• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

musing

Hadapi 'raksasa' Persoalan, Belajar dari Daud

07.42
Hari ini, 26 Agustus 2018, saya mendengarkan khotbah Pdt. Yoshua Cendana di GDI khususnya mengenai keberanian Daud menghadapi 'raksasa' Goliat. Saya ingin menuliskan intisari dan pesan Firman yang disampaikan, yang dapat menjadi perenungan kita akan Firman Tuhan. 

Bacaan: 1 Samuel 17
Daud (dalam English disebut David) tentu kita kenal dari kisah atau sejarahnya menghadapi seorang Filistin bernama Goliat. Daud disebutkan dalam kitab Samuel sebagai seorang pemuda yang menggembalakan kambing domba milik ayahnya. Daud diurapi Tuhan melawan 'raksasa' Goliat, yang disebutkan tingginya 6 hasta (1 hasta sama dengan 45cm), jadi tingginya 2 meter. Bayangkan bagaimana besarnya 'raksasa' Goliat ini. Bila kita berpikir dari cara pikir manusia, sangatlah tidak mungkin seorang Daud, pemuda penggembala domba, dapat menang menghadapi lawannya Goliat. 
Tapi kuasa Tuhan menunjukkan dari bacaan FirmanNya bahwa Daud disertai Tuhan dalam peperangan menghadapi Goliat dan Daud menang mengalahkan Goliat. 

Banyak pelajaran penting yang harus kita teladani dan renungkan dari kisah ini. Setiap kita tentu menghadapi 'goliat-goliat' atau 'raksasa-raksasa' yakni persoalan hidup. Mungkin Goliat itu adalah masalah penyakit, krisis ekonomi atau masalah apapun yang saat ini sedang dihadapi, Kita tidak boleh lari dari 'Goliat-goliat' itu. Kita harus menghadapinya bersama dengan Tuhan, maka kita bisa mengalahkannya. Kita harus mengerti bahwa hidup ini adalah perjuangan. Persoalan dapat menjadi momentum untuk kita melihat mujizat Tuhan yang besar sedang bekerja bagi kita. 
Tuhan kiranya memakai hidup kita seperti Daud. Caranya bagaimana? Itu adalah rancangan dan caraNya Tuhan. Bagian kita adalah mempersiapkan diri kita. Dalam 2 Tawarikh 16: 9, "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia". 

Ada 4 hal yang dapat menjadi pembelajaran kita dari perjuangan Daud menghadapi Goliat:

1). Daud tekun & rajin > 
    Digambarkan pada 1 Samuel 17:20 

"Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai (ayahnya) kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, .....dst". 

Kita diingatkan agar bersungguh-sungguh. Jangan anggap enteng dengan peran kita, sekecil apapun. Bersungguh-sungguhlah dengan Tuhan. Karena Tuhan memberkati orang-orang yang sungguh-sungguh pada Nya. Tuhan melihat batin dan jiwa kita, pikiran kita. Ada banyak orang yang ingin dipakai Tuhan, tapi tidak rajin. Kita harus mulai disiplin dan taat dalam segala hal. Disiplin dalam jam doa dan ketekunan kita membaca Firman Tuhan, dan disiplin juga taat dalam hal-hal yang kita kerjakan. 

Seringkali memang kerajinan kita kendor, Bagaimana menghadapinya, apa rahasia untuk punya kemajuan terus-menerus (yang tidak terpengaruh mood): 
Ingatlah Kolose 3:22-24 

3:22 "Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini 1  dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan 2  dan bukan untuk manusia. 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian l  yang ditentukan bagimu sebagai upah. m  Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya". 

Kalau motivasi kita menyenangkan hati semua orang, kita akan capek. Motivasi dari segala hal yang kita lakukan haruslah menyenangkan hati Tuhan. Miliki ketulusan hati. Takut kepada Tuhan salah satunya diwujudkan dengan hormat pada atasan. Kita akan mudah kecewa bila kita mengandalkan orang atau hanya untuk menyenangkan hati orang. Bersandarlah pada Tuhan dan berbuatlah untuk menyenangkan hati Tuhan.

