Cuplikan Buku : "Who Moved My Cheese"

20.03


labirin
Sniff dan Scurry adalah dua ekor tikus yang bersahabat. Mereka bangun setiap pagi dan pergi bersama-sama untuk mencari cheese (keju) sebagai bekal makan siang mereka. Sniff punya sifat yang peka, dengan mengendus-endus dia dapat mengetahui dan mencari dimana letak cheese yang menjadi santapan hari-hari mereka. Sedangkan Scurry, ia selalu bergegas, siaga, kadang tergesa-gesa namun cepat. 




Hampir setiap hari, Sniff dan Scurry mengatur strategi bahkan mengubah cara dan strategi mereka untuk mencari dan mendapatkan cheese di labirin-labirin tempat mereka biasa mendapatkan cheese yang lezat. Strategi yang mereka rencanakan untuk menemukan cheese tak pernah rumit dan berbelit-belit, mereka tidak menganalisis begitu dalam dan lama untuk mendapatkan cara bagaimana menemukan cheese di labirin yang berkelok-kelok dan sulit dilalui. Sekali waktu mereka mencoba mengelilingi labirin itu, dan tidak selalu mereka bisa mendapatkan cheese untuk santapan mereka. Sehingga mereka harus berpindah ke labirin tempat yang lainnya dan mulai mencari-cari cheese lagi.
Scurry



Sniff















Mereka sudah saling mengenal kemampuan masing-masing, saat sampai di labirin tempat dimana mereka berusaha mencari cheese, biasanya Sniff langsung mengambil langkah perlahan mengendus-endus…hidungnya sangat peka..ia seolah menjadi penunjuk arah ke tempat dimana cheese berada. Scurry tidak tinggal diam, ia menggunakan kemampuannya yang dapat berlari cepat, siaga dan tak mudah menyerah. Hari itu, saat mencari cheese, mereka menemukan suatu tempat di dalam labirin, yang penuh dengan cheese di kanan kiri dan depan mereka. Sniff dan Scurry merasa senang dan bangga karena mereka bisa menemukan dan mendapatkan cheese yang begitu banyak dan bisa menjadi santapan mereka untuk berhari-hari. 

Seminggu berjalan, cheese yang mereka dapati sudah habis persediaannya. Di saat itu pula, Sniff sedang tak bersemangat dan hanya terbaring di atas tempat tidurnya. Ternyata Sniff sakit, akhirnya Scurry pun pergi sendirian ke labirin untuk mendapatkan cheese sebagai santapan hari itu.  Ia terus bergegas, berlari cepat dan mencari ke setiap jalan berkelok-kelok di labirin kemudian berlari lagi dan berlari lagi mencari-cari. Ternyata ia tak menemukan sedikit pun cheese hari itu, justru Scurry merasa kelelahan dan sulit untuk kembali pulang karena ia telah menghabiskan waktu berlari dan tergesa-gesa mencari cheese kemana-mana. Ia menyadari sulit rasanya mendapatkan cheese tanpa kehadiran Sniff yang peka mengendus-endus dan selalu menjadi ’penunjuk arah’ bagi Scurry untuk berlari mendapati letak cheese berada. Hingga 3 hari lamanya, Sniff sakit dan Scurry tidak juga menemukan cheese untuk santapan mereka. 

Di hari berikutnya, setelah Sniff kembali merasa lebih baik dan siap untuk memulai perjalanannya bersama Scurry, mereka mulai meraih keberhasilan-keberhasilan di setiap labirin berkelok-kelok yang mereka lalui. Mereka mulai mengatur strategi kembali, dalam waktu yang singkat dan tidak rumit mereka mulai bergerak dan berhasil menemukan cheese yang jumlahnya lebih besar dari sebelumnya. Bahkan mereka tidak pernah kekurangan cheese dalam waktu lama karena mereka menemukan ruangan besar di tengah labirin yang penuh terisi cheese yang lezat.

Cerita ini merupakan suatu ilustrasi atau mungkin dapat dikatakan analogi dari kehidupan pekerjaan di hari-hari kita. Kita harus menyadari bahwa team work itu penting. Kita harus memahami dan mengenali kemampuan/ potensi rekan kita bahkan potensi diri kita sendiri. Terkadang strategi yang kita rancang untuk memperoleh apa yang kita harapkan dan inginkan pun tak perlu terlalu dalam dan berbelit-belit. Kita hanya perlu memulainya dan mengerjakannya seperti Sniff yang peka dan Scurry yang lincah dan cepat. Kita tak akan pernah tahu bila mungkin kita terlambat mendapatkan cheese (sesuatu yang kita inginkan atau menjadi tujuan dan target kita), hanya karena kita begitu lama duduk dalam suatu masalah dan terus berpikir untuk menemukan caranya. Kita perlu memulai dan mengerjakan, sebab ide dan rencana-rencana mungkin akan muncul bersamaan dengan saat kita mulai menjalani dan mengerjakannya. 


Bekerja secara team work  menunjukkkan bahwa kita individu-individu yang saling membutuhkan. Tanpa Sniff yang peka, akan sulit bagi Scurry untuk mulai beraksi mencari apa yang mereka impikan/ inginkan.
Satu hal, mereka sama-sama punya tujuan yang jelas yaitu mendapatkan cheese (yang menggambarkan tujuan/ keberhasilan/ harapan mereka). Itu juga yang harus menjadi bagian dalam kehidupan kerja kita yaitu memiliki tujuan yang jelas dan visi yang sama.
Dengan tujuan dan visi yang sejalan, saya-Anda dan rekan-rekan lainnya dalam dunia kerja dapat saling melengkapi untuk meraih keberhasilan-keberhasilan yang diharapkan.



*Ini adalah cuplikan buku " Who Moved My Cheese" (author : Spencer Johnson), yang saya narasikan kembali secara singkat dengan bahasa sendiri.

You Might Also Like

0 komentar