• Home
  • Music
  • Work & Values
  • MarComm & Branding
  • Travel
  • Books

Blog Penny Hutabarat

catatan perjalanan

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

01.13
Waktu adalah tentang nilai hidup. Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada kutipan dari Albert Enstein yang mengatakan "Strive not to be a success, but rather to be of value". Ya, saya setuju dengan kutipan ini bahwa kita harus berjuang untuk menjadi pribadi yang bermanfaat (man of value). Kata sukses kecenderungannya bisa jadi pada hal materi dan diri sendiri. Tapi bila kita berbicara value tentulah bersinggungan dengan hal lain di luar diri kita yakni eksistensi kita bagi sesama/ orang lain, apakah kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain...dapat diandalkan dan memiliki nilai yang menginspirasi orang di sekitar kita. 



Waktu juga tentang kesempatan. Terkadang kita mungkin dipusingkan oleh satu hal yang membuat kita terus berputar-putar dengan hal tsb. Padahal di sisi lain, sedang ada kesempatan yang menghampiri dan menyapa kita. Namun karena kita disibukkan dengan suatu hal, kita melewatkan kesempatan berharga yang diberikan pada kita. Jangan pernah lewatkan untuk mengatakan "I love you" pada orang-orang yang kita cintai. Lakukan dan tunjukkan sikap/ respons yang terbaik pada mereka sebelum semuanya terlambat, dan jangan sampai hanya menjadi "things left unsaid and the thoughts unexpressed". 

Waktu adalah catatan perjalanan. Saya selalu mengagumi orang-orang yang menulis buku dalam hidupnya. Why? karena mereka telah menuliskan catatan-catatan kecil dalam bagian perjalanan hidup mereka. Tulisan itu tak harus tentang biografi dan kisah hidup, bisa jadi tentang suatu ilmu dan kepakaran yang dimiliki seseorang dan dibagikannya pada orang lain lewat tulisan. Karena sesuatu yang tertulis dalam buku akan tinggal lama dalam ingatan pembacanya. Bahkan sebuah tulisan mampu menjadi bagian dari pembentukan karakter seseorang, menjadi motivasi dan inspirasi yang membakar semangat hidup. 

Sebenarnya artikel tulisan ini juga menjadi reminder dan catatan untuk saya : Pergunakanlah Waktu! Bahwa hidup, yaitu hari-hari dan waktu yang kita lalui harus diisi dengan nilai-nilai hidup yang baik..yang membawa kebaikan..yang membuat kita bermanfaat untuk orang lain dan sesama. 

Bahwa hidup, lagi-lagi adalah kesempatan untuk mengutarakan, mengucapkan dan menjalani apa yang baik, tak hanya untuk diri kita tapi juga untuk orang lain. Bahwa hidup adalah tentang kesempatan : berbagi dan peduli...hanya lewat kasih sayang kita mampu melakukannya. Bahwa hidup adalah tentang keberanian mengambil kesempatan itu sebelum semua terlambat. 

Dan dalam perjalanan kita, akan terdapat berjuta-juta catatan cerita, kisah, jejak langkah. Tak perlu semua, ambil satu yang begitu mengilhami dari dalam hatimu untuk kamu bagikan..untuk kamu dedikasikan. 

Hingga pada saatnya kelak waktu memanggil, kita takkan menyesal...karena telah berjuang untuk yang terbaik.


EP

Apa itu LP dan EP dalam Musik?

00.25
Mungkin kamu sering mendengar istilah ‘LP’, ‘EP’ dalam musik? Ini dia penjelasan singkatnya supaya ketika kamu dengar istilah ini..gak akan bingung lagi ;)


LP

LP adalah singkatan dari Long Playing, atau juga sering disebut Long Player dan Long Play. Istilah ‘LP’ ini adalah kata lain dari ALBUM. Ini digunakan untuk membedakan banyak/ panjangnya produk musik yang dihasilkan oleh musisi. LP durasinya lebih panjang dari single, dan juga dari EP album.
Aslinya, LP itu digunakan untuk longer length vinyl, tapi term ini kemudian terus digunakan untuk CDs dan digital downloads. Standar nya, LP album itu berisi 12 full tracks lagu.

