• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

book that have inspired me

Be Resourceful Without Resources

01.36
Minim atau kurangnya sumber daya (resources) bukanlah alasan untuk menunda memulai sesuatu. Kita bisa belajar hal ini dari perusahaan/ brand atau start up yang berhasil, dan mereka memulainya dengan sumber daya yang terbatas. Jeff Bezos (Amazon.com), Steve Jobs (Apple), Mark Zukerberg (Facebook) adalah beberapa dari sekian entrepreneur yang memulai bisnisnya dengan resources yang terbatas. Mereka memulainya dari garasi, gudang dan kamar sebagai kantor tempat mereka membangun brand besar yang kini kita kenal. Mereka memulainya dengan tim dan staf yang terbatas, bahkan dana terbatas. Keunggulan mereka terletak pada keyakinan besar akan sumber daya (resources) yang mereka miliki, meski itu terbatas. 

~ Almost all of the successful brands, began with few resources 

Kisah keberhasilan Amazon.com, Facebook, Apple, mungkin sudah sering kita dengar. Namun, ada sesuatu yang inspiratif dan berbeda dari perjalanan entrepreneurial sebuah brand sepatu bernama TOMS, yang pernah dibagikan oleh Blake Mycoskie, founder TOMS, lewat bukunya "Start Something That Matters". Salah satu insight menarik yang akan menjadi highlight dalam tulisan kali ini adalah tentang work value nya: Be resourceful without resources!




Dari sekian usaha yang dirintis Blake Mycoskie, brand TOMS adalah satu-satunya yang paling berhasil. TOMS bukan sekedar brand sepatu seperti kebanyakan, ia punya kekuatan storytelling yang autentik dan tak sekedar mendulang profit dari sisi bisnis tapi sejak awal TOMS merupakan brand yang menunjukkan kepedulian sosialnya secara langsung di setiap penjualan produknya. 

image from: http://yanieyanson.com
Brand ini berhasil membangun sesuatu yang unique & difference, tapi juga relevan. Blake Mycoskie terinspirasi untuk memproduksi sepatu bermodel alpargata (casual canvas shoes) yang ia lihat banyak digunakan oleh orang-orang Argentina, saat ia liburan dan berkunjung ke Argentina. Hampir semua orang di kota, di desa bahkan di restoran-restoran Argentina menggunakan sepatu jenis canvas yang jarang ditemukannya di Amerika. Tapi penggerak terbesarnya untuk memulai usaha sepatu adalah ketika melihat kelompok relawan yang mengumpulkan donasi untuk kebutuhan sepatu anak-anak. Banyak anak-anak di desa-desa di Argentina yang "telanjang kaki"....tidak memiliki sepatu...dan ini berdampak pada masalah kesehatan. Ia melihat secara langsung bagaimana anak-anak tidak mengenakan alas kaki dan mudah mengalami infeksi karena tidak dapat melindungi kaki mereka. 

image from: http://toms.com
Ide awalnya adalah memulai shoe-based charity yakni amal untuk kebutuhan sepatu. Blake melihat apabila hal ini hanyalah sebuah gerakan amal, mungkin tidak akan bertahan lama dan tidak akan berdampak long-term. Sehingga muncul solusi dengan menciptakan for-profit business yang dapat membantu menyediakan kebutuhan sepatu untuk anak-anak. Sehingga tidak hanya bergantung pada donasi yang mungkin datang, tetapi membuat solusi agar ada constant flow of shoes untuk anak-anak yang membutuhkan. Dengan kata lain, solusinya adalah entrepreneurship. Konsep sederhana yang dibuatnya adalah sell a pair of shoes today, give a pair of shoes tomorrow. Setiap sepasang sepatu yang terjual, berarti akan ada sepasang sepatu untuk dibagikan pada anak-anak yang membutuhkan. Target awal dari donasi sepatu yang dilakukannya adalah untuk anak-anak di desa yang bertelanjang kaki di Argentina. Selanjutnya meluas hingga pelosok-pelosok di negara lainnya. Bisnis yang dibangunnya tak sekedar mengejar profit, tapi ia menyadari harus ada nilai bermakna yang dapat ia lakukan bagi sekelilingnya. Dan hal itu dimulainya dengan giving shoes dari setiap penjualan sepatu TOMS. Sederhana tapi bermakna. 

TOM menjadi nama dari brand sepatu besar yang kini banyak dikenal orang-orang di dunia. Dimulai dengan prinsip berbagi "TOMorrow's Shoes", brand ini  memberikan promise: "a better tomorrow!". Yang menarik adalah Blake, pendiri TOM Shoes, sama sekali tidak punya pengalaman pada bisnis sepatu sebelumnya, tidak punya koneksi pada bisnis ini. Ia memulai dengan keterbatasan resources yang dimilikinya. Ia mencari pengrajin sepatu lokal, memberikan contoh-contoh desain menarik yang menurutnya akan disukai oleh market di Amerika. Ia meyakini bahwa model sepatu yang begitu disukai masyarakat Argentina dan digunakan mereka sehari-hari ini pastilah akan menarik perhatian konsumen di Amerika karena belum pernah ada yang terpikir sebelumnya untuk "membawa" sepatu ini overseas atau ke negara lain di luar Argentina. TOMS Story ini terus dibagikan oleh Blake setiap kali ia berdiskusi dengan orang-orang maupun dengan calon mitra-nya. Sehingga story ini juga menjadi daya tarik yang autentik bagi pers dan media untuk mengangkat perjalanan brand TOMS.

