Musisi, Profesi yang Menjanjikan Kah?

02.55



Sahabat, kamu pasti sering mendengar bahwa di jaman kakek nenek dan orangtua kita dulu hehe..profesi sebagai musisi, penyanyi cenderung disangsikan alias dipandang sebelah mata atau bahkan tabu. Tapi di era tahun 2000 hingga sekarang, berputar 360 derajat, malah orangtua yang mendorong anak-anaknya menjadi musisi/ penyanyi/ artist. Tak heran karena media massa juga turut berperan dalam perubahan persepsi ini. Ya, kita bisa lihat begitu banyaknya kompetisi dan reality show di televisi yang memperlombakan anak-anak hingga dewasa untuk beradu kemampuan menyanyi dan bermusik.

Nah, sekarang pertanyaannya, apakah musisi merupakan profesi yang menjanjikan? Musisi disini termasuk membahas penyanyi dan pemain musik. Saya tidak akan berbicara dari sisi pendapatan para musisi terkait apakah ini profesi yang menjanjikan atau tidak. Sebab pendapatan cukup variatif tergantung dari beberapa faktor yang akan saya bahas di bawah ini. Tapi yang pasti, kita bisa meng-analisis bahwa profesi sebagai musisi cukup menjanjikan bila musisi tersebut memahami needs dan wants dari market-nya, memiliki fan base yang loyal dan si musisi mampu secara konsisten menghasilkan karya dan melakukan continuous improvement. 

Pertanyaan berikutnya, apakah kamu bermusik atau memilih profesi musik karena didorong oleh : (1) Passion / loving what you do ; (2) Fame / ketenaran  atau ; (3) Money / uang.  Tidak ada yang salah  dengan ke-3 point di atas. Yang penting adalah tentukan tujuan utama ketika kamu memilih musik sebagai profesi. Tidak menutup kemungkinan, seorang musisi memiliki ke-3 faktor di atas atau hanya dua atau salah satunya. Dan jika saat ini kamu  masih meniti untuk menjadi musisi (calon musisi), tentu kamu harus memperhatikan faktor tersebut. . Mengapa? Karena membutuhkan strategi yang berbeda bila kamu memilih full time bermusik sebagai profesimu. 

Bila kamu adalah calon musisi atau musisi yang memilih profesi ini karena passion mu yang besar di musik. Tak perlu diragukan lagi bahwa kamu tak perlu didorong atau didesak oleh apapun karena vision dan passion mu yang mendorong untuk meraihnya.
 Dan bila karyamu bagus, percayalah kesempatan yang baik akan mengikutimu. Tapi kamu perlu to be different dan tetap mengerjakan karya-karya terbaikmu.


Bila kamu adalah calon musisi atau musisi yang memilih profesi untuk ketenaran/ fame, beberapa strategi dapat menjadi pilihan tapi tentulah persaingan juga cukup ketat. Contoh : penyanyi-penyanyi yang me-roket sejak mem-publish video cover menyanyinya di Youtube. Namun terkadang karena sifatnya instant, sayang sekali para penyanyi/ musisi tsb hanya bertahan sesaat lalu menghilang. Tapi tidak sedikit dari mereka, yang juga bertahan di profesi musik dan terus mengasah talenta-nya. Dan mereka yang tetap bertahan, tentu memiliki passion di musik sehingga berani untuk memilih musisi sebagai profesi utamanya. 
Beberapa strategi yang umumnya dilakukan untuk tujuan fame ini adalah kolaborasi dengan orang yang sudah dikenal, yang sudah memiliki fan base. Ini akan sangat membantu calon musisi untuk dikenali oleh audience. Sederhananya, coba kita search di youtube nama orang yang sudah lebih dikenal oleh masyarakat misalnya Glenn Fredly. Saat orang men-search secara online, sangat besar kesempatan seorang musisi baru yang kolaborasi dengan Glenn bisa muncul di search engine dan kemudian kita tonton. Strategi lainnya : muncul pada platforms yang sudah establish seperti stasiun radio, TV, podcasts atau creating your own platform. 

 Bila money (uang) adalah faktor dalam memilih profesi musik, ada beberapa aktivitas musik yang mendorong hal tsb, yaitu : Gigging (tampil/ perform di event-event).  Melalui gigging, kamu dapat monetize melalui berbagai cara selain get paid dari gigs tsb, yaitu menjual CD dan merchandise karyamu di gigs. Selain itu, selling your music (drive enough fans to your website and some will end up buying something). Atau bisa juga lewat aktivitas Mengajar (Teaching) : kamu bisa berbagi pengalaman dan talentamu dengan melakukan coaching maupun kursus secara tatap muka ataupun online video course. 

Anyway banyak juga lho musisi-musisi yang mungkin namanya jarang kita dengar lagi sekarang dan mungkin tidak terlalu tenar, tetapi dia bisa full time menjalani profesi yang menjanjikan sebagai musisi. Ya, yang seperti ini biasanya aktif dalam gigs dan tampil di berbagai event dan sudah memiliki komunitas maupun fanbase yang loyal. Contohnya Mocca : sudah jarang kita lihat di layar kaca, tetapi masih bertahan dan berkibar di dunia musik karena mereka memiliki loyal fanbase yang luar biasa dan create their own platform untuk menjalin engagement dengan fans dan audience nya. 

Di luar itu, masih banyak pula musisi yang tenar (fame) tapi belum tentu aktif dalam gigs dan belum tentu mampu mengelola fanbase. Dengan kata lain belum me-monetize potensinya. 

Jadi, apakah musisi adalah profesi yang menjanjikan? Itu tergantung fokus mu memilih profesi tsb. Apakah memilih karena passion, fame atau money.  Mungkin juga kamu memilih profesi tsb full-time atau side-job. 

===

Tapi bagi saya, suatu profesi adalah luar biasa dan menjanjikan ketika kita bisa mengerjakannya dengan passion. Kita punya kerinduan, kecintaan untuk mengerjakannya tanpa didesak atau didorong  oleh sesuatu. Dengan kata lain, ketulusan dan kerinduan untuk mengerjakannya dari dalam hati. Alangkah indahnya bila profesi sebagai musisi pun kita lakukan seperti itu. 
Karena dari kacamata saya, yang namanya fame dan money itu bukan tujuan utama. Itu akan mengikuti ketika kita konsisten berkarya dan terus melakukan continuous improvement. 

Namun, orang lain mungkin punya pandangan yang berbeda. Itu sebabnya, saya menghadirkan artikel ini untuk kita melihat dari beberapa sisi dan bahwa ada aktivitas atau strategi yang dapat dilakukan sesuai tujuan  kita memilih profesi sebagai musisi tsb. 
 



You Might Also Like

0 komentar