• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

life & muses

Leaving Isn't Always A Bad Thing

02.24
Akhir-akhir ini beberapa teman sering berdiskusi bersama saya, tentang leaving or quiting. Sesuatu yang dalam persepsi kita...menjadi suatu hal yang cenderung menakutkan, tidak pasti dan menguras energi untuk berfikir juga mempertimbangkannya. Tapi saya belajar sesuatu dari diskusi-diskusi dengan beberapa teman dan dari apa yang pernah saya alami bahwa leaving isn't always a bad thing. 

Kita mungkin berkali-kali mudah 'dipengaruhi' oleh emosi, sehingga berulang kali maju mundur bimbang mengambil langkah. Atau berujung diam di tempat dan tidak mengambil keputusan. Lalu tersadar bahwa tahun berganti tahun, kita masih ada di tempat yang sama menghadapi rutinitas yang sama. Bukan karena tidak mampu untuk melebarkan sayap tapi karena takut....takut untuk meninggalkan sesuatu yang sudah nyaman....takut untuk leaving. 

"your work is going to fill a large part of your life". Ya tentu pekerjaan dan lingkungan mempengaruhi kita dan memegang peran yang besar dalam porsi hari-hari kita. 


Leaving should not be looked as a sign of weakness. You leave because you know there's a world out there that's waiting for you. A world that values you more and appreciate you more.


Leaving or quitting dari pekerjaan yang membuat mu unfulfilled > tak selalu buruk. Tentu ketika dihadapkan dengan hal ini, kita akan memikirkan dan mempertimbangkan dengan matang. Dan mengambil atau tidak mengambil keputusan, keduanya punya resiko masing-masing. Saya pernah merasakan sekitar 8 atau 9 tahun lalu ketika meninggalkan pekerjaan yang lama. Di masa itu justru saya menemukan (figure out) dan menyadari apa hal penting yang harus saya lakukan dan ingin saya lanjutkan. Ada masa-masa hening dalam hidup kita, dan di masa itu gunakanlah se-produktif yang mampu kamu lakukan dengan hal-hal yang kamu cintai....dan kamu akan menemukan sesuatu yang selama ini 'berteriak' dalam benakmu. 

Saya ingat 3 bulan di 8 atau 9 tahun lalu, saat saya berada di masa hening itu yakni meninggalkan pekerjaan yang lama dan menanti sesuatu yang baru..yang saya yakini. Disana saya merasa kedisiplinan saya mulai terbangun kembali..saya melakukan apa yang menjadi kerinduan selama ini...mengoptimalkan talenta yang Tuhan karuniakan. Saat itu, saya menulis dan menulis, sesuatu yang saya sukai. Hingga saya memadukan kesenangan saya bermusik dan menulis, lalu tanpa saya sadari..saya telah mewujudkan sesuatu yang pernah saya mimpikan. Setelah 3 bulan masa hening dan produktif itu, saya kembali mendapatkan pekerjaan baru dan memulai sesuatu yang baru. Tapi saya tidak meninggalkan sesuatu yang saya temukan di masa hening itu, yaitu insight dan projection tentang apa yang menjadi kerinduan hati saya untuk mengerjakan dan mewujudkannya. 

Following your heart was - and - will always be Right. 

Dan saat saya memasuki sesuatu yang baru, saya membawa pembelajaran dan kerinduan dari masa hening itu yaitu impian-impian saya. Percayalah impian tidak selalu tentang keinginan-keinginan semu semata, tetapi sesuatu yang menjadi goals dan reason kita. Meski masih seperti puzzle tapi kita meyakini karena hati kita berbicara dan menguatkannya. Tuhan mengaruniakan impian-impian itu, bukan untuk kita lupakan tapi untuk kemudian kita persiapkan dan jalankan pada waktuNya. Saya bersyukur karena ketika memulai pekerjaan baru di 8 atau 9 tahun lalu, saya membawa 'gambaran baru' dalam benak saya. Dan hingga saat ini saya masih mengingat bahwa hal itu membantu saya membawa kemana saya berada saat ini. 

Ketika impian untuk berkarya menjadi singer-songwriter, bisa mengajar/ mendidik mahasiswa sambil menjalani pekerjaan sebagai public relations (selama 8-9 tahun ini)....saya bersyukur karena keputusan di masa lalu membawa saya untuk menyadari hal-hal yang saya kerjakan di hari ini. Dan perjalanannya tidak selalu mulus, tapi disana saya belajar that patience is ultimately the solution for most things in life. 