Story, mission dan movement menjadi kekuatan dari brand ini. Story yang autentik dan contribute something to people in need. Blake mengakui bahwa keterbatasan resources dalam memulai TOM shoes adalah salah satu faktor keberhasilannya. Di beberapa tahun memulai TOM shoes, dana yang dimiliki sangat terbatas, jumlah staff terbatas (4 orang dan sebagian besar diantaranya adalah internship staf), ruang yang terbatas- yang digunakan sebagai kantor tempat aktivitas TOM shoes. 

~ Being comfortable can hurt your creative entrepreneurial spirit

Perusahaan yang dimulai dengan overfunded, cenderung lebih rentan dan mudah goyah daripada perusahaan yang underfunded. Mike Maples, venture capitalist di Silicon Valley, pernah menyebutkan bahwa "too much money, isn't only unnecessary, but also toxic". Salah satu contoh yakni eToys, perusahaan yang mulai dengan dana besar dan menghabiskan jumlah yang besar untuk advertising & marketing. Sayangnya tahun 2001 eToys bankrut, dan kemudian bangkit kembali dibawah kepemilikan yang baru. Sementara Amazon.com, Toys "R" Us dan Walmart berhasil memasuki online toy business dan market-nya bertumbuh luar biasa. 

Terbatasnya resources  di awal justru seringkali membuat tim bekerja sebaik mungkin dalam setiap apa yang dikerjakan. Make the best of  what you have. Keterbatasan tersebut justru membuat kita menjadi lebih bertanggungjawab terhadap waktu, staf, dana. Begitupula menjadi lebih fokus pada partnership.

~ Without resources, you will need a lot of other people's help, and the best way to get that help is to stand for something bigger than just yourself and your business.  

Jadi, jangan takut memulai sesuatu yang kamu yakini, meskipun resources terbatas. Kalau kamu saat ini sedang memulai usaha ataupun start up yang kamu impikan dan menjadi passion kamu, jangan menunggu sampai semua sempurna baru memulainya. Start now, with what you have.  You just have to make magic every day!




PH 30.01.19

*)  Be Resourceful without Resources adalah salah satu insight yang saya dapatkan saat membaca buku Start Something Matters (Blake Mycoskie). Teman-teman bisa membaca tulisan saya tentang insight menarik lainnya dari buku ini, disini:
- Find Your Story
- Keep it Simple
- Face Your Fears







inspirasi

Life is Short, Stay Awake For It

03.30
Inspirasi bisa datang dari mana saja, apakah di saat kita sedang berlibur atau bekerja - di saat hectic/sibuk ataupun santai.  Berhentilah sejenak dan temukan inspirasi itu. 

Minggu lalu saya menemukan quote ini di secangkir Turtle Mocca yang saya nikmati di Caribou Coffee : "Life is short, stay awake for it".
Setiap kali menyeruput kopi dari cangkirnya, mata kita akan bertemu dengan quote ini. Sejenak saya sempat berfikir : 'hoo yaa...ini marketing strategy Caribou nich :) orang yang datang ke suatu tempat tentu akan mudah mengingat sesuatu yang unik dan berkesan yang ditemuinya'. Kalau mengutip kata Arianna Huffington : 'people think in stories, not statistics, and marketers need to be master storytellers'. 

Ayo coba ingat-ingat, ketika kamu mampir ke suatu tempat...hal apa yang membuat kamu teringat, terkesan dan punya memori khusus? Hampir pasti, yang kita ingat itu sesuatu yang berhubungan dengan suasana/ ambience nya, warna, suara, keramah-tamahan, tulisan-tulisan yang dipasang, maupun cerita yang dibangun dan dibagikan di tempat itu. 

Stories are how we remember ; we tend to forget lists and bullet points. 



Telisik Makna 

Kembali lagi ke kalimat yang menelisik tadi : "life is short, stay awake for it. Kalau sederhananya, kita bisa bilang hehe ini kalimat mungkin maksudnya 'yuk..biar tetap terjaga, gak ngantuk, minum kopi kami. Kalau masih ngantuk, ya ngopi lagi aja'. 
Tapi tentu tak sekedar itu. Ada cerita dan mungkin pesan yang menarik dari kalimat tsb. 

a) Melihat dari sisi Marketing
Karena tertarik, saya mampir ke website nya :) Caribou menyebutkan kalau itu adalah filosofi mereka. The statement in their web : We believe that life is too short to be spent doing anything other than what you love. What do you stay awake for?

