Sometimes you win, sometimes you Learn!
Nama-nama pemenang dan finalis BIPOP dapat dilihat di https://bintangpopui.wordpress.com/
Nama-nama pemenang dan finalis BIPOP dapat dilihat di https://bintangpopui.wordpress.com/
PadamuAyah, single lagu yang dirilis oleh Penny Hutabarat pada 12 November 2016. Bertepatan dengan Hari Ayah Nasional, yang diperingati setiap 12 November. Lagu ini menjadi sebuah pengingat akan keteladanan dan pengorbanan seorang Ayah untuk keluarga.
Bercerita tentang kerinduan terhadap Ayah. Penny menuliskan lagu merdu sederhana ini pada November 2015 di 1 tahun kepergian ayahandanya. Dan merilisnya pada hari ini di November 2016.
Sepenggal lirik dalam lagu ini menuturkan "Dalam setiap jalanku, dalam setiap karyaku, kutuliskan namam
u disana. Bukan sekedar kata, untaian sebuah nada. Ini rinduku padamu Ayah" tutur Penny Hutabarat, lewat lagu rindunya #PadamuAyah
---
Singer/Songwriter: Penny HutabaratGuitarist: Gihon LohandaSound Engineer: mr.Kin Wie
Video : Adhika Dhaneswara
---
Selamat mendengarkan. Selamat Hari Ayah, 12 November :)
A tribute to every father.
Sekitar sebulan lalu, 9 September 2016, saya dan tim mewawancara seorang CTO muda yang meraih penghargaan sebagai The Most Intelligent CIO pada iCIO awards 2015.
Sosoknya penuh semangat dan bersahabat. Ia adalah Natali Ardianto, CTO dan founder Tiket.com. Sebuah situs one stop travel & entertainment di Indonesia.
Natali yang merupakan Alumni UI-Fasilkom, berbagi tentang pengalaman dan tantangan dalam membangun start-up serta membesarkan sebuah perusahaan. Yang menarik, Natali tidak membatasi diri hanya berbagi tentang kisahnya di dunia entrepreneurship. Tapi juga membagi insight tentang mindset, human development dan understanding personality types dari perspektif psikologi.
Diskusi hari itu seperti kuliah yang menyenangkan di kelas :). Natali tidak ragu membagi ilmu dan pengalamannya. Dari caranya bertutur dan bercerita, nampak bahwa Natali menyenangi apa yang dikerjakannya, passionate person.
Wawancara kami untuk produksi video tentang sosok Natali sebagai alumni UI-Fasilkom yang inspiratif, berlangsung sekitar 1 jam. Dan dua jam berikutnya, diskusi santai yang menginspirasi - yang sayangnya tidak terekam dalam materi video tsb :).
Di waktu mendatang, teman-teman bisa melihat video liputan tentang Natali sebagai entrepreneur dan CTO tiket.com. Kami akan share videonya di blog maupun social media. Jadi pantau terus ya blog ini :)
Di artikel ini, saya akan berbagi tentang diskusi menarik yang saya sebutkan tadi (yang tidak terekam/ tersaji di video :). Messages nya cukup melekat, itu salah satu alasan saya bersemangat untuk membagikannya.
====
Stress-Management
Siapa yang tak pernah mengalami stress dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari?! Tentu kita semua pernah, dengan kondisi dan cara menyikapi yang mungkin berbeda.
Seberapa besar rasa stress itu bisa mempengaruhi dirimu, lingkungan dan produktivitas kamu?
Bahasan tentang ini, tentu bukan sesuatu yang baru. Tapi kita diingatkan kembali dan di refresh kembali melalui pengalaman seseorang dan perbincangan yang positif.
Ketika masalah datang, kita merasa stressfull. Apakah karena solusi yang tak terpecahkan, kondisi yang tak sesuai dengan ekspektasi kita, rekan kerja dan atasan yang tak sevisi dan banyak lagi. Satu hal, MINDSET.
Mungkin kita tak bisa mengubah lingkungan dan orang lain, tapi kita bisa mengubah mindset kita. Cara kita memandang/ memikirkan dan memahami sesuatu, tentu mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Meminimalkan dan me-manage stress, dengan mengubah mindset.
