Growing Old God's Way

05.43

Beberapa hari ini saya terngiang-ngiang dengan salah satu ayat yang saya  baca, yaitu dari Mazmur 71: 17-19

(17) "Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatanMu yang ajaib. (18) Juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasaMu kepada angkatan ini, keperkasaanMu kepada semua orang yang akan datang. (19) KeadilanMu ya Allah sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar ya Allah, siapakah seperti Engkau?"


Saya merenungkannya. Ayat ini begitu menyentuh saya dan membuat hati saya merasakan syukur yang mendalam. Mengingat akan kebaikan dan kemahakuasaan Tuhan dalam perjalanan hidup. Ayat 17 seakan menyentak diri saya, membuat saya mengingat bagaimana Tuhan telah mendidik dan mengajar setiap kita sejak kecil, bahkan sejak kita dalam kandungan ibu. Saya flash back dan bersyukur..bersyukur bagaimana Tuhan menuntun setiap perjalanan hidup ini di setiap masa hidup kita...senang sedih suka duka, Ia telah mempersiapkan rancanganNya untuk kita sejak sebelum kita dalam kandungan, saat kita merangkak, berjalan dan bertumbuh sejak kecil remaja hingga dewasa dan masa tua. 

Kita menempuh pendidikan di sekolah sejak kecil, diajar oleh guru-guru yang berbeda-beda di tiap tingkat/ kelas. TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi....kita menemui sosok guru yang berbeda-beda dan kita mendapatkan pengetahuan juga bimbingan dari para guru yang membagikan ilmunya. Mereka adalah orang-orang yang berkontribusi dalam mendidik kita, yang menjadi bagian dalam perjalanan hidup kita. 

>> Namun ada satu nama, yang tak pernah sekalipun berhenti menjadi Guru yang membimbing kita, menuntun kita sejak kecil hingga masa tua. Satu nama, yang tak pernah meninggalkan kita, yang menopang dan menggendong kita dengan tanganNya saat kita terjatuh dan menghadapi pergumulan. Satu nama, yang telah dan akan melakukan hal-hal yang besar sejak dulu, sekarang dan selamanya. Dialah Tuhan, Sumber Hidup kita.<<  


Sejak kecil kita diajarNya, lewat suka duka, bukit dan lembah. Betapa ayat ini mengingatkan saya bahwa hidup ini juga harus kita isi dengan memberitakan kebaikan Tuhan. Bagaimana? lewat cara hidup kita, lewat perkataan kita, lewat hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, lewat talenta yang Tuhan berikan pada kita. Kiranya kita tidak menganggap rendah diri sendiri dengan mengatakan bahwa diri kira terbatas, tak mampu dan tak sanggup memberitakan kebaikanNya. Tuhan tidak menuntut kita untuk menjadi seorang yang hebat baru kemudian bisa memuliakan dan memberitakan kebaikanNya. Bahkan dengan bagaimanapun keadaan kita saat ini, Tuhan mengajarkan kita untuk tetap dan terus memberitakan kebaikanNya melalui kebiasaan hidup kita sehari-hari, melalui perkataan yang baik dan perbuatan hati yang tekun membaca firmanNya & setia memohon padaNya. 

Sudah seharusnya kita mengisi waktu dan masa di hidup ini dengan memberitakan kebaikanNya melalui: cara hidup yang berkenan di mataNya, melalui perkataan yang membangun dan memberitakan kemuliaanNya, melalui hubungan yang didasari dengan kasih dan damai sejahtera, melalui talenta yang tekun kita pergunakan bukan untuk mengejar pujian manusia tapi untuk syukur dan pujian kita atas kebaikan Tuhan". 


Apapun yang sedang kita alami, tugas kita di dunia ini untuk memberitakan kebaikan Tuhan lewat sikap, tindakan, perkataan dan talenta kita.....pada angkatan-angkatan ini dan generasi ke depan. Kiranya Tuhan menuntun agar kita dapat terus menjadi berkat bagi angkatan-angkatan ini dan generasi ke depan. Sebab kalau bukan sekarang waktunya, kapan?! Hati saya seakan berkata dan mengingatkan diri ini bahwa setiap hari kita harus belajar rendah hati untuk terus belajar bersikap, bertindak, berkata-kata dan menggunakan talenta yang seturut dengan didikan dan ajaran Tuhan. 

