• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

bountiful eyes

Vision Board : Debut Album #Bountiful Eyes

01.41
Di penghujung tahun 2013, saya menuliskan impian saya tentang debut album #BountifulEyes yang saat itu masih dalam proses pengerjaan. Saya menuliskannya pada sebuah papan (board) yang saya gantungkan di dinding kamar. Agar setiap kali saya bangun ataupun lewat di depan board ini, saya diingatkan untuk melakukannya one step at a time.

Saya menyebutnya dengan VISION BOARD, yang saya susun sebagaimana impian dan bayangan saya akan rencana mewujudkan Debut album #BountifulEyes. Mungkin suatu hari nanti, saya juga akan menuliskan impian lain berikutnya dalam sebuah VISION BOARD lagi :)

Sore ini, 30 Desember 2015, saya menatap kembali VISION BOARD yang masih tergantung di ruang kamar saya...


 Dan saya baru menyadari, kalau apa yang tertulis di "VISION BOARD : Debut Album #BountifulEyes" ini....telah menjadi impian yang terwujud, Puji Tuhan. Dan sebagian besar catatan impian pada VISION BOARD tsb terwujud di tahun 2015 ini.


Beberapa point yang saya tuliskan di VISION BOARD tsb  adalah :
1. Rencana Produksi Album : Songs & Arrangement ; Research & Blue Print; Website ; Colour/ Design & Photo ; Budget ; Video ; Profile & PR Story pitch
2. Rencana Distribusi dan Market Place : existing community ; existing event ; Online Distribution ; Networking ;  Database
3. Rencana Sales & Promotion : Online & Offline ; Social Media ; Key Influencer ; Momentum ; Gigs ; Leveraging
4. Set the Date !


 Vision board add clarity to your desires, and feeling to your visions


Saya merasa bersyukur :’) Sebagian besar dari catatan di VISION BOARD tsb terwujud di 2015 ini. Saya percaya semua karena kasih karunia Tuhan.

Dan untuk hal-hal yang belum terwujud dalam catatan VISION BOARD tsb, saya tetap bersyukur. Karena saya menyadari sejak awal menyusun VISION BOARD ini…bahwa catatan impian yang saya tuliskan tsb adalah rencana/ rancangan yang saya bayangkan untuk dapat  diterjemahkan ke dalam action langkah demi langkah. Itu hanya rencana/ rancangan saya saja,  tapi  yang terutama adalah belajar tetap berserah pada rancangan Tuhan. Ketika saya belajar untuk mengerjakannya dengan ‘mengalir’, tidak ‘ngoyo’ … tidak ‘diburu-buru’ waktu, justru saya melihat banyak kesempatan yang Tuhan berikan.

 Saat Tuhan mengizinkan suatu impian hadir dalam hati kita dan Tuhan berkenan untuk kita mengerjakan prosesnya…dan Tuhan mewujudkan itu menjadi kenyataan….hati kita melimpah dengan syukur dan sukacita. Terimakasih Tuhan.

Ada dua hal yang saya pelajari dari VISION BOARD yang saya gantungkan di dinding kamar saya ini :
  •     Jangan ragu untuk menuliskan impianmu. VISION BOARD membantu kamu untuk menterjemahkan dan memvisualisasikan rencana-rencana yang kamu bayangkan ke depannya. Tak harus tepat dan sempurna. Seringkali meleset dan tidak tercapai. Tapi disana kita belajar bahwa ada ruang untuk memperbaikinya sambil berjalan. Disana kita memahami, untuk menjadi fleksibel ketika kondisi tak selalu mendukung setiap rencana yang tertulis. Dan disana kita melihat, bahwa Tuhan turut bekerja dalam harapan-impian-bahkan catatan vision board kita :) Ia mewujudkannya dengan rencanaNya yang tak terselami oleh pikiran kita.

  •    Waktu. Merangkai dan mewujudkan sesuatu perlu waktu yang tak selalu singkat, kadang seakan berjalan lambat. Dan yang terpenting, tetap berjalan dan tak kehilangan arah/ visi.


Writing it down. This may seem simple, but it is critical. By writing your idea down, you make the rubber hit the road. I call this ‘landing the idea’.



