Tempat Perteduhan

23.33

'Tempat Perteduhan' adalah arti dari sebuah nama yang kami kagumi : Parlinggoman.
Seorang ayah/suami/sahabat/opung/tulang/bapatua/amangboru/bapauda ... yang terbuka dan menyambut setiap orang dengan hangatnya.
Setelah kepergiannya, semakin saya sadari bahwa perjalanan hidupnya sedikit banyak merefleksikan arti dari nama indah yang dimilikinya.

Setiap kali kami anak-anaknya pulang sekolah/ pulang kuliah/ pulang kantor, ia akan menanti kami di meja makan. Ia tak pernah mengabaikan pertanyaan sederhana yang penuh perhatian seperti bagaimana keseharian kami di kantor, bagaimana kabar teman-teman kantor yang masing-masing sering kami ceritakan.
Ia mendengarkan dengan seksama dan menasehati kami dengan bijaksana.
Kisah yang kami ceritakan padanya tentang keseharian dan pencapaian kami di luar rumah, seolah bagai embun sejuk yang membangkitkan semangatnya

Dialah orang yang menginspirasi dan memberikan dorongan tak henti-hentinya. Itu yang selalu ku rasakan. Aku dan kakak-kakakku terus terpacu untuk mengukir prestasi dan berkarya karena ia selalu memotivasi dan meyakinkan kami bahwa 'kami pasti bisa'
Dia mengajarkan ku untuk melawan ketakutanku, ia ingin kami anak-anaknya menjadi pribadi yang pemberani dan berhati lembut.
Dia tak pernah lelah memberikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.

Tuhan berkatilah 'tempat perteduhan' kami, Parlinggoman Hutabarat. Kini ia telah tinggal dalam damai di pangkuanMu. Berikanlah kasih yang terindah baginya agar ia tinggal teduh di tempat terindah, di rumah Bapa di sorga.




You Might Also Like

0 komentar