Ketika kita mempraktekkan Kolose 3:23, percayalah akan timbul rasa bahagia yang tidak bisa dirampas oleh siapapun. Karena apapun yang kita perbuat, kita perbuat dengan segenap hati untuk Tuhan. 
Kolose 3:24 menyebutkan bahwa dari Tuhanlah kita menerima upah. Gaji yang kita terima dari perusahaan/ atasan adalah saluran. Namun sumber berkat yang utama adalah Tuhan. 
 "Berhematlah supaya Anda selalu punya sesuatu untuk pekerjaan Tuhan" 

2). Daud tau akan prioritasnya. 
     Dalam 1 Samuel 17:20 dijelaskan bahwa Daud meninggalkan pekerjaannya menjaga domba ayahnya untuk melakukan tugasnya yang ia sadari menjadi prioritas saat itu, yakni menunaikan tugas yang diberikan ayahnya untuk mengantarkan bekal kepada kakak-kakaknya dan melihat apakah mereka selamat (lihat 1 samuel 17: 20-22). Ternyata di saat itu, merupakan momentum dimana Daud sedang dipakai Tuhan untuk menghadapi Goliat (goliat menjadi ancaman bagi saul dan kakak-kakak Daud yang saat itu gentar dan takut menghadapi Goliat).

3) Daud kuat, punya endurance, tidak mudah mengeluh. 
    Daud terbiasa memikul tanggung jawab. Tuhan melatih dan membentuk kita lewat setiap pergumulan dan cobaan untuk mempersiapkan kita hadapi mujizat di masa depan. Lewat kesukaran dan penderitaan, Tuhan mempersiapkan seseorang. Miliki kekuatan, jangan cengeng dan mudah mengeluh. 

4) Daud taat pada otoritas. 
     Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia taat pada otoritas berdasarkan petunjuk Tuhan. Bersandar dan mengandalkan Tuhan > bangun, bergerak berdasarkan petunjuk Tuhan. Apa yang kita perbuat, baiklah bukan dari diri kita sendiri tapi dari apa yang Tuhan tunjukkan pada kita. Firman Tuhan berkata iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita harus mengiringi iman dengan sebuah tindakan iman. Daud mempunyai iman yang kuat pada Tuhan, tidak hanya melalui perkataan tetapi juga tindakan yang benar.


Sumber image: duxburychurch
sumber image: A2L






travel and blog

Berjejak di Kota Tua

22.48
Salah satu kawasan yang selalu menarik untuk dikunjungi di Jakarta adalah wilayah Kota Tua. Selain banyak museum di sepanjang Kota Tua, juga banyak tempat kuliner yang seru untuk dikunjungi. Akhir Maret 2018 lalu, saya dan ibu jalan-jalan santai ke Kota Tua. Kami sengaja berangkat pagi dari rumah agar beberapa agenda tempat yang rencananya kami datangi, bisa terpenuhi :).

Pkl 08.00 kami sudah di Bubur Kamseng di Jl. Mangga Besar. Yang menarik dengan bubur kamseng ini: buka 24 jam WOW!, buburnya dijamin maknyoes apalagi cakwe nya. Menu yang tersedia sebenarnya cukup banyak dari mulai mie (noodles), nasi, bubur, cemilan seperti Chi Cong Fan. Untuk pagi hari hanya menu bubur, cakwe dan minuman yang tersedia. Menu lengkapnya mulai tersedia di malam hari. Tempatnya nyaman, bersih dan cukup luas. Masuk dalam daftar kuliner yang menggiurkan untuk saya. Oia jangan khawatir, disini juga tersedia menu seperti ayam, bebek, ikan dan chinese food lainnya selain pork.

