Hadapi 'raksasa' Persoalan, Belajar dari Daud

07.42

Hari ini, 26 Agustus 2018, saya mendengarkan khotbah Pdt. Yoshua Cendana di GDI khususnya mengenai keberanian Daud menghadapi 'raksasa' Goliat. Saya ingin menuliskan intisari dan pesan Firman yang disampaikan, yang dapat menjadi perenungan kita akan Firman Tuhan. 

Bacaan: 1 Samuel 17
Daud (dalam English disebut David) tentu kita kenal dari kisah atau sejarahnya menghadapi seorang Filistin bernama Goliat. Daud disebutkan dalam kitab Samuel sebagai seorang pemuda yang menggembalakan kambing domba milik ayahnya. Daud diurapi Tuhan melawan 'raksasa' Goliat, yang disebutkan tingginya 6 hasta (1 hasta sama dengan 45cm), jadi tingginya 2 meter. Bayangkan bagaimana besarnya 'raksasa' Goliat ini. Bila kita berpikir dari cara pikir manusia, sangatlah tidak mungkin seorang Daud, pemuda penggembala domba, dapat menang menghadapi lawannya Goliat. 
Tapi kuasa Tuhan menunjukkan dari bacaan FirmanNya bahwa Daud disertai Tuhan dalam peperangan menghadapi Goliat dan Daud menang mengalahkan Goliat. 

Banyak pelajaran penting yang harus kita teladani dan renungkan dari kisah ini. Setiap kita tentu menghadapi 'goliat-goliat' atau 'raksasa-raksasa' yakni persoalan hidup. Mungkin Goliat itu adalah masalah penyakit, krisis ekonomi atau masalah apapun yang saat ini sedang dihadapi, Kita tidak boleh lari dari 'Goliat-goliat' itu. Kita harus menghadapinya bersama dengan Tuhan, maka kita bisa mengalahkannya. Kita harus mengerti bahwa hidup ini adalah perjuangan. Persoalan dapat menjadi momentum untuk kita melihat mujizat Tuhan yang besar sedang bekerja bagi kita. 
Tuhan kiranya memakai hidup kita seperti Daud. Caranya bagaimana? Itu adalah rancangan dan caraNya Tuhan. Bagian kita adalah mempersiapkan diri kita. Dalam 2 Tawarikh 16: 9, "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia". 

Ada 4 hal yang dapat menjadi pembelajaran kita dari perjuangan Daud menghadapi Goliat:

1). Daud tekun & rajin > 
    Digambarkan pada 1 Samuel 17:20 

"Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai (ayahnya) kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, .....dst". 

Kita diingatkan agar bersungguh-sungguh. Jangan anggap enteng dengan peran kita, sekecil apapun. Bersungguh-sungguhlah dengan Tuhan. Karena Tuhan memberkati orang-orang yang sungguh-sungguh pada Nya. Tuhan melihat batin dan jiwa kita, pikiran kita. Ada banyak orang yang ingin dipakai Tuhan, tapi tidak rajin. Kita harus mulai disiplin dan taat dalam segala hal. Disiplin dalam jam doa dan ketekunan kita membaca Firman Tuhan, dan disiplin juga taat dalam hal-hal yang kita kerjakan. 

Seringkali memang kerajinan kita kendor, Bagaimana menghadapinya, apa rahasia untuk punya kemajuan terus-menerus (yang tidak terpengaruh mood): 
Ingatlah Kolose 3:22-24 

3:22 "Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini 1  dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan 2  dan bukan untuk manusia. 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian l  yang ditentukan bagimu sebagai upah. m  Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya". 

Kalau motivasi kita menyenangkan hati semua orang, kita akan capek. Motivasi dari segala hal yang kita lakukan haruslah menyenangkan hati Tuhan. Miliki ketulusan hati. Takut kepada Tuhan salah satunya diwujudkan dengan hormat pada atasan. Kita akan mudah kecewa bila kita mengandalkan orang atau hanya untuk menyenangkan hati orang. Bersandarlah pada Tuhan dan berbuatlah untuk menyenangkan hati Tuhan.

Ketika kita mempraktekkan Kolose 3:23, percayalah akan timbul rasa bahagia yang tidak bisa dirampas oleh siapapun. Karena apapun yang kita perbuat, kita perbuat dengan segenap hati untuk Tuhan. 
Kolose 3:24 menyebutkan bahwa dari Tuhanlah kita menerima upah. Gaji yang kita terima dari perusahaan/ atasan adalah saluran. Namun sumber berkat yang utama adalah Tuhan. 
 "Berhematlah supaya Anda selalu punya sesuatu untuk pekerjaan Tuhan" 

2). Daud tau akan prioritasnya. 
     Dalam 1 Samuel 17:20 dijelaskan bahwa Daud meninggalkan pekerjaannya menjaga domba ayahnya untuk melakukan tugasnya yang ia sadari menjadi prioritas saat itu, yakni menunaikan tugas yang diberikan ayahnya untuk mengantarkan bekal kepada kakak-kakaknya dan melihat apakah mereka selamat (lihat 1 samuel 17: 20-22). Ternyata di saat itu, merupakan momentum dimana Daud sedang dipakai Tuhan untuk menghadapi Goliat (goliat menjadi ancaman bagi saul dan kakak-kakak Daud yang saat itu gentar dan takut menghadapi Goliat).

3) Daud kuat, punya endurance, tidak mudah mengeluh. 
    Daud terbiasa memikul tanggung jawab. Tuhan melatih dan membentuk kita lewat setiap pergumulan dan cobaan untuk mempersiapkan kita hadapi mujizat di masa depan. Lewat kesukaran dan penderitaan, Tuhan mempersiapkan seseorang. Miliki kekuatan, jangan cengeng dan mudah mengeluh. 

4) Daud taat pada otoritas. 
     Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia taat pada otoritas berdasarkan petunjuk Tuhan. Bersandar dan mengandalkan Tuhan > bangun, bergerak berdasarkan petunjuk Tuhan. Apa yang kita perbuat, baiklah bukan dari diri kita sendiri tapi dari apa yang Tuhan tunjukkan pada kita. Firman Tuhan berkata iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita harus mengiringi iman dengan sebuah tindakan iman. Daud mempunyai iman yang kuat pada Tuhan, tidak hanya melalui perkataan tetapi juga tindakan yang benar.


Sumber image: duxburychurch
sumber image: A2L






You Might Also Like

0 komentar