Artikel terkait : 

The Making of Debut EP - Bountiful Eyes

Jurnal Rekaman PH : Bountiful Eyes

Penantian Terindah (MUSIC VIDEO)

Album Bountiful Eyes Rilis di Itunes


bountiful eyes

#MusikBerbagi @Beranda

19.21

Seorang teman, Riomanadona, menghubungi saya untuk berbagi tentang karya album #BountifulEyes di event #MusikBerbagi. Event ini berisi workshop tentang industri musik dan show case dari para musisi indie.

Bertempat di Beranda Kitchen (Jl. Ahmad Dahlan, Kebayoran), #MusikBerbagi ini diselenggarakan secara rutin setiap beberapa minggu dengan menghadirkan para pembicara/ narasumber yang berkecimpung dalam dunia musik.


Selasa, 22 Desember 2015, saya diundang untuk turut berbagi karya musik pada kesempatan ini. Topik workshop yang diangkat saat itu adalah ‘Monetize Youtube’, dengan pembicara : Arya Dana (digital Demajors) & Kika Syafii (kafemusisi.com). Ada beberapa musisi yang turut mengisi yaitu Ideaz, Meneer, Junior Soemantri dan saya Penny Hutabarat.



With Ahmad Dhany Nugraha (Gitaris) & Freddy Jhonn (Cajon)
Saya tampil bersama rekan saya, Ahmad Dhany Nugraha (Gitaris) & Freddy Jhonny Sitorus (Cajon). Kami membawakan 2 (dua) lagu dari mini album saya yaitu Sampai Aku Pergi, Go Make It Happen dan satu lagu berjudul ‘Like Im Gonna Lose You’ (Meghan Trainor).

Sambil membawakan lagu-lagu tsb, saya juga berbagi cerita tentang bagaimana proses pembuatan mini album #BountifulEyes, inspirasi di balik album ini dan cerita sederhana tentang lagu yang saya ciptakan.


Di event #MusikBerbagi ini, saya dan audience yang hadir mendapatkan pengenalan tentang Monetisasi Youtube, SEO (search engine optimation) dan Google Ad Sense yang dapat digunakan oleh para creators (pembuat karya) untuk mengoptimalkan distribusi karyanya.


Berbagi tentang inspirasi dan proses pembuatan album #BountifulEyes
Host : @ugatattoo
Di penghujung acara, @Junior Soemantri menutup event ini dengan sangat apik. Membawakan lagu-lagunya yang asyik dan cerita tentang albumnya bertajuk #Melaju yang baru saja dirilis di iTunes. Saat berbagi kisah tentang lagunya, Junior mengungkapkan 'salah satu pencapaian tertinggi seorang musisi adalah membuat karyanya! dan itu dilakukan melalui karya album yang diwujudkannya'

Ya, saya setuju dan sebagai musisi maupun seniman...kita patut bersyukur ketika dapat merealisasikan mimpi untuk membuahkan karya...sebuah karya yang kita tulis, kita rangkai dalam melodi, kita rasakan dan bagikan. Yuk terus berkarya dengan kerendahan hati :)

Bountiful Eyes with @JuniorSoemantri & @FreddyJhonny

Terimakasih untuk penyelenggara #MusikBerbagi : @ugatattoo, @musikafe #musikpreneurid dan teman saya Rio yang mengundang saya untuk berbagi di event ini


Riomanadona, Penny Hutabarat, Junior Soemantri

Berbagi Musik, berbagi Inspirasi!


#MusikBerbagi at Beranda



bountiful eyes

OASE HATI : Kolaborasi mini album 'Bountiful Eyes' dan 'Rahasia' @StreightStudio

00.18
Minggu, 6 Desember 2015, akhirnya kami (Penny Hutabarat & Dinda Septryani) mewujudkan sesuatu yang kami impikan yaitu mengadakan showcase atau mini concert dari karya mini album 'Bountiful Eyes' dan 'Rahasia' :). Live music showcase ini kami namakan "Oase Hati"! Bertempat di Streight Studio pkl 15.00 - 17.oo WIB. 








Berawal dari diskusi kami di 6 Juli 2015 yang saya share disini, yakni bagaimana kami yang sama-sama staf/ karyawan di sebuah institusi (Dinda di Kemenlu RI dan saya di UI) tetap dapat menekuni passion kami dalam bermusik. Ya, bermusik seperti salah satu oase bagi kami di tengah-tengah kesibukan dan rutinitas pekerjaan. Kenapa kami namakan 'Oase Hati'? 