Ya, ini adalah salah satu story yang dibangun oleh suatu brand. Kita bisa melihat atau mengingat bahwa brand Caribou ini memposisikan dirinya sebagai produk yang peduli bahwa hidup ini singkat dan tidak boleh disia-siakan. Dan tentu banyak orang yang setuju dengan filosofi tsb. Well, sebuah cerita (stories) tidak akan mampu menjadi content marketing yang efektif bila cerita tsb tidak dibangun dan tidak dibagikan. 
Filosofi hanya akan menjadi filosofi bila sekedar dipajang di sebuah coffee shop misalnya. Tapi story itu akan menjadi unik untuk brand personality-nya bila dibangun dan dibagikan pada mereka yang meyakini nilai-nilai maupun story tsb.

Sedikit studi kasus dari content marketing yang dilakukan Caribou :
Kalau kamu check lagi di website nya, Caribou mengajak visitors untuk terlibat dalam campaign sederhana mereka yang diberi hashtag #StayAwakeFor. 
Caribou mengajak visitors untuk berbagi quotes yang disesuaikan dengan foto yang sudah tersedia dan berhubungan dengan aktivitas yang menunjukkan brand personality yang mereka angkat : coffee, love, family, friendship, adventure. 


http://id.cariboucoffee.com/

Ini salah satu cara yang menarik dalam melibatkan customers untuk mengenal dan terlibat dengan aktivitas Caribou. Dengan kata lain berupaya membangun Engagement. OK, setelah pilih foto di menu web nya, tersedia menu untuk kita bisa buat quotes sendiri atau pilih yang tersedia. Lalu, seperti halnya edit foto di instagram, tulisan quotes kita akan langsung tersaji dengan foto yang kita pilih. Tadda...jadilah poster quotes. Bisa dibagikan ke social media dan terus dibagikan. Caribou melakukan content marketing ini melalui website nya. 

Well, ini adalah salah satu cara storytelling yang menarik. Facts tell, but stories sell. 


b) Melihat dari sisi Philosophy dan Musing
Life is short, stay awake for it! Menurut saya filosofi ini dapat dimaknai bahwa kita perlu memberi waktu atau menyediakan waktu untuk mensyukuri hidup yang kita jalani. 
Seringkali mungkin kita terperangkap dalam mengejar masa depan yang baik tapi melupakan arti 'live in the present'. Yakni peka dengan apa yang ada saat ini, menikmati - mensyukuri - melakukan yang terbaik dan melihat kesempatan yang baik di saat ini. Dengan kata lain, kita sadar dan terjaga dengan apa yang terjadi di sekeliling kita. 

Bermimpi dan membangun impian tentu saja boleh. Tapi jangan lupa untuk stay awake :) Don't just breeze through life. Jangan sampai kita melupakan keindahan dan kebahagiaan sat ini karena sibuk memikirkan yang akan datang. 
Hidup hanya satu kali, make sure you make the best of it!


How we live our lives define who we are and the legacy we will leave behind. 



==
*notes : ini bukan promosi produk caribou :). Ini ketertarikan saya sendiri untuk menulisnya karena merasa ada hal yang menarik dari apa yang saya lihat dan pikirkan. Mungkin juga bisa menjadi studi kasus sederhana untuk strategi brand dalam membangun content marketing. 


inspirasi

Bitmagz

01.39

"Your actions will inspire others to dream more, learn more and do more".  Ya, inspirasi dapat datang dari mana saja....dari tulisan, gambar, kata-kata bahkan tindakan seseorang. Dan tidak jarang, pekerjaan baik dan tulus yang dilakukan akan menginspirasi orang lain untuk terus belajar, berkarya dan meraih impiannya. 


Sejak tahun 2009, saya memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari Tim Redaksi BITMAGZ. Sebuah majalah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI). Majalah ini berisi kisah inspiratif dari anak bangsa tentang sepak terjang  mereka dalam mengembangkan bidang teknologi informasi dan ilmu komputer. Tak hanya peneliti senior dan entreprenuer ternama, tapi juga para inovator muda yang menginspirasi..kami hadirkan dalam artikel di majalah ini. Sejumlah kegiatan workshop, seminar, conference bidang IT yang berkesinambungan diselenggarakan Fasilkom UI...juga disajikan dalam setiap edisi Bitmagz. 

Akhir tahun 2015, tim redaksi telah menerbitkan edisi Bitmagz yang ke-16 dengan tajuk "Saatnya Berkarya dan Berkontribusi Bagi Negeri". Kami mengulas kisah inspiratif dari seorang inovator, Dr. Wisnu Jatmiko, yang melakukan penelitian di berbagai bidang seperti teleHealth, robotika dan sistem pengaturan lalu lintas. Di penghujung 2015 lalu, beliau meraih Habibie Awards atas inovasi dan konsistensinya di bidang yang digeluti. Ini salah satu kisah dari sejumlah tulisan inspiratif lainnya dalam Bitmagz. 

