• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

buku

Learn From Mistakes

22.09
Siaran YOT (Young On Top) Live oleh Billy Boen di KisFM rabu lalu...mengangkat topik ”Learn From Mistakes”. Hadir sebagai narasumber adalah Mr. Prayugo Gunawan – Board Of Director (Sales and Marketing) Pocari dan Soyjoy. Salah satu merek makanan dan minuman yang cukup dikenal masyarakat Indonesia. 

Di awal acara, Billy membacakan sekilas bio Mr. Prayugo atau yang disapa Yugo. Dalam karirnya, beliau pernah menjadi Production Supervisor, Assistant Marketing Manager hingga saat ini berkarir sebagai Board Of Director (Sales & Marketing) Pocari & Soyjoy.

Now, tentang sharing Mr. Prayugo mengenai Learn From Mistakes :
*Kesalahan...IT’S NOT THE END OF THE WORLD!
Orang sering beranggapan bahwa mistakes adalah sesuatu yang menakutkan. Padahal itu adalah kesempatan dan waktu untuk kita belajar dan bertumbuh. 



Kalau kita tidak pernah salah berarti kita tidak bisa merasakan nikmat dari keberhasilan.



*Apa yang membuatnya bisa berhasil sampai seperti ‘sekarang ini’?


Mr. Yugo berbagi mengenai awal perjalanan karirnya. Ia besar di Surabaya, kemudian setelah selesai studi ia mendapat tawaran kerja dari temannya di pabrik di wilayah Bekasi. Saat itu, ia penuh semangat dari Surabaya ke Bekasi. Tapi ketika sampai disana, ternyata gaji yang ditawarkan sangat kecil. Bahkan orang tuanya melarang untuk bekerja disana karena dengan jumlah gaji yang ditawarkan tersebut, orangtuanya pun masih sanggup memberikan setiap bulan. Walau demikian, ia tetap punya prinsip untuk maju meskipun gaji kecil. “Saya pengen nge-test saya tahan sengsara sampe seberapa”Mr. Yugo said.
Saat bergabung di perusahaan di Bekasi itu, ia bertemu dengan orang-orang baru...dan ternyata dikerjain oleh senior di kantor karena karyawan yg posisinya ia gantikan merasa tidak rela. Saat bekerja, pertama yang ia dekati informal leader – ngopi bareng, main ke rumah pimpinan dst. Setelah itu ia punya tekad yang lebih untuk menguasai bidang pekerjaan. Pelajari tetrapack, bisa masuk ke bagian food di pabrik tempatnya bekerja. 

Mungkin orang pada umumnya akan berpikir “Why you taking that job anyway”? Gaji kecil dst. But now, Mr. Prayugo sudah menjadi seorang Director For Line Manager Pocari.

“Semakin sering kamu terjatuh..semakin sering kamu menemukan sesuatu yang berharga”.




*Bisa mencapai keberhasilan sampai sekarang ini pastilah pernah melakukan kesalahan. Kesalahan apa yang Mr. Prayugo tidak bisa lupakan dan terus diingat sampai sekarang?

Prayugo menceritakan mengenai masa kecilnya. Waktu kelas 4 SD, saat ayahnya mau berangkat dari rumah untuk pergi, Yugo bertanya “Mau kemana Papi” And papi bertanya balik,”Kamu ada PR? Udah dikerjain belum...?” Yugo berbohong dan mengatakan tidak ada PR, tapi ternyata ketahuan juga oleh ayahnya. Dan yang menarik yang tidak bisa dilupakan oleh Yugo adalah ketika ayahnya menunda untuk berangkat pergi dan duduk bersama-sama menunggu Yugo mengerjakan PR nya sampai selesai.
Dari pengalaman sederhana itu, Yugo belajar untuk “Jangan sekali-sekali berbohong”. Itu menjadi pelajaran moral yang tidak bisa ia lupakan.

Hal yang terpenting menurut Mr. Prayugo adalah mengetahui resiko terbesar yg kita lakukan dari pilihan yang kita ambil. Kalau begitu, lalu kenapa kita harus takut mengakui kesalahan? Apakah alasannya karena kita takut menanggung resiko? atau karena kita tidak mengukur resiko terbesar yg diterima itu akan seperti apa?



*Belajar untuk Tidak Mengulangi Kesalahan yang Sama 2x

Orang yang benar-benar serius dan mau berkembang, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama 2 kali. Pada waktu seseorang punya kesalahan...kita harus belajar dan memahami bahwa itu semua pasti pernah terjadi.


Tapi bagaimana cara memperbaiki kesalahan itulah yg penting?!


