• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

make it happen

#StartNow #MakeItHappen

00.17


Seringkah kamu merasa bahwa apa yang ingin dikerjakan atau bahkan diimpikan & belum juga terwujud? Kita mungkin memberi excuse : "belum sempat", tapi rasanya itu bukanlah alasan yang tepat. 
Pernahkah kamu mengurungkan niat atau membatalkan tekad untuk mewujudkan sesuatu yang kamu impikan? Dengan alasan kamu takut dan belum siap? rasanya itu lagi (lagi) bukanlah alasan yang tepat. 

Menurut saya, problems terletak pada "Belum Memulainya". Terjadi karena banyak faktor, mungkin dari internal (khawatir, takut, belum percaya diri dll) atau eksternal (waktu, dana, support orang-orang).  
Beberapa buku yang saya baca (salah satunya buku "Chris Guillebeau - The $100 StartUp) semakin menginspirasi saya untuk  "Don't wait for someone to get you started. Start yourself"!

Ya, bila kita menunggu sampai orang lain menawarkan sesuatu yang kita impikan, kita akan kecewa bila itu tidak kunjung tiba. Lebih baik berusaha dan memulai dengan apa yang kita miliki dengan tetap berpengharapan dalam Tuhan.

Starting with what you have! Rasanya ini kalimat yang tepat untuk menjelaskan bahwa kita tidak perlu menunggu sampai sesuatu sempurna untuk kita mulai lakukan/ kerjakan. Kita bisa memulainya dari satu ide sederhana. Idea doesn't need to be big. Sometimes small idea is powerfull. Dan tentu memulai dari keberanian untuk melakukannya. Jika kamu ingin menjadi penulis, mulailah menulis. Go ahead, do that!

Spirit atau semangat #StartNow  #MakeItHappen ini mulai saya tekadkan dalam diri sejak 2013 lalu. Bermula dengan hal-hal kecil yang rutin seperti bangun pagi lebih awal, untuk memiliki waktu melakukan beberapa hal (seperti doa/ saat teduh, vocalizing, menyiapkan sarapan, tiba di kantor lebih awal sehingga masih sempat menata meja kerja pribadi dan memulai berbagai to-do-list). 



Lalu di awal tahun 2013, saya mulai mencicil rencana project #VenitaMusic. Sedikit demi sedikit saya lakukan rencana dan persiapannya tiap hari, seperti membaca buku-buku tentang Music Digital, melakukan riset kecil-kecilan dengan teman, komunikasi dengan teman-teman yang memiliki passion yang sama di bidang musik dan menulis serta produksi lagu.  Walaupun project tsb belum selesai dan belum terwujud saat ini, tapi saya bersyukur sudah memulainya dan semoga bisa tercapai di tahun 2014 ini. 

Hari ini saya tergerak menulis kembali "Misi  #StartNow #MakeItHappen (yang sejujurnya selama ini hanya saya tuangkan di catatan pribadi/ di twitter). Dan akhirnya saya share di blog karena pagi ini saya mengajak tim di kantor saya untuk menata work desk nya. Hampir sering saya lihat work desk mereka berantakan (messy), tapi tak kunjung dirapikan. Saya pun gemas dalam hati dan merasa bagaimana ide kreatif bisa muncul kalau work space nya tidak nyaman dan menyenangkan. Saya pun meminta mereka untuk #StartNow dan kami bekerjasama menatanya menjadi lebih apik. 
Menata meja kerja sendiri rasanya sepele tapi penting untuk menyegarkan atmosfir berpikir kita, memindahkan dokumen-dokumen yang menumpuk dan mengorganisirnya. Hasilnya..bukan hanya kita yang merasa senang, lega tapi orang lain juga bisa merasakan keindahannya. 
#StartNow

Ya, mari kita mulai dari hal kecil dan sederhana tapi memberikan manfaat buat kita. Lalu terapkan itu untuk sesuatu yang menjadi real passion kita. Sekali lagi, Starting with what you have! Start Doing! :)