EP 

EP album adalah koleksi lagu dari musisi yang biasanya digunakan untuk menciptakan awareness akan talentanya. EP durasinya tidak sepanjang album. Kadang orang menyebut EP sebagai MINI ALBUM. Jumlah tracks dalam EP, umumnya antara 4 – 6 lagu. Seperti halnya LP (album), EP juga bisa dijual dalam format physical CD maupun digital download.


Artikel terkait : 
- 20 Things You Must Know About Music Online
- Musisi profesi yang menjanjikan kah?
- Perlindungan hak cipta di Indonesia masih ada kah?
- Using small steps to accomplish your dream project 

inspirasi

Kenali Apa Yang Membuat Kamu Terus Menunda! Kelola Waktu!

21.46

Waktu seringkali terasa begitu cepat berjalan dan berlalu. Sebelum menutup hari, mungkin sebagian dari kita akan bertanya dalam hati “apa yang sudah saya lakukan hari ini”, “apakah to-do-list hari ini sudah dijalankan”, “apa yang akan saya prioritaskan untuk lakukan esok”. 

Tentu kita sangat ingin dapat mengelola waktu dengan bijaksana. Tapi bagaimana caranya, sedangkan hal-hal tak terduga seringkali muncul dan rasa malas membuat pekerjaan kita terus tertunda. Sebelum saya berbagi tentang strategi mengelola waktu, yukk kita perhatikan hal-hal penting terkait dengan penggunaan waktu kamu sehari-hari : 

#Time-Use
  Sebelum berbicara bagaimana mengelola waktu, let’s take a look : bagaimana kamu menggunakan waktu mu?! Umumnya ada 2 masalah yang sering kita hadapi yaitu time-wasted dan time-misused. 
Time –wasted misalnya menghabiskan waktu menonton televisi berjam-jam, padahal kita tau ada agenda pekerjaan yang perlu di follow up. Alhasil pekerjaan tsb tertunda.  

Time-misused sering terjadi ketika kita memiliki pendekatan yang keliru dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya ada bagian pekerjaan yang sebenarnya bisa kita delegasikan tapi kita terus berkutat dan berputar-putar dengan tugas tsb sehingga beberapa tugas pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Kita bisa membagi tugas dengan tim misalnya : salah satu anggota tim melakukan pencarian data/ informasi, anggota lainnya merancang draft laporan, dan ketua tim melakukan review serta verifikasi data. Dengan demikian, tugas dapat lebih cepat dan tepat untuk direalisasikan. 

#Time-Log
Ini adalah sistem yang umum kita gunakan dalam pengerjaan tugas atau project yaitu memanfaatkan time-log. Mengapa tidak kita juga menggunakannya untuk aktivitas pribadi sehari-hari?! Misalnya : Saya punya hobi menyanyi dan menulis. Untuk menjaga self-discipline, kenapa tidak saya merancang time-log agar hobi saya bisa lebih terasah dan intens dilatih. Setiap hari, contohnya, saya mengalokasikan 2 (dua) jam untuk menulis dan 2 (dua) jam untuk vocalizing serta berlatih menyanyi.
Dengan time-log, kita dapat belajar juga mengukur berapa lama sesuatu dikerjakan dan berapa banyak hal yang mungkin bisa di eliminir dengan melihat skala prioritasnya. Sebut saja, kita membuat tugas slide presentasi, kita bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Apalagi bila kita sudah sering melakukannya dan terlatih, biasanya kita memiliki mind maps bagaimana tugas tsb akan dikerjakan agar lebih efektif dan efisien. 

#Time-Analysis
Analisis waktu perlu kita lakukan, salah satunya untuk membantu kita membedakan tugas yang urgent dan important. Kita juga perlu belajar untuk melakukan beberapa action seperti : delegasi pekerjaan, pengambilan keputusan, pemberian approval, pengarahan bagi tim. Ini akan sangat berpengaruh terhadap tugas ataupun project yang dikerjakan. Tidak semua hal harus kita kerjakan sendiri toh? Dengan mendelegasikan pekerjaan, kita juga belajar percaya pada anggota tim kita dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertumbuh. 