Billy as a Co-Host juga menyampaikan bahwa “Tidak melakukan apapun juga adalah suatu mistakes. So.. sebaiknya kita pelajari kesalahan kita agar tidak mengulangi kesalahan yg sama 2x”. Ada Saying seperti ini “ Belajarlah dari kesalahan orang lain” --- Jadi kita bisa belajar dari kesalahan diri sendiri dan kesalahan orang lain. Dan alangkah sangat berharga kalau kita bisa belajar dari kesalahan orang lain.
Harus belajar dari orang lain!

Billy menambahkan bahwa dirinya sering mengamati orang-orang yang sukses dan yang belum sukses. Dan bila kita bisa belajar dari kesalahan orang lain, itu sangat berharga buat kita...tidak harus sampai berdarah2 atau terjatuh berkali-kali untuk bekerja keras menuju tujuan. Jadi menuju ke tujuan bisa dengan cara yg lebih cepat dengan belajar dari kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri.

Kita bisa belajar dari orang lain, dari anak buah kita, dari boss kita. Semua masalah dalam hidup adalah proses untuk membuat mental kita menjadi dewasa dan karakter kita berkembang.
Yang kita butuhkan adalah KEPEKAAN. Harus peka terhadap keadaan sekeliling kita. Apakah itu mengetahui info dari News di TV, baca buku, ngobrol dengan teman ataupun melalui Experience yang di share. 

Mr. Prayugo kembali menambahkan bahwa pada waktu kita melihat orang-orang sukses, sebetulnya lihatlah bukan pada waktu dia sukses tapi pada waktu proses atau cara dia menuju sukses yaitu pada saat seseorang mengatasi masalah maupun mengambil pilihan dalam proses itu.
Ada seorang tokoh pembuat besi asal India...dia pernah di Surabaya merintis karirnya. Tapi sekarang sudah menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Dan yang perlu kita lihat adalah bagaimana caranya ia bangkit dari kegagalan.


* Apakah kesalahan yg berulang-ulang itu adalah suatu kebodohan?

Mr. Prayugo share mengenai pengalamannya : Dulu orang pernah bilang...”bikin perusahaan kok cuma ada satu merek dari thn 89. Gimana mau berhasil?!”. Tapi saya tidak menggubris..tetap perusahaan kami fokus hanya pada satu merek..tidak banyak merek.

Bahwa kegagalan itu bukan lawan dari berhasil.--> tapi BELUM berhasil. Hidup itu proses. Tergantung cara pandang. 


Kalau akibat kesalahan kecil kita menghukum diri sendiri itu namanya GAGAL...tapi kalau kita menghadapinya dengan “SAYA BELUM BERHASIL”.....itu lebih baik.

Lihat konteksnya dulu mengenai kesalahan berulang-ulang itu adalah kebodohan atau tidak. Tapi kalau kita punya keyakinan bahwa yg saya lakukan bukan kesalahan, namun hanya belum berhasil saja ..so let’s do it....tetap maju!

Biasanya setelah sekian tahun baru kita menyadari akan pilihan yang dulu pernah kita buat. Mungkin kalau saya dengerin pendapat orang lain “saya salah” mengenai hanya satu merek yang dikembangkan setelah sekian puluh tahun .. tidak mungkin saya bisa sampai di tempat terbaik saat ini.
Tidak ada kata terlambat. Kalau merasa terlambat itu kesalahan. 


*Bagaimana menghadapi rasa takut salah?atau takut dalam mengambil keputusan?

Manusia hidup itu harus mengambil keputusan, tidak bisa dihindari. Selalu pertimbangkan resiko yg kita terima (Ok..misalnya pengen resiko yang paling kecil. Atau misalnya kalau ada resiko paling besar dari keputusan yang kita buat....kita harus tahu resiko itu seperti apa).
Misalnya kita akan kena sanksi, tapi bila keputusan yg kita ambil kita punya alasan yg tepat.,...ngapain kita takut. Karna kalau kita takut ambil keputusan...ya...tidak akan pernah menikmati hidup.

Billy menjelaskan kita harus Calculated risk..... bukan yg gambling. Kita coba hitung resikonya, baik buruknya. 


 Sebab bila kita takut kita tidak akan mengalami sesuatu..kita hanya sampai pada tahap “berandai andai”...dan hanya hidup dalam kehidupan yg bertanya-tanya dan momentum akhirnya berlalu begitu saja. 


PERSIAPAN itu penting! MIND SET itu paling penting. 



*Kenapa harus Learn From Mistakes?

Menyalahkan diri sendiri dan tidak bangkit itu adalah kesalahan terbesar. Berbuat kesalahan memberi kita kesempatan untuk belajar dan berkembang.

*Bagaimana kita tetap bisa menjaga dan me-manage emosi bila tetap disalahkan semua pihak?