'Karena kami yakin, sesuatu yang datangnya dari hati..pada saatnya akan sampai ke hati'


Showcase ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dari teman-teman dan juga Band yang dengan tulus dan senang hati menjadi bagian dari 'OASE HATI' ini. Kami memulai (jurnal  1 -Oase Hati)  yakni latihan pertama dengan Band di September 2015. Saya dan Dinda merasa bersyukur karena teman-teman kami yang terlibat dalam band (Daniel manurung, Karunia 'Runi', Arvie Pravira, Hasandi Patriawan, Irham PRabowo 'Probi' dan Kevin Situmorang) adalah young talented musician yang mampu memberikan warna bagi masing-masing lagu kami. 


"OASE HATI" 
Showcase mengalir indah dan menyenangkan di minggu, 6 Desember 2015 :) Teman-teman yang sebelumnya telah mendaftarkan diri untuk hadir via indiexist@gmail.com...hadir lengkap dan berbagi keceriaan bersama kami di showcase ini. 

Dinda membawakan karya lagu ciptaannya dari mini album 'Rahasia', begitupula saya (Penny Hutabarat) dengan karya lagu dari album 'Bountiful Eyes'. 

Saya senang melihat beberapa audience yang hadir juga ikut melantunkan lagu bersama-sama,  dengan lirik yang dapat mereka temukan di Instagram @pennyhutabarat. 

Di tengah rangkaian nyanyian, kami juga menghadirkan sessi giveaway dan quiz untuk teman-teman yang menonton. Saya dan Dinda membawa sejumlah merchandise untuk kami bagikan di sessi giveaway. Ini beberapa cuplikan foto dari teman-teman yang beruntung mendapatkan giveaway :)















Salah satu moment spontan yang menarik juga terjadi saat salah satu penonton ikut memainkan lagu saya #PenantianTerindah. Ya, di posting-an saya sebelumnya, saya pernah cerita tentang seorang pendengar album #BountifulEyes yang belajar bermain piano setelah ia mendengarkan lagu  'Penantian terindah'. Permainan piano nya cukup oke, hehe bisa didengarkan disini. Lalu di live showcase ini, saya melihatnya hadir dan memintanya secara spontan memainkan lagu tsb, karena memang saya belum pernah melihatnya memainkan denting piano dari lagu tsb secara langsung. Dan ternyata ia bermain piano dengan indahnya membawakan lagu saya 'Penantian Terindah'. Namanya reza mahdi. 


Moment-moment menarik lainnya juga kami temukan sepanjang acara berlangsung, dari sharing dinda dan saya tentang proses menulis lagu, lika-liku dalam mewujudkan album yang berisi karya lagu ciptaan secara indie, maupun sharing menarik dari teman-teman yang hadir.


Trimakasih untuk semua yang hadir dan mewarnai showcase Oase Hati #1..yang telah mendukung dan menunjukkan kebahagiaannya bersama kami. 
Kehadiran kalian sungguh berarti untuk penny hutabarat & dinda septryani. Sampai bertemu di jurnal OASE HATI berikutnya.....ya di episode 2 'OaseHati'! :)


Trimakasih buat teman-teman yang sudah membantu kami dari awal persiapan sampai berlangsungnya Oase Hati : 
- Design & Doodle : Shylla Estee Pramadhani
- Videografer : Ady Immanuel & Indah.P
- Fotografer : Riomanadona, Ady Immanuel & Adi Nugraha
- MC : Aury_carey
- Konsumsi : Frisca & Dhani
- Tim : Ismunandar Ananda, Kahar
- Audio Engineer : Diaz @streightstudio & mas Akbar Nasution

Semoga lagu-lagu yang kami persembahkan dapat menginpirasi dan sampai ke hati :)







Artikel terkait :


Berbagi Mimpi dan Kisah Kasih di OASE HATI 

Upcoming Collaboration Project OASE HATI

Jurnal #1 : OASE HATI 




bountiful eyes

Bountiful Eyes : Mini Album Showcase @KopiDimana Kemang

03.43
Berbagi karya lagu adalah hal yang membahagiakan :). Ya, ketika lagu yang kita tulis dan ciptakan dapat sampai ke pendengar dan menginspirasi mereka, itu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri. 