Natali berbagi : "Kalau orang matanya hijau lihat uang datang, saya hijau bila masalah datang". That's why, I'm happy. Karena hidup ini kita akan terus ketemu masalah dan harus makin terlatih menyikapinya. Misalnya bila atasan tegur saya 'kenapa begini, kenapa begitu'? Lalu saya merespon dengan happy. Teman saya akan bertanya : Natali, koq kamu happy happy aj sich ditegur begitu.
Natali meresponnya : 'Bila saya dapat memecahkan masalah yang dibahas atasan saya itu, atau at least membuat kondisi yang masalah menjadi ke arah yang lebih baik......saya happy karena bagi saya berarti VALUE saya semakin naik dan baik, bagi sekeliling saya.
Value yang dimaksud tersebut bukan valuasi (angka), tapi nilai manfaat dan kebermanfaatannya. Baginya, jangan mau jadi average people yang melakukan hal standar seperti pada umumnya. Jadilah di atas average people, yang punya manfaat dan menjadi 'terang' untuk orang lain.
Mengingat diskusi dengan Natali Ardianto tsb, saya sempat terpikir : kalau di lingkungan kerja pemerintahan mungkin agak sulit mengubah mindset seperti itu karena sistem seringkali tak mendukung untuk hal tsb. Tapi kemudian saya ponder (renungkan) kembali : It starts with ourself! Dimanapun, kita bisa mencoba untuk mengubah mindset yang lebih baik dalam memandang dan memahami sesuatu. Bersyukur bila lingkungan kita juga dapat berubah ke arah yang lebih baik.
====
Problem Solving
Sejak kecil Natali sudah begitu menyukai hal yang berhubungan dengan matematika, komputer dan teknologi. Passion nya di bidang teknologi sudah terpupuk dari kecil. Dari bangku SMA hingga kuliah, ia sering mengikuti project untuk membuat suatu aplikasi/ sistem yang berhubungan dengan teknologi komputer dan internet. Kemampuan itu semakin terasah ketika ia mendalaminya di perguruan tinggi. Di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), ia mengembangkan skills-nya tak hanya dalam mata kuliah di kelas tapi juga dalam project yang dikembangkannya dan organisasi dimana ia terlibat.
Ia mengakui bahwa kemampuannya dalam komunikasi masih agak kurang saat di bangku kuliah. Tapi ia tak berhenti melatih dirinya untuk menguasai komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Ia senang mempelajari personality profile dan behavior seseorang, seperti halnya DISC Profile (Dominance - Influence - Steadiness - Conscientiousness).
| Sumber foto : linkedin Natali Ardianto |
Ia menambahkan 'Jangan berhenti belajar. Mungkin saat ini kita melihat masalah demi masalah. Tapi sebenarnya kita juga sedang belajar menyikapi masalah demi masalah tsb. Belajar problem solving dari pengalaman diri dan orang sekitar. Sehingga kita
makin kuat dalam langkah ke depannya, tentunya dengan
mindset yang semakin baik.
makin kuat dalam langkah ke depannya, tentunya dengan
mindset yang semakin baik.
====
Nature & Nurture
Dua komponen ini punya pengaruh penting dalam hidup manusia, khususnya human development. Nature secara sederhana dapat diartikan warisan genetik, sesuatu yang diwarisi dari orangtua kita. Nurture berkaitan dengan environmental factors, seperti physical environments dan social environments.
Perilaku kita hampir banyak dipengaruhi oleh nurture. Peran nurture seperti lingkungan keluarga, teman, media, hingga konteks yang lebih besar seperti sekolah, pekerjaan ... cukup besar perannya dalam human development. Dan ini dipelihara atau dikembangkan dengan kapasitas kita untuk belajar serta mempelajari hal baru.
Natali memperhatikan dua hal ini sebagai hal yang penting dalam ia mengembangkan tim di pekerjaannya. Hal-hal sederhana yang kita amati dari tim dan rekan kerja kita sehari-hari, tentu dipengaruhi dari pemahaman akan nature dan nurture ini.
The talents have been given by nature but they can only be developed into skills through the hard work of nurture.
Semoga sharing yang saya dapatkan dari perbincangan bersama Natali Ardianto ini juga bisa menginspirasi teman-teman :).
*) Tulisan ini saya include di kategori atau label Passion Talk! pada blog ini :). Moment diskusi dan perbincangan tentang Passion, yang saya namakan Passion Talk.
Artikel terkait lainnya :
Passion Talk Episode 1
Passion Talk Episode 2