The act of beginning something is powerful (Chris Guillebeau)




business and management

The 8th ICBMR (1) Preparation Time

18.35

ICBMR (International Conference on Business & Management Research) diselenggarakan untuk yang ke-8 kalinya di Seoul, South Korea. Konferensi Internasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi UI dan Sungkyunkwan University, Seoul. Berbagai makalah ilmiah di bidang ekonomi (financial, marketing, strategic, business) dipresentasikan dalam kesempatan ini. Makalah penelitian saya yang membahas mengenai Art Sponsorship dan Entertainment Marketing berhasil lolos dalam tahap review oleh ICBMR’s committee. Dan waktunya untuk di presentasikan pada audience yang berasal dari berbagai universitas di Asia dalam conference ICBMR yang ke-8 ini. 

 Flash back mengenai persiapan makalah (paper) untuk The 8th ICBMR 2013 :  

* Paper yang saya submit dan ajukan ke International Conference ini adalah penelitian thesis saya pada tahun 2012 di Magister Science Management. Di tahun 2012, saat saya presentasi dalam Sidang Thesis sebagai syarat kelulusan program Master, saya ingat sekali saat itu Dr. Adi Zakaria Afiff menyampaikan agar penelitian saya jangan berhenti sampai disitu. Ia meng-encourage saya untuk mencoba ikut dan mendaftarkan makalah (paper) penelitian saya ke ICBMR Conference dan kemudian diharapkan tulisan saya dapat di publikasi di salah satu Jurnal internasional. Itu adalah pertama kali saya mengenal event dan nama ICBMR (International Conference on Business & Management Research).

Kemudian pembimbing saya yang sangat luar biasa  :)  Gita Gayatri, PhD mendorong  saya untuk mengikuti saran Pak Adi tsb agar makalah penelitian ini dapat dipublikasikan ke dalam jurnal dan sebelumnya dipresentasikan lebih dulu pada international conference. Tahun 2012, saya dan bu Gita berencana untuk turut serta dalam ICBMR yang diselenggarakan di Vietnam. Namun tahun lalu niat kami untuk men-submit paper harus tertunda karena kondisi saya yang sedang sakit di saat itu.   

* Di April 2013, suddenly saya menerima message dari Bu Gita yang menanyakan apakah saya masih berminat dan tertarik untuk mendaftarkan makalah saya ke ICBMR yang akan diselenggarakan November 2013 di Seoul Korea. Dan saya mulai mempertimbangkannya saat itu, terutama masalah biaya untuk perjalanan mengikuti conference ini. Tapi dalam hati kecil, saya yakin ‘dimana ada niat, disana ada jalan’ :).

Lalu saya dan bu Gita mulai berkolaborasi mempersiapkan penelitian thesis tersebut untuk disajikan dalam bahasa inggris dengan format jurnal yang layak publikasi. Makalah penelitian tsb bukan lagi paper saya, tetapi paper kami berdua yakni saya dan Gita Gayatri, Ph.D. Saya cukup salut, di tengah kesibukannya, Bu Gita yang saat ini mengajar di University of Malaya masih menyediakan waktunya untuk mengoreksi dan mereview paper yang kami ajukan ke ICBMR.

*Tadda, good news! Di Juni 2013, kami menerima kabar dari ICBMR committee bahwa paper kami lolos dan diterima di International Conference on Business & management Research (ICBMR) dan untuk selanjutnya kami dapat melakukan oral presentation di Seoul. Tentunya senang mendengar kabarnya, tapi di satu sisi agak khawatir dan ragu karena biaya untuk perjalanan menuju ke tempat conference tentulah harus dipersiapkan dengan matang. Kebetulan di awal Juli 2013, saya bersama rombongan melakukan Misi Budaya ke Hungaria sehingga progress untuk saya mengajukan dana hibah (grant) untuk bantuan conference luar negeri sempat tertunda saat itu. 

