• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

buku

Cuplikan Buku : Management Think Tank

21.40
Buku karangan Promod Batra dan Vidjay Batra, mengangkat topik tentang management  dari sudut pandang individu, persahabatan, pekerjaan dan keluarga. Isinya mudah dicerna dan mendorong daya pikir kita dalam merefleksi diri.
Hal penting yang diangkat dalam Management Think Tank ini adalah bahwa :

 setiap kita...harus menyadari bahwa TIDAK SETIAP ORANG dapat melakukan hal-hal luar biasa. Tapi SETIAP ORANG PASTI BISA melakukan hal-hal kecil secara luar biasa. 


Ya....mungkin sebagian dari kita pernah "ngoyo" untuk mencapai hal yang luar biasa. Tapi hal yang luar biasa itu tidak selalu sesuatu yang besar, yang luar biasa juga dapat berarti hal kecil namun dikerjakan secara luar biasa.

Management Think Tank menarik garis merah menurut sudut pandangnya bahwa "kesuksesan bukanlah tujuan tetapi perjalanan".
Ini berarti setiap perjalanan yang kita lalui dalam hidup kita adalah kumpulan kesuksesan-kesuksesan yang setiap hari kita tanam, pupuk, airi dan tumbuh hingga waktunya berbunga.

Promod Batra menyajikan Management Think Tank dalam bentuk kutipan kata-kata singkat yang dapat kita baca berkali-kali, dapat disimpan di buku harian dan dapat kita ingat dalam sekali baca atau renungkan. Di halaman awal, penulis menganalogikan nilai-nilai management Think Tank seperti dalam ilustrasi "Ganesha" yaitu lambang gajah besar.
dreams

Dream It, Say It and Execute It!!

21.12
Today I learn a new things and i really love it. MIMPI....IMPIAN....DREAMS...!!
Ya...mimpi memang suatu anugerah. Kita bebas untuk bermimpi tanpa dipungut biaya, mimpi itu gratis bahkan membangkitkan passion dan kreativitas pikiran kita.
Banyak buku-buku terkenal dan bahkan orang-orang besar yang telah sukses,
mengatakan bahwa : Apa yang dicapai di waktu sekarang adalah bagian dari mimpi-mimpi
yang pernah dibangun di masa lalu. 

Waw...padahal mimpi itu intangible yaa...tak tersentuh, ada dalam daya pikir dan hati kita.
We may say the dream is like a hope. Coz mimpi yang diyakini memunculkan harapan.
Temanku bercerita hari ini bahwa mimpi yang kita bayangkan juga harus diyakini.

Katakan pada diri kita dengan yakin and Do some Action menuju mimpi-mimpi itu ~PH


Temanku ini bercerita tentang mimpinya yang ingin mempunyai kedai kopi (Coffe Shop) suatu hari nanti. Yup..kedai kopi seperti starbucks, coffebean. Bahkan dia bercerita seolah ia sudah memiliki kedai kopi itu. Yang menarik karena aku juga pribadi yang suka bermimpi, diskusi kami tentang kedai kopi itu semakin luas. Membayangkan akan seperti apa nantinya dan apa saja yang ada di dalamnya. Berawal dari hobinya "kongkow-kongkow, nongkrong di kedai kopi, ngobrol dan senang bertukar pikiran. Dari sinilah hatinya terdorong dan memimpikan suatu kedai kopi yang berada di lokasi strategis dimana menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk berbincang-bincang, bertukar pikiran, berbagi ide bahkan memulai suatu rencana-rencana bisnis. 

Wow...that's sounds great!! Dan bagian yang paling penting adalah temanku tidak hanya memimpikannya dan mengatakannya dalam keyakinan tapi juga melakukan sesuatu (do some action) untuk menuju mimpinya itu. 

Meskipun action nya baru dalam hal kecil dan sederhana tapi ia sudah mau memulainya. Dia bilang "Aku akan baca buku-buku seputar bisnis kedai kopi, belajar dan persiapkan diri tuk dapat beasiswa ke Eropa...and when i'm in Europe,I will learn how some people there build a coffee shop, how they create it become such a good and comfort place to gather
with friends and others".
hEHE,,,she really do some action, walaupun belum tercapai tapi dia sedang merangkainya saat ini. 