Selesai dari Bubur Kamseng, kami menuju Petak Sembilan. Ibu saya sambil bernostalgia karena masa muda dulu ia pernah tinggal di daerah kota dan petak sembilan adalah pasar favoritnya dulu. Kawasan Petak Sembilan ini sebenarnya gang sempit yang panjang, dengan aneka pedagang di sisi kanan kiri. Konsep ini tetap dipertahankan dari dulu sampai sekarang, dan ini yang membuat kawasan Petak Sembilan tetap menarik untuk dikunjungi. Bukan hanya pasar untuk belanja kebutuhan rumah tangga, tapi Petak Sembilan juga dikenal dengan tempat kuliner nya yang gak kalah seru. Kami mampir di Kopi Tak Kie, yummy. Kopi ini sudah ada sejak lama, didirikan tahun 1927. Menu unggulannya adalah kopi es Tak Kie, bisa kopi hitam atau kopi susu. Makanan-makanan juga tersedia di sekitar Kopi Tak Kie yang ada di area Petak Sembilan ini. Seperti Bakmi Amoy,  Mie Kangkung si Jangkung, Gado gado Direksi, Rujak Shanghai dan banyak lagi. Karena kami sudah cukup kenyang sarapan di Bubur Kamseng, maka Es Kopi Susu Tak Kie dan Roti adalah menu pilihan kami disini. Rotinya buatan sendiri, lembut dan mantap di lidah.

Kami lanjut berjalan kaki dari Petak Sembilan menuju Kota Tua. Sejumlah museum dari Museum Bank Indonesia, Museum Bahari, Museum Wayang, Museum Keramik, Museum Fatahillah dan masih banyak lagi, berada di kawasan Kota Tua ini. Kami memilih satu Museum untuk dikunjungi karena selebihnya ingin menikmati suasana di dekat Kota Tua. Museum yang kami kunjungi adalah Museum Keramik, tiket masuknya sangat terjangkau dan berada dekat dengan Kota Tua. Lalu kami pun menikmati suasana bersepeda di depan Kota Tua, memberi makan burung merpati yang riuh ramai berkumpul di area wisata. Lalu sambil memandang keindahan kawasan ini, bisa sambil bersantai sejenak di Cafe Batavia yang persis berada berhadap-hadapan dengan Kota Tua.

Makan siang, kami mampir ke tempat kuliner salah satu Nasi Hainam ter-enak di Jakarta yaitu Nasi Hainam "Sedap  Wangi" di Jl.Pinangsia. Ada nasi hainam ayam rebus/ bebek/samcan/chasio dan bakut teh disini. Setelah dari sini, kami menuju ke Mangga Dua untuk mencari beberapa barang keperluan.

OK, jadi kalau kamu pengen pilihan jalan-jalan yang gak mainstream hehe..karena bosan kalau ke Mall terus. Nah kawasan Kota Tua  bisa jadi salah satu tujuan wisata mu. Travelling gak selalu harus mahal dan mewah, ya kan?! Yang penting waktu travelling mu bisa jadi berkesan dan berjejak di memori mu karena kamu bisa wisata dengan orang yang kamu sayangi, menikmati kuliner yang menggiurkan hehe dan bersyukur selalu melihat keindahan ciptaan Tuhan.


Kawasan Kota Tua

Bubur Kamseng, Jl. Mangga Besar (buka 24 jam)


Kopi Es Tak Kie yang Legendaris

Kawasan Kota Tua

Kawasan Kota Tua

Kawasan Kota Tua

Kawasan Kota Tua


Museum Keramik




life muses

When One Door Closes, God is about to Open Up a Bigger and a Better Door

03.18
Kita tentu pernah merasakan ketika pintu kesempatan seperti tertutup atau saat merasa give up dengan apa yang kita harapkan/ nantikan. Saat kita merasa kecewa, patah semangat dan stuck, rasanya sulit untuk melihat jauh ke depan melampaui 'closed doors' yang dihadapi. 

Pintu yang tertutup (closed doors) bukanlah menjadi akhir. Itu bisa berarti bahwa Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk bersiap pada sesuatu yang lebih besar, lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Satu hal yang baik untuk kita ingat bahwa Tuhan telah mengaruniakan apa yang kita butuhkan agar rancangan terbaikNya terjadi  untuk kita. Tuhan akan menggunakan semua proses yang telah kita lalui untuk membawa kita semakin dekat pada rancanganNya. Tuhan akan menggunakan  closed doors untuk menguatkan dan menumbuhkan kita. 

Saat pintu-pintu kesempatan tertutup, percayalah disana akan ada new opportunities. Tuhan bekerja melampaui apa yang mampu kita pikirkan dan bayangkan. Tetaplah berusaha, berkarya, Tuhan mengenal hati kita. Dia akan dan telah mempersiapkan a bigger and a better door, dimana kita bisa bertumbuh dan berbuah semakin baik seturut rancanganNya. Apapun yang sedang kita hadapi, don't give up..keep trust in God. 