Sekembalinya dari Hungaria, saya segera mempersiapkan berkas dan surat-surat untuk pengajuan grant bantuan conference luar negeri. Dan ternyata sulit nya minta ampun hehe...tak hanya urusan birokrasinya tetapi juga banyaknya syarat ini itu yang membuat saya sempat mengurungkan niat untuk presentasi di conference ini. Bahkan salah satu surat pengajuan saya ke kantor saat itu sempat ditolak karena alasan bla bla bla :).
Tapi tidak berhenti sampai disitu, rupanya penolakan itu malah mendorong saya untuk berusaha mengurus surat pengajuan grant saya dengan alternatif lainnya. Saya bertemu dan berdiskusi dengan beberapa rekan juga kerabat untuk meminta masukan dan rekomendasi mengenai bantuan grant tsb. Akhirnya 3 minggu sebelum tanggal keberangkatan ke Seoul, seluruh berkas-berkas grant yang saya ajukan telah di terima oleh Direktorat Riset di UI.  And my heartfelt thanks kepada Prof. Bambang Wibawarta, Dr. Lily Tjahyandari (FIB UI) yang men-support keikutsertaan saya di ICBMR conference ini.
Dan juga my gratitude kepada Dr. Arie Soesilo yang juga men-support keikutsertaan saya untuk presentasi di conference ICBMR dengan bantuan dari Direktorat Alumni.

Lesson learned : To be rejected is not a failure and should not be treated so. This is not to say you should give up trying to achieve your goals but in fact you should continue to try with the new understanding that you now have from the lesson learnt.  

-  * Perjuangan belum berhenti hehee. Sementara proses pengajuan bantuan (grant) saya lakukan, saya dan bu gita berkomunikasi secara intens by email untuk menyiapkan paper kami, mengoreksi setiap detailnya, me-revisi beberapa point, dan menyiapkan slide PPT untuk presentasi kami di ICBMR. Satu hal yang tidak terlupa adalah dalam persiapan conference ini, hehe saya sampai rutin berlatih presentasi di 2 minggu sebelum jadwal keberangkatan. Dan latihan presentasi itu tak hanya saya sendiri, tapi saya membuat simulasi bersama teman jadi seolah saya sedang mempresentasikannya langsung dalam conference tsb J. Untuk persiapan yang satu ini, saya harus terima kasih untuk my best friend Erni Adelina yang siap membantu dengan senang hati.
Urusan perjalanan juga tidak ketinggalan harus disiapkan satu demi satu : baik visa, tiket, mencari informasi untuk rekomendasi hotel, reservasi, perlengkapan untuk cuaca dingin selama di Seoul dan bermacam printilan penting lainnya yang perlu disiapkan segera J.

Finally, paper + slide presentasi beres di satu hari sebelum jadwal keberangkatan ke Seoul. Dan berbagai urusan lainnya, Puji Tuhan berjalan lancar. So, waktunya saya berangkat bersama ibu di 5 November untuk perjalanan kami ke Seoul, Korea. Tak hanya Conference tentunya, tapi kami juga berusaha menggunakan moment ini untuk menikmati dan meng-eksplore Korea. 
business and management

The 8th ICBMR (2) Presentation Time

18.27


Yiayy!! I feel excited and little bit nervous. Ini adalah pengalaman pertama saya presentasi di International Conference untuk mempresentasikan hasil riset/ makalah penelitian. Saya bersyukur dengan kesempatan ini karena mendorong saya untuk belajar banyak hal. 
Setelah preparation time beberapa bulan, akhirnya 7 November 2013 Penny Hutabarat, MSM dan Gita Gayatri, PhD mempresentasikan riset nya di The 8th ICBMR (International Conference on Business & Management Research) 2013 di Seoul, 
tepatnya di Sungkyunkwan University.

Jadwal presentasi saya & mrs. Gita berlangsung di pukul 15.00 waktu Seoul. Mulai pukul 12.00 saya sudah tiba di Hall tempat berlangsungnya conference ICBMR untuk lunch bersama para peserta conference dan mengikuti Plennary Speech oleh beberapa Keynote Speakers dari pukul 13.00 – 14.30. Hampir 1 tahun setelah sidang thesis saya tidak bertemu bu Gita dan kami hanya berkomunikasi dan berkolaborasi untuk paper ini melalui email. Hal pertama setibanya di venue conference, saya langsung mencari beliau dan senangnya bisa bertemu untuk kami presentasi bersama di hari itu. Saat bertemu kami masih membahas materi paper yang akan dipresentasikan hehe maklum sepertinya kami berdua sama-sama orang yang detail dan perfeksionis hihi.