Secara psikologis, manusia punya 4 karakter dan reaksi bisa berbeda-beda. Ada karakter Kolerik, Plegmatis, Melankolis, dan Sanguinis. Nah, Koleris dan Sanguinis sangat aktif menghadapi reaksi.
Pada waktu kita melakukan sesuatu kesalahan..itu tidak bisa dipungkiri...orang berbeda-beda. Orang yang koleris dan sanguinis akan terlihat ekspresi dari raut wajahnya.

Mr. Prayugo berbagi : saya melihat orang yg seperti itu dari atasan saya dan setipe seperti saya....pernah saya dikatakan salah di depan orang walaupun saya pimpinan. Untuk itu, ada saatnya menerangkan sesuatu kepada bawahan atau rekan kerja kita. Waktu saya pernah mengalami hal seperti ini, saya datengin face to face...dan saya jelaskan pada karyawan saya apa saja resiko dari alternatif yg dipilih. 


Yang penting bukan seberapa reaktif nya kita...tapi bagaimana kita smart dalam bereaksi akan hal tsb. 



Hal itu terjadi bukan hanya kepada kita. Yang penting mau belajar. Hidup harus membuat keputusan dan berani berbuat kesalahan!
Kalau kita disalahkan orang lain ...kita harus bilang “Thank You”. Ketika kita salah tapi orang lain tidak ada yg berani bilang...nah justru itu...yg salah..kita tak akan pernah belajar dari kesalahan. Dan budaya seperti ini yang ironisnya sering terjadi pada orang Indonesia...yaitu takut atau segan mengatakan kalau sesuatu itu salah..malah didiemin aj. Kultur kita “point fingers”..& menyalahkan orang lain.

Yang perlu dipahami adalah bahwa melakukan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu adalah sama-sama sebuah pilihan dan selalu ada konsekuensi nya. 




Sekarang balik lagi ke kita....mau yang play safe saja atau kita mau coba hal-hal baru dan berusaha memperbaiki tempat kita bekerja. Ini kesempatan untuk melakukan sesuatu!


*Bagaimana bila sering dikhiananti oleh mitra bisnis?

Suatu reaksi untuk tidak mudah percaya lebih dulu sebelum mempelajari dan mengetahui ada prospek bisnis adalah reaksi yang sebaiknya kita miliki.
Kalau kita mau tau hati orang sebenarnya..toh kita tidak pernah tau apa dia punya maksud jahat atau baik. Bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui hati di balik manusia.
Adalah sikap yg baik pada saat kita tidak tau dan berhati-hati pada mitra bisnis yang baru kita kenal. Yang salah adalah pada saat kita terus menerus curiga dan berandai-andai ..sehingga akhirnya orang berpikir “ jangan-jangan.....nanti begini..begitu..jadi membuat orang ragu”.
Ini adalah suatu pembelajaran untuk karakter orang.

*Trauma akan kesalahan. Apa tips untuk menghadapi trauma itu?

Trauma itu kondisi yg berlebihan ...merasa takut disalahkan. Yang menjadi pertanyaan apakah kita bisa hidup di dalam trauma..apakah kita bisa berkembang dan mencapai cita-cita kita apabila trauma?!
Setiap jalan harus ada resiko. Jadi kenapa harus hidup dalam trauma? Karena itu kan berarti kita hidup di masa lalu sedangkan masa lalu itu sudah berlalu...tidak dapat diulang.


TOP WORDS:
Dalam hidup ini, yang terpenting bukan berapa banyak kelebihan yang kita punyai tapi berapa banyak kelemahan yang akan kita ubah. 
Kalau kita bicara kelebihan kita berapa banyak..itu akan sombong. Tapi kalau menyadari kelemahan dan kesalahan...itu akan membuat kita humble. Itu bisa jadi dorongan dan semangat 
Kalau kita takut...maka kita harus belajar untuk mengubah rasa takut!!



Sumber : 
Siaran YOT Live Billy Boen– “Learn From Mistakes” (Belajar dari Kesalahan)
21 Januari 2010
buku

Just Perform

21.40

Topik  "Just Perform" ini adalah salah satu topik yang paling saya sukai dari buku karya Billy Boen "Young On Top". Pada hari Rabu, 13 Januari lalu, saya mendengarkan siaran LIVE Young On Top di KisFM 95.1 dengan Billy Boen-sang penulis sebagai Co-Host siaran ini dan Steven Tjen-Executive Direktur CBRE  sebagai tamu di episode "Just Perform". 