Dan saya ingin mengingatkan kembali pada diri sendiri bahwa bila suatu hari saya leaving.....leaving isn't always a bad thing. 

We leave because we can feel in our bones that we're meant for greatness. Because at the end of the day, we're the only one who gets to decide and push for the kind of future that we envision for ourself. 

Kawan, bila suatu hari kamu harus leaving or quiting dari karir mu, mari kita ingat bersama leaving isn't always a bad thing. Semoga itu menjadi pintu awal untuk membangun nilai-nilai baik lainnya dalam hidupmu dan melanjutkan apa yang selama ini bersuara dalam hatimu. 



life & muses

Sambutlah KaruniaNya

00.06
Hari ini saya terharu dan bersyukur. Ada moment yang membuat saya melihat bahwa Tuhan tidak pernah lupa dengan doa yang pernah kita panjatkan. Meski kadang kita lupa, Tuhan tak pernah lupa. Semua pada waktuNya. Ia mengijinkan kita untuk melangkah dulu setapak demi setapak, belajar dan menanti dengan sabar. 

Sesuatu yang pernah saya doakan, 7 atau 8 tahun lalu. Beberapa kali berusaha dan Tuhan menuntun lewat jawabanNya yang tidak sekaligus. Satu demi satu pintu dibukakanNya agar saya juga beroleh pengertian dan selalu berharap dalamNya. Hari ini saya mendapat kabar gembira yang berhubungan dengan cita-cita, sesuatu yang pernah saya panjatkan dalam Doa. Meski jawaban itu belum tepat pasti 'Ya' di hari ini dan masih ada proses yang perlu dipersiapkan, saya bersyukur karena Tuhan lah yang menuntun dan memberikan petunjukNya. Sesuatu yang mungkin kita sudah lupakan atau pernah menyerah, Tuhan tetap bekerja dan mengaruniakan tepat pada waktuNya. 




Kawan, marilah kita menyambut karunia-karunia Tuhan. Ia sungguh memelihara dan menuntun kita. Mungkin jawabanNya belum sekarang, ada waktu untuk kita menanti. Percayalah akan perkenananNya. 

Pagi tadi, saat membaca status teman, saya juga belajar satu hal. Teman saya itu menulis pada status nya, "Biasa dilupakan, namun karyanya dipakai dan kekal abadi". Lalu tetiba terlintas sesuatu dalam pikiran saya dan saya mengirimkan pesan langsung padanya "Karya bergema lebih kencang daripada diri kita. Tetap berkarya kawan. Tuhan melihatmu, mendengarmu dan karya-karyamu. Pujian manusia sementara, PerkenananNya selamanya". 

Saya menuliskan itu karena saya merasa kawan saya ini sedang sedih atau gelisah. Dan ia pun bercerita tentang kondisi di pekerjaannya, dimana atasan dan rekan sekelilingnya kadang kurang menghargai kerja, usaha dan karyanya. Saya mengerti yang dirasakannya karena saya pun pernah merasa dan mengalami hal itu. Kadang-kadang tentu kita pernah merasa tidak dihargai ketika upaya kita tidak diakui oleh orang lain. Lalu saya teringat pesan seorang ibu di kantor saya, katanya "Mbak, kita bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Tetap kerjakan yang terbaik". Kata-kata itu menjadi pengingat bagi saya dan menjadi motivasi apabila merasa down, sedih karena merasa kurang dihargai. 

Kawan, saya belajar sesuatu hari ini. Benar, bukanlah pujian yang kita kejar di dunia ini. Bukan juga banyaknya likes, komentar dll. Itu semua sementara. Apa yang kita kejar dan lakukan di dunia ini adalah menyambut karunia Tuhan, mengerjakannya sebaik mungkin....ya mengerjakan kebaikan-kebaikan...tanpa harus termotivasi karena pujian. Sebab apa yang kita kerjakan adalah seturut PerkenananNya dan bagiNya. Tuhan tahu apa yang sedang kita kerjakan. Tuhan melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain. Tuhan melihat segala sesuatu yang kita perbuat bagiNya. 