Tibalah waktu presentasi. Dan yaa..saya deg-deg an, sampai sempat terlintas “wah..rasanya mending gw disuruh nyanyi dech, daripada presentasi riset/ penelitian deg-degan nya lebih luar biasa”:). Saya berdoa dalam hati dan oke saya siap presentasi dengan tenang dan fokus.
Part awal dari paper kami dipresentasikan oleh saya, lalu part berikutnya dipresentasikan oleh mrs. Gita. Usai presentasi, beberapa pertanyaan dari audience berhasil kami jawab bersama dan presentasi berjalan dengan sangat lancar.

Lesson learned : Terkadang atau mungkin seringkali..kita meragukan kemampuan dan talenta diri. Padahal Tuhan telah memberikan talenta dan memperlengkapi kita untuk mampu mengerjakan tugas-tugas kita. So...di setiap kesempatan, jangan ragu dan takut selama kita sudah mempersiapkan apa yang menjadi bagian kita dan berupaya yang terbaik. There are saying “God will answer our prayers..If we do our part!”.

Setelah presentasi selesai, saya mengobrol santai dengan bu gita dan saya ingat kira-kira dia mengatakan ke saya “janji saya sudah tercapai ya mba, tahun 2012 lalu kan rencana kita tertunda. Dan sekarang sudah terwujud!”.
I’m so grateful, atas kesempatan yang Tuhan anugerahkan dan juga pembimbing serta partner yang smart, sabar &baik hati seperti mrs. Gita :). Mission Accomplished!



make it happen

#VenitaMusic....'Let your light Shine'!

00.08
Salah satu mimpi saya, ingin sekali me-rekam lagu-lagu ciptaan ke dalam mini album (EP - extended player) dan membagikan karya lagu saya pada banyak orang. Tentulah semakin lengkap ketika lagu yang kita tulis juga dapat didengarkan oleh orang lain dan menjadi berkat bagi orang-orang yang mendengarkan.

Sekitar 1 tahun terakhir ini, setelah saya menyelesaikan thesis dan rehat sejenak, saya mulai kembali menuliskan harapan dan mimpi yang pernah terbayangkan sekian tahun terakhir. Energi saya mulai kembali terkumpul di awal tahun 2013 dan saya berkata dalam diri "now..i'm ready to share my journey...to start my mini album".

Selain menyiapkan materi lagu bersama tim, saya juga membaca beberapa buku tentang Music Marketing dan buku Do-It-Yourself music distribution. Buku terbaik yang menjadi referensi saya yaitu Six Figure Musician dan New Music Strategy. Buku ini secara garis besar membantu para independent musician dalam merancang karya musiknya. Selain itu memberikan insight baru, bahwa di era 2.0 saat ini indie musician dapat melakukan strategi pemasarannya dengan lebih optimal. 

Beberapa bulan berjalan, secara bertahap saya dan tim mengerjakan prosesnya. Tidak mudah memang karena project mini album yang kami kerjakan sifatnya independent (indie). Banyak pertimbangan dan kendala seperti budget untuk produksi musik hingga proses pengerjaan aransemen lagu dan perencanaan marketing strategy nya. Meskipun di tahapan yang kami kerjakan, ada beberapa proses yang gagal...tapi justru dari kegagalan tersebut kami menemukan cara memperbaikinya. Bahkan kegagalan tersebut kadang malah membuka pintu untuk cara dan kesempatan lainnya yang lebih baik.