 Ia telah mengajar kita sejak kecil, perkataanNya lah yang menjadi pegangan hidup kita. Itulah sebabnya kita manusia yang tak sempurna ini, harus terus diingatkan dan belajar tentang FirmanNya hari lepas hari, menyediakan waktu untuk membaca firmanNya. Sebab perkataanNya dan firmanNya mendidik kita, kuasa TanganNya yang menuntun kita.  Kiranya aapun pergumulan dan beban hidup yang kita hadapi, marilah kita terus membangun kebiasaan-kebiasaan yang berkenan seturut didikanNya:

  • The Habit of Trust 
Iman kita terus bertumbuh melalui pengenalan dan pengetahuan kita akan Firman dan Perkataan Tuhan. Pengetahuan yang benar membantu menguatkan kita menghadapi keraguan dan ketakutan. Firman Tuhan mendidik kita untuk memiliki pengetahuan yang benar. Marilah kita terus belajar mengembangkan kebiasaan mempercayai Tuhan, di tengah masa sulit sekalipun. Marilah kita membaca dan mengingat renungkan firmanNya yang menguatkan kita setiap waktu. 

Ingatlah kembali apa yang telah Tuhan lakukan dan karuniakan di sepanjang hidup kita. Ia telah memimpin kita melalui setiap perkara dalam hidup  sejak kecil hingga saat ini dan senantiasa hingga masa nanti. Bila dulu Tuhan menguatkan kita melalui suatu perkara, Ia juga Tuhan yang telah dan akan menolong kita menghadapi setiap perkara di masa ini dan di masa depan.

  • The Habit of Praise
Tuhan mengajar kita untuk menaikkan puji-pujian bagi namaNya. MemujiNya tak hanya di saat kita senang, tapi juga di saat kita susah...kita mengucap syukur dalam pujian padaNya. Karena dari mengenal Tuhan, kita belajar percaya (trust) dan dalam mempercayaiNya dari sanalah puji-pujian kita berasal. Puji-pujian kita pada Tuhan berasal dari sikap percaya kita padaNya. 

Dalam hubungan dengan manusia misalnya, kita tidak mungkin memuji orang yang tidak kita kenal dan tidak kita percayai. Tapi pujian yang jujur dari lubuk hati akan lahir ketika kita mengenal dan mempercayai. Begitupula dalam hubungan kita dengan Tuhan, kiraNya kita senantiasa mengingat kebaikanNya dan memuji kebesaranNya, bahkan di tengah pergumulan sekalipun. Sebab kita percaya dan kita mengenal bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik dan setia, yang tidak meninggalkan kita.

  • The Habit of Hope
Sebagai orang-orang percaya, marilah kita terus membangun kebiasaan pengharapan di dalam Tuhan. Kita mempercayaiNya, mengenalNya dalam iman dan firmanNya, dan menaruh pengharapan padaNya. Janji-janji Tuhan dalam firmanNya itulah yang harus kita ingat dan renungkan. Jangan biarkan kita fokus pada masalah, tapi kiranya kita terus diingatkan untuk fokus pada janji-janji Tuhan dan kebaikanNya. Jika kita mengembangkan kebiasaan berfokus pada masalah, itu hanya akan menimbulkan kepahitan. Kita harus terus belajar mengembangkan kebiasaan berfokus pada janjiNya dan pengharapan padaNya, agar kita merasakan damai sejahteraNya. 


Seiring pertumbuhan diri, dan masa-masa dalam hidup kita......melalui masa kecil hingga masa tua nantinya, kiranya kita dapat terus bertumbuh dalam iman percaya kepada Tuhan, dalam pujian dan pengharapan yang tak henti-hentinya pada Tuhan. Sebab hanya Dia yang berkuasa atas hidup kita. Amin. 

God’s way to grow old is to develop a walk with Him now



PH-26.10.18

You Might Also Like

0 komentar