Look Up to God

02.46

Saya teringat akan teladan Abraham dalam Kitab Ibrani yang mengatakan:

"Abraham had faith. So he obeyed God. God called him to go to a place he would later receive as his own. So he went. He did it even though he didn't know where he was going" (Hebrews 11:8). 

"Karena iman, Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui" 
(Ibrani 11:8). 

Tuhan menuntun Abraham untuk pergi ke tempat yang ditunjukkanNya (land of Canaan), meskipun saat itu Abraham tidak paham bahkan tidak tau hendak kemana. Abraham taat, mengikuti tuntunanNya. Abraham percaya dengan imannya bahwa Tuhan pasti menyertainya. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa ketika kita memiliki iman, kita yakin pasti Tuhan sanggup dan akan memenuhi janjiNya, dan ini kita wujudkan dalam tindakan iman yaitu mendengar, menaati dan menjalankan kehendak Tuhan. 
Bagaimana kita bisa mendengar dan mengenal maksudNya dalam perjalanan hari-hari kita? FirmanNya mengingatkan:               

"Consequently, faith comes from hearing the message, and the message is heard through the word about Christ" (Romans 10:17)

"Jadi, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus". (Roma 10:17)

FirmanNya tegas mengatakan the way to increase our Faith is by studying God's Word. Melalui ketekunan kita membaca Firman Tuhan, disanalah iman kita semakin bertumbuh. Bagaimana kita tau yang benar, bila kita tidak belajar?  Kita harus punya tekad, keinginan serta kerinduan untuk semakin dekat pada Tuhan melalui doa dan pembacaan firmanNya, melalui perbuatan dan perkataan yang sesuai dengan firmanNya. 

Seperti halnya Abraham, Tuhan sangat peduli akan iman dan tindakan iman kita. Tuhan ingin kita memusatkan perhatian padaNya dan percaya akan janji-janjiNya, terlepas dari kondisi yang kita hadapi. Tuhan membimbing agar iman kita bertumbuh hingga pada titik dimana kita dengan mantap dan tanpa keraguan mengatakan "God can do anything and will do anything". Tuhan sedang bekerja membentuk kita agar berbuah, menghadapi setiap persoalan dengan tetap mengarahkan hati padaNya. Look Up to God. 


He took him outside and said: "Look up at the sky and count the stars -- if indeed you can count them". Then He said to him: "That is how many children you will have" (Genesis 15:5)

"Lalu Tuhan membawa Abraham ke luar serta berfirman: "Lihatlah ke atas, hitunglah bintang-bintang di langit, jika engkau dapat menghitungnya". Maka FirmanNya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu" (Kejadian 15:5)

Tuhan memahami bahwa permasalahan Abraham  saat itu adalah tidak memiliki anak (Kejadian 15:2-3). Hal itu menjadi perhatian utama Abraham. Betapa Abraham saat itu rindu memiliki keturunan dan ia menjadi tidak sabar bahwa setelah bertahun-tahun ia belum memilikinya. Tapi rencana Tuhan jauh lebih besar dari apa yang Abraham pikirkan. Tuhan ingin agar Abraham memahami bahwa berkat sesungguhnya adalah mengenal Tuhan dan memiliki iman kepada Allah, agar imannya kepada Allah dapat menjadi teladan bagi semua orang percaya. 

Saat Tuhan menunjukkan Abraham dan Sarai (istrinya) untuk pergi ke tanah yang ditunjukkanNya, usia Abraham adalah 75 tahun. Di saat itu Abraham pun belum memiliki keturunan (sesuatu yang dirindukannya). Tuhan tidak pernah melupakan janjiNya, seperti pada Kejadian 15:5 bahwa Ia akan mengaruniakan pada Abraham dan Sarai pada waktuNya. There is a time of waiting. Hingga kemudian Tuhan menggenapi janjiNya dan mengaruniakan putra bagi Abraham. Dan Tuhan memberkati abraham sesuai janjiNya. 

Janji Tuhan senantiasa baik. Ketika kita semakin mendekat padaNya dan firmanNya, kita menemukan janji-janjiNya dan iman kita bertumbuh di dalamNya. Tuhan tidak berjanji bahwa kita bebas dari permasalahan hidup, tapi Tuhan berjanji menyertai kita dan menggunakan setiap pergumulan tersebut untuk menumbuhkan iman dan karakter kita. Hanya bagi kemuliaanNya. Mari kita terus belajar tetap taat akan tuntunanNya seperti Abraham yang taat mengikuti panggilanNya. 




You Might Also Like

0 komentar