Passion Talk : Natali Ardianto, CTO Tiket.com

21.18

Sekitar sebulan lalu, 9 September 2016, saya dan tim mewawancara seorang CTO muda yang meraih penghargaan sebagai The Most Intelligent CIO pada iCIO awards 2015.
Sosoknya penuh semangat dan bersahabat. Ia adalah Natali Ardianto, CTO dan founder Tiket.com. Sebuah situs one stop travel & entertainment di Indonesia.

Natali yang merupakan Alumni UI-Fasilkom, berbagi tentang pengalaman dan tantangan dalam membangun start-up serta membesarkan sebuah perusahaan. Yang menarik, Natali tidak membatasi diri hanya berbagi tentang kisahnya di dunia entrepreneurship.  Tapi juga membagi insight tentang mindset, human development dan understanding personality types dari perspektif psikologi.

Diskusi hari itu seperti kuliah yang menyenangkan di kelas :). Natali tidak ragu membagi ilmu dan pengalamannya. Dari caranya bertutur dan bercerita, nampak bahwa Natali menyenangi apa yang dikerjakannya, passionate person. 


Wawancara kami untuk produksi video tentang sosok Natali sebagai alumni UI-Fasilkom yang inspiratif, berlangsung sekitar 1 jam. Dan dua jam berikutnya, diskusi santai yang menginspirasi - yang sayangnya tidak terekam dalam materi video tsb :).
Di waktu mendatang, teman-teman bisa melihat video liputan tentang Natali sebagai entrepreneur dan CTO tiket.com. Kami akan share videonya di blog maupun social media. Jadi pantau terus ya blog ini :)


Di artikel ini, saya akan berbagi tentang diskusi menarik yang saya sebutkan tadi (yang tidak terekam/ tersaji di video :). Messages nya cukup melekat, itu salah satu alasan saya bersemangat untuk membagikannya. 

====
Stress-Management

Siapa yang tak pernah mengalami stress dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari?! Tentu kita semua pernah, dengan kondisi dan cara menyikapi yang mungkin berbeda. 
Seberapa besar rasa stress itu bisa mempengaruhi dirimu, lingkungan dan produktivitas kamu? 

Bahasan tentang ini, tentu bukan sesuatu yang baru. Tapi kita diingatkan kembali dan di refresh kembali melalui pengalaman seseorang dan perbincangan yang positif. 

Ketika masalah datang, kita merasa stressfull. Apakah karena solusi yang tak terpecahkan, kondisi yang tak sesuai dengan ekspektasi kita, rekan kerja dan atasan yang tak sevisi dan banyak lagi. Satu hal, MINDSET. 
Mungkin kita tak bisa mengubah lingkungan dan orang lain, tapi kita bisa mengubah mindset kita. Cara kita memandang/ memikirkan dan memahami sesuatu, tentu mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Meminimalkan dan me-manage stress, dengan mengubah mindset. 

Natali berbagi : "Kalau orang matanya hijau lihat uang datang, saya hijau bila masalah datang". That's why, I'm happy. Karena hidup ini kita akan terus ketemu masalah dan harus makin terlatih menyikapinya. Misalnya bila atasan tegur saya 'kenapa begini, kenapa begitu'? Lalu saya merespon dengan happy. Teman saya akan bertanya : Natali, koq kamu happy happy aj sich ditegur begitu. 
Natali meresponnya : 'Bila saya dapat memecahkan masalah yang dibahas atasan saya itu, atau at least membuat kondisi yang masalah menjadi ke arah yang lebih baik......saya happy karena bagi saya  berarti VALUE saya semakin naik dan baik, bagi sekeliling saya. 

Value yang dimaksud tersebut bukan valuasi (angka), tapi nilai manfaat dan kebermanfaatannya. Baginya, jangan mau jadi average people yang melakukan hal standar seperti pada umumnya. Jadilah di atas average people, yang punya manfaat dan menjadi 'terang' untuk orang lain. 