Kilas Balik Bitmagz 
Di edisi ke-16 ini, saya dan tim redaksi Bitmagz merasa senang dan bersyukur...karena kami tetap dapat konsisten menulis. menyajikan dan menerbitkan Bitmagz selama beberapa tahun ini. Di awal ketika ide 'Bitmagz' ini muncul tahun 2009, saya ingat sekali..harapan kami saat itu adalah membuat sebuah inhouse magazine yang mengangkat berita-berita positif dan dapat menginspirasi pembaca. Ya, sebuah tulisan yang dapat mendorong pembaca untuk "yukk..kita terus belajar..menjadi creators...jangan hanya menjadi penonton...waktunya berkarya".

Dan di tahun-tahun berikutnya, Bitmagz tak hanya menjadi inhouse magazine tapi juga kami distribusikan ke unit lainnya di luar civitas akademika Fasilkom UI yaitu ke sekolah-sekolah dan partner institusi lainnya. 

Bitmagz juga telah hadir dalam format online sejak th. 2010/2011, sehingga dapat menjangkau semakin banyak pembaca. Versi online tersedia di : www.bitmagz.cs.ui.ac.id

 Pertama kali menginisiasi pembuatan majalah ini, saya melibatkan seorang mahasiswa yang jago design bernama Muhammad Iqbal (saat ini sudah alumni :)). Saat itu saya mencari nama yang pas untuk majalah edisi pertama yang akan kami terbitkan, dan Iqbal mengusulkan nama BITMAGZ....yang berasal dari kata BIT (Binary Digit) dan Magz (Magazine). Binary digit adalah istilah yang dekat dengan ilmu komputer :  the smallest unit of data in a computer. Dan kata 'BIT' ...tentu mudah diingat! :)

Harapan ke Depan Bitmagz
Harapan sederhana yaitu agar tim redaksi dapat terus konsisten menulis dan menyajikan berita-berita positif yang menginspirasi. 
Karena tantangan dalam menyusun dan menerbitkan majalah adalah kemauan dan ketekunan dalam menulis, mengolah konten dan men-designnya untuk layak publish. 

Trimakasih buat semua teman-teman yang pernah menjadi kontributor dan bagian dari tim redaksi Bitmagz di setiap edisinya! :) 

Be inspired! 







If you Wait for inspiration to Write, you're not a Writer. you are a Waiter. So keep Writing! - Dan Poynter


Busan Choral Festival & Competition 2015

Vocademia UI Raih Prestasi di Busan Choral Festival & Competition 2015

23.24

Vocademia UI meraih penghargaan di ajang Busan Choral Festival & Competition, yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Oktober 2015. Di Kategori Pop & Acapella, grup Vocademia UI berhasil meraih Gold Medal dan mengharumkan nama Indonesia. 

Tahun ini adalah tahun ke 11 penyelenggaraan Busan Choral Festival & Competition dimana terdapat 30 choirs dengan total 950 anggota dari 9 negara yang berpartisipasi didalamnya. Sejumlah program seperti Outreach Concert, Choral Workshop, Gala Concert dan Peace Concert juga mewarnai kemeriahan Festival ini. Sebagai salah satu world-class choir competition, Busan Festival telah mempertemukan berbagai negara di dunia untuk berkumpul dalam satu 'bahasa' yaitu Musik.

Kompetisi pada Busan Choral Festival & Competition 2015 terdiri dari 5 kategori: Youth, Classical Mixed, Pop/Accapella, Ethnic, dan Classical Equal. Bertindak sebagai Juri pada ajang ini:   Imant Raminsh (Canada), Jutgen Budday (German), Sang-Hoon Lee (Korea), Shin-Hwa Park (Korea), Jennifer Tham (Singapore). Pada Grand Prix Final, 17 Oktober 2015, Indonesia melalui group Vocademia UI menghadapi persaingan ketat dengan grup vocal dari Phillipine dan Korea. Lewat harmonisasi dan uniqueness yang ditampilkan oleh Vocademia UI, Indonesia berhasil meraih Gold Medal di ajang ini.

Vocademia UI merupakan grup vocal yang terdiri atas mahasiswa, alumni dan dosen dari Universitas Indonesia. Didirikan oleh Drs.A.G.Sudibyo,M.Si secara resmi tahun 2013, bersama Penny Hutabarat, MSM dan Dr. Yugo Isal. Grup vocal ini ber-akar dari festival Bintang Pop UI yang diselenggarakan setiap tahunnya. UI menemukan sejumlah talenta-talenta musik terbaik dari Bintang Pop tsb, dan kemudian mengembangkannya melalui festival dan kompetisi di tingkat nasional, maupun internasional. Vocademia UI adalah salah satu grup yang lahir dari festival Bintang Pop UI ini.

Kontingen Vocademia Universitas Indonesia yang berpartisipasi dalam 11th Busan Choral Festival & Competition, terdiri dari 18 orang, diketuai oleh Bpk.A.G.Sudibyo (Kasubdit Pengembangan dan Pemberdayaan Seni  Budaya UI), yang juga adalah Pembina Vocademia UI.