So...friends, let us dream what we want to dream, say it to your self faithfully, and do it with pleasure. God listening ur inner heart :)
moment dan inspirasi

"Cermin" Kebahagiaan

23.24
Pagi ini...saat berangkat kantor..aku melihat seorang kakek tua yang sedang memikul barang dagangannya menuju ke pasar yang jaraknya tinggal 1 KM lagi . Jumlah yang ia pikul banyak sekali, sekilas saya lihat jumlahnya hampir 8 karung. Begitu beratnya beban dagangan yang ia pikul, sampai ia membawanya dalam keadaan begitu membungkuk dan lelah.


Saya yang saat itu sedang duduk di bangku depan angkutan umum, menatap sang kakek dengan mendecak kagum dan tersentuh. Bagaimana tidak? Dari guratan di wajahnya dan tubuhnya yang sudah renta, saya bisa mengira bahwa umurnya sekitar 70 tahun.
Dan yang membuatku kagum, bagaimana mungkin seorang kakek yang renta masih mampu memikul barang dagangan yang begitu berat. Oooh...hatiku begitu iba dan tersentuh. Sempat terlintas di benakku, "kemana anak-anaknya, apakah mereka tak membantu orangtuanya", "berapa yang mampu ia dapatkan dari hasil dagangan yang ia pikul begitu beratnya", "Tidakkah di usia nya yang setua itu, seharusnya ia duduk di rumah menikmati masa tuanya, merasakan keberhasilan dan kerja keras anak-anaknya".

Semua hal itu, tiba-tiba terlintas dalam pikiranku. Jujur, saya bingung apa yang harus saya perbuat saat itu karena angkutan umum yang saya tumpangi pelan-pelan mulai melaju sambil saya terus menatap sang kakek yang tersenyum lembut.

Sementara angkutan umum berjalan dan sang kakek mulai berlalu dari pandangan saya, hati ini langsung berbicara dalam doa "Tuhan berkati kakek yang berjalan dengan barang dagangannya tadi, berikanlah ia rejeki dan kedamaian di hatinya dan keluarganya. Amin".

Namun satu hal yang saya petik dan saya pahami, kakek tadi telah mengirimkan "cahaya" nya kepada orang di sekeliling yang menatap dirinya. Bahwa "cahaya" itu berbicara..: "Meski tua usiaku dan renta tubuhku, tetap kupikul beban ini dan kubawa sampai tujuanku".

Mungkin hasil yang ia dapatkan dari dagangannya tidak seberapa tapi ia telah berusaha dan merasa cukup bahkan bahagia dengan apa yang dimilikinya.
Jauh dibalik itu ia telah menjadi "cermin" yang memantulkan cahaya KEBAHAGIAAN, KERJA KERAS, DAN KEKUATAN bagi orang-orang yang melihatnya.

Terimakasih Kek, teruslah berjalan dengan senyuman :)!!



my muses moment dan inspirasi

Kesempatan Itu Harus Diciptakan

23.14
Dalam hari-hari kita, pasti kita pernah secara tidak sadar "menciptakan" kesempatan-kesempatan. Entah itu yg berhubungan dengan tugas dan pekerjaan atau hubungan kita dengan orang lain. 

Beberapa minggu terakhir ini, saya kembali diingatkan oleh kata-kata motivasi ini "kesempatan harus diciptakan", baik itu dari buku yang saya baca ataupun dari seseorang yang menginspirasi. Saya sering merasakan hal ini dalam perjalanan hari-hari saya, dimana kita harus berani "menciptakan" kesempatan agar orang lain juga dapat menerima manfaat dari  potensi yang kita miliki atau bahkan sebaliknya :). 


Sebagai contoh, seorang public relations aktif mengikuti Workshop dan Seminar PR yang diadakan oleh beberapa organisasi/ komunitas. Tanpa disadari, sebenarnya ia telah berani "menciptakan" kesempatannya sendiri. Ia punya kemauan dan keberanian untuk memulai suatu kesempatan yang dapat membawanya bertemu dan mengenal banyak orang khususnya para public relations dari berbagai perusahaan yg hadir di Seminar itu, yang membuat dirinya belajar sesuatu hal yang baru lewat pengalaman dan pembelajaran yang dibagikan dalam seminar tsb. Lebih dari itu, dengan menjalin relations yg baik...peluang-peluang yang baik pun akan datang dari orang-orang di sekeliling kita.

So...create ur opportunities.