Karena ketertarikan saya pada topik "Just Perform" ini, saya menuliskan sharing LIVE mereka dalam catatan kecil ini :) dan tentu saya juga ingin membaginya ke teman-teman di sekeliling saya, salah satunya ke teman-teman yang mungkin sedang membaca blog ini. Percaya dech...sharing ini bemanfaat untuk motivasi kerja kita :) tidak hanya untuk dibaca dan didengar tentunya..tetapi juga di-realisasi-kan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari. 

So...please enjoy sharing dari YOT Live :

Steven Tjen (Executive Direktur CBRE) berbagi mengenai pengalaman karirnya hingga mencapai sukses seperti sekarang ini. Sekilas tentang karir yang digelutinya saat ini, Steven Tjen memegang peranan penting di CBRE dan bekerja sama dengan para major clients seperti Channel, Dolce &Gabana, Zara, HP dan masih banyak lagi. Ia adalah lulusan Akuntansi dari Universitas Parahyangan (Bandung) yang di awal karirnya ia bergabung dalam properti industri, salah satunya terlibat untuk pembangunan Tanjung Lesung Beach Resort.

Now,  mengenai topik "Just Perform" :
Steven Tjen berbagi mengenai prinsip yang ia miliki dalam bekerja yaitu "kerja tidak pernah perhitungan". He said "Work Hard, Work Smart". 
Memang pada umumnya-dalam pekerjaan sehari-hari, kita seringkali mengeluh atau nge-"dumel" bila atasan meminta kita untuk mengerjakan sesuatu yang di luar job-desc kita. Padahal ini adalah opportunity untuk kita mengembangkan karir di kantor. Dengan mengerjakan sesuatu di luar job-desc departemen kita....tentu kita bisa belajar sesuatu yang baru. Lihat sisi positif  dari bekerja ....udah belajar gratis..dapet gaji lagi :D

*Kerja jangan perhitungan
Dalam menjalankan tugas sehari-hari di kantor, sudah seharusnya kita menjalankan kewajiban sebagai anggota perusahaan..baru kemudian menuntut hak. Pada waktunya, perusahaan akan memperhatikan kenaikan gaji dan promosi jabatan. 

*Bagaimana agar IKHLAS dalam menjalankan pekerjaan yang sebenarnya di luar job desc atau di luar tugas departemen kita?
Yang perlu dipahami adalah bekerja bukan cuma dihitung dengan uang. Ada benefit lain yaitu network dan knowledge. It’s not only about money!

Billy Boen mempertegas bahwa Bersyukur (Grateful) ..itu salah satu langkah yang dapat membuat kita ikhlas menjalankannya. Bersyukur karena kita sudah punya pekerjaan, itu first point. Lalu kedua adalah keinginan untuk selalu belajar. Dengan keinginan untuk terus belajar, maka dengan sendirinya kita termotivasi.....it’s not only about the money!
Ketiga, punya pandangan bahwa segala sesuatu ada imbalan (langsung atau tidak langsung). Sehingga kita pun akan lebih enteng dalam menghadapi tugas dan tanggung jawab...dan tidak menjadikan pekerjaan sebagai beban!

*Bagaimana bila kita rajin menjalankan tugas pekerjaan yang diinstruksikan bos. Tapi kemudian lama-lama jadinya seperti “dimanfaatkan” oleh bos atau dengan kata lain saya kerja terus...boss gak kerja-kerja? Mungkin akan jadi demotivated khan?
Ketika diberikan banyak tugas, bahkan di luar job desc..kita harus berterima kasih. Why? Karena kita mendapatkan benefit. Kalau kita bisa melakukannya dengan baik..itu merupakan suatu prestasi. Secara profesional kita melakukan pekerjaan dengan tekun....bahkan menjalankan pekerjaan yang harusnya menjadi porsi bos justru benefit untuk kita sebagai bawahan belajar banyak dan menguasai pekerjaan bos. Pada waktunya pemilik atau big boss pun  akan mengetahui kinerja kita. Bukan tidak mungkin, bila bos kita pindah atau tidak di tempat itu lagi, kita bisa dipercayakan menggantikan posisinya...karena big boss berpikir...siapa lagi yang tau dan mampu mengenai pekerjaan ini bila bukan anda misalnya yang adalah bawahan dan punya kompetensi untuk menjalankan tanggung jawab tsb.

Atau misalnya kita mendapat lowongan kerja di tempat lain....mungkin kita tidak akan kaget dengan kerjaan yang diberikan karena sebelumnya sudah pernah menangani pekerjaan seperti itu (karena sering dan rajin mengerjakan pekerjaan yg dikasih boss).

Jadi..jangan demotivated! Justru harus motivated. Bagaimana rasanya bila sebaliknya....aktivitas dimatikan...we are not doing anything..lebih tidak enak lagi bukan?! Kalau perlu be pro-active ke boss...”kerjaan apa lagi boss...ayo sini saya kerjakan”hehehe.