Mengingat diskusi dengan Natali Ardianto tsb, saya sempat terpikir : kalau di lingkungan kerja pemerintahan mungkin agak sulit mengubah mindset seperti itu karena sistem seringkali tak mendukung untuk hal tsb.  Tapi kemudian saya ponder (renungkan) kembali :  It starts with ourself! Dimanapun, kita bisa mencoba untuk mengubah mindset yang lebih baik dalam memandang dan memahami sesuatu. Bersyukur bila lingkungan kita juga dapat berubah ke arah yang lebih baik.




====
Problem Solving

Sejak kecil Natali sudah begitu menyukai hal yang berhubungan dengan matematika, komputer dan teknologi. Passion nya di bidang teknologi sudah terpupuk dari kecil. Dari bangku SMA hingga kuliah, ia sering mengikuti project untuk membuat suatu aplikasi/ sistem yang berhubungan dengan teknologi komputer dan internet. Kemampuan itu semakin terasah ketika ia mendalaminya di perguruan tinggi. Di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), ia mengembangkan skills-nya tak hanya dalam mata kuliah di kelas tapi juga dalam project yang dikembangkannya dan organisasi dimana ia terlibat. 

Ia mengakui bahwa kemampuannya dalam komunikasi masih agak kurang saat di bangku kuliah. Tapi ia tak berhenti melatih dirinya untuk menguasai komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Ia senang mempelajari personality profile dan behavior seseorang, seperti halnya DISC Profile (Dominance - Influence - Steadiness - Conscientiousness). 

Sumber foto : linkedin Natali Ardianto
Salah satu nilai yang ia petik dalam studi computer science nya di UI, dan kemudian ia implementasikan dalam pekerjaan : Problem Solving. Tugas dan project yang ia kerjakan selalu berhubungan dengan problem solving. Ia dituntut mampu menjadi problem solver dalam membuat dan membangun suatu sistem. Seperti dibagikannya, problem solving ini tentu tak hanya saya temui dalam tugas dan kerja saya. Tapi setiap hari, dari hal kecil sampai besar yang dihadapi, apakah urusan rumah tangga-sekolah anak-pilihan untuk ini dan itu....Natali mengungkapkan ia masih terus belajar dan melatih diri menjadi problem solver yang cermat dan baik. 

Ia menambahkan 'Jangan berhenti belajar. Mungkin saat ini kita melihat masalah demi masalah. Tapi sebenarnya kita juga sedang belajar menyikapi masalah demi masalah tsb. Belajar problem solving dari pengalaman diri dan orang sekitar. Sehingga kita 
makin kuat dalam langkah ke depannya, tentunya dengan 
mindset yang semakin baik. 

==== 

Nature & Nurture

Dua komponen ini punya pengaruh penting dalam hidup manusia, khususnya human development. Nature secara sederhana dapat diartikan warisan genetik, sesuatu yang diwarisi dari orangtua kita. Nurture berkaitan dengan environmental factors, seperti physical environments dan social environments. 

Perilaku kita hampir banyak dipengaruhi oleh nurture. Peran nurture seperti lingkungan keluarga, teman, media, hingga konteks yang lebih besar seperti sekolah, pekerjaan ... cukup besar perannya dalam human development. Dan ini dipelihara atau dikembangkan dengan kapasitas kita untuk belajar serta mempelajari hal baru. 

Natali memperhatikan dua hal ini sebagai hal yang penting dalam ia mengembangkan tim di pekerjaannya. Hal-hal sederhana yang kita amati dari tim dan rekan kerja kita sehari-hari, tentu dipengaruhi dari pemahaman akan nature dan nurture ini. 

The talents have been given by nature but they can only be developed into skills through the hard work of nurture.


Semoga sharing yang saya dapatkan dari perbincangan bersama Natali Ardianto ini juga bisa menginspirasi teman-teman :). 


*) Tulisan ini saya include di kategori atau label Passion Talk! pada blog ini :).  Moment diskusi dan perbincangan tentang Passion, yang saya namakan Passion Talk. 



Artikel terkait lainnya :
Passion Talk Episode 1
Passion Talk Episode 2

You Might Also Like

0 komentar