Keberhasilan Vocademia UI di Busan Choral Festival 2015, tidak terlepas dari harmonisasi dan kekompakan tim serta aransemen apik yang ditampilkan. Ronald Wilson, S.T. dan Mia Ismi Halida, S.Hum adalah alumni UI yang berperan sebagai Music Director dan Arranger dari rangkaian lagu pop yang dibawakan Vocademia UI, yakni lagu Rather Be (lagu  karya Clean Bandit) - Medley Stay With Me (lagu karya Sam Smith) dan See you Again (lagu karya Wiz Khalifa)- & Sugar (lagu karya Maroon 5)

Semoga Indonesia dapat terus mengukir prestasi dan membawa harum nama bangsa di kancah internasional.









*(sumber: Penny Hutabarat, MSM - Vocademia UI - 18 Oktober 2015)
hari pendidikan

Jejak Langkah : PPIM FE UI

19.22
Gedung PPIM FE UI (Depok). Photo taken by Penny.H.

Hari ini, saya terbawa dengan memori saat kuliah di PPIM FE UI sekitar 3 – 5 tahun yang lalu. Awalnya, saya mampir ke FE UI karena ada keperluan ke CIMB Niaga terdekat. Saat berjalan menyusuri area Pasca FE, saya pun terbawa dalam ingatan ke masa-masa menyenangkan selama kuliah di tempat ini. Begitupula masa-masa bergelut dengan puluhan atau mungkin ratusan jurnal yang harus dibaca ;p, banyaknya tugas dan saat-saat berjuang menyusun Thesis.


  • Memori di Balik Gedung Pasca FE


Tempat ini memberi memori yang membuat saya saat ini...seketika tersenyum menyusuri ruang dan lorong perkuliahan di Gedung Pasca FE UI. Tempat dimana saya dan teman-teman dulu berjalan, berdiskusi, tertawa bersama, kerja kelompok bersama. 


Taman Makara 2, FE UI. Photo taken by : Penny.H.
Ada area baru di PPIM FE UI yang dulu tidak kami temui ketika kuliah, yaitu Makara "2" FE UI :). Salah satu yang cukup identik dengan FE UI adalah Makara besar "1" dengan air mancur yang berukuran cukup besar di halaman depan FE UI dan sudah berdiri sejak lama. 
 Rasanya sudah banyak orang yang mengenal makara "1" FE tsb karena menjadi tempat favorit bagi mahasiswa baru ataupun wisudawan yang berfoto disana. 

Tapi Makara 2 FE yang saya jepret ini, baru dibangun tahun lalu di halaman belakang FE (di area gedung Pasca). Menarik karena jadi ada semacam makara kembar yang cantik dan identik dengan kampus FE ini. 



Music Corner, Mini Piqnique Cafe. Photo taken by : Penny.H.
Ada satu hal baru yang juga menarik perhatian saya. Di lantai satu gedung kelas kami di PPIM FE (Depok)....berderet beberapa tempat makan, bank, toko buku dan tempat fotocopy. Nah di salah satu tempat makan, namanya Mini Piqnique...saya menemukan ada alat musik di sudut cafe itu. Tersedia gitar dan sound sederhana dengan papan bertuliskan 'everybody can sing and play music in here'. 



Hehee..seandainya music corner disitu sudah ada dari masa saya kuliah, pasti saya dan teman-teman akan sering mampir kesana dan nge-jam iseng-iseng di sela tugas kuliah yang merajalela hehe. 




  • Terimakasih Guru-Guru Kami

Disini..saya dan teman-teman PPIM FE UI juga bertemu dengan sosok dosen yang begitu menginspirasi dan kami kagumi. Sebagian besar dari dosen di Pasca FE UI, tak hanya akademisi tetapi juga memiliki pengalaman yang mumpuni sebagai praktisi. Sehingga sharing ilmu dan pengalaman dari mereka begitu terasa, tak sekedar teori namun juga best practice-nya. 

Salah satu dosen yang saya masih ingat betul yaitu Prof. Teddy Prawitra. Beliau sudah berusia sekitar 70 thn-an. Pernah menjabat sebagai President Director Mercedes Benz. Ilmu yang beliau ajarkan dalam topik 'Relationship Marketing' cukup menginspirasi. Ada hal menarik, saat  beliau seakan “meramal” kami mahasiswa PPIM 2012 saat di sessi kelas terakhir mata kuliahnya.

MSM'2012. With Prof. Teddy Prawitra
Tepatnya...hehe...tepatnya dia bukan “meramal” tapi mengatakan ia punya intuisi karena pengalamannya sebagai leader dan pebisnis puluhan tahun.  Dimana ia sering berhadapan dengan banyak orang termasuk dalam memilih dan menentukan tim nya serta  memberikan penilaian terhadap tim/ stafnya. Di saat sessi akhir kuliah tsb, dia bertanya satu per satu ke kami di kelas. Dia bertanya "setelah lulus dari sini dan di masa depan, kalian bercita-cita ingin jadi apa?". Masing-masing menjawab singkat apa harapan dan cita-cita mereka kelak. 