====


Kenapa kita perlu belajar 'menciptakan' kesempatan? 

Kebanyakan dari kita menunggu datangnya kesempatan yang tepat. Kita menunggu (mungkin) seseorang menawarkan kesempatan yang kita nanti-nantikan. Kita menunggu kesempatan untuk start mengerjakan sesuatu yang kita rencanakan. 

Dan apakah kesempatan tsb datang? Terkadang ya, terkadang pula tidak. Mengapa? Karena mungkin kita tak menyadari dan tak mengenali ketika kesempatan tsb datang. Atau kita tidak siap, tidak ready untuk itu. Atau mungkin pula, saat kesempatan tsb muncul..kita sudah tidak lagi tertarik (we might not be interested in it anymore). 

You wait passively for something to happen. Mengapa cita-cita dan impian mu hanya di angan-angan?  


You Can!
Seringkali bukan tentang masalah menciptakan kesempatan, tapi PEKA ...becoming aware dengan kesempatan yang ada. 
Ada di hadapan kita, tapi seringkali tak kita sadari. 
Untuk melihat dan menyadarinya, kita perlu mengubah mind set, belajar untuk memiliki right attitude dan right thinking. 


Bagaimana kita dapat belajar create opportunities dan recognize opportunities? 

1. Kita perlu mendefinisikan apa yang kita impikan dan ingin raih. Bila kita tak tahu, kita tak bisa kemana-mana. Ketika kita tau dan mengenali apa yang kita impikan dan ingin raih tsb (misal. pekerjaan), kita akan menyadari kesempatan yang ada (recognize the opprtunity). 

2. Visualisasikan cita-cita dan tujuan, seakan sedang dan sudah terwujud. Ini akan memotivasi dan meng-energize-mu untuk merealisasikannya. Ketika kita memiliki energi, motivasi, enthusiasm, kita melihat kesempatan, yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya. 
Orang-orang yang kita temui akan merasakan energi dan enthusiasm kita, dan akan membantu membukakan kesempatan baru untuk kita.



When you want something very strongly, and focus on it, things start happening. There is no magic here, just plain mental and emotional laws at work (Remez Sasson) 
buku

Talk Show Young On Top @ Faculty Of Computer Science Universitas Indonesia

22.49


Billy Boen - YOT on campus - FASILKOM UI
Rabu (29/09), Penulis Buku terlaris “Young On Top”, Billy Boen, hadir di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Billy Boen bersama Radio KisFM mengadakan Talk Show “Young On Top In The IT World” yang mengangkat topik : Integrity-Confidence-Make A Lot Of Friends-Creativity-Just Perform.

Melalui Talk Show “Young On Top” ini, Billy Boen bermaksud untuk membagikan pengalaman kesuksesannya di usia muda dan menginspirasi rekan-rekan mahasiswa di Fasilkom. Billy Boen memperoleh gelar Bachelor dari Utah State University dan gelar Master-nya dari State University of West Georgia. Saat ini, di usia nya yang ke-30 tahun, Billy memimpin divisi F&B di MRA Group.


Talk Show yang diadakan di Gedung A Fasilkom UI ini disiarkan On Air di Radio KisFM, 95.1 selama 2 jam penuh, yaitu 1 jam sessi presentasi dari Billy Boen, yang didampingi rekannya Rudhy Buntaram dari Optik Seis dan 1 jam berikutnya sessi diskusi (interaktif). Acara ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa Fasilkom dan beberapa Dosen mulai pukul 13.30-15.30.
Penny Hutabarat & Yugo Isal
moment dan inspirasi

Libur tlah tibaa.... :)

01.40
Libur tlah tiba...libur tlah tiba...Hore..hore..Horeee!!!

Haha..senangnya udah mulai libur. Pastinya Jakarta lebih sepii karna banyak yang mudik, jadi bisa menikmati jalan-jalan tanpa macettt.
Agenda liburan kali ini apa ya??hhihi

Yang pertama terlintas, waktu liburan ini pengen dimanfaatkan untuk cari inspirasi menulis lagu lagi dan bikin arransemen untuk lagu-lagu ciptaan yang udah lama tidak "tersentuh". Yang kedua, jalan-jalan pastinya..with friends or family.
Dan yang terpenting bisa me-recharge diri dari rutinitas pekerjaan, jadi ketika mulai masuk...pikiran, perasaan semua sudah "brandly new" lagi heheheh.