Pandanglah setiap pekerjaan yang diberikan sebagai suatu opportunities. Kita bisa menerima reward itu sekarang atau suatu hari nanti. ~ YOT

   


*Bagaimana bila overloaded dalam pekerjaan?
Pandanglah 'Overloaded' dalam pekerjaan sebagai  kesempatan untuk belajar! Selain itu kita khan juga harus punya kemampuan untuk mendelegasikan pekerjaan. “Team Work” itu yang penting.
Kesuksesan dapat diraih dengan Team Work. Belajar memahami pekerjaan yang Urgent dan Important.  Tentukan skala prioritas dalam pekerjaan kita. Bila kita melihat pekerjaan “terlalu berat”, itu perasaan kita saja. Jangan cepat menyalahkan perusahaan dan jangan berasumsi kita melakukan semuanya.
So...belajar untuk Beyond Your Job Desc....One Day The Reward Will Come...

*Bagaimana bila kita merasa sudah melakukan pekerjaan semaksimal mungkin tapi perusahaan seolah tidak memperhatikan kinerja kita?
Stop menilai diri sendiri! Terbuka dengan orang lain. Lihat diri kita juga dari pandangan orang lain, apakah kita benar-benar sudah memberikan yang terbaik?!
Billy menambahkan mengenai pertanyaan ini, bahwa kita juga perlu bertanya pada atasan kita “Apa yang Anda/ perusahaan harapkan?”.

Misalnya kita sudah mencapai point 8, lalu kita merasa..saya sudah melakukan yang terbaik lho..tapi mungkin saja bagi atasan kita..ukuran terbaiknya adalah mencapai point 9,5. Ini berarti saya dan atasan berbeda visi mengenai ukuran terbaik tersebut.

Jadi berdiskusi dan temuilah atasan Anda. Tanyakan apa yang ia harapkan dan apa target yang ingin dicapai dengan demikian akan ada penyamaan visi. Sehingga apa yang dicapai sesuai dengan ekspektasi dan visi perusahaan.

Sumber : Siaran YOT Live- Billy Boen. "Just Perform" - 15 Januari 2010
moment dan inspirasi

Sunny Day

19.08


I'm so excited today! Feeling great :).
Woke up this morning with gratitude, say a prayer and smile to everyone.



I think the best thing we can do to make our day become sunny day and luminous day is always start with a good habbit and attitude every morning. Isn't it?

Satu hal yang ingin saya share adalah bahwa kita harus selalu merasakan dan menikmati kejutan-kejutan yang Tuhan karuniakan di setiap hari-hari kita.
Jangan salah, saya juga tipe orang yang kadang berkeluh kesah bila sesuatu berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan merasa bad mood di waktu-waktu tertentu (sifat manusia pada umumnya..hehe...). Tapi kita perlu semakin melatih diri untuk melihat sesuatu dari 'kacamata' syukur.

But today, God speaks to me through His gift and surprise. Apa gift itu? kesegaran baru, kesehatan di hari baru, rasa sukacita, kesempatan baru yang akan saya hadapi hari ini. Setiap hari Tuhan mengaruniakan berkat dan "hadiah" itu bagi kita.
Apa lagi yang kurang? ..saya berfikir...dengan kekuatan, kesehatan, kedamaian yang Tuhan berikan sudah seharusnya saya semangat menjalani hari ini dan semangat menjalankan tugas-tugas saya.

Teman-teman, kita harus terus sama-sama belajar menyemangati diri kita walau memang tidak mudah.  Let us try to encourage our self and be grateful for God be with us.

So...be grateful for this sunny day :)

God Bless Us
moment dan inspirasi

Jangan Sia-siakan Potensimu

02.21

Siapakah orang yang terpandai yang pernah hidup? Jika pertanyaan ini dilontarkan, pikiran yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah Albert Eisntein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Mozart, atau sederetan nama terkenal lainnya.

Tapi jawabannya bukan mereka. Orang yang paling pandai yang pernah hidup bernama William Sidis. Jika orang normal memiliki IQ 90-110, Albert Eistein sebagai prototype jenius memiliki IQ 160, Sidis memiliki IQ yang `out of scale'. Diperkirakan IQ-nya berkisar 250-300.

Menurut ibunya, Sidis mulai berbicara pada usia 4 bulan dan membaca Koran pada usia 18 bulan. Pada usia 8 tahun ia mengajari dirinya sendiri bahasa Latin, Yunani,, Rusia, Prancis, Jerman, Ibrani, Armenia dan Turki. Ia akhirnya dapat menguasai 40 bahasa dan kabarnya ia bisa belajar bahasa dalam satu hari. Ia menyelesaikan SD dalam 7 bulan, Sekolah Menengah 6 minggu dan lulus Kedokteran Harvard dan MIT pada waktu berusia 11 tahun.

