Sambutlah KaruniaNya

00.06

Hari ini saya terharu dan bersyukur. Ada moment yang membuat saya melihat bahwa Tuhan tidak pernah lupa dengan doa yang pernah kita panjatkan. Meski kadang kita lupa, Tuhan tak pernah lupa. Semua pada waktuNya. Ia mengijinkan kita untuk melangkah dulu setapak demi setapak, belajar dan menanti dengan sabar. 

Sesuatu yang pernah saya doakan, 7 atau 8 tahun lalu. Beberapa kali berusaha dan Tuhan menuntun lewat jawabanNya yang tidak sekaligus. Satu demi satu pintu dibukakanNya agar saya juga beroleh pengertian dan selalu berharap dalamNya. Hari ini saya mendapat kabar gembira yang berhubungan dengan cita-cita, sesuatu yang pernah saya panjatkan dalam Doa. Meski jawaban itu belum tepat pasti 'Ya' di hari ini dan masih ada proses yang perlu dipersiapkan, saya bersyukur karena Tuhan lah yang menuntun dan memberikan petunjukNya. Sesuatu yang mungkin kita sudah lupakan atau pernah menyerah, Tuhan tetap bekerja dan mengaruniakan tepat pada waktuNya. 




Kawan, marilah kita menyambut karunia-karunia Tuhan. Ia sungguh memelihara dan menuntun kita. Mungkin jawabanNya belum sekarang, ada waktu untuk kita menanti. Percayalah akan perkenananNya. 

Pagi tadi, saat membaca status teman, saya juga belajar satu hal. Teman saya itu menulis pada status nya, "Biasa dilupakan, namun karyanya dipakai dan kekal abadi". Lalu tetiba terlintas sesuatu dalam pikiran saya dan saya mengirimkan pesan langsung padanya "Karya bergema lebih kencang daripada diri kita. Tetap berkarya kawan. Tuhan melihatmu, mendengarmu dan karya-karyamu. Pujian manusia sementara, PerkenananNya selamanya". 

Saya menuliskan itu karena saya merasa kawan saya ini sedang sedih atau gelisah. Dan ia pun bercerita tentang kondisi di pekerjaannya, dimana atasan dan rekan sekelilingnya kadang kurang menghargai kerja, usaha dan karyanya. Saya mengerti yang dirasakannya karena saya pun pernah merasa dan mengalami hal itu. Kadang-kadang tentu kita pernah merasa tidak dihargai ketika upaya kita tidak diakui oleh orang lain. Lalu saya teringat pesan seorang ibu di kantor saya, katanya "Mbak, kita bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Tetap kerjakan yang terbaik". Kata-kata itu menjadi pengingat bagi saya dan menjadi motivasi apabila merasa down, sedih karena merasa kurang dihargai. 

Kawan, saya belajar sesuatu hari ini. Benar, bukanlah pujian yang kita kejar di dunia ini. Bukan juga banyaknya likes, komentar dll. Itu semua sementara. Apa yang kita kejar dan lakukan di dunia ini adalah menyambut karunia Tuhan, mengerjakannya sebaik mungkin....ya mengerjakan kebaikan-kebaikan...tanpa harus termotivasi karena pujian. Sebab apa yang kita kerjakan adalah seturut PerkenananNya dan bagiNya. Tuhan tahu apa yang sedang kita kerjakan. Tuhan melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain. Tuhan melihat segala sesuatu yang kita perbuat bagiNya. 

Tetaplah berjalan kawan, tetaplah kerjakan bagianmu, kawan. 
Sambutlah karuniaNya. God is Good. 




You Might Also Like

0 komentar