Happy long Holiday!!! May God Bless Us All....in this long holiday :)




dreams

Never Give Up! Even Though You May Have Failed Many Times

01.26
Setiap orang pasti pernah mengecap kegagalan dalam usaha mencapai mimpi dan impiannya. Seringkali kita akan merasa kecewa, putus asa, kesal dan rasanya ingin marah. Tapi satu hal yang pasti yang harus membuat kita tersadar bahwa rencana yang kita rancang belum tentu yang terbaik. Tuhan punya rancangan dan rencana yang terbaik, lebih dari yang kita bayangkan. That's for sure!

Meskipun dalam realita dan praktiknya sulit sekali untuk kita memahami hal itu. Begitupula saya pribadi. Tentu kesal dan kecewa rasanya ketika apa yang diimpi-impikan dan yang sudah dirancang ternyata malah gagal dan tidak sesuai harapan. 

Tapi keyakinan bahwa sesuatu yang baik akan datang pada waktuNya harus tetap kita miliki, baik dalam hati dan pikiran ~ PH 


Kegagalan untuk yang pertama kalinya bisa terasa seperti 'menampar' diri kita, kegagalan kedua terasa 'menegur' hati kita..ada sesuatu yang perlu dibenahi agar kesalahan yg sudah pernah terjadi tidak terulang lagi. Kegagalan ketiga membuat kita 'lagi-lagi merenung dan berpikir', rasanya semua sudah coba dibenahi dan diperbaiki namun mengapa masih juga gagal?!. Kegagalan keempat "memberi ruang dan keyakinan" untuk kita menyadari bahwa rasanya 'bukan disini' tempatnya kita mengembangkan talenta dan impian yang ada.

Pada saat itu kita memahami bahwa ada kesempatan dan waktu lain yang 'dipersiapkan" untuk kita. Belum saat ini! Bersabar dan terus berdoa dalam harapan.

Never give up...even though you may have failed  many times.................



moment dan inspirasi

My Condolence

21.42
My deep condolences untuk Namboru Theresia Hutabarat yang telah berpulang ke rumah Bapa di sorga pada tanggal 30 Agustus 2009 di usianya yg ke 72 tahun. Dia adalah istri dari penyanyi legendaris Indonesia, Gordon Tobing. Dan Namboru Thress sendiri juga adalah penyanyi legendaris, sebab di era tahun 60-an beliau sangat dikenal bersama Vokal Group Impola-nya, yang menurut banyak orang suara mereka saat bernyanyi sangat memukau dan mempesona.

Saya teringat waktu masa kecil, kira-kira kelas IV SD saat saya berkumpul bersama keluarga di rumah Namboru Theresia (yang biasa dipanggil namboru Thress) di daerah pertukangan.
Namboru Thress, pribadi yang ramah dan murah senyum. Saat saya bernyanyi di sela-sela acara keluarga itu, saya ingat sekali dia selalu memuji dan memotivasi saya untuk terus bernyanyi.

Waktu itu kurang lebih umur namboru Thress sekitar 60 tahun-an namun suaranya masih merdu dan bening. Tidak heran, bila darah musisi itu turun ke anak nya yaitu abang Enrico Tobing dan cucunya, Mario Tobing (Pencipta Lagu Terimakasih Cinta-Afghan).

Sambil memainkan pianonya, Bang Enrico mengiringi ku bernyanyi dan juga mario.
Hampir beberapa kali, setiap ingin ikut festival, pasti aku menghubungi Namboru Thress untuk menanyakan teknik bernyanyi, apa yang harus aku pelajari sebelum festival dsb. Begitupula saat aku mendapat kesempatan pertama kali bernyanyi di podium UI tahun 2002, orang pertama yang aku hubungi untuk menanyakan saran dan masukan mengenai menyanyi adalah Namboru Thress. 

Waktu itu, saat kutelepon suara nya sudah agak lirih dan beliau sedang sakit. Namun tetap namboru thress memberikan masukan dan arahannya untukku. Moment-moment sederhana dan kecil yang pernah saya miliki dengan Namboru Thress itu adalah moment yang indah untuk saya ingat dan kenangkan.

Selamat jalan Namboru Thress. Semoga Tuhan memberkati segala perbuatanmu yang baik  di dunia ini. GBU. Love, Penny Hutabarat
Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top