Photo by : Ady Immanuel

Rabu, 2 Desember 2015, saya berkesempatan membawakan lagu-lagu dari mini album #BountifulEyes di @KopiDimana, Kemang. Lokasi @KopiDimana berada di Jl. Bangka XI Pav. 18, Kemang. Tempat ini unik, menarik dan bersahabat. Salah satu tempat yang cukup recommended untuk berkumpul, diskusi, meeting sambil menikmati sajian kopi Indonesia dan makanannya yang juga maknyoees :). 

Photo by : Ady Immanuel

Live music Showcase dari mini album saya dimulai pkl 20.30. Sebelumnya dibuka oleh performance band bernama JFK. Saya dan tim musik menampilkan format akustik sesuai dengan suasana @KopiDimana yang santai dan akrab. Saya bersama Daniel Manurung (Keys), Hasandi Patriawan (Bass), Arvie Pravira (gitar) dan Runi (backing vokal) menampilkan 4 lagu yaitu : 

 - Sampai Aku Pergi, cipt : Freddy John/ Penny Hutabarat
 - Go Make It Happen, cipt : Penny Hutabarat
 - Bountiful Eyes, cipt :Penny Hutabarat
 - I'm Gonna Lose You, cipt : Meghan Trainor

Saya juga mengundang teman saya, yang juga seorang singer/ songwriter yaitu Dinda Septryani, untuk menampilkan karya lagu dari mini album indie nya. 




ki-ka : Daniel, Sandi, Runi, Arvie, Penny
Photo by : Riomanadona

Photo by : Riomanadona



ki-ka : Dinda, Penny, Sandi, Arvie, Runi


Penny, Anest (@KopiDimana)


Dalam showcase di @KopiDimana, kebetulan saya juga bertemu dengan sahabat lama di kampus yaitu Putra Raditia. Dulu di masa kuliah di UI, kami sama-sama aktif di Paduan Suara FISIP UI dan Bintang Pop UI. Sudah lama tidak bertemu, dan kebetulan bertemu di showcase mini album saya ini. Di @KopiDimana, saya juga bertemu dengan Mas Anest, yang in charge untuk event musik di @kopidimana dan yang juga pemusik dan judges pada @Starvoice di Soundcloud_ID. 
Usai mini showcase, kami bincang-bincang juga bersama pengelola @kopidimana (mas ebest) yang ternyata juga punya passion di musik. Terimakasih untuk kesempatannya, saya dapat berbagi karya lagu lewat showcase musik di @kopidimana, kemang. 



Smoga lagu-lagu dalam mini album #Bountiful Eyes, dapat sampai ke lebih banyak pendengar.  Dan kiranya dapat memberikan energi positif lewat lirik dan alunan lagu-lagu yang saya bawakan. 


Photo by : Riomanadona


bountiful eyes

Singing at a Gala Dinner : International Conference PRAGMA & ICACSIS 2015

02.47
Jumat, 11 Oktober 2015, saya menyanyi di Gala Dinner International Conference ‘Pragma & ICACSIS’ 2015. Bertempat di Annex Building.  

Gala dinner ini dihadiri oleh para researcher dan professor dari dalam maupun luar negeri. Usai menjalani rangkaian Conference Pragma & ICACSIS selama beberapa hari, mereka dijamu dalam suasana Gala Dinner yang apik dan akrab.

Saya membawakan beberapa lagu, salah satunya : “I’m Gonna love you, like I’m gonna lose you” (Meghan Trainor). Saya menyukai lagu ini karena liriknya yang indah dan dalam. Hal yang menarik ketika saya membawakan lagu ini, saya melihat  seorang audience yg begitu fokus menyaksikan kami sejak lagu pertama…kemudian meneteskan air matanya saat lagu "I'm Gonna love you, like i'm gonna lose you" ini dibawakan. 

Sejujurnya saya sendiri pun ingin meneteskan air mata setiap kali membawakan dan memaknai lagu itu. Melihat dari parasnya, salah satu audience yg meneteskan air mata tsb, sepertinya berasal dari Phillipina. Melalui ekspresinya, kami dapat melihat bahwa ia meng-apresiasi setiap persembahan lagu yang kami bawakan. Sebagaimana audience lainnya yang dari raut wajah mereka, terlihat begitu menatap lekat..menyimak lagu…dan menikmati setiap alunan.