Lalu tiba giliran saya. Saya pun menjawab spontan "penyanyi. Tapi kalau belum kesampean, ya jadi entrepreneur Prof" jawab saya. Lalu dia tertawa dan sedikit kaget. Teman-teman melirik saya sambil senyum-senyum hehe. Prof. teddy merespon "lho..koq capek-capek kuliah di MSM UI, cita-cita jadi penyanyi?". Saya ingat sekali, waktu itu saya jadi agak merasa malu di kelas hehe. Tapi Prof. Teddy ternyata belum selesai berbicara, dia melanjutkan kalimatnya "But anyway, dari optimisme kamu, saya yakin suatu hari kamu akan menjadi orang berhasil di bidangmu. Saya bukan peramal lho..(tertawa) tapi intuisi saya berkata begitu". Rasa malu saya pun sekejap menghilang hehe dan happy..dalam hati meng-amin-kan perkataan Prof. Teddy tsb. 

Ahh..saya ingat betul kalimat yang memotivasi itu. Bahkan sampai setibanya di rumah, saya menceritakannya dengan semangat sekali ke kedua orangtua saya. Kalimat positif yang tulus disampaikan, itu mampu memacu dan mendorong kita untuk lebih baik :). 

MSM 2012. With mr @danrem (Daniel Remberth)
Beberapa sosok pengajar lainnya di PPIM FE UI, juga memberi pengalaman yang cukup berharga untuk kami mahasiswa. Walaupun kuliah di PPIM FE hanya 2 tahun, tapi memberikan kesan dan pembelajaran yang mewarnai 'langkah; saya dan teman-teman saat itu....hingga kini. 
Beberapa nama yang juga menjadi dosen kami di PPIM FE UI dan telah berbagi ilmu serta pengalaman mereka : Dr. Nurdin Sobari, Dr. Tengku Ezni Balqiah, Dr. Ardi Widamulia, Dr. Adi Zakaria Afiff, John Daniel Rembeth, MBA, Dr. Bambang Wiharto, Dr. Ign Heruwasto, Dr. M. Gunawan Alif, Prof. Dr. Sofjan Assauri, Albert Widjaja Ph.D, Prof. I Gusti Ngurah Agung, Dr. Harry Susantio, Dr. Manerep Pasaribu, Sari Wahyuni Ph.D dan Gita Gayatri Ph.D


Terimakasih guru-guru kami. Teruslah berkarya dan menginspirasi. Selamat hari Pendidikan, 2 Mei 2015. 


#TerimakasihGuru #Mei #HariPendidikan #JejakLangkah #PPIM_FEUI
awal baru

#AwalBaru

02.44
Menjelang akhir Maret 2015 ini, ada beberapa kesempatan dan moment yang cukup spesial buat saya. Tanggal 26 Maret 2015, kantor tempat saya bekerja yakni @FASILKOM_UI menerima kunjungan dari CEO Twitter Inc, Mr. Dick Costolo (@dickc)

Saya dan rekan kerja di UI bekerjasama dalam persiapan dan penyelenggaraaan acara Sharing and Discussion 'Twitter For Good in Indonesia', yang diadakan di MTI- Fasilkom UI Salemba. 
Event ini sangat menarik dan inspiratif, audience dapat bertanya banyak hal pada Mr.Dick. Di hari yang sama, dilanjutkan dengan Press Conference Twitter dan Fasilkom UI di Shangri La Hotel. 
Ada satu tagline sederhana yang cukup mengena : #AwalBaru. 





Saya jadi teringat sebuah quote yang mengatakan 'Every day is a new beginning. Stay away from what might have been and look at what can be'. 
Ya, setiap hari adalah #AwalBaru. Awal untuk memulai lebih baik lagi, memacu diri lebih baik dan awal untuk menggunakan waktu dengan lebih bijaksana. Dalam setiap #AwalBaru tentu ada ide-ide segar, kesempatan yang baik dan motivasi untuk memulai melakukan sesuatu. Ini tentang bagaimana kita melihat setiap hari sebagai #AwalBaru. 



Moment yang cukup spesial juga adalah di hari Ulang Tahun saya di tahun ini, tepatnya tanggal 27 Maret 2015. Saya sengaja cuti dari kantor di hari tsb dan menghabiskan waktu di rumah bersama ibu saya. Sambil beberapa kali membuka social media dan membalas ucapan birthday yang mengalir dari teman-teman dan keluarga :). Saya sangat bersyukur karena Tuhan memberikan begitu banyak orang-orang yang mengasihi dan menyayangi saya. Mereka menyampaikan doa dan ucapan yang tulus di hari bahagia saya. Di usia yang baru ini, tentunya usia yang semakin dewasa...saya ingin memulai #AwalBaru yakni menjadi pribadi yang terus bersemangat menjalani hari baru. Saya rindu untuk menggunakan talenta dan potensi saya dengan lebih baik lagi. 
Semoga usia yang baru ini...menjadi #AwalBaru untuk saya melihat sesuatu dengan lebih 'terang', pantang menyerah dan terus maju. Kehilangan ayahanda pada beberapa bulan lalu adalah duka yang mendalam untuk saya. Tapi di usia yang baru ini, saya ingin memulai #AwalBaru ..melanjutkan hidup dan menjalankan tugas yang dipercayakan pada saya. 