#Time-Control Techniques
Sekarang, beberapa teknik sederhana mengelola waktu :
  •        Tentukan objectives (tujuan) 
  •        Mulai dengan time diary (catatan waktu harian)
  •        Membuat daily plan 
  •        Tentukan prioritas 
  •        Do one thing at a time
  •        Kerjakan hal yang sulit dahulu
  •       Gunakan reminder lists 
  •       Tentukan deadlines 
  •        Siapkan agenda untuk meetings
Apalagi bila kita memiliki berbagai aktivitas, di luar kerja kantoran. Misalnya kita menekuni hobi  menulis, bermusik atau berwirausaha....tentulah pengelolaan waktu menjadi hal yang sangat penting untuk keberhasilan kerja kita. Jadi, yuk kita mulai menata dan mengelola waktu dengan lebih bijaksana.
Alokasikan juga waktu untuk keluarga, waktu berekreasi, waktu bermain, olahraga dan berkumpul bersama teman/ saudara. Pengelolaan waktu yang seimbang akan memberikan dampak yang positif untuk keseharian kita.

ayah

Pejuang Terbaik Kami

01.00
Selasa malam, 17 Februari 2015, saya mendengarkan kabar yang seketika membuat wajah saya dibanjiri air mata dan membawa ingatan saya pada almarhum Papa. Kami mendengar kabar bahwa om Andreas Tjan Liang Han telah meninggal dunia. Beliau adalah teman Papa saat berobat di Penang (KL) beberapa bulan lalu. 

Berawal dari perjalanan kami membawa papa berobat ke Penang (KL) dan bertemu dengan salah satu dokter ahli cancer, dr. Nelly Chah Lai Chin. Di awal perjalanan kami disana, rasa gelisah dan tak pasti, kami rasakan. Hanya doa pada Tuhan dan support dari keluarga & teman yang bisa menyemangati rasa deg-degan yang tak henti kami rasakan. 

Pertama, awal tujuan kami untuk second opinion yakni meng-konfirmasi hasil diagnosa papa di Indonesia. Dalam hati saya berharap, hasil diagnosa di Indonesia bahwa papa stadium 4 adalah keliru. Kedua, ini kali pertama kami pergi ke luar negeri dengan tujuan khusus untuk berobat. Dan di perjalanan awal, kami belum kenal siapa-siapa yang punya pengalaman sakit serupa seperti papa dan yang kami harap juga sedang ada disana. 
Memang sebelum berangkat, kami sudah mendapatkan rekomendasi dari saudara tentang dokter terbaik yang akan kami temui. Kami juga sudah mendapatkan informasi dari saudara yang almarhum suaminya pernah mengalami hal yang kurang lebih sama dengan almarhum papa. Kami sekeluarga pun berdiskusi dan menetapkan tekad kami untuk membawa papa menjalani pengobatan terbaik. 

Sesampainya disana, kira-kira di awal pertemuan kami dengan dr. Nelly Chah Lai Chin, saya/papa/mama bertemu dengan seorang ayah dan putrinya yang juga sedang duduk di kursi tunggu pasien. Kami sama-sama menunggu giliran bertemu dr. Nelly. Kami pun saling berkenalan. Ayahnya bernama om Aan (Andreas) dan putrinya bernama Tasya. Pribadi yang ramah dan menyenangkan. 
Karena senangnya bisa bertemu dengan sesama pasien Indonesia, papa dan mama langsung ngobrol akrab dengan om Aan. Saya berbincang dengan Tasya. 