Try again, Reach Higher, Think Bigger, Pray Bolder. 


Don't let closed doors bother you. Keep on moving forward. Where you are now is only temporary, it is not where you are going to remain.




life muses

Teman Sejiwa

04.27

life muses

Terbit dan Bangkitlah...

06.25

event

Antologi Puisi dan Pameran Lukisan Karya Yeni Fatmawati

23.48
Sabtu, 3 Februari 2018, saya dan teman-teman #venitaandfriends berkesempatan untuk hadir dan mengisi acara di Peluncuran Buku Antologi Puisi dan Karya Lukis Yeni Fatmawati Fahmi Idris. Acara diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Karya-karya lukis Mbak Yeni Fatmawati menggugah, puluhan lukisannya disajikan dalam pameran yang apik dengan pesan-pesan yang indah. Hari itu juga istimewa bagi Mbak Yeni karena ia meluncurkan buku antologi puisinya bersamaan dengan hari ulang tahunnya. 

Saya membeli buku antologi puisi beliau, tulisan-tulisannya seakan menuangkan perjalanan dan jiwanya. Semakin indah ketika tulisan itu juga dibacakan langsung oleh Mbak Yeni, Bpk. Taufik Ismail dan audience yang hadir, sambil diiringi alunan gitar dan violin yang seakan menyayat kalbu :). Tapi jujur, saat mendengar puisi dibacakan, lalu diikuti suara violin dan gitar, saya merinding pada moment itu. Dan saya yakin dari ratusan orang yang hadir juga merasakan getaran dari kata-kata indah dan alunan musik itu. Saya melihat bagaimana audience mengikuti rangkaian acara dengan hening, hikmat dan syahdu. 

Peluncuran buku Antologi Puisi ini diisi dengan beberapa agenda acara seperti Dramatisasi Puisi oleh  ibu Naning Pranoto, Tarian oleh Sdr. Echa, Pemutaran video tentang perjalanan karya Mbak Yeni Fatmawati, Pembacaan puisi karya Yeni Fatmawati, Lelang buku dan lukisan untuk charity.

Puncak dari acara ini adalah pembacaan puisi oleh mbak Yeni Fatmawati dan sang pujangga Bpk. Taufik Ismail. Sejumlah tamu undangan juga membeli puluhan hingga ratusan buku pada sessi lelang untuk kemudian buku tersebut disumbangkan pada Perpustakaan-perpustakaan di daerah dan pelosok Tanah Air. Menutup acara ini, saya dan teman-teman #venitaandfriends menyanyikan lagu "Ibu Pertiwi" dan Tanah Air". 

Terimakasih untuk seniman-seniman Tanah Air yang terus giat berkarya dan menginspirasi. Semoga kami generasi dan tunas-tunas penerus ini juga belajar untuk terus mengapresiasi karya seni dan menciptakan serta memelihara karya seni yang dapat membangun nilai-nilai positif bagi banyak orang.   

 "Art is the unique work of a human being. Art is the act of a human being doing generous work, creating something, touching another person" (Seth Godin).


Venita and Friends : Penny Hutabarat (Vocal), Ardiles Septuaginta (Violist), Aditya Sidhi (Guitarist), BinsarDanaSaputra (Bassist), Roi Josen (Keyboardist). 
Yeni Fatmawati dan karya antologi Puisi 

Ardiles Septuaginta (Violist)


Peluncuran Buku Antologi Puisi Yeni Fatmawati

Bpk. Taufik Ismail membacakan salah satu puisi Yeni Fatmawati

Bpk. Fahmi Idris, Bpk. Taufik Ismail, Yeni Fatmawati

Venita and Friends : Penny Hutabarat (Vocal), Ardiles Septuaginta (Violist), Aditya Sidhi (Guitarist), BinsarDanaSaputra (Bassist), Roi Josen (Keyboardist)

Venita and Friends : Penny Hutabarat (Vocal), Ardiles Septuaginta (Violist), Aditya Sidhi (Guitarist), BinsarDanaSaputra (Bassist), Roi Josen (Keyboardist)