Di hari Sabtu, 28 Maret 2015, saya ibunda dan kakak saya merencanakan membuat syukuran sederhana. Kebetulan di tgl 27 Maret ada sepupu saya yang juga merayakan ultahnya, Nadya Hutagalung. Lalu di tgl 28 Maret ada abang ipar saya, Melci Manik yang juga berulangtahun. Kami pun berkumpul bersama keluarga di Restoran Sarang Oci, Bulungan. Acara singkat tapi berkesan...makan siang bersama, renungan singkat, sepatah kata dari keluarga dan foto bersama. Salah satu impian kami  terwujud, yaitu ingin sekali mengadakan syukuran kecil sederhana bersama keluarga besar sebagai ungkapan syukur. Kebetulan dulu saat ayahanda masih ada, kami belum sempat mengadakan syukuran seperti ini. Puji Tuhan, hal ini boleh terwujud meski kami tak bisa merayakannya bersama almarhum papa. 

Minggu, 29 Maret 2015, OMEVDA yaitu nama kumpulan keluarga besar kami Hutabarat mengadakan acara Bonataon di Taman Bunga Cibubur. Salah satu renungan yang disampaikan dalam acara ini mengatakan : 

Hidup kita harus menjadi saluran berkat untuk orang lain. Kalau saat ini belum, maka mulailah saat ini sebelum terlambat. Lakukan #AwalBaru agar kita pun menuai akhir perjalanan yang terbaik dalam hidup ini. 


So..the secret of getting ahead is getting started!
Every day is a fresh start, Each day is a new beginning. Every morning we wake up is the first day of our new life

#AwalBaru




catatan perjalanan

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

01.13
Waktu adalah tentang nilai hidup. Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada kutipan dari Albert Enstein yang mengatakan "Strive not to be a success, but rather to be of value". Ya, saya setuju dengan kutipan ini bahwa kita harus berjuang untuk menjadi pribadi yang bermanfaat (man of value). Kata sukses kecenderungannya bisa jadi pada hal materi dan diri sendiri. Tapi bila kita berbicara value tentulah bersinggungan dengan hal lain di luar diri kita yakni eksistensi kita bagi sesama/ orang lain, apakah kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain...dapat diandalkan dan memiliki nilai yang menginspirasi orang di sekitar kita. 



Waktu juga tentang kesempatan. Terkadang kita mungkin dipusingkan oleh satu hal yang membuat kita terus berputar-putar dengan hal tsb. Padahal di sisi lain, sedang ada kesempatan yang menghampiri dan menyapa kita. Namun karena kita disibukkan dengan suatu hal, kita melewatkan kesempatan berharga yang diberikan pada kita. Jangan pernah lewatkan untuk mengatakan "I love you" pada orang-orang yang kita cintai. Lakukan dan tunjukkan sikap/ respons yang terbaik pada mereka sebelum semuanya terlambat, dan jangan sampai hanya menjadi "things left unsaid and the thoughts unexpressed". 

Waktu adalah catatan perjalanan. Saya selalu mengagumi orang-orang yang menulis buku dalam hidupnya. Why? karena mereka telah menuliskan catatan-catatan kecil dalam bagian perjalanan hidup mereka. Tulisan itu tak harus tentang biografi dan kisah hidup, bisa jadi tentang suatu ilmu dan kepakaran yang dimiliki seseorang dan dibagikannya pada orang lain lewat tulisan. Karena sesuatu yang tertulis dalam buku akan tinggal lama dalam ingatan pembacanya. Bahkan sebuah tulisan mampu menjadi bagian dari pembentukan karakter seseorang, menjadi motivasi dan inspirasi yang membakar semangat hidup. 

Sebenarnya artikel tulisan ini juga menjadi reminder dan catatan untuk saya : Pergunakanlah Waktu! Bahwa hidup, yaitu hari-hari dan waktu yang kita lalui harus diisi dengan nilai-nilai hidup yang baik..yang membawa kebaikan..yang membuat kita bermanfaat untuk orang lain dan sesama. 

Bahwa hidup, lagi-lagi adalah kesempatan untuk mengutarakan, mengucapkan dan menjalani apa yang baik, tak hanya untuk diri kita tapi juga untuk orang lain. Bahwa hidup adalah tentang kesempatan : berbagi dan peduli...hanya lewat kasih sayang kita mampu melakukannya. Bahwa hidup adalah tentang keberanian mengambil kesempatan itu sebelum semua terlambat. 

