Dinamika Kerja. Keep Going!

09.40

Teman, dalam dunia kerja tentu kita pernah menghadapi tantangan dari lingkungan kerja. Tantangan itu terkadang bukan tentang apa yang kita kerjakan, tapi budaya dan sikap kerja yg ada di sekeliling kita. Dinamika dalam bekerja!

Suatu hari, saya baru kembali dari tugas di luar. Kondisi sedang perlu istirahat dan badan tidak vit. Tapi saya tetap upayakan hadir di kantor. Membuka email, puluhan email pun berderet karena nyaris seminggu saya tidak membukanya. Saya agak kaget menerima whatsapp dan email dari rekan kerja yang menginformasikan bahwa saya ditunjuk menggantikannya menjadi PO sebuah acara kantor yang akan diselenggarakan tinggal beberapa hari lagi. Dan di saat itu, saya mengingat masih ada satu event kantor lainnya yang juga berdekatan akan terselenggara. Walaupun sy tidak in charge banyak di satu event lainnya lagi, tapi tetap saya memikirkan persiapannya bersama tim.

Saya seketika keberatan ketika ditunjuk sebagai PO dari acara yang terselenggara sekitar 4 hari lagi. Selain karena saya merasa belum ada informasi yang cukup dan belum ada persiapan yang matang dari pengurus sebelumnya. Saya juga melihat bahwa ada rekan-rekan lainnya yang mungkin lebih proper untuk bertindak sebagai PO karena panitia lainnya sudah mengikuti meeting dan progress..yang saya sendiri tidak bisa ikuti karena ada penugasan lainnya. Saya melihat bahwa, rekan-rekan lainnya juga perlu diberi kesempatan dan kepercayaan untuk memegang suatu tanggung jawab seperti event di kantor.

Saya mendengarkan keluhan tim saya yang merasakan bahwa load mereka semakin tinggi di beberapa hari tsb, karena tim atau PIC lainnya tidak menuntaskan pekerjaannya tetapi melimpahkan pekerjaan tsb juga kepada tim saya. Sedangkan di sisi lain, tim saya masih perlu melanjutkan dan menyelesaikan part yang menjadi tugas kami. Saya pun menampung keluhan mereka dan berupaya mendiskusikannya ke pengurus sebelumnya, dengan harapan agar masing-masing tetap mengerjakan bagiannya...dan tidak 'melemparkan' pekerjaan.

Setiap kita memiliki peran dan tugas masing-masing, memiliki kesempatan untuk berkontribusi sebaik mungkin dengan talenta dan kemampuan kita. Tapi sayangnya dalam lingkungan kerja tertentu, hal ini seringkali diabaikan. Sedikit banyak, kebiasaan dan budaya 'melemparkan pekerjaan' seolah jadi hal yang lumrah khususnya di lingkungan pemerintahan. Dan ini yang saya merasa tidak bisa tinggal diam. Saya merasa perlu mengutarakan hal tsb agar tidak dibiarkan membudayakan 'lempar pekerjaan'.

Namun, kadang kejujuran kita bisa dinilai berbeda oleh orang lain. Bagaimana orang lain merespon sesuatu dan membicarakannya kepada orang lainnya, itu di luar kontrol kita.  Saya sempat merasa kecewa, karena ternyata rekan lainnya menyimpulkan dengan cara yang keliru. Apalagi bila orang yang kita percaya di kantor, ternyata  juga bisa menyudutkan kita dari belakang. Ya, ini bukan hal yang aneh. Di dunia kerja, tentu dinamika ini ada. Ini menjadi pelajaran untuk saya dan tim bahwa kita tidak bisa mudah percaya, terkadang yang manis di depan bisa menusuk dari belakang.
Dan pelajaran juga agar ketika kita dalam kondisi cukup kelelahan, sebaiknya kita tidak merespon sesuatu dulu tapi menahannya....karena kita akan lebih dapat berpikir jernih di saat kondisi diri bugar/ segar. That's why take your time to stop and rest. 

Tapi saya bersyukur memiliki atasan yang bijaksana. Melihat dengan kacamata yang positif. Beliau malah mengajak saya melihat bahwa tantangan seperti ini justru menjadi kesempatan bagi saya untuk tidak terlena di tempat kerja. Beliau mengingatkan saya untuk meneruskan mimpi dan cita-cita, yang beliau tau itu ada di luar pekerjaan saya saat ini. Beliau tau saya senang mengajar, dan mendukung untuk memaksimalkan potensi saya disana. Tidak banyak sosok seperti atasan saya, yang menaruh perhatian pada mimpi orang lain. Pada umumnya, atasan akan membiarkan kita terus berada di lingkaran yang sama untuk menyelesaikan bermacam pekerjaan. Tetapi beliau menginspirasi saya melalui cara dan sikapnya. Bersyukur sekali, Tuhan menempatkan dia untuk menjadi mentor kami.

Tidak ada sesuatu yang kebetulan. Saya yakin, tantangan seperti yang saya temui,  kita perlukan untuk menjadi pengingat. Agar kita tetap bergerak dan berkarya! Kita bekerja bukan untuk menyenangkan hati manusia, tapi hati Tuhan. We can not please everyone. 

Untuk teman-teman yang sudah lama bekerja tentu memahami dinamika seperti ini di lingkungan kerja. Namun demikian, tetap tak mudah mengatasinya. Yang penting, kita terus bertumbuh - berkarya dan tetap mau belajar. Stay positif!

Untuk teman-teman yang baru akan memasuki dunia kerja, remember this : Great minds discuss ideas. Average minds discuss event. Small minds discuss people. And the less you respond to negative people, the more peaceful your life will become. 

Jadi, jangan berhenti untuk berbuat yang terbaik! KEEP GOING!

Dan jangan lupakan mimpi-mu, terus melaju selangkah demi selangkah.




29.10.15

You Might Also Like

2 komentar

  1. Terimakasih artikel-artikelnya mba,Sungguh sangat menginspirasi mba,ini yang sedang saya alami, juga artikel mba sebelumnya mengenai "mengatasi rasa bosan terhadap pekerjaan" kuncinya memang bagaimana kita mengendalikan emosi kita, dan melihat segala sesuatu dengan berbagai sudut pandang sehingga dapat membantu merubah hal negative menjadi hal positive yang dapat membangun.

    BalasHapus
  2. Mba Amanda :D terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini.
    Comment mba amanda, seperti angin sejuk yang mengingatkan saya untuk tetap menulis dan terus berbagi.

    Yang terbaik untuk mba amanda, dalam karir dan kehidupan mba :)

    -Stay positive-

    BalasHapus