Yeni Fatmawati with Venita and Friends

Dramatisasi Puisi : Naning Pranoto dan Dhenok

Tarian dari Sdri. Echa

Tarian dari Sdri. Echa




MC : Novan Maridal dan Yeni Fatmawati




event

Taman Tunas Bangsa - FISIP UI

02.23

Senin, 29 Januari 2018, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI meresmikan sebuah taman yang identik dengan lingkungan kampus FISIP UI di Depok. Taman yang sejak dahulu sudah menjadi tempat berkumpul mahasiswa untuk saling berdiskusi dan belajar kelompok, kini menjadi semakin apik tertata rapi dan terasa semakin luas. Taman ini dinamakan Taman Tunas Bangsa. Nama yang indah, yang merepresentasikan bahwa area ini tidak sekedar taman untuk duduk-duduk, tetapi juga taman dimana gagasan-gagasan dan ide positif yang membangun juga lahir dari Taman Tunas Bangsa ini. Area dimana mahasiswa FISIP yang terdiri dari sejumlah jurusan/ program studi ini dapat saling berkumpul, bersosialisasi, berbagi ide gagasan dan pengetahuan tanpa sekat-sekat. 

Senang sekali saya berkesempatan melihat langsung Taman Tunas Bangsa yang diresmikan oleh Dekan FISIP UI, Dr. Arie Soesilo dan Founder/ Preseident-Commissioner Tunas Group, Bpk. Anton Setiawan. Acara peresmian juga dihadiri tamu undangan dari pihak industri/ perusahaan dan akademisi. Saya dan teman-teman #venitaandfriends, berkesempatan untuk melantunkan lagu-lagu dalam acara ini. Sementara saya sambil bernostalgia membayangkan masa-masa kuliah dulu, dimana saya dan teman-teman sering menghabiskan banyak waktu kerja kelompok dan berdiskusi di taman itu. Yang kini dinamakan Taman Tunas Bangsa :)

Selamat FISIP UI, semoga Taman Tunas Bangsa menjadi a peaceful sanctuary di kampus UI tercinta, tempat dimana "tunas-tunas bangsa" bisa relax, enjoy and learn. 

Dekan Fisip UI, Dr. Arie Soesilo bersama Tim Musik #VenitaAndFriends
(PennyHutabarat, Yugo Isal, Aditya Sdihi, Christo Ardyan) & Riomanadona



Tim Musik di Peresmian Taman Tunas Bangsa, 29 Januari 2018
(Yugo Isal, Penny Hutabarat, Aditya Sidhi, Christo Ardyan)





Dekan Fisip UI, Dr. Arie Soesilo - Cosmas Batubara - Rektor UI, Prof. Anis - Founder Tunas Group, Anton Setiawan














*) credit photo  :Riomanadona
life and muses

Keep Learning!

08.00


Kesempatan untuk mendidik/ mengajar merupakan kesempatan yang berharga. Moment dimana kita dapat meneruskan pengetahuan, pengalaman, dan pengertian-pengertian yang baik pada anak didik. Tak hanya tentang materi-materi studi, tetapi kehadiran dan perilaku kita sebagai pendidik juga menjadi contoh nyata bagi anak didik untuk mereka mengembangkan minat dan potensinya.

 ~ Teaching is one of the most noble undertakings of the Soul. 
The opportunity to teach allows one to become intimately aware of how much a soul is affected by learning and to see the soul of another crave for knowledge and seek out beauty. ~



Saya teringat pesan dari salah seorang mentor saya : "Dengan mengajar, kita sebagai pendidik memiliki kesempatan untuk menyirami nilai-nilai yang baik, yang suatu hari menjadi bekal mereka yang berharga". Spread positivity salah satunya dapat kita lakukan melalui knowledge transfer. 

Salah seorang guru besar di lingkungan saya, Prof. Belawati Widjaja juga pernah menyebutkan : "Belajar sepanjang hayat, mulai saat masih kandungan ibu sampai akhir hayat manusia belajar. Learning to know, leaning to do, learning to be, and learning to live together". 

Keep Learning! :)



Class of Ethics in Public Relations 


Class of Public Relations & Publicity


Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top