Dan dalam perjalanan kita, akan terdapat berjuta-juta catatan cerita, kisah, jejak langkah. Tak perlu semua, ambil satu yang begitu mengilhami dari dalam hatimu untuk kamu bagikan..untuk kamu dedikasikan. 

Hingga pada saatnya kelak waktu memanggil, kita takkan menyesal...karena telah berjuang untuk yang terbaik.


inspirasi

Kenali Apa Yang Membuat Kamu Terus Menunda! Kelola Waktu!

21.46

Waktu seringkali terasa begitu cepat berjalan dan berlalu. Sebelum menutup hari, mungkin sebagian dari kita akan bertanya dalam hati “apa yang sudah saya lakukan hari ini”, “apakah to-do-list hari ini sudah dijalankan”, “apa yang akan saya prioritaskan untuk lakukan esok”. 

Tentu kita sangat ingin dapat mengelola waktu dengan bijaksana. Tapi bagaimana caranya, sedangkan hal-hal tak terduga seringkali muncul dan rasa malas membuat pekerjaan kita terus tertunda. Sebelum saya berbagi tentang strategi mengelola waktu, yukk kita perhatikan hal-hal penting terkait dengan penggunaan waktu kamu sehari-hari : 

#Time-Use
  Sebelum berbicara bagaimana mengelola waktu, let’s take a look : bagaimana kamu menggunakan waktu mu?! Umumnya ada 2 masalah yang sering kita hadapi yaitu time-wasted dan time-misused. 
Time –wasted misalnya menghabiskan waktu menonton televisi berjam-jam, padahal kita tau ada agenda pekerjaan yang perlu di follow up. Alhasil pekerjaan tsb tertunda.  

Time-misused sering terjadi ketika kita memiliki pendekatan yang keliru dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya ada bagian pekerjaan yang sebenarnya bisa kita delegasikan tapi kita terus berkutat dan berputar-putar dengan tugas tsb sehingga beberapa tugas pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Kita bisa membagi tugas dengan tim misalnya : salah satu anggota tim melakukan pencarian data/ informasi, anggota lainnya merancang draft laporan, dan ketua tim melakukan review serta verifikasi data. Dengan demikian, tugas dapat lebih cepat dan tepat untuk direalisasikan. 

#Time-Log
Ini adalah sistem yang umum kita gunakan dalam pengerjaan tugas atau project yaitu memanfaatkan time-log. Mengapa tidak kita juga menggunakannya untuk aktivitas pribadi sehari-hari?! Misalnya : Saya punya hobi menyanyi dan menulis. Untuk menjaga self-discipline, kenapa tidak saya merancang time-log agar hobi saya bisa lebih terasah dan intens dilatih. Setiap hari, contohnya, saya mengalokasikan 2 (dua) jam untuk menulis dan 2 (dua) jam untuk vocalizing serta berlatih menyanyi.
Dengan time-log, kita dapat belajar juga mengukur berapa lama sesuatu dikerjakan dan berapa banyak hal yang mungkin bisa di eliminir dengan melihat skala prioritasnya. Sebut saja, kita membuat tugas slide presentasi, kita bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Apalagi bila kita sudah sering melakukannya dan terlatih, biasanya kita memiliki mind maps bagaimana tugas tsb akan dikerjakan agar lebih efektif dan efisien. 

#Time-Analysis
Analisis waktu perlu kita lakukan, salah satunya untuk membantu kita membedakan tugas yang urgent dan important. Kita juga perlu belajar untuk melakukan beberapa action seperti : delegasi pekerjaan, pengambilan keputusan, pemberian approval, pengarahan bagi tim. Ini akan sangat berpengaruh terhadap tugas ataupun project yang dikerjakan. Tidak semua hal harus kita kerjakan sendiri toh? Dengan mendelegasikan pekerjaan, kita juga belajar percaya pada anggota tim kita dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertumbuh. 

#Time-Control Techniques
Sekarang, beberapa teknik sederhana mengelola waktu :
  •        Tentukan objectives (tujuan) 
  •        Mulai dengan time diary (catatan waktu harian)
  •        Membuat daily plan 
  •        Tentukan prioritas 
  •        Do one thing at a time
  •        Kerjakan hal yang sulit dahulu
  •       Gunakan reminder lists 
  •       Tentukan deadlines 
  •        Siapkan agenda untuk meetings
Apalagi bila kita memiliki berbagai aktivitas, di luar kerja kantoran. Misalnya kita menekuni hobi  menulis, bermusik atau berwirausaha....tentulah pengelolaan waktu menjadi hal yang sangat penting untuk keberhasilan kerja kita. Jadi, yuk kita mulai menata dan mengelola waktu dengan lebih bijaksana.
Alokasikan juga waktu untuk keluarga, waktu berekreasi, waktu bermain, olahraga dan berkumpul bersama teman/ saudara. Pengelolaan waktu yang seimbang akan memberikan dampak yang positif untuk keseharian kita.

Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top