==

Salah satu kebahagiaan seorang penyanyi adalah ketika melihat ekspresi dan respon audiences/ listeners nya tersenyum bahagia dan dapat merasakan lagu yang kita bawakan.  Ini adalah salah satu hal berharga dalam setiap kesempatan tampil di atas panggung. Dan lebih indahnya ketika orang yang mendengarkan alunan lagu kita  juga dapat memaknai dan merasakan setiap lirik dari lagu yang kita senandungkan.



Seorang professor dari Australia menghampiri saya usai menyanyi dan mengatakan “terimakasih Penny, kamu menyanyi seperti bercerita..saya tersentuh untuk setiap kata-katanya dan senang sekali’. Puji Tuhan saya pun bersyukur ketika lagu-lagu yang kita bawakan bisa sampai di hati pendengar.


Begitupula Prof. Peter Arzberger (University of Chicago), Ketua Umum dari konferensi internasional Pragma, yang menunjukkan apresiasinya pada kami. Ia memberikan kenang-kenangan berupa t-shirt Pragma pada saya dan mas Yugo Isal. Saya pun tidak lupa memberikan kenang-kenangan juga padanya berupa CD album sy “Bountiful Eyes”.



Satu minggu setelah Gala Dinner berlangsung, mr. Peter mengirimkan email terimakasihnya..betapa ia menikmati lagu-lagu dalam CD ‘Bountiful Eyes’ dan beliau mengajukan agar foto-foto penampilan menyanyi kami di Gala Dinner dapat dipergunakan oleh Pragma Committee untuk ditampilkan pada materi buku promosi event mereka di 2016. Trimakasih Prof. Peter untuk apresiasinya.

Berikut cuplikan dari salah satu halaman pada magazine dan buku promosi event PRAGMA International Workshops :




Saya juga bertemu dengan seorang professor yang begitu ramah dan humble, Prof. Jose Fortez. Ia menyampaikan “thank you for the songs, beautiful voice”. Thank you Prof. jose.
Mendengarkan berbagai kesan mereka tentang penampilan di Gala Dinner saat itu, saya berkata dalam hati ‘Trimakasih Tuhan. It’s only by Your grace”.

(*) Segala yang kita miliki, talenta yang kita punya saat ini dan seterusnya, segalanya karunia Tuhan. Semoga Tuhan mengizinkan saya untuk terus berkarya di musik, menggunakan talenta ini seturut rancanganNya dan semoga setiap nyanyian yg Tuhan izinkan saya senandungkan..kiranya menjadi berkat untuk mereka yang mendengarkan :)

(*) Pesan saya kepada teman-teman yang punya passion di musik dan menyanyi : 
Bernyanyilah! Bawa pesan yg indah melalui setiap nyanyian! 
Let your personality shine through the beauty of singing!



bountiful eyes

October! Let your light shine!

02.02

Teringat dan bersyukur, Oktober setahun lalu...sy mulai berbagi karya lagu dari album 'Bountiful Eyes'. Kerinduan untuk mengembangkan talenta dan membagikan sebuah karya sederhana lewat musik. 'Music is the literature of the heart'...ungkapan ini sepertinya menggambarkannya dengan pas. Karena kita harus yakin, apa yang datangnya tulus dari hati, suatu hari akan sampai di hati.

Mengingat proses pembuatan mini album ‪#‎Bountiful‬ Eyes’ ini, membuat saya terharu bersyukur. Memulai prosesnya dari Desember 2012. Awalnya, sy menuliskan impian-impian ini dalam buku sketch kosong polos yg sy pakai untuk mencatat ide, visualisasi dan rencana step by step mewujudkannya. Lalu sy pindah ke buku catatan lainnya untuk menulis lagu dan merangkai melodi. Bekerjasama dengan teman-teman bermusik dan arranger untuk menyajikan lagu-lagu pilihan, dalam balutan kualitas musik dan audio, yg terbaik dari yg mampu kami siapkan.

Hingga kemudian di Oktober 2014, physical CD dari mini album ‘Bountiful Eyes’ akhirnya selesai. Dan Juli 2015 terbit di Itunes.



Tiga tahun proses pengerjaan debut EP (mini album) ini menjadi salah satu pembelajaran berharga. Pembelajaran dalam proses merancang, memproduksi, dan memasarkan mini album..sejauh ini…semoga dapat jadi bekal untuk langkah positif berikutnya. Dan karya ini bisa jadi kenangan juga buat anak cucu nantinya…‪#‎SampaiAkuPergi‬.