Tetaplah berjalan kawan, tetaplah kerjakan bagianmu, kawan. 
Sambutlah karuniaNya. God is Good. 




inspiration

Never Stop Learning! Mentor and Mentee

06.41
Hi teman, rasanya sudah lama saya tidak menulis di blog tercinta ini :) Saya selalu rindu menulis, tapi beberapa bulan ini saya (dengan senang hati) disibukkan oleh kegiatan bimbingan atau mentoring. Diantaranya membimbing sejumlah mahasiswa untuk Tugas Karya Akhir-nya, dan membimbing kelompok mahasiswa untuk Kegiatan Kewirausahaan. 

Saya senang membaca artikel tentang mentorships, buku-buku tentang digital marketing, marketing communication, entrepreneurship, technopreneurship. Dan terbuka dengan buku-buku ber-genre lainnya :) . Yang menarik dengan pengalaman mentorship adalah bukan buku-buku dan teori-teori itu, tapi memahami karakter-karakter  yang berbeda...yang punya latar belakang berbeda....interest dan passion yang berbeda...pandangan yang berbeda. 

Namun tetap arahnya satu, bagaimana mentor membantu mentee dalam meraih potensinya, untuk mencapai goals dengan cara yang baik dan benar....mengarahkan mereka agar menggunakan ilmu nya untuk bermanfaat sebaik-baiknya, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga bagi orang lain. Kedengarannya mungkin klise. Tapi tidak! Tidak klise! Seorang mentor harus memperhatikan dan mengapresiasi proses menuju goals itu. 

Proses-lah yang menjadi momentum bagi mentee (anak bimbingan) untuk  bertumbuh, beradaptasi, memahami dirinya - mentor - dan orang lain, menemukan dan membangun sesuatu dari  sekumpulan ide yang bercabang menjadi fokus dan terarah, dari  titik-titik (dot..dot) yang kemudian mampu ia hubungkan untuk mencapai hasil ---> connecting the dot. 

Saya melihat ada 2 (dua) kompetensi penting bagi mentor yakni emphatizing dan active listening. Rasa empathy dan komunikasi yang baik...menjadi begitu penting untuk kunci membangun kerjasama  antara mentor dan mentee. Dan yang tidak kalah penting, juga cukup esensial adalah active listening. Tidak sedikit mentor yang membuat kekeliruan karena sekedar "hearing" dan tidak "listening". Hearing barulah tahap awal untuk listening. Dalam listening, kita melakukan interpretasi dari apa yang didengarkan dan mendapatkan pengertian.....melakukan evaluasi dari informasi yang didapatkan, lalu menentukan bagaimana akan menggunakan informasi itu sebaik mungkin. 

Seorang mentor dapat men-transfer energinya, rasa percaya dirinya, membagikan pengalaman dan networks serta menjadi sounding board bagi mentee. Dan mentee juga mengasah kepekaan mentor untuk terus belajar. 

Dalam perjalananmu, pasti kamu pernah menjadi mentee dan memiliki mentor yang membantu kamu menemukan potensi dalam diri...yang menginspirasi dan memberikan bekal tambahan yang baik dalam perjalananmu. Saya bersyukur memiliki sejumlah mentor dalam perjalanan saya. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menuliskan tentang my good mentor disini. 

Dan suatu hari, ketika kamu dipercaya untuk menjadi mentor, gunakan kesempatan itu sebaik yang kamu bisa. Never stop learning! Saat menjadi mentor, sesungguhnya kita juga menjadi murid yang terus belajar dan berusaha memahami. 




If You Never Stop Learning, You Can Never Stop Earning

(Bila kamu terus mau belajar, kamu juga akan terus produktif)


life & muses

Mempersiapkan tuk yang Terbaik

06.31
Sering kita tak mengerti, ketika masalah dan pergumulan terjadi. Kadang kita merasa perih, sedih, hancur. Di lain waktu, kita belajar untuk bangkit, kuat dan terus bergerak maju.

Hanya Tuhan yang mengenal setiap hati kita..ya kedalaman dan kesungguhan hati kita, Hanya Tuhan yang Maha tahu.

Kadang kita bertanya, mengapa Tuhan mengizinkan suatu masalah dan pergumulan terjadi. Di satu sisi kita merasa sudah melakukan yang baik. Tapi masalah tetap datang menghampiri.

Dan kita perlu bertanya dalam diri,  apakah kita hanya mau menerima hal yang baik tapi tidak mau menerima hal yang buruk. Apakah kita mau menerima yang bagus tapi tidak mau menerima yang pahit. Hati kita terus diuji dan diasah, menyikapi yang baik dan buruk.

