#PassionTalk Episode 2

01.53

Passion Talk kembali diadakan, 28 Mei 2015. Di episode 2 ini, kami masih menghadirkan Facilitator dari alumni Universitas Indonesia. Mereka adalah Riomanadona (fotografer dan musisi) dan Mariana (Social media specialist). Keduanya memiliki passion yang menarik untuk kami bahas dan bagikan.  Apalagi profesi sehari-hari mereka sejalan dengan passion yang dimiliki. 



#MusicNPhotography

Riomanadona atau yang biasa disapa Rio, berbagi tentang passion nya di bidang musik dan fotografi. Baginya, passion adalah sesuatu yang datangnya dari hati...membuat tersenyum, baik diri kita sendiri maupun orang lain yang menikmati karya kita. "Do what you love, and Love what you do" adalah moto yang terus dipegangnya. Menurut rio, menjalani passion....berarti kita juga mencintai apa yang kita kerjakan dan rela berkorban untuk itu. 

Kenapa musik? dan kenapa foto? Pertanyaan sederhana, namun sungguh bermakna. Musik adalah sesuatu yang sudah cukup lama digelutinya. Ia menekuni ini karena baginya musik merupakan salah satu yang membangun mood dalam hari-harinya. Begitupula foto....merekam sejuta moment yang suatu hari dapat dikenang dan dibanggakannya. 

"Ketika orang melihat sebuah karya dokumentasi, ia akan kagum dan tersenyum. Mungkin bukan sekarang,  tapi gakpapa kalau bukan sekarang...tunggu 10 tahun lagi atau bahkan 20 tahun lagi...orang itu akan berdecak kagum melihat karya foto yang kita dokumentasikan. Mungkin sekarang gak kagum, tapi tunggu puluhan tahun lagi...." ujar Rio. 

Karena foto merekam dan menyingkap moment yang priceless...berharga. 'Setiap yang terekam, tak pernah mati' ~ the upstairs.
 Ada indera yang selalu kita latih. Telinga yang terlatih untuk mendengar musik yang bagus dan berkualitas. Mata yang terlatih untuk melihat sudut-sudut yang unik dari sebuah objek.

Rio juga berbagi tentang 'Maintain your Passion'! Bila tidak di-maintain, kita akan mudah cepat puas, karya begitu-begitu saja dan tidak berkembang. Jangan pernah berhenti belajar. Tak harus di ruang kelas, tapi juga belajar dari orang-orang di sekeliling kita dan dari senior di bidang yang kita tekuni. 

Lalu bagaimana dengan kritikan yang selalu datang?  "Menerima kritikan terkadang rasanya seperti orang digampar..dihajar. Namun siap lah selalu menerima kritikan. Terima dengan senyuman dan lapang dada. Bila menjalani passion tanpa ada yang meng-kritik, perjalanan kita akan terasa membosankan dan kurang tantangan. Dalam setiap apa yang kamu lakuin, put some souls" papar Rio.  Ketika kita memberikan 'nyawa' pada setiap apa yang kita kerjakan, akan ada stopping power dari karya itu...yang membuat orang lain akan berkata 'ya..ini karya yang luar biasa' atau bergumam 'wow'.  

"Kalau bosan, pasti itu BUKAN passion! Itu hanya hobbi yang numpang lewat" 
-Riomanadona


#SocialMedia

Sessi berikutnya dalam #PassionTalk Episode 2 menghadirkan Mariana Sumanti. Ia bekerja sebagai Social Media Specialist di institusi pendidikan. Mengawali sharing nya, ia mengungkapkan bahwa Passion juga bisa berasal dari 'Bukan Minat'. Seperti yang dialaminya : Di awal-awal pekerjaan mengurus social media, aktivitas yang ia rasakan hanya seperti rutinitas yang menjemukan, dimulai dari 8 to 5 dan menjalankannya tanpa energi.

Dari apa yang dijalaninya, perlahan ia semakin tertarik...ketika mulai mempelajari seluk-beluk SocialMedia, dan bertemu dengan orang-orang baru lewat pekerjaannya. Semakin lama, apa yang digelutinya sehari-hari....membuatnya jatuh cinta dan membangkitkan energi positif untuk kian memahami digital marketing. Ini pun menjadi passion yang konsisten dikerjakannya saat ini. 

Mariana terlibat penuh dalam creating content, engagement dan monitoring dari aktivitas SocialMedia. Menurutnya, interaksi di social media tidak semudah hanya posting-posting tetapi juga bagaimana kita mengenali perilaku dari pembaca/ follower, melakukan analisis yang komprehensif, menyajikan data yang menarik dan informatif, membangun engagement dengan target audience, dan yang paling penting membangun trust juga menjaga kredibilitas dari institusi yang diwakilinya lewat social media. 

Bagi Mariana, pembahasan tentang social media...terkadang cenderung pada aplikasinya. Padahal ada satu hal penting yang tak bisa dilupakan, yaitu human behinds the technology. Orang-orang yang bekerja di belakang layar social media ini, dituntut punya kualifikasi dan pengalaman tertentu seperti :
  •  Addict berkomunikasi : Pekerjaan sebagai social media specialist harus available pada hari libur, that's why harus dinikmati dan Do with Love. Tantangan lainnya adalah harus sabar dan siap menerima kritik karena di social media...kritik dan komentar pedas bisa datang kapanpun.
  • Kuat dalam melakukan riset : mengindentifikasi threat, memiliki kemampuan analisis dan membuat report (daily/ weekly/ monthly)
  • Kreatif. Memiliki kemampuan mengembangkan konten dan mau terus belajar strategi dalam marketing. 



Social media specialist is not a job, but it's a life :)
-Mariana


Slide presentasi #SocialMedia




Harapan kami ke depan, akan semakin banyak teman-teman yang rindu untuk berbagi pengalaman dan passion nya. Dengan misi untuk membangun semangat-semangat positif generasi muda untuk berkarya. Yukk...kita terus berbagi dan tetap berkarya!

Salam #PassionTalk :)  
Kamu bisa follow update dari #PassionTalk di Twitter : @PassionTalk_ID

You Might Also Like

0 komentar