Puji syukur, Its only by God’s grace. Orangtua dan kakak, abang juga mendukung apa yg sy kerjakan. Ketika sy merasa naik turun dalam proses mengerjakannya, sy ingat keyakinan dan kepercayaan dari mereka..untuk sy tetap berjalan, perlahan tapi pasti dan‪#‎GoMakeItHappen‬. Teman-teman juga tidak ragu membantu di sepanjang prosesnya, memberikan masukan kritikan yang bermanfaat dan ide cemerlang mereka dalam design karya album ini. Salah satu dari harapan akan ‪#‎PenantianTerindah‬ pun terwujud, diantara penantian-penantian indah lainnya .



Patut slalu disyukuri, kehadiran orang-orang yang mengasihi dan menaruh perhatiannya untuk kita. Mereka adalah suluh penyemangat dan hadiah berharga dariNya. Saya suka kagum ketika melihat orang lain yg menaruh perhatian dan pikirannya pada impian kita. Itu bermakna. Saya jadi ingat ada kalimat ‘One of the secrets of life is that all that is really worth the doing is what we do for others. Help others achieve their dreams and you will achieve yours’.

Trimakasih slalu. Bergerak maju dan mari berkarya.
October! Let your light shine!




-www.pennyhutabarat.com-
https://www.youtube.com/user/PennyHutabarat/videos


bountiful eyes

Jurnal #1 : OASE HATI

02.13
Melanjutkan posting saya sebelumnya : Upcoming Collaboration Project OASE HATI , saya ingin berbagi dengan teman-teman tentang catatan persiapannya :)

Ya, untuk suatu pertunjukan musik...apakah itu pertunjukan besar/ kecil, tentu hal yang paling penting dipersiapkan adalah konten nya yakni sajian lagu/musik yang akan ditampilkan. Di balik sajian ini, ada team work  yang menentukan suksesnya pertunjukan. Mereka adalah : band, penyanyi/ penampil dan tim yang terlibat dalam persiapannya (tim design, tim publikasi, tim videographer & fotografer, tim registrasi dan tim lainnya...tergantung kebutuhan acara).

Nah, bicara tentang event management khususnya Music Management..bagi saya adalah topik yang mengasyikkan untuk didiskusikan dan dikerjakan bersama hehe...
Project mendatang : OASE HATI adalah salah satu mini project, kolaborasi sesama musisi independent. Digagas oleh saya, Penny Hutabarat, dan Dinda Septryani.

Kami mengajak young talented musicians di lingkungan kami untuk terlibat dalam pertunjukan (show case) OASE HATI ini. Mereka adalah : Daniel Manurung (Keys), Runi (Keys/ Backing Vocal), Arvie Prawira (Gitar), Hasandi Patriawan (Bass), Irham Prabowo (Cajon), Kevin (Violin).

Di minggu lalu, 19 dan 20 Sept 2015, kami mulai latihan bersama dan mempersiapkan materi untuk show case OASE HATI. Menarik karena ide-ide segar muncul dari teman-teman band, aransemen yg agak berbeda mewarnai lagu-lagu saya dan Dinda.


(dari kiri ke kanan : Probi, Kevin, Arvie, Runi, Penny, Dinda, Daniel, Sandi)
wajah lelah tapi semangat selama sessi survey lokasi


Di hari yang sama, setelah latihan dengan band, saya & Dinda survey lokasi ke beberapa tempat (hehe..tempatnya masih rahasia..kebetulan masih dijajaki juga :)). Kami menemukan beberapa lokasi (venues)  yang seru untuk show case ini.....namun kami perlu mempertimbangkan beberapa hal..maklum musisi independent hehe :). Lokasi yang strategis, tempat yang unik, biaya tempat yang terjangkau...menjadi beberapa catatan kami. Semoga kami dimudahkan dalam prosesnya, amin :).

  






(*) Akhir kata ;) saya jadi teringat salah satu kalimat Austin Kleon dalam bukunya 'Show ur work' :

Don't say you don't have enough time. We're all busy, but we all get 24 hours a day. People often ask me, "How do you find the time for all this?" And I answer : "I look fot it".