Saya bersyukur dibantu oleh tim kecil yang sangat men-support saya dan bersedia memberikan kritiknya secara jujur. Mereka adalah Freddy Jhonny, Erni Adelina, Indah Permatasari, Sussie Siagian, A.C. Arsyady, Wanda Kinasih, Hisma Mulya. Ketika saya merasa ragu dengan apa yang saya kerjakan untuk project ini, mereka mengingatkan saya..untuk Make it Happen! :)

Sesuai dengan headline posting ini : #VenitaMusic' :) Ini adalah nama yang pernah saya rencanakan di beberapa tahun lalu untuk menjadi identitas music management yang perlahan-lahan bisa berjalan. Project pertama dari #VenitaMusic adalah mini album dari original songs Penny Hutabarat. Saya berharap dan berdoa semoga project ini berjalan lancar dan Tuhan memberkati rencana ini. Sehingga karya lagu ini bisa didengarkan lebih banyak orang dan semoga memberikan energi baru untuk yang mendengarkan :)

Harapan ke depan setelah project pertama ini adalah saya tetap ingin menulis lagu dan membuatkan album kompilasi untuk teman-teman saya yang memiliki talenta menyanyi dan bermusik luar biasa. Entah kenapa, saya selalu rindu untuk men-support dan memajukan teman-teman saya yang bertalenta untuk terus maju. Tidak hanya saya, tapi kita semua harus menjadi terang yang bersinar!

'Let your light shine - whether you're a candle in a corner or a lighthouse on a hill'
May God bless this hope and dreams :)


focus

Let's Start NOW! Focus!

21.07

Di tengah dunia yang makin hectic, penuh dengan berbagai tawaran menggiurkan yang membuat kita konsumtif dan pilihan yang membuat banyak orang 'galau'...mungkinkah kita mampu untuk fokus? Fokus dengan passion, impian, cita-cita atau tujuan kita.

Saya yakin mimpi atau impian tidak datang tiba-tiba, tidak datang tanpa alasan. Ada sesuatu yang memotivasi dan mendorong kita untuk melakukannya. Ada teman, keluarga, saudara dan orang-orang yang kita temui..yang menginspirasi kita untuk melakukannya bahkan mengingatkan kita untuk melanjutkan suatu impian yang mungkin sempat terlupakan.

Begitupula Tuhan menghadirkan kita di dunia ini untuk suatu tujuan..bukan tanpa alasan. Ia menetapkan langkah kita dan menempatkan impian, passion dalam diri kita. Maukah kita melakukannya dan fokus untuk meraihnya?

Dalam suatu sharing, saya diingatkan bahwa kita perlu belajar dari usaha seorang atlet. Untuk mencapai tujuan garis finish, seorang atlet harus fokus pada tujuan yang akan dicapainya. Usaha itu pun dilakukan dengan persiapan yang bermodalkan disiplin yang kuat dan persisten dalam meraihnya. Mungkin seorang artis masih bisa diinterupsi dengan kehadiran wartawan, paparazzi misalnya. Tapi bagi seorang atlet - yang sedang berkompetisi misalnya, sebut saja pelari, ia tidak akan mau hal tersebut 'mengganggu' fokusnya. Pelari akan memulai dengan sepenuh kekuatannya dan menatap ke depan, fokus pada apa yang ada di hadapannya.

Apabila kita menilik ke diri kita, ada sesuatu yang dapat kita pelajari bersama ya. 
Untuk menjadi pemenang dan meraih impian, kita perlu tetapkan dan merancang tujuan (goals). Lalu fokus pada tujuan tersebut. Tidak terganggu oleh gangguan atau godaan yang menghambat dan membuat kita terlena. Fokus pada kekuatan/ talenta yang Tuhan berikan dan bukan berfokus pada kelemahan kita. Menjalani dengan disiplin...disiplin tak hanya bagi talenta kita, tapi juga disiplin dalam mengendalikan keuangan, disiplin makan dan disiplin menjaga kesehatan diri. Satu hal lagi yaitu persistensi, tanpa ketekunan-kegigihan-pantang menyerah sulit bagi kita untuk mencapai tujuan.

Sharing tersebut menginspirasi saya dan memotivasi saya untuk bisa belajar memulainya :). Hehe..memang tak mudah untuk dijalankan ya...begitupula terkadang untuk saya pribadi. Tulisan ini semoga menginspirasi dan mengingatkan kita bersama.


#You don't need to be GREAT to START, but You need to START to be GREAT#
Let's start NOW! Focus!



Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top