Setelah masing-masing kami konsultasi dengan dr. nelly, papa dan om melanjutkan pembicaraan mereka begitu akrab. Kami anak-anaknya merasa senang karena papa dan om bisa saling bercerita dan berbagi pengalaman mereka masing-masing. Kebetulan om Aan juga mengalami sakit yang hampir sama dengan papa, keduanya menghadapi stadium 4 pada saluran pernafasan mereka. Rasa bahagia bisa bertemu saudara yang senasib disana, makin menyemangati saya dan mama terutama papa. Sosok om Aan menjadi penyemangat  papa bahwa ia bisa sembuh. Mengigat om Aan telah lebih dahulu berobat ke Penang dan kondisinya saat itu kian membaik. 

Sepanjang waktu kami (papa/mama/saya) di Penang, kami tak hentinya berdoa..ber-saat teduh..dan berbincang-bincang tentang keluarga/saudara bahkan keajaiban kecil yang seringkali kami temukan selama di Penang. Salah satu keajaiban itu adalah bisa bertemu om Aan dan keluarganya. Mereka berbagi pengalaman, informasi dan semangat kepada kami. Keajaiban karena Tuhan tau betul apa yang kami butuhkan. Di saat perasaan campur aduk dalam menantikan hasil pemeriksaan disana, kami seperti rumput layu yang seketika mendapatkan air dan sinar matahari, membuat kami kembali bangkit saat bertemu sesama pasien yang sedang berjuang menghadapi sakit yang sama (om Aan dan keluarganya). 

Beberapa kali kami bertemu dengan om Aan dan keluarga, saat saya dan mama menemani papa berobat disana. Suatu pagi, saya jalan kaki dari apartement menuju supermarket untuk membeli telur. Karena kandungan protein yang tinggi, putih telur sangat disarankan untuk pasien kemoterapi. Di dalam hati saya berbicara dan berdoa, seandainya saya bisa ketemu om Aan, dan tasya...saya ingin menanyakan beberapa hal tentang proses pengobatan yang kurang lebih sama akan dijalani papa. Puji Tuhan permohonan hati saya saat jalan kaki pagi itu terkabul. Tiba-tiba saya bertemu lagi dengan om Aan di lobby hospital saat beliau sedang membaca papan informasi di rumah sakit. 

Saya seketika semangat kembali dan bertanya sesuatu ke om Aan. Lalu dia me-refer saya ke yakobus (anak tertuanya), yang saat itu saya baru kenal dan langsung menanyakan beberapa hal untuk mendapatkan informasi. Selain saya, papa dan mama juga sering sekali mengingat om Aan dan keluarganya setelah pertemuan singkat kami waktu itu. Apabila ada hal yang kurang kami mengerti, pasti papa akan menyuruh saya untuk "tanya tasya Pen....tanya yakobus...gimana waktu om Aan". Saya menjawab "Iya pa", dan beberapa kali saya sms atau whatsapp mereka. Ada moment dimana saya ingin bertanya banyak hal tapi saya tunda karena takut mengganggu keluarga om Aan yang tentu juga sedang berjuang merawat papa nya yang sakit. 

Hingga suatu hari, papa saya lebih dulu dipanggil oleh Tuhan. Tepat satu bulan dari kami menginjakkan kaki di Penang, 11 Oktober. Papa pergi di tanggal 11 November. Suatu kepergian yang begitu mengejutkan bagi kami karena saat itu kami masih punya pengharapan bahwa papa akan sembuh dan kondisinya kian membaik. Selama pengobatannya, tidak pernah kami lihat dia mengeluhkan sakit. Bahkan perjalanan kami di Penang seperti rekreasi dimana kami masih bisa pergi keliling makan bersama dan wisata ke beberapa tempat. Kondisi papa juga terlihat baik. Hingga suatu malam, nafasnya sesak luar biasa dan panas demamnya tinggi sekali. Saya dan mama membawanya ke ICU, waktu rasanya berjalan begitu cepat, hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya. 