Dan salah satu tagline Tokopedia dalam iklannya yang gencar akhir-akhir ini ;-) : 
"Ciptakan Peluangmu"!


Nantikan ya update berikutnya dari kami tentang  OASE HATI ini :))


Artikel terkait :


Berbagi Mimpi dan Kisah Kasih di OASE HATI 

OASE HATI : Kolaborasi Mini Album #BountifulEyes dan #Rahasia @StreightStudio

Upcoming Collaboration Project OASE HATI 



bountiful eyes

Upcoming Collaboration Project : OASE HATI

23.23
Hi sahabatttt, 
Sekarang saya dan seorang teman (yang juga musisi independent), sedang menggarap sebuah kolaborasi musik :) . Berawal dari percakapan 6 Juli 2015 lalu, bahwa kami sama-sama ingin mewujudkan salah satu impian yaitu membuat Mini Show Case dari karya album yang kami rilis baru-baru ini. 


Why 'OASE HATI' 
Teman saya, Dinda Septryani, merilis EP album yang berisi lagu-lagu ciptaannya bertajuk "Rahasia". Begitupula saya, Penny Hutabarat, dengan debut EP album "Bountiful Eyes". 
Walaupun warna musik kami berbeda (Dinda- Jazz ; Penny - Pop), namun kami melihat kesamaan dalam motivasi kami berkarya : Ya,  kami bermusik karena dorongan passion dan mengekspresikan apa yang dari hati kami lewat sebuah lagu. 

Karena kami yakin, sesuatu yang datangnya tulus dari hati..pada waktunya akan sampai di hati. Ini pun tersirat dalam lagu-lagu yang kami tulis, juga ungkapan dan bahasa yang lahir pada lirik lagu. Karakter musik dapat nampak  pada bahasa dan lirik yang digunakan. 


== Kami pun sepakat menamakan upcoming collaboration project ini : OASE HATI ==
Berbagi energi positif yang menyegarkan/ meneduhkan
 lewat persembahan Lagu dari hati kami. 





Apa yang kamu ingat bila mendengar kata Oase? :) Yup, suatu daerah subur yang berada di tengah gurun, umumnya mengelilingi mata air atau sumber air. Dan oase dibentuk dari sungai bawah tanah, dimana air bisa mencapai ke permukaan lewat tekanan secara alami. 
Hehe itu harafiah nya kata 'Oase' kalau menurut mas Wiki 'pedia' ya ;).  

Nah, bila kami melihat..apa yang membawa kami hingga terwujudnya karya EP album 'Rahasia' dan 'Bountiful Eyes' , kami melihat makna 'OASE HATI' ini dalam perjalanannya :

  •  Kehadiran musik menyegarkan kesibukan rutin kami :). Dengan kesibukan pekerjaan kami sehari-hari sebagai karyawan/ staf (saya di UI dan Dinda di Kemenlu), kami tidak ingin tenggelam dalam kesibukan dan melupakan impian yang masing-masing kami miliki. Kami ingin mewarnai 'kekeringan' berkutat dengan komputer dan tugas-tugas menjadi lebih 'segar dan hidup' lewat  indahnya bermusik. 
  • Tentang proses bermusik dan tantangan mewujudkan album kami.  Dinda dan saya punya pengalaman masing-masing yang unik, berbeda satu sama lain dalam perjalanan bermusik. Dan saat kami berbagi cerita tentang bagaimana mewujudkan karya 'Rahasia | Bountiful Eyes', kami merasakan hal yang serupa...bagaimana tantangan dan tekanan yang masing-masing kami hadapi justru tak menghentikan langkah kami untuk berkarya. Hehee tekanan atau dorongan itu datangnya alami, namun bahagianya ketika karya kami sampai di permukaan menjadi 'oase hati'. 
  • Minimal kecintaan kami berkarya dalam musik adalah untuk 'oase hati' kami sebagai pekerja/ pekarya seni. Selanjutnya, bila karya kita bisa menjadi sepercik 'oase hati' untuk orang lain yang mendengarkan, itu adalah karunia yang patut disyukuri.