Sayangnya William Sidis meninggal pada usia 46 tahun karena stroke dan sejarah hampir tidak mencatat apa-apa tentang dia. Ia tidak punya peninggalan seperti jenius lainnya. Ia tidak memiliki apa-apa yang bisa disumbangkan bagi peradaban manusia padahal ia lahir di abad ke 20. Hidup dan potensinya sia-sia karena tidak ada keinginan untuk menyumbangkan sesuatu bagi kepentingan dunia.

Kepandaian tidak menentukan kontribusi dan pengaruh yang kita berikan bagi sesama. Dampak bagi umat manusia hanya datang dari keinginan (desire) untuk melakukan dan mengembangkan potensi yang kita miliki, serta membagikannya pada orang lain. Itulah yang menentukan tingginya puncak hidup seseorang. 


Kebanyakan kita tidak dilahirkan sebagai orang jenius, namun kita adalah makhluk yang diciptakan sesuai dengan rencana Tuhan. Kepada kita telah diberikan kemampuan yang unik oleh Sang Pencipta.  Jangan sia-siakan potensi yang Tuhan sudah investasikan dalam hidup kita. Temukan dan kembangkan.

All Blessing

From : Renungan Harian
moment dan inspirasi

Kendi-Kendi Berkat

20.45

Pukul 08.00 pagi aku berangkat menuju ke kampus. Meski ku tau aku akan terlambat sampai di kampus, aku memutuskan untuk tetap berjalan kaki dari pintu masuk kampus menuju fakultas yang jauhnya kurang lebih 200meter. 

Orang –orang biasanya menyebut jalan kecil tempat mahasiswa berjalan menuju kampus itu adalah Kober. Aku senang berjalan sambil memandang sekelilingku. Banyak tukang jualan dipinggir jalan Kober itu, bahkan pengemis yang hampir setiap pagi ku temui ada disana. 

Tapi hari ini berbeda, sesuatu menyentuh hatiku. 


Tepat 5 meter di depan mataku aku melihat seorang Bapak berkulit gelap dan bertubuh gemuk juga besar berjalan dengan nafas yang terengah-engah. Gerakannya mulai menunjukkan kalau sepertinya tubuhnya mulai tumbang dan rubuh ke tanah. 

Bapak itu berjalan semakin dekat ke arahku dan aku mulai melihat ternyata barang yang ia pikul adalah kendi-kendi tanah liat. Ia memikul kendi itu dengan tongkat kayu di pundaknya dan sejumlah besar kendi dalam 2 keranjang besar yang dipikulnya. 

Hatiku terasa menitikkan air mata saat itu, bagaimana tidak?, seorang bapak dengan kendi dagangannya yang berpapasan denganku hingga kulihat betul raut wajahnya yang lelah dan suara nafasnya yang terengah-engah. Hatiku berbicara “betapa sulitnya bapak kendi itu untuk mendapatkan nafkah dan sesuap nasi, ia pikul kendi tanah liat yang berkilo-kilo beratnya, ia terengah engah di jalan, mencoba mengatur nafasnya, bahkan hampir rubuh tubuhnya”. 

Saat itu, diletakkannya kendi dagangan yang ia pikul di pinggir kanan jalanan kecil Kober. Lalu ia terduduk di depan toko kecil dekat dengan dagangan pikulannya. Karena begitu banyak orang yang berjalan di Kober itu, aku hanya bisa menyimpan rasa iba dan prihatin dari apa yang kulihat dalam hatiku. Aku tak tau, apa mungkin kendi itu juga hasil buatan tangannya sendiri yang ia buat lalu ia jual sendiri. Aku pun berpikir, mungkinkah di zaman modern ini masih banyak orang yang membutuhkan kendi atau paling tidak membeli kendi tanah liatnya. 

Yang kulakukan sesaat setelah berpapasan dengan penjual kendi itu adalah aku berbalik dan berjalan ke arah yang berlawanan, aku berjalan menuju warung untuk membeli sebotol air mineral untuk penjual kendi  yang kelelahan itu. Tapi tiba-tiba aku mengurung niatku…aku kembali berjalan pelan menuju sang bapak penjual kendi yang sedang duduk untuk megistirahatkan dirinya  dan menatapnya sesaat sambil merogoh kantong tasku. Aku memutuskan untuk memberi ia sedikit uang yang kuharap bisa ia pakai untuk membeli makanan dan minuman di tengah kelelahannya memikul kendi itu.