Di tanggal 19 Februari 2015, saat om Aan disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, tempat yang sama dimana papa disemayamkan. Disitulah keluarga om Aan dan kami (saya, mama, abang) kembali bertemu dan saling berbincang-bincang. Banyak kenangan selama pertemuan singkat kami beberapa bulan di Penang. Namun kenangan itu tidak terlupakan, karena kami percaya Tuhan mempertemukan kami untuk saling menguatkan satu sama lain. Dari perbincangan ketika melayat ke rumah duka itulah kami juga mengetahui bahwa om Aan juga ter-semangati dengan kehadiran papa saat bertemu di Penang. Tapi kemudian ia drop sesaat setelah mendengar papa pergi lebih dulu. 

Yang kami syukuri adalah keajaiban Tuhan atas kami. Mungkin kelihatannya itu keajaiban kecil (small miracles), tapi kami merasakan pertemuan keluarga kami sungguh bermakna. Meski kami akhirnya kehilangan papa - papa yang kami sayangi dan sangat banggakan, tapi kami bersyukur karena kami melihat bahwa papa - papa kami adalah pejuang kanker yang hebat. Mereka telah berjuang sampai garis akhir.

Kisah kami berbeda, keluarga om Aan sempat merawat beberapa bulan sejak mereka tau ayahanda mereka di-vonis cancer. Keluarga kami hanya menjalani 1 (satu) bulan merawat papa sejak kami tau bahwa ia di-diagnosa positif cancer. Tapi kami tetap bersyukur karena Tuhan punya rancangan terbaik untuk setiap kami. 


Dan kami percaya, Tuhan mempertemukan kami untuk saling menguatkan. 


Trimakasih Tuhan untuk pertemuan kecil kami di beberapa bulan lalu, yang memberikan semangat untuk jiwa yang rapuh. Dan bahkan hingga sekarang kami masih dapat saling berbagi kasih di dalam Tuhan. Berkati kami ya Bapa, keluarga yang Tuhan berkati ini, agar kami dapat menjalani hari-hari ke depan dalam pengharapan akan Tuhan. Agar kami diberikan kekuatan dan keteguhan iman. 

There's so much to be THANKFUL for. Selamat jalan om Aan, pejuang cancer yang kami kagumi. Selamat berbahagia di Rumah Bapa di Surga bersama Papa Parlinggoman. Kami percaya kalian telah mendapatkan tempat terbaik di Surga karena Tuhan begitu menyayangi kalian. 






cinta

2015! Impian, Harapan dan Cinta

21.11
Belum terlambat ya kalau saya mau ber-resolusi di tahun ini? hehe. Sudah 2 (dua) bulan lebih sepertinya saya tidak menulis di blog. Bukan karena tidak rindu menulis, tapi karena sedang menata hati dan pandangan ke depan :).

Tahun 2014 adalah tahun yang berat bagi saya dan keluarga, khususnya saat kami mengetahui Papa sakit kritis di bulan Oktober 2014 dan beliau meninggal dunia di November 2014. Beliau adalah sosok yang selalu kami banggakan dan sangat kami cintai.

Di tahun yang baru, 2015, saya menaruh Impian, Harapan dan Cinta (Dreams, Hope and Love) sebagai misi di tahun ini. Ya, tetap bermimpi dan mewujudkan impian. Tetap ber-pengharapan. Dan mengisi waktu juga hari-hari saya dengan cinta pada orang-orang di sekeliling saya.

Impian (dreams)
Saya bermimpi karya mini album "Bountiful Eyes" yang Puji Tuhan telah terwujud di penghujung tahun lalu, bisa semakin dinikmati dan didengarkan oleh banyak orang. Saya rindu karya sederhana yakni lagu-lagu ciptaan pada Debut 1st mini album saya ini bisa meng-inspirasi para pendengar.