When 'OASE HATI' 
Kami merencanakan event :  Show Case 'OASE HATI' [Rahasia | Bountiful Eyes] di bulan Desember 2015. Lokasi acara akan kami infokan menyusul :). 
Yang pasti, nuansa show case 'OASE HATI' ini...kami ingin dekat dan bisa berkomunikasi akrab dengan teman-teman yang menonton :)

An invitation to volunteer....
Teman-teman bila ada diantara kamu yang dengan senang hati untuk terlibat membantu di project ini sebagai panitia volunteer, silahkan ya :) kami bahagia sekali :)
Manfaatnya dengan menjadi panitia volunteer : sedikit banyak kamu bisa belajar tentang event management / music festival dan bertemu teman-teman baru bermusik disini :-)


Semoga persiapan berjalan lancar dan kiranya dapat terwujud. Mohon doanya ya teman-teman :) Dukung terus musisi independent! :) 

Spread the love, share the positivity!


Salam,
Penny

(*) For more info (about 'oase hati'), please contact : indiexist(at)gmail(dot)com



Artikel terkait :


Berbagi Mimpi dan Kisah Kasih di OASE HATI 

OASE HATI : Kolaborasi Mini Album #BountifulEyes dan #Rahasia @StreightStudio

Jurnal #1 : OASE HATI 




bountiful eyes

Hand-Lettered Song Lyrics : Penantian Terindah

19.25


Pernah mendengar istilah hand-lettering kan ya teman-teman? Lettering adalah seni menulis/ menggambar huruf (the art of drawing letters). Untuk pertama kalinya saya mengenal seni hand-lettering, yaitu dari postingan gambar-gambar mas Jamal Aziz di instagram. Berbagai cuplikan karyanya ada disini dan kamu pasti berdecak kagum melihatnya :). 


Nah, balik ke topik 'Hand-lettered Song lyrics : Penantian Terindah'. Sejak lagu Penantian Terindah ini dirilis dalam album Bountiful Eyes, banyak teman-teman yang mendorong saya untuk segera membuat Video lagu ini. Beberapa diantara teman-teman juga menawarkan bantuan untuk membuatkan videonya. Dan saya berterimakasih sekali. 


Namun karena saya sudah jatuh hati dengan seni hand-lettering ini, jadilah video Penantian Terindah mengangkat unsur-unsur lettering dalam penyajiannya. Tapi tidak menutup kemungkinan, suatu hari nanti...lagu Penantian Terindah juga bisa dibuatkan music video-nya dengan sentuhan dan nuansa yang berbeda :) 

Saat memulai project Video Lyrics - Penantian Terindah, saya mulai mencari talenta yang bisa membuat doodle/ hand-lettering. Lalu saya brainstorm dan ngobrol-ngobrol dengan videografer, yakni teman saya Derry Novadatu & Caraka Paramanandha...untuk kami bisa memvisualisasikan lagu ini dengan sederhana dan menarik lewat video lyrics. 



Saya pun bertemu dengan Shylla Estee Pramadhani, seorang mahasiswa yang punya talenta dalam hand-lettering. Saya diskusi dengan Shylla dan luar biasanya....dia bisa menterjemahkan ide yang kami bicarakan tsb dengan baik. Bahkan ia mengerjakan tulisan-tulisan lirik saya ke dalam hand-lettering..hanya dalam waktu 1 malam. 



Di suatu Sabtu pada April 2015, kami siap merekam video lyric kreatif untuk Penantian Terindah. Trimakasih pada Cafe Korea - Crystal of Knowledge, yang sudah bersedia meminjamkan tempatnya untuk kami melakukan proses perekaman video :). Dan yang sudah mengizinkan kami untuk eksplore cafe unik ini sebagai lokasi pengambilan gambar. Sementara saya, Derry dan Caraka merekam gambar....Shylla melanjutkan beberapa karya hand-lettering nya untuk lirik Penantian Terindah. 





Ada satu bagian pada Bridge lagu, yang saya suka sekali dengan ukiran tulisan Shylla di buku harian saya. Untuk merangkai tulisan ini, butuh waktu berjam-jam...wow. Dan saya berterimakasih karena lirik lagu saya menjadi indah dengan sentuhan tangan penuh talenta : 
























Trimakasih juga untuk videografer, Caraka Paramanandha dan Derry Novadatu, yang membantu saya mewujudkan ini :

https://youtu.be/pVCzv6BCkNI


Tanpa kolaborasi dengan teman-teman, ide kreatif belum tentu jadi nyata ya hehee.

Every collaboration helps you grow! :)

Alone we can do so little; together we can do so much. —Helen Keller

Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top