Ia seperti ingin berbicara dan mengucapkan terimakasih dengan nafasnya yang masih terengah-engah dan wajahnya yang terlihat begitu lelah. Aku pun melanjutkan langkah kakiku menuju kampus. Namun perasaan iba di hatiku tetap belum sirna. Tuhan berkatilah sang penjual kendi yang kutemui pagi ini. 

Tersirat di pikiranku sesaat sampai di kampus dan terduduk di depan komputerku. Bagaimana mungkin sekian orang begitu mudah menghamburkan uang penghasilan kerjanya atau uang pemberian orangtuanya untuk ber- sour sally-ing di mall menikmati yoghurt ice krim, ber-facebook-ing dan ber-ym-an ria di handphone kesayangannya dan rela membeli berpulsa-pulsa untuk kesenangan dunia maya. Sedang ternyata ironisnya di sekeliling kita sebagian besar orang masih berjuang untuk sesuap nasi. Seperti halnya penjual kendi itu, berjalan dan berjalan terus dengan kendi-kendi “nafkah hidupnya” agar keluarga dan anak-anaknya bisa makan cukup. 

Seandainya sebagian dari uang entertainment yang biasa kita gunakan untuk ber-sour sally-ing, menikmati kopi di starbuck/ coffee bean/ illy dengan teman-teman, membeli baju bermerek Zara/Giordano/the Executive, menonton film di Blitz , XXI atau 21 --- dan semua kegiatan hiburan lainnya juga jalan-jalan/ relaxing kita itu. Seandainya sebagian saja dari uang yang kita keluarkan itu, bersama-sama bisa kita bagikan untuk orang-orang disekeliling kita untuk bisa mereka pakai buat kebutuhan makan/ minum, buku-buku, yang bagi sekelompok orang lainnya masih begitu sulit untuk didapat. 

Mari kita menghargai setiap kendi-kendi berkat dan rejeki yang kita terima dari Tuhan. Marilah kita melihat “kendi-kendi berkat” yang kita miliki dan yang sudah terisi penuh itu, lalu membagikan setengah atau seperempat dari kendi berkat itu atau bahkan seberapapun semampu kita untuk menolong mereka yang kendi-kendinya masih kosong dan belum terisi. 

Terimakasih Tuhan untuk pelajaran kehidupan hari ini.



buku

Cuplikan Buku : Management Think Tank

21.40
Buku karangan Promod Batra dan Vidjay Batra, mengangkat topik tentang management  dari sudut pandang individu, persahabatan, pekerjaan dan keluarga. Isinya mudah dicerna dan mendorong daya pikir kita dalam merefleksi diri.
Hal penting yang diangkat dalam Management Think Tank ini adalah bahwa :

 setiap kita...harus menyadari bahwa TIDAK SETIAP ORANG dapat melakukan hal-hal luar biasa. Tapi SETIAP ORANG PASTI BISA melakukan hal-hal kecil secara luar biasa. 


Ya....mungkin sebagian dari kita pernah "ngoyo" untuk mencapai hal yang luar biasa. Tapi hal yang luar biasa itu tidak selalu sesuatu yang besar, yang luar biasa juga dapat berarti hal kecil namun dikerjakan secara luar biasa.

Management Think Tank menarik garis merah menurut sudut pandangnya bahwa "kesuksesan bukanlah tujuan tetapi perjalanan".
Ini berarti setiap perjalanan yang kita lalui dalam hidup kita adalah kumpulan kesuksesan-kesuksesan yang setiap hari kita tanam, pupuk, airi dan tumbuh hingga waktunya berbunga.

Promod Batra menyajikan Management Think Tank dalam bentuk kutipan kata-kata singkat yang dapat kita baca berkali-kali, dapat disimpan di buku harian dan dapat kita ingat dalam sekali baca atau renungkan. Di halaman awal, penulis menganalogikan nilai-nilai management Think Tank seperti dalam ilustrasi "Ganesha" yaitu lambang gajah besar.
dreams

Dream It, Say It and Execute It!!

21.12
Today I learn a new things and i really love it. MIMPI....IMPIAN....DREAMS...!!
Ya...mimpi memang suatu anugerah. Kita bebas untuk bermimpi tanpa dipungut biaya, mimpi itu gratis bahkan membangkitkan passion dan kreativitas pikiran kita.
Banyak buku-buku terkenal dan bahkan orang-orang besar yang telah sukses,
mengatakan bahwa : Apa yang dicapai di waktu sekarang adalah bagian dari mimpi-mimpi
yang pernah dibangun di masa lalu. 

Waw...padahal mimpi itu intangible yaa...tak tersentuh, ada dalam daya pikir dan hati kita.
We may say the dream is like a hope. Coz mimpi yang diyakini memunculkan harapan.
Temanku bercerita hari ini bahwa mimpi yang kita bayangkan juga harus diyakini.