Saya bermimpi beberapa Project ke depan (yang berhubungan dengan mini album "Bountiful Eyes") kiranya bisa terlaksana. Seperti diantaranya :
* Pembuatan Video (teaser, v. lyrics, clip dan v.cover) untuk saya bisa membagikan karya lagu ini ke semakin banyak orang.
* Digital version melalui Itunes, Bandcamp.com dll smoga dapat terwujud. Sejak akhir tahun 2014, physical CD sudah di-produksi dan saya bertahap melakukan penjualan secara direct marketing ke teman-teman dan saudara. Berharap digital version bisa di-rilis
* Mini Launch untuk mini album "Bountiful Eyes" (sampai saat ini, saya belum mendapat sponsor venue untuk penyelenggaraan mini launch).
* Promo single #GoMakeItHappen ke radio-radio (minimal radio kampus dan radio streaming)
* Gigs untuk promosi Mini Album
* Menulis buku



Harapan (hope)

Dianugerahkan kesehatan, kekuatan bagi Mama, Kakak, Abang-abang dan keponakan-keponakan kecilku. Agar dapat menjalani hari dengan semangat, penuh pengharapan dan kasih.

Saya pun berharap bisa semakin disiplin dan bijaksana dalam me-manage waktu, tenaga, keuangan, pekerjaan dll. Lebih mengalir dan bisa menikmati moment.
Saya ingin mewujudkan beberapa hal yang almarhum Papa saya sering ingatkan : stretching di pagi hari (olahraga), latihan vocal (vocalizing), rutin berenang lagi, harus lebih confidence.

Saya akan mengingatkan diri agar di tahun ini, saya lebih memperhatikan Pola Makan (memilih  makanan yang sehat) dan ber-olahraga secara rutin. I hope..bisa melakukannya dengan lebih disiplin.


Cinta (love)
Tahun ini semoga menjadi tahun penuh cinta. Saya ingin terus belajar untuk memberi dan  berbagi kepada orang-orang di sekeliling saya. Memberikan telinga saya untuk mendengarkan orang lain, mengucapkan perkataan yang positif dan menyemangati, juga melakukan hal-hal yang bisa membantu orang lain (walaupun itu hal kecil yang sederhana).

Saya merindukan Tuhan mengaruniakan Teman Hidup bagi saya :) Seperti lagunya Tulus hehe.."Jadi teman hidupku, Berdua kita hadapi dunia".

Ya...saya boleh saja bermimpi, berharap. Tapi yang terpenting perkenanan Tuhan. Rencana-Nya pasti lebih indah dari rencana saya. Semoga impian, harapan dan cinta di 2015 ini boleh terwujud seturut kehendakNya.

Dear Lord, thank you for everything. May Your favor be abundantly upon us this year.



ayah

Tempat Perteduhan

23.33
'Tempat Perteduhan' adalah arti dari sebuah nama yang kami kagumi : Parlinggoman.
Seorang ayah/suami/sahabat/opung/tulang/bapatua/amangboru/bapauda ... yang terbuka dan menyambut setiap orang dengan hangatnya.
Setelah kepergiannya, semakin saya sadari bahwa perjalanan hidupnya sedikit banyak merefleksikan arti dari nama indah yang dimilikinya.

Setiap kali kami anak-anaknya pulang sekolah/ pulang kuliah/ pulang kantor, ia akan menanti kami di meja makan. Ia tak pernah mengabaikan pertanyaan sederhana yang penuh perhatian seperti bagaimana keseharian kami di kantor, bagaimana kabar teman-teman kantor yang masing-masing sering kami ceritakan.
Ia mendengarkan dengan seksama dan menasehati kami dengan bijaksana.
Kisah yang kami ceritakan padanya tentang keseharian dan pencapaian kami di luar rumah, seolah bagai embun sejuk yang membangkitkan semangatnya

Dialah orang yang menginspirasi dan memberikan dorongan tak henti-hentinya. Itu yang selalu ku rasakan. Aku dan kakak-kakakku terus terpacu untuk mengukir prestasi dan berkarya karena ia selalu memotivasi dan meyakinkan kami bahwa 'kami pasti bisa'
Dia mengajarkan ku untuk melawan ketakutanku, ia ingin kami anak-anaknya menjadi pribadi yang pemberani dan berhati lembut.
Dia tak pernah lelah memberikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.