Berdiri tegak, bersyukur dan tersenyum di kala senang, tentu hal yang selalu bisa dan biasa kita lakukan. Namun berdiri tegak, bersyukur dan tetap tersenyum ketika masalah dan pergumulan sedang menghampiri bahkan masih mencekat di tenggorokan karena menahan perih, tentu bukan hal yang mudah kita lakukan.



Melalui masa itu, hati kita diuji. Melalui masa itu, hati kita belajar memahami. Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam perjalanan hidup kita, karena Ia sedang mempersiapkan kita tuk yg terbaik. Percayalah.
Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi dalam langkah hidup kita, untuk kita mulai belajar berserah, melihat kemuliaanNya dalam pengalaman yang kita jalani , merasakan kasihNya dan pemeliharaanNya di setiap waktu.
Percayalah.

Walau mungkin proses yang kita jalani terasa berat, membuat kita berkali-kali patah harapan. Jangan..jangan menyerah.
Menerima, menjalani dan mensyukuri.
Tangan Tuhan sedang bekerja, mempersiapkan kita tuk yang Terbaik. Percayalah.
Mungkin saat ini kita tak melihatnya, karena masa depan hanya Tuhan yang Maha Tahu. Tapi lihatlah dengan iman percaya kita saat ini, bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera.

Jagalah hati kita untuk senantiasa terarah padaNya, tak jemu-jemu berharap padaNya.
Jagalah hati kita, karena dari sana terpancar kehidupan...yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan.

Percayalah. Tuhan sedang mempersiapkan yang Terbaik untuk kita, seturut kehendakNya.



life & muses

Realizing Your Passion

04.13
Sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang Passion , yakni bagaimana kita belajar dari beberapa sosok yang menemukan dan mengerjakan apa yang mereka cintai. Lalu membagikan potensi terbaiknya. Bagaimana semangat dan harapan, mendorong passion nya menjadi sebuah karya yang bermanfaat untuk orang lain.



Sekarang saya ingin berbagi tentang passion, dengan highlight yang berbeda. Suatu hari, saya menyampaikan presentasi tentang passion dan beberapa audience menanyakan hal yang hampir sama. Sebagian besar dari mereka bertanya “harus bagaimana untuk bisa menemukan passion saya’?  Well, I’m not a fortune teller. Jadi tentu saja saya tidak bisa menerawang dan memberi jawab yang pasti :)




Tapi ada beberapa catatan yang dapat saya bagikan :

     *) Sangat mungkin kita sebenarnya sudah menemukan apa yang menjadi passion, tapi tidak menyadari dan tidak menaruh perhatian akan hal itu. 
     Bayangkan 24 jam/ 7 hari per minggu tentu kita melakukan sesuatu untuk mengisi waktu, senang mendiskusikan sesuatu yang kita sukai, ada suatu topik/ aktivitas/ ide yang mengisi banyak pikiran kita di waktu senggang hingga kita browsing berjam-jam untuk mencari tahu – mempelajari – dan membahasnya dengan teman yang memiliki ketertarikan yang sama. 

   Dengan kata lain, sudah di depan mata. Hanya saja kita tidak menggubrisnya. Belum menaruh perhatian pada hal tsb.
    
    *) Masalahnya bukanlah pada kurang punya passion atau tidak punya passion. Problemnya adalah productivity, perception dan acceptance. 
  
  Ya, bicara produktivitas, berhubungan dengan kemauan dan kemampuan untuk menghasilkan, meng-create, meningkatkan atau memberi nilai tambah pada sesuatu. Kemauan muncul dari motivasi dalam diri. Ini adalah inner power kita. Dan kemampuan, dalam beberapa hal dapat dipelajari atau dikolaborasikan dengan partner. Sudahkah kamu memulai produktif dalam melakukan sesuatu? 
  
  Tentang perception, bagaimana kita menginterpretasi dan memahami sesuatu akan mempengaruhi pilihan dan keputusan kita. Galilah informasi, bertanya dan belajar dari mentor yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya, terbukalah dengan hal baru. 

     Satu hal yang tak kalah penting tentu adalah acceptance. Setelah menaruh perhatian pada apa yang kita rasakan sebagai passion, kenali diri kita dan sekeliling (kekuatan, keterbatasan, peluang) and then accept who you are. 
     

      You already have everything you need.

So you can focus on your passion and start building.



Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top