Katakan pada diri kita dengan yakin and Do some Action menuju mimpi-mimpi itu ~PH


Temanku ini bercerita tentang mimpinya yang ingin mempunyai kedai kopi (Coffe Shop) suatu hari nanti. Yup..kedai kopi seperti starbucks, coffebean. Bahkan dia bercerita seolah ia sudah memiliki kedai kopi itu. Yang menarik karena aku juga pribadi yang suka bermimpi, diskusi kami tentang kedai kopi itu semakin luas. Membayangkan akan seperti apa nantinya dan apa saja yang ada di dalamnya. Berawal dari hobinya "kongkow-kongkow, nongkrong di kedai kopi, ngobrol dan senang bertukar pikiran. Dari sinilah hatinya terdorong dan memimpikan suatu kedai kopi yang berada di lokasi strategis dimana menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk berbincang-bincang, bertukar pikiran, berbagi ide bahkan memulai suatu rencana-rencana bisnis. 

Wow...that's sounds great!! Dan bagian yang paling penting adalah temanku tidak hanya memimpikannya dan mengatakannya dalam keyakinan tapi juga melakukan sesuatu (do some action) untuk menuju mimpinya itu. 

Meskipun action nya baru dalam hal kecil dan sederhana tapi ia sudah mau memulainya. Dia bilang "Aku akan baca buku-buku seputar bisnis kedai kopi, belajar dan persiapkan diri tuk dapat beasiswa ke Eropa...and when i'm in Europe,I will learn how some people there build a coffee shop, how they create it become such a good and comfort place to gather
with friends and others".
hEHE,,,she really do some action, walaupun belum tercapai tapi dia sedang merangkainya saat ini. 

So...friends, let us dream what we want to dream, say it to your self faithfully, and do it with pleasure. God listening ur inner heart :)
moment dan inspirasi

"Cermin" Kebahagiaan

23.24
Pagi ini...saat berangkat kantor..aku melihat seorang kakek tua yang sedang memikul barang dagangannya menuju ke pasar yang jaraknya tinggal 1 KM lagi . Jumlah yang ia pikul banyak sekali, sekilas saya lihat jumlahnya hampir 8 karung. Begitu beratnya beban dagangan yang ia pikul, sampai ia membawanya dalam keadaan begitu membungkuk dan lelah.


Saya yang saat itu sedang duduk di bangku depan angkutan umum, menatap sang kakek dengan mendecak kagum dan tersentuh. Bagaimana tidak? Dari guratan di wajahnya dan tubuhnya yang sudah renta, saya bisa mengira bahwa umurnya sekitar 70 tahun.
Dan yang membuatku kagum, bagaimana mungkin seorang kakek yang renta masih mampu memikul barang dagangan yang begitu berat. Oooh...hatiku begitu iba dan tersentuh. Sempat terlintas di benakku, "kemana anak-anaknya, apakah mereka tak membantu orangtuanya", "berapa yang mampu ia dapatkan dari hasil dagangan yang ia pikul begitu beratnya", "Tidakkah di usia nya yang setua itu, seharusnya ia duduk di rumah menikmati masa tuanya, merasakan keberhasilan dan kerja keras anak-anaknya".

Semua hal itu, tiba-tiba terlintas dalam pikiranku. Jujur, saya bingung apa yang harus saya perbuat saat itu karena angkutan umum yang saya tumpangi pelan-pelan mulai melaju sambil saya terus menatap sang kakek yang tersenyum lembut.

Sementara angkutan umum berjalan dan sang kakek mulai berlalu dari pandangan saya, hati ini langsung berbicara dalam doa "Tuhan berkati kakek yang berjalan dengan barang dagangannya tadi, berikanlah ia rejeki dan kedamaian di hatinya dan keluarganya. Amin".

Namun satu hal yang saya petik dan saya pahami, kakek tadi telah mengirimkan "cahaya" nya kepada orang di sekeliling yang menatap dirinya. Bahwa "cahaya" itu berbicara..: "Meski tua usiaku dan renta tubuhku, tetap kupikul beban ini dan kubawa sampai tujuanku".

Mungkin hasil yang ia dapatkan dari dagangannya tidak seberapa tapi ia telah berusaha dan merasa cukup bahkan bahagia dengan apa yang dimilikinya.
Jauh dibalik itu ia telah menjadi "cermin" yang memantulkan cahaya KEBAHAGIAAN, KERJA KERAS, DAN KEKUATAN bagi orang-orang yang melihatnya.

Terimakasih Kek, teruslah berjalan dengan senyuman :)!!



Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top