Tuhan berkatilah 'tempat perteduhan' kami, Parlinggoman Hutabarat. Kini ia telah tinggal dalam damai di pangkuanMu. Berikanlah kasih yang terindah baginya agar ia tinggal teduh di tempat terindah, di rumah Bapa di sorga.




moment dan inspirasi

RIP Dad

23.05
Tepat hari ini satu bulan sejak kepergian papa (11 November 2014).

Seorang yang kami kasihi dan banggakan.
Teman berbagi cerita, dan mimpi.

Seorang pendengar yang baik dan berhati lembut.
Teman berdiskusi tentang banyak kisah.

Sosok ayah yang begitu memperhatikan kami.
Mendampingi di kala sakit, menyemangati di kala bimbang
Mewarnai saat suka, Dirindukan banyak kerabat dan keluarga

Terimakasih atas semua yang kau berikan Papa
Kasih sayang, ketulusan dan pengertian
Terimakasih untuk semua waktu, perhatian, kebaikan
Yang kau tunjukkan dalam setiap langkah hidupmu

Inilah yang membentuk kami anak-anakmu
Didikan dan ajaran Tuhan yang kau bagikan pada kami
Ketulusan dan kesederhanaan dalam lakumu
Kerinduanmu untuk selalu mendengarkan orang lain dengan lembut
Ketekunanmu dalam setiap apa yang kau kerjakan

Terimakasih Tuhan atas karunia terindah
Yang kau berikan bagi ku, kakak-kakak dan ibuku
Seorang ayah yang kami banggakan dan yang begitu menginspirasi
Meski ia tak lagi bersama kami disini, Kenangan indah akan nya tetap tinggal
Untuk kami teladani kebaikan yang ditaburnya..
Hingga nanti kami dapat bercerita pada anak cucu
Betapa ia sungguh kami banggakan, betapa ia sungguh menginspirasi
Di sepanjang perjalanan hidup ini


moment dan inspirasi

Back to Blogging.....Hello Again

21.06
'm Back! :) 
Sudah lama rasanya tidak menulis dan berbagi di blog ini. Hampir 3 - 4 bulan ini saya tidak berkunjung ke blog dan melanjutkan kesukaan saya menulis. 

How are you friends? Banyak cerita di beberapa bulan terakhir ini yang belum saya tuliskan dan bagikan. Masih berupa puzzle-puzzle yang saya amati dan jalani. Sekarang, saya siap untuk kembali berbagi cerita dan perjalanan saya. 

Untuk teman-teman yang sudah sering berkunjung ke blog ini tentu tau bahwa yang saya bagikan di site ini adalah tentang kisah sehari-hari, kehidupan, my passion, inspirasi dan pengalaman yang saya jalani. Meski tak semua cerita ter-rangkai di blog ini, tapi saya ingin hal-hal berharga yang saya jalani dalam hidup ini dapat saya bagikan ke kamu pembaca blog ini. Why?
because 'Everything in this life will be more beautiful, if we SHARE it'
Newer
Stories
Older
Stories

Singer-Songwriter


Indonesian singer-songwriter, Public relations, Musicpreneur.
Debut Album "Bountiful Eyes" (Itunes, Spotify, Physical CD).
-- pennyhutabarat.official@gmail.com
http://pennyhutabarat.com
--


Blog ini berbagi tentang music, life & muses, work, travel dan books.
"Whatever your Dream is, Make It Happen!"

Top Article

Waktu = Nilai Hidup, Kesempatan dan Catatan Perjalanan

W aktu adalah tentang nilai hidup.  Tentu kita mengetahui betapa pentingnya waktu, namun seringkali kita mengabaikan dan melupakannya. Ada...

Blog Archive

  • ▼  2021 (4)
    • ▼  Oktober (1)
      • The Go Giver
    • ►  April (3)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (8)
    • ►  Desember (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (40)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (37)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (22)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (27)
    • ►  Desember (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (18)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (7)

trazy

trazy.com

Labels

  • Vocademia UI
  • bountiful eyes
  • buku
  • dreams
  • festival menyanyi
  • focus
  • impian
  • independent musician
  • kolaborasi
  • make it happen
  • menulis
  • mini album
  • musik
  • passion
  • perjalanan
  • seoul
  • simplicity

Instagram

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top